Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 58 - Cincin Perak


__ADS_3

"Ting Tong!"


"Selamat! Anda telah berhasil melewati musim dingin dan menyelesaikan serangkaian tugas di musim dingin. Hadiah akan segera dikirim ke anda. Jangan lupa untuk memeriksa hadianya."


Segera setelah suara itu menghilang, lima buah cincin muncul di tangan Lina.


Cincin perak polos yang sangat sederhana, bentuk kelimanya pun identik. Jika dilihat lebih dekat lagi, dapat terlihat ukiran yang berbentuk duri yang melingkari seluruh cincin.


Saat Lina mengambil sebuah cincin dan memasukkannya ke jari manisnya, dengan sendirinya, cincin itu segera menyusut menyesuaikan ukuran jarinya.


Dia mencoba melepaskannya tetapi tidak bisa, cincin itu telah melilit dengan kuat di jari-jarinya. Mungkin hanya dengan memotong jarinya, barulah cincin itu bisa terlepas.


Lina pun segera bertanya pada suara yang ada dalam benaknya, "Untuk apa cincin sebanyak ini? Apakah kamu ingin aku memakai semua cincin ini di kelima jariku? Aku akan terlihat seperti orang aneh bila harus memakai semua cincin ini."


Suara menjawab, "Cincin itu adalah cincin ikatan. Satu cincin adalah Master Ring dan empat cincin yang tersisa adalah Slave Ring. Empat cincin itu bisa anda berikan kepada pasangan anda."


Lina tidak menyangka kalau cincin ini dibagi menjadi cincin Master dan Slave. Dia dengan cepat bertanya, "Cincin yang aku pakai ini Master Ring atau Slave Ring?"


Suara menjawab, "Slave Ring."


Lina, "....."


"Tidak bisakah cincin ini dilepas?" Lina bertanya dengan sedikit cemas.


"Setelah dipakai, sudah tidak bisa dilepas kecuali inangnya mati." Jawab suara dalam benak Lina.


Lina, "....."


Kemudian Lina berkata dengan nada yang sedikit marah, "Lain kali jika ada hal seperti ini lagi, maukah kamu memberi tahuku terlebih dulu?"


Suara menjawab, "Baiklah."


Di bawah bimbingan suara itu, Lina bisa menemukan cincin yang utama. Penampakannya tidak berbeda dari empat cincin lain.


Lina melihat ke cincin utama dan bertanya, "Apakah ada perbedaan pada cincin ini?"


"Slave Ring dikendalikan oleh Master Ring. Pengguna Slave Ring akan selalu mematuhi apa yang pengguna Master Ring perintahkan." Jawab suara dalam benak Lina.


Mendengar apa yang suara itu katakan, Lina segera mengerutkan keningnya.


"Jadi, jika seseorang memakai cincin utama ini, maka aku akan dikendalikan oleh orang itu?"


Suara menjawab, "Secara teori, Ya."


Lina mulai merasa tidak senang, "Aku tidak ingin dikendalikan oleh orang lain. Lebih baik aku simpan saja cincin ini untuk koleksi."


Kali ini, suara dalam benak Lina mencoba untuk mengingatkannya, "Tapi, pada kelima cincin ini terdapat ruang penyimpanan. Jika tidak ada yang memakai cincin utama, maka ruang itu tidak akan bisa dibuka."


Begitu Lina mendengar kata "ruang", matanya segera menyala.

__ADS_1


"Maksudmu, ruang penyimpanan yang bisa untuk menyimpan banyak hal?"


Suara menjawab, "Ya."


Sudah lama Lina bermimpi untuk mempunyai ruang seperti itu. Tetapi, jika dia ingin memiliki ruang penyimpanan tersebut, dia harus dikendalikan oleh orang lain. Itu yang membuatnya sedikit ragu.


"Bisakah kalau aku memakai dua cincin yang berbeda?" Lina bertanya sambil berharap.


Dia berharap bisa memakai Master Ring dan Slave Ring. Lagipula, dia kan punya sepuluh jari.


Suara menjawab, "Tidak. Satu cincin hanya bisa dipakai oleh satu orang."


Sayang sekali.


Dia diberi lima cincin yang memiliki ruang penyimpanan. Juga dengan kemampuan yang berbeda. Tetapi, sayangnya sekarang dia sudah tidak bisa memilih lagi.


Hal ini membuat Lina menjadi sangat tertekan.


Uriel sangat perhatian, dia lah yang pertama melihat ada yang aneh dengan gadis kecilnya.


Dia segera mengangakat Lina kedalam pangkuannya dan bertanya dengan lembut, "Kelihatannya kamu sedang tidak senang? Apakah ada sesuatu? Maukah kamu memberitahukannya kepadaku?"


Lina tidak ingin memberi tahu orang lain, tentang suara yang ada dalam benaknya.


Bukan karena dia tidak percaya Uriel, tapi Lina takut Uriel yang tidak percaya apa yang dia katakan. Selain itu, dia sendiri juga tidak tahu asal usul suara itu.


Dalam keragu-raguan Lina, Uriel tetap menunggunya dengan sabar. Dengan tatapan dari mata birunya yang penuh kelembutan.


Lina akhirnya mengeluarkan sebuah cincin dan berkata, "Ulurkan tanganmu."


Uriel tidak banyak bertanya dan segera mengulurkan tangannya.


Lina memasangkan sebuah cincin di jari manis Uriel sambil berkata, "Ini untukmu."


Jika Lina ingin mencari sang Master, maka dia hanya bisa memilih diantara Wiro dan Uriel.


Dibandingkan dengan Wiro yang temperamental dan arogan, Lina berpikir Uriel yang lembut dan penuh perhatian, lebih cocok untuk menjadi pemilik Master Ring.


Dia percaya meskipun dia akan dikendalikan oleh pemilik Master Ring, dia tidak perlu khawatir karena orang itu adalah Uriel.


Uriel melihat cincin di jari manisnya dan bertanya, "Apa ini?"


Lina menggoyangkan cincin yang dia pakai di jarinya, dan menjelaskan, "Ini adalah cincin ikatan. Yang di tanganmu adalah cincin utama atau disebut dengan Master Ring dan yang aku pakai ini adalah Slave Ring."


Hanya dengan mendengar namanya, Uriel bisa menebak hubungan antara kedua cincin itu.


Uriel merasa sangat tersentuh, "Master Ring harus dipakai dijarimu."


Lina memang ingin memakainya. Tapi dia telah salah memakai cincin.

__ADS_1


"Aku percaya padamu, bahkan jika kamu memakai Master Ring, kamu pasti tidak akan menyakitiku." Kata Lina dengan penyesalan.


Uriel memeluknya, dan dengan sungguh-sungguh berjanji, "Tentu saja, lebih baik aku menyakiti diriku sendiri, daripada menyakitimu."


Master Ring telah mempunyai pemilik, kini ruang penyimpanan telah bisa digunakan.


Ruang penyimpanan pada kelima cincin saling terhubung. Cukup besar dan bisa untuk menyimpan banyak hal di dalamnya, tetapi tidak bisa untuk menyimpan makhluk hidup, apalagi manusia.


Lina memasukkan semua pembalutnya terlebih dahulu, kemudian pemantik api, buku kulit bergambar, pisau tulang, makanan, dan beberapa hal yang lainnya.


Uriel sangat berhati-hati saat membantu gadis kecilnya. Kini akan menjadi sangat nyaman bagi mereka, untuk membawa semua barang-barangnya saat keluar nanti.


Ketika Wiro kembali, Lina juga memberikannya cincin dan memberi tahu kepadanya keuntungan dari cincin itu.


Tentu saja masalah tentang cincin utama dan cincin budak, tidak dia beritahukan.


Dengan karakter Wiro, jika dia tahu kalau dia yang memakai cincin budak, dan cincin utama dipakai dijari Uriel, amarahnya pasti akan langsung meledak.


Demi keharmonisan keluarga, lebih baik tidak memberitahukan kepadanya tentang hal itu.


Setelah memakai cincin itu, Wiro merasa sangat senang, bukan karena ruang ajaib dari cincin itu, tetapi karena itu adalah hadiah pertama yang dia terima dari Lina.


Dia terus menerus memandangi cincin itu. Dia sangat senang, sehingga tidak menyadari kalau ekor serigalanya muncul dan berkibas-kibas di belakangnya.


Tapi, Lina merasa bersalah, karena tidak menceritakan seluruhnya tentang cincin itu.


Untuk menebus rasa bersalahnya kepada Wiro, ketika di malam hari Wiro datang untuk meminta jatahnya, Lina tidak menolaknya. Lina juga sangat kooperatif dalam berbagai macam gaya, sesuai dengan yang Wiro inginkan.


Kemudian, tiba-tiba Wiro merubah wujudnya ke bentuk Serigalanya, dan akan melanjutkan b*rs*ngg*m* dengan Lina.


Meskipun musim dingin telah berlalu, bukan berarti Lina tidak akan bisa hamil.


Bagaimanapun juga, kemampuan berburu Wiro sangat baik, tidak peduli pada musim apa bayi itu akan lahir, dia pasti mampu mencarikan makanan.


"Jangan, Wiro! Aku belum ingin hamil!"


"Hentikan!"


Lina sudah menyuruhnya untuk menghentikan apa yang Wiro lakukan, tetapi Wiro tetap tidak mempedulikannya. Dia tetap mendorong masuk benda miliknya ke p*ngk*l p*h* Lina.


Benda milik Wiro dalam wujud hewan lebih besar, daripada dalam wujud Orc. Tubuh bagian bawah Lina pun seperti hampir meledak. Lina juga merasa sangat kesakitan, hingga dia meraih ekor serigala Wiro, dan menggigitnya beberapa kali.


"Wiro, Hentikan!"


"Aku tidak mau!"


Wiro mengabaikan rasa sakit pada ekornya, dan tetap melanjutkan aksinya mendorong.


"Kali ini kamu pasti hamil!" Serunya dengan bersemangat, sambil tetap menekan masuk benda miliknya lebih dalam lagi ke p*ngk*l p*h* Lina.

__ADS_1


__ADS_2