Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 124 - Informasi


__ADS_3

"Semua transaksi di kawasan bisnis ini akan diawasi oleh tim keamanan. Jika ada seseorang yang berani menipu, mereka akan segera ditangkap dan dihukum." Ucap Wiro kepada para Orc yang berkumpul.


Kapten dari tim keamanan adalah Saga, dan yang sebagai wakil kaptennya adalah Rei.


Tapi biasanya Saga tidak akan selalu muncul, kecuali jika ada acara besar. Sering kali Saga akan menyerahkan semuanya kepada Rei untuk ditangani.


...........


Toko-toko untuk saat ini masih banyak yang kosong, dan hasil dari berjualan juga tidak terlalu baik atau pun buruk. Sedang-sedang saja.


"Lagi pula para Orc masih sedang sibuk bekerja untuk mendapatkan poin, untuk menghidupi keluarga mereka masing-masing. Untuk saat ini mereka belum memiliki waktu untuk membuka bisnis, meskipun kecil-kecilan." Ucap Uriel kepada Wiro sebelum Wiro berangkat menuju ke toko.


Wiro menempati toko yang terbesar dan meletakkan semua sayuran dan buah-buahan di atas meja. Wiro akan menukar semua yang dia jual dengan benih aneh, tumbuhan herbal atau Batu Kristal.


Sekarang Para Orc jantan sudah banyak yang bekerja, mereka tidak tertarik untuk membeli sayuran ataupun buah-buahan, tapi para betina sangat menyukainya. Selama para jantan yang telah bekerja dan juga telah memiliki pasangan, mereka pasti akan membeli beberapa buah-buahan dan sayuran untuk mereka bawa pulang dan diberikan kepada betina mereka.


Orc Kuda Liar dan kelinci adalah para Orc herbivora. Tentu saja mereka sangat menyukai buah-buahan dan sayuran.


"Aku sangat menyukai sayuran dan buah-buahan yang keluarga Lina jual." Kata salah satu Orc Kelinci.


"Aku juga, rasanya benar-benar sangat lezat." Kata salah satu Orc Mustang yang menyahut.


Hampir setiap hari, secara teratur para Orc Kelinci dan Orc Mustang selalu membeli banyak buah-buahan dan sayuran dari toko milik Lina.


Sedangkan Orc dari klan Bulu adalah Orc omnivora. Tapi terkadang mereka terbang ke bawah untuk membeli beberapa sayuran dan buah-buahan, dan membawanya pulang untuk mereka santap.


"Aku ingin beberapa buah-buahan ini. Berapa yang harus aku bayar?" Ucap Leon yang sedang bertanya.


"Untukmu, kuberikan harga satu Batu Kristal merah untuk enam buah-buahan manis ini." Jawab Wiro sambil menyeringai.


"Apa kau sudah Gila?! Jangan mimpi!" Ucap Leon yang kemudian mengepakkan sayapnya dan pergi meninggalkan tempat itu.


Melihat Leon yang pergi dengan marah, membuat Wiro tertawa. "Hahaha.. Aku hanya bercanda. Kembalilah kemari, dasar Orc temperamental."


"Selera makanku sudah hilang." Ucap Leon yang tetap pergi meninggalkan tempat itu.


Volume penjualan yang seperti ini memang kecil, tapi keuntungannya adalah stabilitas untuk jangka panjang.


Setelah berjalan beberapa waktu, bisnis keluarga Lina tidak semakin buruk, tapi semakin baik.


...........


Sudah bukan rahasia lagi kalau Serigala Batu telah menerima Orc Kuda Liar dan Orc Kelinci. Hal ini telah menyebar dengan cepat di seluruh hutan.


Saat ini mulai semakin banyak Orc yang datang ke Gunung Batu dan meminta kepada pemimpin Serigala Batu supaya mau menerima mereka.


Wiro juga sangat berharap supaya kekuatan Serigala Batu semakin meningkat.


"Semakin banyak Orc yang tinggal di sini, akan semakin baik. Tapi untuk lebih amannya lagi, aku tidak boleh membiarkan para Orc yang ingin tinggal di sini langsung masuk kedalam benteng."


Oleh karena itu, kini Wiro pun telah membangun tempat di sekitaran kaki Gunung Batu.


"Untuk sementara ini, kalian akan tinggal di sini selama tiga bulan. Jika kalian bisa mendapatkan seratus poin kerja selama periode percobaan dan tidak memiliki catatan melakukan kejahatan apa pun, maka kalian dinyatakan telah memenuhi syarat untuk tinggal di klan Serigala Batu." Wiro berhenti sejenak dan setelah itu melanjutkan lagi, "Jika kalian memberikan kontribusi yang besar, maka hal itu dapat menambah poin kerja untuk kalian lebih banyak lagi."

__ADS_1


Salah satu di antara mereka, yang ingin ikut bergabung dengan klan Serigala batu adalah Orc pendek. Tinggi badannya hanya satu meter lebih sedikit. Berdiri di antara sekelompok Orc dengan tingginya yang rata-rata satu meter sembilan puluh senti, Orc pendek jelas terlihat sangat kecil dan seperti kurcaci.


Dia mengenakan mantel bulu berwarna abu-abu dan terlihat sedang membawa beban besar di punggungnya. Ketika dia tertawa, dia akan menunjukkan dua gigi depannya yang besar dan mengkilap.


Nama Orc pendek tersebut adalah, Khun Thet.


Di belakangnya juga ada Orc pendek betina yang bersama dengan selusin bayinya. Orc betina ini adalah istri dan anak-anak Khun Thet.


Saat ini Khun Thet sedang menengadahkan kepalanya tinggi-tinggi untuk menatap Wiro.


"Hormat kami kepada Wiro sang pemimpin klan Serigala Batu. Aku bisa menggali lubang, dan aku juga bisa memberikanmu informasi penting. Mohon terimalah kami sekeluarga!"


Melihat ada yang menyapa dirinya, Wiro pun segera menatap kurcaci yang ada di depannya.


"Katakan padaku, informasi apa yang sudah kamu dengar?"


"Aku melihat Nanto yang bekerja sama dengan Ida Ruln untuk membunuh Booker si pemimpin klan." Ucap Khun Thet.


Wiro pun segera berkata, "Soal itu aku sudah tahu."


"Tapi apa yang kamu tidak ketahui adalah, Nanto telah menangkap banyak tawanan perang dan dijadikan sebagai budak. Mereka juga berniat untuk mengirim para tawanan ke Kuil Bulan Gelap." Ucap Khun Thet lagi.


Wiro akhirnya mulai tertarik untuk mendengarkan informasi menarik ini lebih lanjut lagi.


"Lanjutkan."


Khun Thet menggosok-nggosok telapak tangannya dan bertanya dengan penuh harap, "Jika aku memberi tahu semuanya, maukah kamu memperbolehkan aku dan keluargaku tinggal di klan Serigala Batu?"


"Semua itu tergantung pada nilai informasi yang kamu berikan padaku."


Seketika itu juga Wiro segera menyipitkan matanya.


"Terus lanjutkan. Jangan Berhenti."


"Sepertinya Heli Belang ada hubungan dengan kuil Bulan Gelap. Setiap hari Ida Ruln juga selalu merayunya. Ida sangat mematuhi perintah Heli Belang dan dengan sengaja mempengaruhi Nanto untuk menyerang suku-suku lain. Kemudian dia mengumpulkan para tawanan perang sebagai budak dan memberikan para tawanan tersebut ke Kuil Bulan Gelap."


Setelah berbicara tentang ini, Khun Thet tiba-tiba merendahkan suaranya dan bertanya dengan penasaran, "Ngomong-ngomong, apa ada Orc jantan dari keluarga Serigala Batu, yang telah menjadi pasangan Ida Ruln?"


Spontan saja Wiro segera memikirkan Pay No.


"Ya. Ada."


"Kemarin lusa aku melihat dia berada di dalam hutan. Sepertinya dia telah ditinggalkan oleh Ida Ruln dan sedang digigit kembali oleh kontrak pasangannya. Dia sudah hampir mati, tapi dia masih sangat ingin kembali ke Gunung Batu."


Begitu mendengar tentang itu, wajah Wiro segera berubah. Wiro memegang kerah jubah Khun Thet dan mengangkatnya, kemudian buru-buru bertanya dengan suaranya yang terdengar dingin, "Di mana dia? Sekarang juga bawa aku kesana."


Mendapat perlakuan seperti itu dari Wiro, tak ayal membuat Khun Thet megap-megap. Tapi dia masih tidak lupa untuk meminta syarat kepada Wiro, "Tapi.. Tapi kamu harus berjanji padaku terlebih dulu. Perbolehkan kami untuk tinggal di Gunung Batu!"


Wiro memikirkannya sejenak, setelah itu berkata, "Aku berjanji padamu."


"Kalau begitu cepat kamu lepaskan aku, aku akan membawamu kesana." Ucap Khun Thet.


Setelah Wiro melepaskannya, Khun Thet pun segera memberitahu istri dan anak-anaknya, "Kamu tetap di sini, tunggu aku hingga kembali, jangan pergi kemana-mana."

__ADS_1


Melihat istri dan anak-anaknya mengangguk, kemudian Khun Thet berkata kepada Wiro, "Ayo kita kesana."


Wiro pun berkata kepada Rei yang ada di sebelahnya, "Kamu tetap di sini dan awasi mereka hingga aku kembali."


Rei berkata, "Aku akan ikut pergi bersamamu!"


Wiro, "....." Wiro mengerutkan kening dan merasa ragu-ragu.


Rei segera berkata dengan serius, "Pay No adalah adik laki-laki Meli, itu berarti dia juga setengah dari keluargaku. Sekarang dia sedang mengalami musibah, secara pribadi aku juga harus ikut menjemputnya!"


Wiro berpikir sejenak, kemudian berkata, "Baiklah, kamu boleh ikut denganku."


Kaki Khun Thet sangat kecil, tapi kecepatan berlarinya sangat cepat. Untungnya kecepatan Wiro dan Rei tidaklah lambat, jadi mereka berdua tidak tertinggal oleh Khun Thet.


Dengan cepat mereka berlari memasuki hutan dan akhirnya menemukan Pay No yang sedang ada di bawah pohon besar.


Dia berbaring di tanah dan tak bergerak, dengan tubuhnya yang tetap dalam bentuk Serigalanya. Bulu berwarna hitam keabu-abuannya terlihat kotor dan acak-acakan, dan bisa terlihat masih ada jejak darah di samping taringnya. Kini mata hijau gelapnya sudah tidak akan pernah terbuka lagi.


Tubuh Pay No sudah kaku dan sudah tidak bernapas lagi.


Hati Khun Thet yang melihat itu pun ikut merasa sedih.


"Orc jantan yang ditinggalkan oleh si betina, nasibnya benar-benar sangat malang! Hhhh.."


Sedangkan Rei dan Wiro keduanya juga dalam suasana hati yang berduka.


"Apa kamu akan membawanya kembali?" Tanya Rei kepada Wiro.


Wiro, "....." Wiro sama sekali tidak berbicara. Wiro tetap berdiri diam menatap tubuh Pay yang telah kaku.


Setelah keheningan untuk waktu yang lama, tiba-tiba terdengar suara Rei yang berkata dengan nada suaranya yang dalam dan terdengar sedikit bergetar, "Mari kita bakar jasadnya."


Mendengar Rei berkata seperti itu, sontak saja membuat Wiro sangat terkejut.


"Hah? Kenapa tidak menunggu Meli untuk melihat jasad Pay terlebih dulu, baru kita membakarnya?"


"Sejak terakhir kali Meli kehilangan kelima pasangannya, Meli telah sangat menderita, dan kesehatannya terus menurun. Sekarang sudah sulit untuk merawat dirinya. Jika dia melihat ada kematian di keluarganya lagi, aku yakin Meli pasti tidak akan sanggup menanggung pukulan ini. Aku tidak ingin dia terluka lagi." Ucap Rei dengan ekspresi sedihnya.


Tapi Wiro merasa ragu-ragu dengan keputusan Rei.


"Tapi masalah ini tidak akan mungkin bisa disembunyikan selamanya dari Meli. Jika suatu saat dia mengetahui yang sebenarnya, apa kamu ..."


Rei segera memotong perkataan Wiro, "Jika aku tidak bisa menyembunyikan hal ini selama yang aku bisa, aku sendiri yang akan mengatakan hal ini padanya. Tidak peduli apakah dia akan marah atau kesal, aku yang akan menanggung semuanya."


Mendengar perkataan Rei, Wiro dapat memahami perasaannya. Wiro pun menghargai keputusan Rei dan menepuk bahunya.


"Aku mengerti apa yang kamu pikirkan dan rasakan. Kalau begitu, lakukanlah."


Mereka bertiga segera mencari dan menemukan kayu-kayu yang akan mereka gunakan, dan mulai membakar jasad Pay No.


Rei dan Wiro pun memberikan penghormatan terakhir mereka untuk Pay No. Bagaimanapun juga, Pay juga merupakan anggota keluarga dari Rei dan anggota klan dari Serigala Batu yang Wiro pimpin.


Setelah seluruh jasadnya telah terbakar menjadi abu. Dengan hati-hati abunya dibungkus dengan kulit binatang dan dibawa kembali ke Gunung Batu oleh Rei.

__ADS_1


Pay No memang tidak bisa kembali ke kampung halamannya dalam keadaan hidup. Tapi setidaknya kini dia telah memenuhi keinginannya, walaupun setelah ruhnya meninggalkan dunia Orc ini untuk selama-lamanya.


__ADS_2