
Kematian Heli Belang yang tiba-tiba, mengganggu rencana interogasi Wiro dan Uriel.
Masih banyak keraguan yang belum bisa dipecahkan. Untuk sementara waktu ini, mereka pun hanya bisa mengesampingkan semua keraguan ini, dan pelan-pelan mencoba untuk mencari tahu jawabannya nanti.
Sementara itu, saat ini Meli meminta cerai dari Rei.
"Aku ingin cerai! Kamu sudah membohongiku!"
Kata "Cerai" dipelajari oleh Meli dari mulut Lina.
Perceraian memang diusulkan oleh Meli, tapi Rei tidak menyetujui hal itu.
"Aku tidak bermaksud untuk berbohong padamu. Aku juga tidak ingin berpisah darimu."
Dan akhirnya, mereka berdua pun menemui Wiro sang Ketua klan Serigala untuk membantu menyelesaikan tentang perceraian ini.
Tapi Wiro memegang prinsipnya untuk membujuk supaya mereka tidak bercerai. Wiro mencoba untuk menghibur Meli dan membujuknya supaya mereka kembali bersama.
Sayangnya, Meli tetap bersikeras ingin berpisah dari Rei. Dia bisa melihat, kalau Wiro menolak untuk membantunya membuat keputusan, jadi, dia pun langsung menemui Lina.
Meli berkata, “Lina, apakah kamu mempunyai ramuan air melupakan cinta? Jika kamu mau memberi air itu padaku sedikit, aku dan Rei akan meminumnya, untuk segera menyelasaikan semua masalah ini!”
Saat mendengar apa yang Meli katakan, Lina pun merasa sangat tak berdaya. Lalu dia berkata, “Kamu tenangkan dirimu dulu. Ramuan air melupakan cinta bukanlah hal yang baik, meskipun ramuan itu bisa memutuskan hubungan antara kamu dan Rei, tapi juga tetap akan memiliki efek samping tertentu."
"Efek samping yang seperti apa?" Tanya Meli.
“Segala sesuatunya di dunia ini pasti selalu ada positif dan negatifnya. Ramuan air melupakan cinta memang bisa membantumu untuk memutuskan hubungan dan juga untuk membuatmu supaya bisa melupakan keberadaan satu sama lain. Tapi, jika tubuhmu tidak cukup kuat, ramuan itu bisa merusak indramu. Salah satunya, kamu tidak bisa lagi merasakan emosi apa pun."
Saat mendengar itu, Meli pun tertegun.
"Ah?"
"Apa artinya hidup jika tidak bisa merasakan apa pun?" Batin Meli.
__ADS_1
Pada saat ini, Lina menghela nafasnya dan berkata lagi, "Untuk saat ini, aku belum membuat ramuan air melupakan cinta, tapi aku telah mengumpulkan semua jenis bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat ramuannya. Selama kamu memberiku waktu dua hari lagi, aku pasti bisa membuat ramuan air melupakan cinta. Aku sarankan, sekarang lebih baik kamu kembali dulu dan memikirkannya lagi. Jika kamu memang sudah yakin ingin berpisah dari Rei, dalam dua hari lagi kembalilah kemari."
Tapi kali ini Meli tercengang lagi saat mendengar apa yang Lina katakan, kemudian dia pun bertanya dengan heran, "Kenapa kamu tidak menyarankanku untuk berbaikan dengan Rei?"
Semua orang menasihatinya untuk memaafkan Rei, tapi hanya Lina seorang yang tidak.
"Bisa dibilang, pernikahan itu sama seperti sepatu. Nyaman di kaki saat dipakai. Dan soal itu, hanya kamu sendiri yang tahu dan bisa merasakannya. Orang lain tentu tidak akan bisa merasakannya. Jika kamu benar-benar berpikir sudah tidak tahan lagi dengan pernikahan ini, maka berpisahlah darinya. Mungkin dengan jalan seperti ini bisa melegakan satu sama lain." Setelah berkata seperti itu, Lina berhenti sejenak, lalu tiba-tiba saja bertanya, "Jika kamu benar-benar berpisah dari Rei, lalu bagaimana dengan anak-anakmu?"
Mendengar apa yang Lina tanyakan, Meli pun segera berkata, "Tentu saja anak-anakku akan ikut denganku."
"Lalu setelah itu, apakah kamu ingin mencari pasangan lain lagi?" Tanya Lina.
Meli pun menjawab pertanyaan dari Lina dengan sedikit ragu-ragu, “Seharusnya, toh aku masih sangat muda, aku juga tidak bisa selalu sendiri sampai aku tua."
"Lalu, apakah pasangan barumu nantinya akan bersikap baik kepada anak-anakmu yang sekarang ini?" Tanya Lina lagi.
"Tentu saja," kata Meli.
Meli menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Tidak pernah."
"Dahulu kala, ada seorang Putri Salju yang sangat cantik jelita. Hingga dia dicemburui oleh ayah tirinya karena dia terlalu cantik. Putri Salju pun akhirnya dipancing keluar dari istana oleh ayah tirinya yang kejam, dan berniat untuk membunuhnya. Untungnya, Putri Salju bisa melarikan diri. Namun kemudian, ayah tirinya masih tetap menolak untuk melepaskan si Putri Salju begitu saja. Kemudian dia mencari akal dan mengambil apel beracun untuk menggoda si Putri Salju supaya bisa memakan apel beracun itu. Dan sebagai hasilnya, si Putri Salju pun berhasil diracuni sampai akhirnya dia mati.."
Lina sengaja merubah cerita dongeng tentang Putri Salju ini, untuk mencoba menakut-nakuti Meli.
Saat mendengar apa yang diceritakan oleh Lina, membuat Meli tertegun.
"Hah!"
Akhirnya, setelah Lina menyelesaikan seluruh ceritanya, Lina pun berkata dengan nada suaranya yang terdengar emosi, "Kamu tahu, ayah tiri Putri Salju sangatlah kejam. Jika nanti kamu menemukan pasangan yang kejam seperti ayah tiri si Putri Salju, anak-anak Serigalamu yang malang pasti akan sangat sengsara."
Meli masih tenggelam dalam cerita Putri Salju, kini dalam pikirannya penuh dengan gambaran tentang ayah tiri yang memikat Putri Salju, untuk memakan apel yang beracun. Lalu dia pun berkata, "Kamu benar."
“Selain masalah ayah tiri, ada juga masalah dengan lingkungan. Jika seorang anak dibesarkan dalam keluarga yang tidak sehat, kesehatan fisik dan mentalnya juga akan sedikit terpengaruh. Kita ambil contoh Wiro. Karena ayahnya meninggal saat dia masih sangat kecil, kepribadiannya kini menjadi sangat arogan dan membuat orang lain merasa tidak nyaman. Selain itu, dia juga memiliki kebencian yang serius terhadap wanita dan hampir menjadi bujangan selama sepuluh ribu tahun. Kamu sendiri pasti tidak akan pernah berharap, kalau nantinya anak-anakmu sampai tidak bisa menemukan pasangan mereka, bukan?"
__ADS_1
Untuk para Orc, k*w*n dan bereproduksi adalah hal yang paling penting dalam hidup mereka!
Begitu dia mendengar kalau nantinya anak-anaknya mungkin tidak akan bisa menemukan pasangan mereka, Meli pun segera mementingkan tentang hal itu.
"Aku benar-benar tidak akan membiarkan anak-anakku, menjadi bujangan berusia sepuluh ribu tahun!"
Lina berkata, "Oleh karena itu, kamu harus menciptakan lingkungan yang baik bagi mereka untuk tumbuh hingga mereka dewasa, harus lebih memperhatikan pelatihan karakter mereka, dan berusaha untuk membuat mereka semua tumbuh menjadi luar biasa dan populer di antara anak-anak lainnya."
“Ya," lalu Meli mengepalkan tinjunya dan mengobarkan semangat juangnya sambil berkata, “Aku harus menjadikan mereka semua laki-laki terbaik!”
“Lalu sekarang, apa kamu masih ingin bercerai?” Tanya Lina lagi kepada Meli.
“Aku tidak akan pergi!” Setelah berkata seperti itu, lalu Meli berdiri dan berkata, “Aku pulang. Aku akan kembali untuk mengurus anak-anakku. Kita akan bicara lagi nanti saat kita ada waktu."
Lalu dengan segera dia kembali kerumahnya.
Saat ini, Lina mengambil cangkir, lalu meminum beberapa teguk air untuk membasahi tenggorokannya yang sudah terasa kering.
"Ini hanya masalah waktu. Aku bisa merasakan perasaan yang dalam diantara mereka berdua."
Setelah Meli kembali kerumah, dia juga sudah mengakhiri perang perceraian yang dia mulai secara sepihak, dan kemudian membuat beberapa perjanjian, yang mengharuskan Rei untuk harus mau menyetujuinya. Jika tidak, dia tidak akan diizinkan masuk ke rumah lagi. Salah satu dari isi perjanjian itu adalah, kalau Rei tidak akan pernah membohongi Meli lagi.
Rei berpikir, "Selama aku bisa bisa menjalani kehidupan yang baik bersama dengan Meli dan anak-anak, sisanya aku sudah tidak peduli lagi." Dia bahkan tidak mengedipkan matanya, dan dengan penuh kesadarannya, dia menyetujui persyaratan dari Meli.
Dan kini, keduanya pun akhirnya berbaikan.
Namun sejak saat itu, selama Meli ada kesempatan, dia akan pergi untuk menambah pengetahuan tentang cara mengasuh anak yang baik.
Faktanya, dalam hal ini dia memang tidak memiliki banyak pengalaman. Bisa dibilang juga kalau dia itu masih pemula. Jika sebelumnya ada seorang anaknya yang membuat masalah, dia hanya bisa berteriak kepada mereka.
...........
Hanya dalam sekejap mata, kini Rei yang akan membentuk tim manajemen kota, bergegas untuk menangkapi semua Orc yang tidak mau bekerja sama dengan mereka, dan mulai melakukan pendidikan ideologis dan moral secara mendalam kepada mereka semua!
__ADS_1