
Uriel memandangi Lina yang ada di depannya, mata birunya memancarkan kasih sayang yang begitu besar.
"Selama kamu bisa menyelamatkan Wiro, aku akan melakukan apa saja." Kata Lina.
Uriel tak langsung mengiyakan perkataan Lina, dia diam sejenak kemudian berkata, "Aku ingin Wiro juga menjadi pasanganmu."
"Hah?" Lina terkejut.
"Setelah aku dan Wiro menjadi pasanganmu, kita bertiga menjadi keluarga. Aku, kamu dan Wiro, kita satukan belenggu kita bertiga. Setelah itu aku akan menenangkan roh binatang buas yang ada di tubuh Wiro. Dengan begini, peluang untuk gagal akan lebih kecil."
Lina sungguh sangat terkejut dengan apa yang Uriel katakan.
Dia hanya ingin menjadi pasangan Uriel, dia tidak pernah ingin mencari dua pria sebagai pasangannya.
Dalam pandangannya, sebuah pernikahan haruslah monogami, supaya adil.
Bahkan di dunia para Orc yang wanitanya langka ini, dia tak pernah ingin menikahi lebih dari satu pria.
Tapi sekarang Uriel ingin supaya dia k*w*n dengan dua Orc pria.
Lina berpikir itu sungguh gila.
Tapi dia pun tak bisa menolaknya.
Karena saat ini Wiro sedang menunggu pertolongan, dia juga tak bisa membiarkan Wiro mati begitu saja.
Uriel memandang wajah Lina yang lama-lama semakin memucat, hatinya juga terasa sangat pahit.
Dia kemudian memeluk gadis kecilnya dan berkata dengan senyumnya yang masam, "Dulu aku selalu mencoba untuk melarangmu bergaul dengan terlalu banyak Orc pria. Itu karena aku takut kamu akan direbut oleh orang lain. Tapi sekarang, aku harus bisa berhati besar untuk merelakanmu. Aku benar-benar merasa bersalah."
Lina memejamkan matanya, suaranya terdengar bergetar, "Aku bersedia."
Dia akan melakukan apapun, selama Uriel bisa menyelamatkan Wiro.
Uriel memeluk gadis kecilnya itu lebih erat lagi, seolah itu adalah pelukan terakhirnya. Hatinya pun teriris terasa sangat sakit. Karena mulai saat ini juga, gadis kecilnya akan berbagi hati dan tubuh dengan pria lain.
Suara Uriel terdengar bergetar, "Maaf."
Lina masih dalam suasana hati yang bingung, tetapi pikirannya tiba-tiba mulai tenang.
"Jangan buang waktu lagi. Ayo kita mulai."
Menurut prosedur yang normal, perk*w*nan hanya dapat diselesaikan melalui perk*w*nan antara jantan dan betina. Namun saat ini Wiro masih koma dan Uriel pun sedang terluka. Jelas akan sangat tidak etis untuk tetap melakukan perk*w*nan.
Tapi ada cara yang lain.
Dengan darah.
__ADS_1
Menggunakan darah Uriel dan Wiro, mencampurkannya menjadi satu ke dalam air dan diminum oleh Lina.
Lina pun kemudian juga menyayat ujung jarinya dan memeras darahnya untuk Uriel dan Wiro.
Dengan hati yang masih bergetar, Uriel meraih gelas air yang sudah diberi beberapa tetesan darah milik Lina, kemudian dia meminumnya.
Wiro yang masih dalam keadaan koma, tentu saja tidak bisa meminum air itu dengan sendirinya. Dia dibantu oleh Sito untuk memasukan air itu, supaya tertelan masuk mengalir melalui tenggorokan Wiro.
Dengan cara ini lah, Lina dan kedua Orc pria itu kini telah menjadi pasangan.
Lina melihat kearah Wiro yang sedang koma, kini dia merasa khawatir akan hal lain.
"Wiro sangat membenci wanita, saat dia tersadar nanti dan mengetahui bahwa dia sudah dipaksa menikah, bukankah dia pasti akan sangat marah?"
Uriel hanya melirik Wiro sekilas, dengan nada yang dingin berkata, "Sampai dia berani tidak menyukaimu, aku sendiri yang akan menghabisinya!"
Mendengar itu, Lina merasakan sesuatu yang selama ini belum pernah dia rasakan selama bersama Uriel. Dia merasakan Uriel yang biasanya terasa sangat lembut, kini terasa berbeda, terasa sangat mendominasi dan menyeramkan.
Sito terbatuk dua kali.
"Tak usah khawatir, Wiro sebenarnya sangat menyukaimu. Kalau dia tahu dia telah menjadi pasanganmu, dia pasti akan sangat bahagia, seperti orang gila!"
Lina mulai mengingat penampilan arogan Wiro yang selalu berbicara dengan dagu terangkat dan mata yang selalu memandang langit. Beranggapan kalau pernyataan si dukun tua itu salah dan mengingatkan pada dirinya sendiri, untuk berhati-hati akan kemarahan Wiro pada dirinya.
Uriel memperhatikan kalau Lina terlihat khawatir, salah mengira kalau Wiro akan menolak pernikahan ini, jadi dia berinisiatif menjelaskan pada gadis kecilnya itu.
Sito pun ikut berkata, "Tiga bulan adalah masa bagi mereka untuk belajar. Kalau kamu pikir mereka memenuhi syarat, kamu bisa mempertahankan mereka untuk menjadi pasanganmu. Kalau kamu merasa tidak puas, kamu juga bisa membuang mereka."
Mendengar apa yang mereka katakan, kecemasan Lina mulai sedikit mereda.
Setelah tiga bulan, dia mungkin akan jatuh cinta.
Meskipun dia jatuh cinta dengan dua pria, itu lebih baik daripada k*w*n tanpa ada perasaan.
Setelah selesai melaksanakan kontrak, Lina merasakan rasa khawatirnya lebih dari biasanya.
Terutama saat dia melihat Uriel dan Wiro, matanya tidak bisa tidak memperhatikan mereka.
Dia melihat Uriel sedang berjongkok, menutupi pinggangnya dengan telapak tangannya.
Terlihat kilau cahaya perak, menembus celah di antara jari-jarinya.
Melihat itu, tentu saja membuat Lina terperangah sambil membuka matanya dan menahan napasnya.
"Pola bintang harimau di pinggang Uriel kini tumbuh dengan cepat. Tato Harimau Biru Tua itu kini telah menyebar ke seluruh dadanya. Taringnya yang terlihat tajam, posturnya yang kuat, seolah-olah akan keluar dari tubuh Uriel di detik berikutnya. Mata birunya terlihat garang dan kejam, tapi mengandung kelembutan dan kekuatan yang tak terhitung jumlahnya."
Pada saat yang sama, jantung Lina berdetak semakin cepat.
__ADS_1
Itulah saat kontraknya mulai bekerja.
Dia bisa merasakan detak jantung Uriel dan Wiro. Dia bahkan bisa merasakan ritme pernapasan mereka dan juga roh Binatang yang tersembunyi di tubuh mereka.
Wiro kini sudah membuka matanya.
Embun beku di tubuhnya telah sepenuhnya menghilang, kini penampilannya terlihat telah kembali seperti semula.
Di lengannya terlihat tato kepala serigala, berwarna putih perak yang disertai sebuah bintang berwarna perak.
Itu adalah sebuah simbol dari roh binatangnya, yang menandakan evolusi Wiro telah berhasil.
Sito sangat senang sehingga membuat dia ingin menangis. Dia bergegas mendekatinya dan memeluk Wiro. Dia berseru dengan bersemangat, "Setelah bertahun-tahun, klan Serigala Batu akhirnya memiliki roh Binatang Buas! Jika ayahmu melihat ini, dia pasti akan bangga padamu."
Uriel masih terluka, untuk saat ini dia harus menghemat banyak tenaganya. Wajahnya terlihat begitu lesu.
Lina segera membantunya.
"Kembali ketempat tidur, berbaring dan beristirahatlah."
"Aku ingin pulang saja. Bawa aku kerumah." Kata Uriel.
Sebuah kata "Rumah", membuat Lina tidak bisa menahan perasaan hangatnya.
Dia pun memberinya senyuman.
"Baiklah."
Ketika mereka telah kembali ke rumah, mereka melihat Meli dan kelima pasangan prianya. Mereka telah selesai membereskan kekacauan di rumah Lina. Semua barang-barang telah mereka angkut kembali ke dalam rumah. Buru-buru Lina menghampiri dan meminta maaf.
Meli menghiburnya dengan beberapa patah kata, kemudian pergi bersama kelima pasangannya.
Kemudian Uriel mengeluarkan sebuah paket kecil, dari dalam tas kulit yang dia bawa. Dia membuka ikatan kulit binatang itu, dan mengeluarkan daun hijau dan buah sumber dari dalamnya.
"Lina, kamu harus rutin memakan buah ini. Makanlah satu setiap harinya. Ini sangat baik untuk kesehatanmu."
Lina kemudian teringat kembali akan apa yang telah terjadi. Karena daun hijau dan buah sumber inilah, Uriel hampir mati di luar sana. Dia sangat marah dan ingin membuang semua itu.
Akan tetapi dia juga menyadari, bagaimanapun juga Uriel telah mempertaruhkan hidupnya demi mencari obat ini. Demi kesembuhannya.
"Terima kasih."
Uriel menatap mata gadis kecilnya itu untuk waktu yang lama, dia tidak bisa menahan diri untuk mengatakan, "Maaf, malam itu aku sangat kasar padamu. Aku ..."
"Jangan bicarakan soal itu lagi," Lina memotong perkataan Uriel sambil menggenggam buah sumber yang ada di tangannya.
"Aku sudah melupakan semua yang terjadi malam itu. Sekalipun, aku tak ingin membicarakan soal itu lagi."
__ADS_1
Meskipun di dalam hatinya masih merasa marah, tapi ketika dia mengetahui Uriel hampir mati demi dirinya, kemarahannya pun kini mulai mereda.