
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[[[ Slmt pagi kakak2 yang ganteng2 & cantik2.. Sprti biasa thothor sdg agak sibuk lagi nih, jadi thothor bisa upnya cuman 1 sesi dulu.. Maaf bgt ya kakak2.. ๐ข๐๐]]]
[[[ Seperti biasanya, klo ada waktu senggang walopun dikit, pasti thothor up lebih dari 1 sesi kog kak.. Sekali lagi maaf ya kakak2 semuanya.. ๐๐ ]]]
[[[ Btw trimakasih udh selalu mampir di mari kakak2 semuanya..๐ทโ๐ ]]]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"HAH?"
"Ji ji jiwanyaa?"
Bonny merasa sangat terkejut dan ketakutan, dengan apa yang telah dikatakan oleh Wiro.
Orc memiliki kepercayaan dan takhayul yang kuat soal teori hantu dan dewa. Mereka sangat percaya kalau setelah mereka mati, jiwa mereka dapat berkomunikasi dengan hantu dan dewa, jadi mereka menganggap kalau jiwa adalah harta para Orc yang paling berharga.
Menjual jiwa seseorang berarti memberikan hidup dan matinya kepada orang lain. Harganya terlalu tinggi!
"Apa yang akan kamu lakukan dengan jiwa yang kamu minta?" Bonny bertanya dengan suara gemetaran.
Tapi Wiro seolah-olah tidak melihat ekspresi ketakutan di wajah pemuda dari klan Kelinci itu.
"Pernahkah kamu mendengar cerita tentang Kancil dan Buaya?"
Bonny menggelengkan kepalanya.
"Tidak pernah.."
Cerita ini pernah diceritakan oleh Lina di kelas, dan saat ini Wiro memutuskan untuk menggunakan cerita ini, pada Bonny si Orc Kelinci.
""Ada seekor kancil di pinggir sungai, dia ingin menyeberangi sungai tersebut karena dia merasa sangat lapar. Tapi dia tidak bisa, karena sungai itu dalam dan lebar. Pada saat itu ada seekor buaya yang sedang berendam di tepi sungai. Saat si kancil melihat si buaya, dia pun memanggilnya, "wahai buaya, maukah kamu menolongku? Aku mempunyai banyak daging yang aku simpan, setelah aku tiba di sana, aku akan memberikan daging itu untukmu." Si buaya pun menjawab, "wahai kancil, apa kau ingin menyeberangi sungai ini?" Si kancil menjawab, "iya, aku ingin menyeberang, tapi airnya terlalu dalam. Maukah kau membantuku? Setelah tiba di sana, aku akan memberimu daging." Si buaya kemudian berkata, "baiklah, aku dan teman-temanku bisa membantumu, kami akan berjajar, dan kau tinggal melompat-lompat di atas punggung kami." Si kancil pun menyetujui apa yang si buaya katakan. Ada enam buaya yang berjajar. Satu, dua, tiga, empat, si kancil sudah melompati empat punggung buaya, masih ada sisa dua buaya lagi."" Kata Wiro yang menghentikan ceritanya.
Berhenti sampai di situ, Wiro sengaja menggantung ceritanya untuk bertanya, "Ngomong-ngomong, apa kamu bisa menebak seperti apa akhirnya?"
Bonny sedang mendengarkan cerita Wiro dengan sangat serius, dia sangat tertarik dengan ceritanya, kemudian Bonny bertanya balik dengan rasa sangat ingin tahu, "Bagaimana akhirnya? Bagaimana?"
Wiro pun tersenyum dan melanjutkan lagi ceritanya, ""Kemudian si kancil melompati punggung buaya yang kelima, keenam, dan kemudian telah melompat dan mendarat di tepi sungai yang ingin si kancil tuju. Tapi setelah itu si kancil tertawa kepada para buaya, "hahaha.. Bukankah kalian tahu kalau aku ini tidak memakan daging! Dasar kalian buaya-buaya b*d*h!" Setelah selesai berkata seperti itu, si kancil pun segera pergi meninggalkan para buaya yang telah dia tipu."" Kata Wiro yang mengakhiri ceritanya dengan tersenyum licik.
Bonny, "....."
Kemudian Wiro berkata lagi, "Cerita ini memberitahu kita, kalau kita harus pilih-pilih dalam membantu orang lain, apalagi terhadap orang yang tidak kita kenal. Itu karena kita tidak akan tahu, apakah orang yang telah kita bantu dan terlihat menyedihkan itu nantinya akan menipu kita atau tidak."
Bonny segera mengerti, kalau saat ini Wiro sedang menyindir dirinya, dan dengan cepat Bonny berjanji, "Kami tidak akan pernah membalas kebaikan dengan keburukan!"
"Bukan masalah seberapa baiknya dirimu. Aku hanya percaya pada apa yang bisa aku kendalikan." Ucap Wiro dengan tersenyum licik.
Bonny yang merasa ragu-ragu pun bertanya, "Haruskah aku memberikan jiwaku kepadamu?"
Wiro masih tetap hanya tersenyum dan tidak berbicara apa-apa.
Kemudian Bonny menggertakkan giginya, setelah itu berkata, "Aku akan memberikan jiwaku padamu, tapi tolong biarkan saudara perempuanku dan orang-orangku tinggal di Gunung Batu!"
Gadis kecil di samping Bonny segera mengangkat kepalanya dan menatap Bonny dengan sorot matanya yang terkejut dan takut.
"Kakak.."
Bonny segera menggenggam tangan kecil gadis itu.
"Tidak apa-apa, jangan bersedih. Kakak pasti akan melakukan apa pun yang kakak bisa, untuk melindungimu."
Kemudian Wiro mengeluarkan gulungan kontrak. Karena sekarang Wiro sudah belajar banyak kata, isi pada gulungan itu semuanya ditulis sendiri olehnya. Walaupun tulisan tangannya masih terlihat jelek.
Tapi bagi para Orc Kelinci yang tidak tahu sama sekali dangan kata-kata yang tertulis, mereka hanya bisa melihat pola aneh yang misterius.
__ADS_1
"Sekarang kamu bisa meletakkan cap jarimu pada gulungan kontrak ini, dan setelah itu, orang-orangmu akan diperbolehkan memasuki Gunung Batu."
Di pikiran Bonny, kontrak itu adalah kontrak iblis.
"Jika aku memberikan cap jariku, jiwaku pasti akan diambil oleh iblis!"
Dalam hati, Bonny merasa sangat cemas.
"Tapi sebagai putra dari ketua klan Kelinci, aku tidak boleh takut sama sekali!"
Di kesempatannya yang terakhir ini, Bonny berjongkok dan segera memeluk adiknya untuk yang terakhir kalinya.
"Setelah kakak pergi, kamu harus bisa menjaga dirimu dengan baik. Kakak hanya bisa menemanimu sampai di sini."
"Huhu.. Jangan pergi kakak ..." Ucap si gadis kelinci yang terisak menangis.
Setelah itu Bonny segera melepaskan pelukannya, dan mengumpulkan tekadnya yang siap untuk mati. Seolah-olah dia akan kembali kerumah dan bertemu dengan keluarganya yang telah mati.
Kemudian Bonny menekan telapak tangannya yang dipenuhi darah, pada gulungan kontrak.
Seketika itu juga cahaya merah muncul, dan gambar mahkota berduri muncul di bagian belakang gulungan kontrak.
Setelah selesai, Wiro kemudian menggulung kembali gulungan kontrak tersebut.
"Kontrak sudah disepakati!"
Bonny masih berdiri tegak di tempat sambil memejamkan matanya. Dia sedang menunggu jiwanya yang akan diambil oleh sang iblis.
Dia menunggu.
Masih menunggu.
Dan tetap menunggu hingga lama.
"Hem? Mana sang iblis? Kenapa sang iblis belum juga datang untuk mengambil jiwaku?"
โHehehe.. Jiwamu masih tetap ada di tubuhmu untuk sementara waktu ini." Ucap Wiro sambil tersenyum dan dengan tatapannya yang menakut-nakuti.
Bonny, "....."
"Dasar Serigala br*ngs*k penipu!"
Kemudian Wiro lanjut berkata dengan seius, "Mulai sekarang, selama kamu mematuhi aturan klan Serigala Batu, jiwamu akan selalu menjadi milikmu, tapi jika kamu berkhianat atau pun menyakiti orang lain, jiwamu akan segera dimusnahkan."
Setelah mendengar itu, hati Bonny segera menjadi merasa was-was.
"Aku pasti akan mematuhi peraturan Serigala Batu dan tidak akan pernah menyakiti orang lain!"
"Begitu juga dengan orang-orangmu." Ucap Wiro mencoba untuk mengingatkan sekaligus memperingatkan para Orc Kelinci.
"Tentu saja, kami semua adalah herbivora yang baik!" Ucap Bonny dan para Orc Kelinci serempak.
Kemudian Wiro menyimpan kembali gulungan kontrak dan berkata, "Sekarang, ikuti aku."
Saat ini hati Bonny mulai merasa tenang, dia pun segera memimpin saudara perempuannya untuk mengikutinya. Para Orc Kelinci yang lainnya juga mengikutinya dengan hati-hati.
Ketika mereka telah memasuki bagian dalam Gunung Batu dan melihat ada benteng yang besar, mereka semua menunjukkan ekspresi keheranan, sama seperti ketika Orc Kuda Liar pertama kali masuk kemari.
"WAAAHH!"
"Tidak peduli apa pun yang telah kalian lihat di Gunung Batu, kalian tidak boleh memberi tahukannya kepada orang luar. Jika salah satu dari kalian menyebabkan masalah bagi klan Serigala Batu, aku secara pribadi yang akan mengakhiri hidupnya!" Ucap Wiro. Kemudian dia lanjut berkata dengan suara dan tatapan matanya yang mengintimidasi, "Aku juga tidak pernah pandang bulu terhadap siapa pun!"
Par Orc dari klan Kelinci yang terperangkap dalam tatapan mata yang terlihat berbahaya dari binatang karnivora itu pun segera mengangguk.
"Kami akan ingat. Kami akan mengingat semua yang anda katakan." Ucap para Orc Kelinci serempak.
__ADS_1
Saat ini para Orc Kelinci telah ditempatkan di dekat para Orc dari klan Mustang.
Wiro tidak punya waktu untuk menghabiskan waktu bersama mereka. Setelah menyerahkan mereka kepada Rei, Wiro segera pergi tanpa melihat ke belakang lagi.
Pada saat ini, semua Orc Kuda Liar sedang bekerja di luar demi bisa mendapatkan poin kerja. Tidak ada satupun dari mereka yang sedang berada di rumah.
Rei meminta para Orc kelinci untuk memilih rumah yang mereka sukai, dan kemudian memberi tahu mereka tentang sistem poin kerja dan undang-undang dan peraturan di Gunung Batu.
Untuk pertama kalinya, para Orc dari suku Kelinci baru mendengar tentang sistem poin kerja. Hal ini sangat baru bagi mereka.
"Para Orc jantan tidak bisa bertarung sesuka hati mereka, dan betina juga tidak bisa meninggalkan pasangan prianya sesuka hatinya." Ucap Rei memberitahukan salah satu peraturan Serigala Batu, kepada para Orc Kelinci.
Segala sesuatunya di Gunung Batu tampaknya berbeda dari dunia luar. Mereka memiliki aturannya sendiri, seperti dunia kecil yang tersembunyi di antara banyak dunia.
Sekilas memang tidak terlihat terlalu berbeda dan tidak mengesankan. Namun jika ditelaah lebih dalam lagi, akan bisa ditemukan perbedaannya.
...........
Saat hari mulai gelap, para Orc Kuda Liar telah kembali kerumah mereka. Betapa terkejutnya mereka saat melihat kalau kini mereka mempunyai tetangga baru yang berada di sebelah rumah mereka.
"Kita semua adalah Orc herbivora, dan kita juga tidak mempunyai permusuhan di antara kita." Ucap Khodi Kodi setelah mereka berbincang-bincang.
Setelah mengucapkan beberapa kata pada pertemuan pertama mereka, para Orc Kelinci dan Orc Mustang sepakat dengan tujuan yang sama, untuk saling ramah dan saling membantu di lingkungan yang baru ini.
Saat ini Khodi Kodi sedang berkata pada para Orc Kelinci, "Serigala Batu membuka kelas belajar. Selama kalian bisa lulus ujian masuk dan membayar sejumlah poin kerja, kalian pasti akan diterima masuk kedalam kelas belajar."
Bonny merasa sangat senang saat mendengar hal itu.
"Ini adalah kesempatan besar bagiku, untuk bisa belajar tentang pengetahuan yang sangat berharga!"
...........
Saat ini para Orc Kelinci sudah pergi bekerja, supaya bisa mendapatkan poin kerja.
Kini Bonny telah menyimpan poin kerja yang cukup, ia membawa serta adiknya untuk menemui Lina, untuk ikut dalam ujian masuk kelas belajar.
Kedua kakak beradik ini sangat pintar. Mereka lulus ujian dengan lancar. Setelah mereka membayar poin kerja mereka, kini mereka telah resmi menjadi murid di kelas.
Saat ini jumlah murid di kelas Lina semakin bertambah, hampir mencapai tiga puluh orang.
Untungnya saja semua muridnya sangat patuh dan sangat serius dalam mendengarkan apa yang Lina ajarkan di kelas.
Pada saat ini, kelas pun akhirnya berakhir untuk hari ini.
"Selamat tinggal guru!"
Para murid pun keluar dari dalam kelas satu per satu. Ketika giliran Bonny, sejenak dia merasa ragu-ragu, tapi akhirnya memberanikan dirinya dan berjalan ke depan Lina.
"Guru, bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?" Bonny bertanya dengan wajahnya yang memerah.
Lina tersenyum dan berkata, "Tanyakan saja.."
"Pernahkah Anda mendengar cerita tentang kancil dan buaya?" Tanya Bonny kepada Lina.
Sejak Wiro menceritakan kisah ini kepada Bonny, Bonny masih terus mengingatnya. Menurutnya cerita itu sangat bermakna, seperti sedang berbagi cerita dengan orang lain.
Lina adalah wanita terpelajar, dan saat ini sepertinya Bonny ingin mendiskusikan cerita ini dengannya.
Kemudian Lina mengangguk dan berkata, "Aku pernah mendengarnya, cerita ini memang sangat terkenal. Cerita ini bisa memberitahu orang-orang, bahwa kita harus bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk. Tapi kita juga bisa mengulurkan tangan kita untuk membantu orang lain, siapa pun orang itu. Dan yang terpenting, apa pun yang kita lakukan dalam membantu, adalah demi tujuan yang baik bagi orang yang kita bantu."
Saat ini ekspresi wajah Bonny terlihat sangat terkejut.
"Hah? Bukankah cerita ini memberitahukan pada kita, kalau kita harus pilih-pilih dalam membantu orang lain?"
"Tentu saja tidak. Membantu orang lain demi tujuan yang baik, adalah salah satu bentuk dari kebaikan," kata Lina sambil tersenyum.ย Kemudian Lina lanjut berkata, "Orang yang memberi tahumu kisah ini mungkin tidak memberi tahu kan padamu dengan jelas."
__ADS_1
Bonny, "....."
"Sialan! Aku sudah ditipu lagi oleh Wiro si Serigala menyebalkan itu!"