Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 106 - Tiga Bulan Kemudian


__ADS_3

Leon telah menatap bibir Lina yang merah dan basah untuk waktu yang lama. Leon pun akhirnya tidak bisa menahannya lagi. Leon segera menundukkan kepalanya dan mencium bibir Lina.


"Rasanya lebih manis dari yang aku kira!"


Leon pun langsung merasa ketagihan.


Saat ini Lina sedang meronta dan berjuang, sambil berseru marah!


"Lepaskan aku! B*j*ng*n!"


"Lepaskan!"


Tapi kemudian Leon meraih kedua tangan Lina dan menariknya ke atas kepalanya.


Leon menjilati sudut mulutnya sendiri, dan mata merah darahnya memancar penuh hasrat.


"Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apa pun padamu, aku hanya ingin menciummu."


"B*j*ng*n! Biarkan aku pergi! Lepaskan aku!" Mata Lina kini terlihat memerah karena marah.


Saat Leon melihat penampilan si gadis kecil yang tak berdaya, baginya hal itu malah terlihat semakin lezat. Kini kepala benda besar yang tersembunyi di balik jubah bulunya telah mendongak dan tertahan di pusar Lina. Dia merasa semakin haus dan ingin segera memakan si betina kecil ini.


Lina merasa sangat takut dengan benda besar itu, diapun menangis. Air mata segera mengalir di pipinya, seperti manik-manik yang pecah.


Melihat si betina kecil menangis, Leon pun segera berhenti.


Dia menatap wajah Lina yang sedang menangis dan merasa bingung.


"Jangan menangis! Aku benar-benar tidak berniat melakukan apa pun padamu. Aku hanya ingin dekat denganmu."


Lina masih tetap menangis dan mengabaikan Leon.


Leon pun cepat-cepat melepaskannya. Kemudian dia menyeka air mata si betina kecil dengan lengan bajunya.


"Oke, aku salah. Aku minta maaf. Maafkan aku. Jangan menangis lagi."


Tidak pernah sekalipun dalam hidupnya, Leon berbicara dengan begitu rendah hati.


Jika Sky Letta ada di sini, matanya pasti akan terbelalak lebar dan mulutnya juga akan menganga karena tidak percaya, kalau Leon bisa bersikap rendah hati.


Kemudian Lina menyingkirkan tangan Leon.


"Pergilah, dan jangan datang kesini lagi."


Leon sedang menatap wajah Lina yang penuh dengan air mata, mau tak mau dia pun mengungkapkan isi hatinya, "Aku sungguh menyukaimu."


Lina terkejut mendengar pengakuan Leon yang tiba-tiba, matanya yang memerah terbuka lebar dan menatap Leon dengan heran.


"Apakah kamu sedang bercanda?"

__ADS_1


Meskipun Leon selalu suka memprovokasi Lina, ia juga tidak pernah berpikir kalau ia benar-benar menyukai Lina. Leon hanya memandangnya sebagai hewan peliharaan yang menarik dan ingin selalu menggodanya.


Mendengar perkataan Lina, Leon hanya menatapnya.


Lina merasakan kulit kepalanya mati rasa, di dalam hatinya juga terasa semakin kacau, dengan ragu-ragu dia bertanya lagi, "Kamu sekarang pasti sedang bercanda, kan?"


Jika Leon mengatakan yang sebenarnya, dia harus segera menolaknya, dan menjauhinya sebisa mungkin.


"Tiga pasangan sudah cukup bagiku, dan aku juga tidak bisa, bila harus menerima yang keempat."


Terlebih lagi, Leon yang pernah berkata akan membunuh Saga, masih selalu menjadi simpul di hati Lina. Tentu saja dia tidak akan mau menerimanya.


Tiba-tiba saja Leon tertawa kecil.


"Haha. Aku hanya bercanda, apa kamu pikir aku berkata serius?"


Mendengar apa yang leon katakan, Lina pun segera menghembuskan napas lega, "Fiuhh.. Seperti yang aku bilang, mana mungkin kamu benar-benar menyukai aku."


Leon mengangkat sehelai rambut Lina yang panjang dan berkata dengan senyum samar, "Jangan khawatir, aku sudah memiliki seseorang yang kusukai. Aku benar-benar tidak akan melakukan apa pun padamu."


Kemudian Lina bertanya, "Bolehkah aku tahu siapa wanita itu?"


Mendengar pertanyaan Lina, Leon pun tersenyum canggung.


"Aku tidak bisa memberitahukan padamu sekarang. Tapi jika kamu mau tidur denganku, aku pasti akan mempertimbangkan untuk memberitahukannya padamu."


Kemudian Lina berkata, "Ih. Lupakan saja. Kamu bisa tetap menyembunyikan rahasiamu dan tidak usah memberitahuku."


Lina hanya memutar bola matanya. Kemudian di menyuruh Leon untuk menjauh dan berkata, "Karena kamu sudah memiliki wanita yang kamu sukai, jangan pernah ganggu aku lagi jika kamu tidak ada hal penting, agar wanita itu tidak salah paham tentang kamu dan aku."


"Apakah kamu cemburu?"


"Aku sedang memikirkanmu. Bagaimana jika wanita itu salah paham denganmu dan tidak ingin berhubungan denganmu? Sebaiknya kamu memikirkan perasaan dirinya dan juga harga dirimu."


Leon berkata, "Dia tidak menyukaiku, apakah akan salah atau tidak, hal itu tidak menjadi masalah."


Lina terkejut.


"Hah? Dia bahkan tidak menyukaimu? Lalu, apakah kriterianya cukup tinggi?"


Leon menatap si gadis kecil dengan penuh arti dan sambil tertawa.


"Hahaha. Ya, kriterianya sangat tinggi."


Lina kemudian menepuk bahu Leon.


"Bersemangatlah, meskipun kamu belum terlalu tua, untungnya penampilan kamu juga masih terlihat bagus. Kamu juga harus terus berolahraga setiap hari dan memperhatikan kebugaran tubuhmu. Kamu seharusnya masih bisa memenangkan hati kekasihmu itu."


Leon merasa sedikit heran, "Hanya begitu saja?"

__ADS_1


...........


Tak terasa, waktu berlalu dengan cepat.


Tiga bulan kemudian.


Berada di bawah kaki Gunung Batu, para Orc membangun benteng yang tinggi dan kokoh, yang cukup spektakuler bila dilihat dari kejauhan.


Totalnya ada dua puluh lantai. Tujuh belas lantai ada di atas tanah dan tiga lantai berada di bawah tanah.


Kentang mutan, bambu mutan, dan tumbuhan merambat mutan juga telah tumbuh dewasa.


Kentangnya sangat besar dan bulat. Jika ada yang menyentuhnya, kentang itu akan menjadi seperti rudal dan menabrak mereka yang menyentuhnya. Jika terkena serangan dari kentang mutan, maka tulang-tulangnya akan patah atau bahkan remuk!


Bambu mutan juga telah tumbuh menjulang tinggi, dengan bambu dan daunnya yang berwarna hijau. Kelihatannya memang cukup normal, tapi selama ada yang mencoba untuk mendekatinya, tumbuhan itu akan membuat suara seperti lumba-lumba yang mengerikan, yang dapat memecahkan gendang telinga mereka yang mendengarnya.


Tanaman merambat mutan lebih buruk lagi, tanaman itu akan menggulung dan menggantung korbannya di udara. Jika korbannya tidak patuh dan terus menerus bergerak dan meronta-ronta, mereka akan dipukuli terus menerus dan tanpa ampun oleh tanaman merambat itu.


"Mmm.. Ternyata rasa kentangnya juga enak. Apakah para Orc akan menyukai kentang? Tapi seharusnya kentang juga bisa mengisi kebutuhan perut para Orc." Batin Lina.


Saat Lina mencoba mencicipi rasa kentang mutan dan merasa kalau rasanya memang enak, dia segera membeli tiga ratus benih kentang mutan, dan mulai menanam benih-benih kentang tersebut di area yang luas yang berada di kaki gunung.


Untuk saat ini, kentang adalah makanan yang paling baik. Kentang mampu membuat perut para Orc kenyang lebih lama. Selain itu juga bisa membuat berbagai macam makanan, seperti kentang goreng, kentang panggang, kentang rebus, keripik kentang, bahkan pergedel kentang.


"Pokoknya, jika para Orc memakannya setiap hari, mereka bisa memilih menu kentang yang mereka sukai." Pikir Lina.


Selain itu, Lina juga membeli beberapa benih tanaman rambat dan bambu.


Benih-benih bambu ditanam di sebelah kebun buah. Jenis bambu ini tumbuhnya lebih lambat, tetapi rasa rebungnya enak! Dan bambunya juga sangat berguna!


Sedangkan benih tanaman rambat ditanam di kaki gunung. Tanaman ini tumbuh dengan sangat cepat. Hanya dalam beberapa hari saja, tanaman ini telah tumbuh tujuh hingga delapan meter di sepanjang dinding benteng.


Tanaman rambat berwarna hijau tua menempel di bagian luar dinding benteng, dan daun hijau besarnya yang berlapis-lapis, menutupi sempurna pintu dan jendela benteng.


"Sangat bagus! Lihatlah. Tanaman merambat itu sangat membantu untuk menyembunyikan bangunan yang besar dan menakjubkan ini." Ucap Lina kepada ketiga pasangannya, saat mereka sedang memandang benteng dari kejauhan.


Jika kebetulan saja ada Orc luar yang melewati area situ, mereka pasti akan berpikir bahwa ini hanyalah Gunung Batu yang dipenuhi dengan tanaman merambat. Mereka tidak akan menyadari, bahwa ada benteng yang besar yang tersembunyi di balik tanaman merambat.


"Aku pikir akan jauh lebih baik bila begini. Lagi pula, benteng seperti ini bukanlah arsitektur yang dapat dibangun oleh peradaban purba seperti sekarang ini. Dan akan jauh lebih baik bagi kami, bila kami tetap tidak menunjukkannya pada dunia luar, untuk menghindari masalah yang tidak perlu." Batin Lina.


Dua lantai teratas benteng diperuntukkan bagi para klan Bulu untuk di tinggali.


Tiga Lantai yang ada di bawah tanah, digunakan sementara sebagai gudang.


Sisa lima belas lantai dibagi menjadi ruang tamu, area bisnis, area hiburan, dan area belajar.


Pada saat ini, tiba-tiba saja terdengar suara dari dalam benak Lina.


"Ting! Tong!"

__ADS_1


"Selamat atas kebangkitan raja suku yang baru, yang telah memicu tugas pertumbuhan."


"Silakan anda mencoba untuk meningkatkan kekuatan suku, menambah jumlah suku, dan memperluas wilayah suku. Ketika skor mampu mencapai level target, anda akan menerima banyak hadiah tugas!"


__ADS_2