
Lina pun segera mengikuti Uriel dan yang lainnya kepuncak gunung. Saat itulah dia melihat Wiro dan Sky yang sedang bertarung.
"KAAAK! WUSH! BRAK!"
"HUUP!"
"TAP!"
Saat Serigala Es mendarat, dia segera membekukan sekitarnya.
"KRECEK KRECEK!
Elang Laut segera mengepakkan sayapnya dan dengan gesit menghindar.
"BLAK! SWIIING!"
Tapi saat ini Elang Laut masih belum bisa menemukan kesempatan yang cocok untuk menyerang.
Orc lain dari klan bulu, semuanya hanya berdiri tidak jauh dari area pertarungan, tidak bermaksud untuk ikut campur.
"HIAH!"
"WUSH!"
Lina sangat khawatir Wiro akan terluka, dia ingin bergegas menghentikan pertarungan, tapi belum sempat Lina bergerak, terdengar suara Leon yang berkata, "Tidak ada yang boleh ikut campur dalam duel antara laki-laki. Aku sarankan agar kamu tidak bertindak gegabah."
Lina masih merasa tidak yakin dan ingin tetap maju mendekati Wiro, tapi kemudian Uriel meraih tangannya, dan dengan suaranya yang hangat menasehati, "Biarkan mereka berkelahi. Biarkan mereka saling melampiaskan. Kontradiksi hanya akan membuat masalah menjadi serius. Sebaliknya, pertarungan ini baik untuk kedua belah pihak."
"Tapi aku takut Wiro akan terluka.."
"Kamu harus percaya padanya, kekuatan Serigala Perak Es tidak lemah, dia pasti akan baik-baik saja."
Lina selalu sangat mempercayai kata-kata Uriel.
Dia pun akhirnya membuang idenya untuk menghentikan pertarungan mereka. Saat ini Lina sedang selalu menatap Serigala Es, dan diam-diam berdoa, agar Serigala Es bisa memenangkan pertarungan ini.
Leon melirik kearah mereka berdua dan hatinya merasa lebih buruk.
Sejak terakhir kali Lina mengatakan kalau dia ingin menjauh dari dirinya, Leon segera terbang kembali ke puncak Gunung dengan amarahnya, dan dia juga tidak pernah mencarinya lagi.
Sudah empat hari Leon tidak bertemu dengan si gadis kecil.
"Sebenarnya di hatiku masih merindukan si gadis kecil."
Tetapi dia tidak ingin mengambil inisiatif untuk berdamai, karena dia merasa gengsi.
Sebelumnya dia sengaja membiarkan Rei turun gunung, untuk menginformasikan tentang pertarungan Wiro dan Sky, supaya bisa diketahui juga oleh Lina.
Lina memang datang, tapi Lina benar-benar mengabaikan keberadaan Leon.
"Aku sudah mengambil inisiatif untuk berbicara, tetapi dia tidak menanggapiku. Sedangkan saat Uriel mengatakan sesuatu dengan santai, dia langsung patuh."
Bulu-bulu berwarna merah darah bergetar pelan dan bibir tipisnya tertawa mengejek.
"Haha.. Semakin kau buat aku seperti ini, semakin aku tidak ingin melepaskanmu!"
__ADS_1
Saat ini Wiro Sanger akhirnya dijatuhkan oleh Sky Letta.
Kedua belah pihak sama-sama berimbang dan sedikit terluka, dan napas mereka sedikit tidak teratur. Tapi permusuhan di mata mereka seolah menguap, dan bahkan perasaan heroik untuk saling berbelas kasih, mulai sedikit lahir di hati mereka berdua.
Wiro Sanger berubah kembali ke wujud Orcnya, kemudian dengan cepat Lina segera menghampiri untuk membalut lukanya.
Sky Letta juga sudah mengenakan pakaiannya. Jubah putihnya membuat tubuhnya tampak lebih tinggi dan penuh dengan karisma.
Sky melirik para Orc Serigala yang telah masuk ke wilayah mereka, dan matanya berhenti pada betina kecil yang ada di samping Wiro.
"Apa ini si betina kecil yang Leon sukai?" Penampilannya sangat lucu, tapi perawakannya agak kecil."
Jika bukan karena perutnya yang besar, Sky Letta pasti akan beranggapan kalau betina kecil itu masih di bawah umur.
Kemudian Sky Letta memandang ke arah Leon dan dengan sengaja menunjukkan senyum tipis.
"Aku tidak menyangka kamu menyukai betina kecil seperti ini. Rasanya sangat aneh!"
Leon berhenti tersenyum. Bulu-bulu merah darahnya berhenti bergetar.
"Yang bertubuh kecil lebih ringan, aku akan lebih mudah menggendongnya dalam posisi apapun."
Sky Letta telah lama terbiasa dengan gaya bicara dari Tetuanya ini. Alih-alih merasa jijik dengan kata-katanya, Sky Letta berkata dengan penuh semangat, "Tapi sepertinya.. betina itu tidak memperhatikanmu sejak dia datang kesini. Kamu tidak dicampakkan olehnya, kan?"
Mendengar itu, Leon segera menatap Sky dengan senyum dingin.
Ada pancaran aura berbahaya yang aneh dan terasa ganas. Bahkan Sky Letta pun tidak bisa menahannya, hingga kulit kepalanya terasa mati rasa.
Saat itu juga Sky mendengar Leon yang berkata, "Apa kamu ingin menyingkirkanku? Mimpi!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[[[ artinya, Jaka Sembung bawa golok, enggak nyambung g*bl*k! ]]]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sky Letta, "....."
"Tiba-tiba saja aku merasa kasihan pada si betina kecil itu! Hhhh.. Dasar telinga tua!"
Setelah bertarung, Sky dan Wiro akhirnya bisa mengesampingkan kebencian mereka selama ini dan berbicara dengan baik-baik.
Lina dan Uriel yang sejak tadi telah hadir, juga ikut duduk bersama-sama dengan Wiro.
Sedangkan Leon tetap berdiri dan tidak ikut duduk bersama dengan mereka.
Kemudian Wiro mulai memberi tahukan kepada Sky Letta tentang Urat Bijih.
Saat ini Sky Letta sangat ingin memahami poin-poin pentingnya.
"Dari mana kamu tahu kalau ada Urat Bijih di dasar Gunung Batu?"
Wiro berpikir sejenak, kemudian berkata, "Sebenarnya, masalah ini sebelumnya telah diberitahukan oleh Dukun tua kami. Tapi pada waktu itu aku belum membangkitkan roh Binatang Buasku, dan kekuatanku juga tidak cukup untuk menjaga Urat Bijih, jadi saat itu aku belum memulai untuk menambang Urat tersebut. Kemudian banyak peristiwa yang terjadi satu demi satu. Sampai tiba hari ini, kami akan mulai berusaha keras untuk memecahkan masalah Urat Bijih."
Sky Letta bukanlah Orc yang mudah untuk tertarik. Dia juga sangat sadar kalau Wiro sepertinya tidak mengatakan seluruhnya, dan Sky juga tidak ingin terlalu ikut lebih dalam lagi.
__ADS_1
Sebaliknya, saat ini Leon sedang menatap Lina dengan penuh arti.
Lina segera merasakan seperti sedang diawasi oleh Binatang Buas. Perasaan bahaya tiba-tiba saja muncul, yang membuatnya dengan cepat melihat ke atas, untuk mencari di mana sumbernya.
Pada saat itu juga, Leon segera mengalihkan tatapannya dan memegang dagunya untuk melihat ke luar jendela.
Uriel juga melihat tingkah aneh Lina. Dia memegang tangan Lina dan bertanya dengan lembut, "Ada apa?"
Perasaan yang menakutkan telah menghilang. Lina pun kini mulai merasa santai. Dia kemudian menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada apa-apa."
Saat ini Sky Letta sedang berkata dengan hati-hati, "Jika kamu ingin membuka gunung untuk menambang, apa yang akan kamu lakukan jika gunung ini sampai runtuh?"
"Kami akan mencoba yang terbaik untuk berhati-hati saat menambang Urat Bijih. Jika tetap tidak memungkinkan, kami terpaksa harus pindah." Kata Wiro Sanger.
Sky mengerutkan keningnya.
"Tidak, kami sudah kesulitan untuk menemukan tempat yang cocok untuk kami tinggali. Rumah juga telah dibangun. Sekarang tiba-tiba saja aku harus pindah! Lalu apa yang harus aku jelaskan kepada orang-orangku?"
Wiro menjelaskan, "Kami akan menggali inti Gunung dan membangun rumah yang lebih layak huni, bersusun dari bawah ke atas, dan aku akan memberikan beberapa kamar yang ada di atas, untukmu dan orang-orangmu."
Sky Letta lebih tertarik dengan proposal ini.
"Membangun rumah bukanlah hal yang sederhana. Bisakah kamu menjamin kalau rumah itu tidak akan runtuh?"
Kemudian Wiro mulai mengatakan tentang rencana yang dibahas tadi malam.
Sky Letta secara bertahap mulai semakin tertarik.
"Jika kamu benar-benar yakin dengan apa yang sudah kamu katakan, kami dapat mempertimbangkan untuk menyetujui permintaanmu u ..."
Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba Leon menginterupsi.
"Aku tidak setuju."
Mendengar itu, mereka semua segera menatap ke arah Leon.
Sky Letta masih menghormati pendapat Tetuanya. Mendengar kata-kata Leon, Sky Letta pun segera bertanya, "Apa menurutmu ada yang salah dengan itu?"
Leon berkata, "Mereka hanya baru sekedar berbicara dan belum ada buktinya. Tidak ada yang tahu apakah nantinya semua itu bisa terwujud. Jika tidak terbukti, maka semua itu akan sia-sia dan kita juga akan menderita kerugian yang besar."
Saat ini Sky Letta mulai merasa ragu.
"Apa yang dia katakan memang sangat masuk akal."
Wiro segera memelototi Leon dengan marah.
"Apa untungnya aku menipumu?"
Leon berkata mencibir, "Bagaimana aku bisa tahu kamu menipu kami atau tidak? Kamu tanya saja pada dirimu sendiri."
"Kau hanya mencoba untuk mencari-cari kesalahan!" Ucap Wiro.
Di hadapan kemarahan Wiro, Leon hanya tersenyum sambil berkata dengan santai, "Aku baru saja mengatakan situasi terburuknya, aku harap ketua kami dapat mempertimbangkan kembali sebelum membuat keputusan. Aku harap itu semua demi kebaikan klan Bulu."
__ADS_1
Jika Sky Letta tidak mengenal luar dalam Orc Burung Nasar Ini, dia pasti akan percaya dengan kebohongannya.
"Orc ini sangat pemarah dan bisa menendang seluruh klan Bulu seperti bola, tapi dia berkata demi klan Bulu? Hhhh.. Dasar bujang tua labil!"