
Saat ini pikiran Wiro, sama sekali sedang tidak berada di pasar. Dia sedang merasakan, tubuh gadis kecil yang sedang dia gendong begitu lembut, sehingga timbul rasa ingin menggosok gadis ini, saat ini juga.
Keinginan di tubuhnya sudah mulai bergerak. Kepala benda miliknya sudah mendongak.
Kini, rok bulu yang dia kenakan, telah disangga oleh benda besar miliknya.
Sudah lebih dari setengah bulan, mereka tidak melaksanakan ritual k*w*n mereka. Disaat mereka sedang bercinta, Wiro tidak akan memasukkan benda miliknya. Dia hanya akan menggesek-nggesekannya di luar, di antara belahan di kedua p*ngk*l p*h* Lina.
Hal itu tidak dia lakukan, karena Wiro telah menantikan kehamilan Lina. Bukan hanya dia tidak ingin k*w*n dengan Lina, tetapi juga melarang Uriel untuk k*w*n dengan gadis itu.
"Tapi, sudah begitu lama, perut Lina masih belum juga berubah."
Wiro pun terus bergumam di dalam hatinya.
"Bukankah Lina seharusnya sudah hamil?"
Saat ini, hatinya sedang semakin gelisah. Antara, menahan hasrat benda di tubuh bagian bawahnya, yang sejak tadi sudah berayun-ayun naik turun. Dan, mengkhawatirkan calon bayi yang ada di dalam perut Lina.
Saat terakhir kali Wiro k*w*n dengan Lina, dia sudah merubah dirinya ke wujud binatangnya. Saat itu, dia telah berkali-kali melepaskan banyak cairan kentalnya ke dalam liang milik Lina. Menurut perkiraannya, tingkat keberhasilan kehamilan Lina seharusnya sangat tinggi.
Wiro pun ingin segera memastikan tentang hal itu. Dia memutuskan untuk menemui Dukun dari suku Mustang, untuk memeriksa apakah Lina sudah hamil, atau kah belum.
Dukun dari klan Mustang, adalah seorang lelaki tua kurus bernama, Khodi Kodi.
Mulutnya sedikit terkulai, terdapat tiga kerutan di antara alisnya yang sangat jelas terlihat, ditambah sedikit tulang pipinya yang menonjol. Membuatnya terlihat sangat sulit untuk bergaul.
Ketika Khodi Kodi melihat Wiro datang, dia sama sekali tidak ingin menunjukkan kesopanan. Dia segera bertanya dengan suara yang terdengar dingin, "Apa yang kamu lakukan dengan tiba-tiba datang ke Sungai Hitam? Apa kamu ingin membuat masalah lain lagi?"
Dia membenci Serigala Air Hitam, tetapi dia juga tidak menyukai Serigala Batu.
Sejujurnya, bahkan jika dia harus memilih di antara keduanya, Khodi lebih cenderung memilih untuk membantu suku Serigala Air Hitam.
Menurutnya, suku Mustang dan suku Serigala Air Hitam telah hidup bertetangga selama bertahun-tahun. Bahkan jika ada beberapa konflik diantara kedua belah pihak, bagi Khodi itu normal saja. Bagaimanapun juga, karnivora dan herbivora tidak dapat hidup berdampingan secara damai.
Khodi, beranggapan selama kita duduk dan berbicara dengan tenang, maka sama sekali tidak perlu melakukan langkah yang lebih jauh lagi.
Meskipun mereka secara bersama-sama telah mengalahkan klan Serigala Air Hitam, kerugian yang telah mereka derita juga sangat besar. Lebih dari setengah Orc muda di klan Mustang terbunuh dan terluka, dan kekuatan mereka kini sedang sangat melemah.
Jika saat ini suku Serigala Batu tiba-tiba saja membuat masalah, dan mengambil kesempatan untuk menyerang suku Mustang, mereka hanya memiliki sedikit peluang untuk menang.
Jadi Khodi mempunyai pemikiran bahwa, kepala klan Serigala Batu yang sedang ada di depannya ini, mempunyai ambisi Serigalanya yang dia sembunyikan.
Melihat ekspresi kewaspadaan dan menyelidik Khodi Kodi kepada dirinya, Wiro tetap terlihat sangat tenang.
__ADS_1
"Anda tidak perlu gugup. Kali ini saya datang kemari, hanya ingin meminta Anda untuk membantu saya."
"Apa yang kamu ingin aku lakukan?" Tanya Dukun Khodi sambil mengerutkan keningnya.
"Saya meminta Anda untuk memeriksa, apakah pasangan saya hamil." Jawab Wiro.
Setelah Wiro mengucapkan kata-kata ini, dia sedikit bergeser ke samping, dan memperlihatkan sosok gadis kecil yang bersembunyi di belakangnya.
Lina kemudian membuka kulit binatang yang menutupi bagian kepalanya, dan menunjukkan seluruh wajahnya, sambil berkata dengan sopan dan tersenyum, "Halo. Saya, Lina Maya."
Melihat wajah cantik gadis itu, ekspresi Khodi Kodi mulai sedikit tenang.
"Halo."
Kemudian dia melirik Wiro dan berkata, "Aku tidak menyangka, Orc laki-laki sepertimu bisa menemukan pasangan. Sepertinya keberuntunganmu benar-benar bagus."
Kebencian Wiro terhadap wanita, sudah banyak diketahui oleh para Orc, termasuk para Orc dari beberapa suku yang bermukim tidak jauh dari Gunung Batu.
Mereka semua berpikir bahwa dengan temperamen anehnya Wiro, dia tidak akan pernah ingin untuk memiliki pasangan.
Tapi sekarang, saat Khodi Kodi melihat dengan mata kudanya sendiri, dia tidak menyangka kalau Wiro kini telah menemukan pasangan, apalagi pasangannya itu adalah seorang gadis mungil, yang sangat cantik dan imut.
Wiro segera memegang tangan Lina, dan mengangkat kepalanya dengan ekspresi bangga.
Mendengar apa yang Wiro katakan, Lina pun menatapnya.
"Pria ini terlalu percaya diri! Aku benar-benar ingin memukulinya sampai parah!"
Pandangan mata Lina benar-benar terlihat seperti ingin menghajar b*j*ng*n sombong, yang ada di dekatnya itu.
Memikirkan identitas pihak lain, Khodi Kodi akhirnya hanya bisa mengertakkan giginya. Lagi pula, dalam hal kekuatan, tidak ada satu pun dari mereka di sini yang mampu menjadi lawan Wiro.
"Cepat, cepat. Segara periksa pasanganku, dia hamil atau tidak." Desak Wiro.
Sebelumnya, pemeriksaan kehamilan diserahkan kepada Dukun di sukunya, tetapi kini Sito Gering telah tiada. Wiro juga tidak memiliki cara lain selain meminta tolong kepada Dukun suku Mustang.
Khodi Kodi, dengan wajah kesalnya kemudian mengambil daun ungu tua, dan menyerahkannya kepada Lina.
"Menurutmu, seperti apa baunya?"
Lina mulai mengendus daun itu, dan kemudian mengerutkan keningnya.
"Sedikit bau."
__ADS_1
Baunya seperti k*ntut seseorang, sehabis makan bawang putih.
"Apakah baunya kuat? Apakah kamu merasa mual dan ingin muntah?" Tanya Khodi.
"Tidak, hanya sedikit bau." Jawab Lina.
Wajah Khodi Kodi terlihat tanpa ekspresi.
"Sepertinya hamil, mungkin waktunya tidak lama lagi, setidaknya, paling lama setengah bulan."
Mendengar apa yang Dukun Khodi katakan, Lina dan Wiro pun tercengang.
Bagi Lina, dia jelas sangat terkejut.
"Hah?? Benarkah aku hamil seperti yang Dukun itu katakan?!"
Wiro juga terlalu terkejut hingga mulutnya menganga, dan tubuhnya tak bergerak sama sekali selama beberapa saat. Tapi dia segera sadar kembali, mengangkat dan menggendong Lina, menciumi pipi kenyal gadis itu sambil berkata dengan senyum bahagia, "Bagus! Kamu akhirnya mengandung anak-anak kita. Kita akan segera memiliki banyak anak-anak serigala!"
Khodi Kodi, yang sedang memperhatikan mereka pun berkata dengan dingin, "Ini hanyalah kehamilan. Jika tidak ada hal yang lain lagi, segera pergi dari sini. Aku tidak ingin melihat kalian bermesraan di sini!"
Khodi Kodi, ini sama seperti Sito Gering. Mereka sama-sama seorang bujangan tua.
Tidak seperti Sito Gering yang baik dan berpikiran terbuka, Khodi Kodi paling tidak suka bila ada orang lain yang saling menunjukkan cinta di depannya.
Saat ini Wiro sedang dalam suasana hati yang sangat baik, dia tidak peduli dengan kata-kata asam Dukun Khodi, tetapi dia berkata sambil tersenyum, "Terima kasih Dukun. Saya akan mengundang anda dan kepala suku Mustang untuk makan daging!"
Khodi Kodi, pun mendengus, "Kami adalah herbivora, kami ini vegetarian, tahu?"
Berbicara tentang vegetarian, Lina segera cepat keluar dari pelukan Wiro, dan tersenyum dengan sangat tulus kepada Dukun Khodi.
"Hari ini, kami membawa sayuran dan buah-buahan yang sangat segar dan lezat. Apakah Anda ingin mencobanya?"
Khodi Kodi, "Maaf?"
Tak tahu kenapa, meskipun gadis mungil ini telah tersenyum padanya dengan tulus dan terlihat sangat imut, tetapi Khodi Kodi selalu merasa bahwa dirinya akan dibantai oleh seseorang.
...........
Uriel tidak menyangka, Lina menuruti begitu saja ajakan Wiro untuk pergi berjalan-jalan mengitari pasar.
Selain itu, mereka kini telah kembali, dengan membawa pesan yang berat, untuk bisa diterima oleh Uriel.
"Lina hamil! Saat ini di dalam perutnya, dia sedang mengandung bayiku!"
__ADS_1