
Uriel pun mengambil inisiatif untuk segera membantu Lina menggosok tubuhnya, dengan sangat lembut dan hati-hati.
"Ehmmm.." Lenguh Lina, saat merasa keenakan.
Gerakan menggosok Uriel yang terasa sangat lembut bagi Lina, membuatnya gagal menahan rasa ngantuknya. Hingga akhirnya, dia pun memejamkan matanya dan tertidur di dalam bak mandi kayu.
Setelah dirasa sudah cukup membersihkan tubuh Lina, Uriel pun membopong Lina yang masih tertidur, lalu mengeringkan tubuhnya, dan membawanya ke kamar tidur, kemudian memakaikan pakaian bersih yang telah disiapkan oleh Saga.
...........
Keesokan paginya, Lina terbangun dari tidurnya, dalam pelukan hangat Uriel.
Lina pun menengadahkan kepalanya untuk menatap wajah tampan Uriel yang sudah lebih dulu terbangun, yang sedang menatap dirinya, lalu tersenyum manis dan menyapa Uriel, "Selamat pagi."
Uriel pun tersenyum lembut, lalu menundukkan kepalanya untuk mengecup bibir Lina. Mata birunya menatap hangat kedua mata Lina, kemudian berkata, "Apa semalam tidurmu nyenyak?"
"Nyenyak sekali." Jawab Lina, sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baguslah," sahut Uriel.
Setelah berkata seperti itu, dia pun segera bangkit dari tidurnya, lalu duduk di tepi tempat tidur sambil memakai pakaiannya. Kemudian dia lanjut berkata lagi, "Sekarang ini masih pagi. Kamu bisa melanjutkan lagi tidurmu. Aku akan turun untuk membuatkanmu sarapan. Pagi ini, apa yang ingin kamu makan?"
Mendengar ini, Lina pun mengulurkan tangannya, dan dengan nakal, jarinya menyodok pinggang Uriel.
"Aku ingin makan roti kukus isi daging. Aku sangat merindukan rasanya.. Sudah lama aku tidak makan roti kukus buatanmu." Kata Lina sambil menyeringai, menunjukkan deretan gigi-giginya yang putih.
Melihat gadis mungilnya yang bertingkah seperti ini, Uriel pun segera meraih tangan kecil gadis mungilnya dan mencium punggung tangannya, kemudian berkata, "Oke gadis mungilku, aku akan segera membuatkannya untukmu."
Tapi, saat itu juga, Lina terkejut saat memperhatikan pakaian yang saat ini telah melekat di tubuhnya.
"Ah? Gaun putih tanpa lengan ini terlihat sangat sederhana, bahannya juga terasa lembut dan halus, dan jahitannya juga bagus.."
Setelah berpikir seperti itu, Lina pun segera bertanya kepada Uriel yang hendak beranjak dari tempat tidur, "Apa pakaian ini terbuat dari kain kasa hiu?"
"Ya." Jawab Uriel. Lalu dia lanjut berkata lagi, "Nano yang membawa beberapa kain itu dari Kota Matahari, beberapa hari yang lalu. Tapi dia mengalami insiden saat di perjalanan. Dia pun memberikan kain itu kepada Saga, dan Saga sendirilah yang membuatkan gaun ini untukmu."
Sebulan yang lalu, saat Nano dan anak buahnya baru meninggalkan Kota Matahari dengan membawa beberapa barang yang akan dia jual di Gunung Batu, saat mereka dalam perjalanan menuju ke Gunung Batu, mereka bertemu dan dihadang oleh sekelompok Orc Semut Merah yang sangat ganas.
Ketika Nano dan anak buahnya sedang berjuang untuk mempertahankan diri dan barang-barang bawaan mereka, secara kebetulan Saga juga sedang melewati tempat itu.
Meskipun selama ini Saga hanya memiliki sedikit interaksi dengan Nano, Saga yang biasanya selalu dingin dan tidak terlalu suka untuk berteman, tetap mengambil inisiatif untuk membantu Nano melawan para Orc Semut Merah.
Dan untuk menunjukkan rasa terima kasihnya kepada Saga yang telah menolongnya, Nano pun meminta Saga untuk memilih salah satu barang yang mereka bawa.
Awalnya Saga menolak tawaran Nano, tapi saat dia melihat Kain Kasa Hiu yang ada di antara barang-barang yang Nano bawa, Saga pun akhirnya berubah pikiran.
Saga melihat hanya ada sedikit Kain Hiu.
"Bila kain itu digunakan untuk membuat pakaian bagi Orc dewasa, kain itu hanya bisa dijadikan sebagai baju saja." Pikir Saga saat itu.
Saat itu juga, Saga pun teringat dengan Lina yang bertubuh mungil.
"Ukuran kain itu sangat pas bila dijadikan pakaian untuk Lina." Pikir Saga lagi.
Dan saat itulah Saga memutuskan untuk mengambil Kain Hiu tersebut.
Meskipun hati Nano sedikit sakit karena Saga lebih memilih Kain Kasa Hiu yang berharga mahal, tapi Nano tetap memberikannya kepada Saga sebagai tanda terimakasih.
"Saat ini musim dingin baru saja berlalu, dan cuacanya juga masih terasa agak dingin. Gaun ini sangat cocok untuk dipakai tidur, bahannya terlalu tipis bila dipakai untuk pergi keluar rumah.." Gumam Lina.
Setelah itu, Lina pun segera membungkus dirinya dengan mantel bulu, memakai sepatu bot yang terbuat dari kulit Rusa, dan segera berjalan menuju ke kamar Saga.
"CEKRET! KREEET!"
"Saga.."
Tapi, tidak ada seorang pun di dalam kamar itu.
Kemudian Lina pun segera menuju ke lantai satu, dan bertemu dengan Uriel, Carli dan keempat anak-anak Serigala.
Melihat gadis kecil mungilnya telah turun, Uriel pun segera membawakan roti kukus untuknya, dan juga semangkuk sup kacang yang masih mengepulkan asap.
"Silahkan dimakan." Kata Uriel.
"Waah.. Terima kasih.." Sahut Lina.
__ADS_1
Saat itu juga, Lina pun segera mengambil dan memakan roti kukus sambil menyesap sup yang ada di mangkuk.
"Mmhhh.. Enak sekali.."
Anak-anak Serigala juga berkumpul. Delapan mata hijau mereka terlihat basah, sambil terus menatap roti kukus isi daging yang ada di tangan Lina, dan dengan air liur mereka yang hampir menetes ke tanah.
Melihat ekspresi menggemaskan keempat anak-anaknya, Lina yang sedang memegang roti pun sengaja menggoyang-goyangkan tangannya di hadapan keempat anak-anak Serigala itu, untuk menggoda dan memancing mereka.
"Apa kalian juga ingin makan roti ini?" Tanya Lina kepada keempat anaknya, sambil terus menggoyang-goyangkan tangannya yang memegang roti kukus.
Mata anak-anak Serigala itu pun bergerak kesana kemari, mengikuti kemana arah tangan Lina bergerak, sambil mengangguk serempak.
"Jika kalian ingin makan roti ini, panggil aku, Ibu." Ucap Lina.
Mendengar itu, anak-anak Serigala pun segera berseru serempak, "Woo Hoo Hoo!"
"Tidak, tidak. Bukan Ho ho ho.. Panggil aku, Ibu! Ibu.." Ucap Lina.
"Woo Hoo Hoo!" Sahut keempat anak-anak Serigala lagi.
Lina, "....."
Meskipun tangannya sudah terasa pegal, tapi dia masih saja tidak berhasil mengajari keempat anaknya untuk belajar memanggilnya "ibu".
Lina pun akhirnya menyerah, dan hanya bisa memberikan roti kukus untuk mereka berempat, dengan merasa sedikit kecewa.
"Makan, makan. Ini untuk kalian." Kata Lina.
Uriel tahu kalau keempat anak-anak Serigala juga sangat menyukai makan roti kukus, dia pun sengaja membuat lebih banyak roti kukus, dan membagikannya juga untuk keempat anak-anak Serigala.
Keempat anak-anak Serigala pun merasa sangat senang, dan segera menyantap roti yang telah dihidangkan di hadapan mereka.
"Hoo Hoo Hoo!"
"Nyam nyam nyam.."
Berbeda dengan Carli, dia sama sekali tidak tertarik dengan roti kukus. Dia lebih memilih memakan rebung, yang baginya terasa renyah dan segar.
"KRAUK! KRAUK! Nyam nyam nyam!"
Dia berjalan diurutan paling depan dari adik-adiknya, dan hendak pergi menuju ke lapangan di mana dia biasa bermain sepak bola bersama dengan adik-adiknya, dan beberapa anak-anak lain yang juga telah dia rekrut sebagai tim bermain.
"Jangan pergi bermain sampai malam. Ingatlah, kembali sebelum makan malam." Kata Lina kepada keempat anaknya.
"Aku tahu, Ibu!" Sahut Wirna sambil mengibaskan ekornya.
Mendengar itu, Lina pun mengangguk dan hendak berbalik.
Tapi, tiba-tiba saja dia segera berhenti, dan segera menatap Wirna lagi, dengan kedua bola matanya yang bulat besar, yang saat ini terlihat semakin bulat dan besar karena terkejut.
"Barusan.. Kamu.. Kamu memanggilku apa?" Tanya Lina dengan nada suaranya yang terdengar terkejut.
"Tentu saja aku memanggilmu, Ibu." Jawab Wirna.
"Kamu.. Sekarang kamu sudah lancar berbicara?" Tanya Lina yang masih tidak percaya, dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Tentu saja sudah," jawab Wirna.
Tiga adik laki-lakinya yang berbaris di belakang Wirna juga segera membusungkan dada mereka, lalu berseru bersama-sama, "Ibu!"
"Kapan kalian belajar berbicara? Kenapa aku sampai tidak tahu?" Tanya Lina dengan heran.
Mendengar itu, Wirna pun berkata dengan sedikit canggung, "Kami.. Sudah lama kami bisa berbicara."
"Lalu, kenapa selama ini kalian hanya selalu berteriak wo ho wo ho?" Tanya Lina.
"Karena kami ingin memberi ibu kejutan.. Hihihi.." Jawab Wirna sambil sedikit cekikikan.
Tiga adik laki-lakinya juga mengibas-ngibaskan ekor mereka sambil berkata, "Ya, ya! Kami ingin memberi ibu kejutan!"
"Hhh.. Ini memang benar-benar sebuah kejutan untukku.." Batin Lina.
Selesai berkata, keempat anak Serigala pun segera berlari keluar rumah untuk bermain.
Dalam perjalanan mereka menuju ke lapangan, Wirna bertanya kepada adik-adiknya sambil tersenyum, "Apa menurut kalian, wajah terkejut ibu tadi terlihat sangat manis dan sangat menggemaskan?"
__ADS_1
Ketiga adiknya pun mengangguk sebagai tanda kalau mereka juga setuju, dengan apa yang dikatakan oleh Wirna.
"Hmm-hmm!"
"Tidak heran, pantas saja ayah selalu menggoda ibu. Ibu memang sangat cantik manis dan imut. Saat ibu terkejut, wajahnya terlihat sangat menggemaskan." Kata Wirna.
Bulu-bula pada ekor anak-anak Serigala itu pun mengembang, saat mereka mengibas-kibaskan ekor mereka. Jika Lina melihat hal ini, dia pasti akan segera berlari dan memeluk mereka, yang saat ini juga terlihat sangat menggemaskan.
Lina tidak tahu, kalau dia telah di kerjai oleh anak-anaknya sendiri.
Saat ini dia sedang larut dalam kegembiraan, setelah mendengar anak-anaknya yang kini sudah pandai berbicara.
Terutama saat mereka memanggilnya dengan sebutan "Ibu", yang bisa membuatnya selalu terngiang-ngiang dengan suara anak-anaknya ditelinganya, sepanjang hari ini.
Uriel yang selalu berpikiran lurus dan bijaksana, secara alami bisa melihat dan mengetahui, kalau keempat anak-anak Serigala itu dengan sengaja telah mengerjai Lina.
Dan saat dia melihat Lina yang sedang larut dalam kegembiraan, dia pun memutuskan untuk tidak memberitahukan tentang hal itu kepadanya.
"Biarkan saat ini, gadis mungilku menikmati kebahagiaan ini.."
...........
Pada sore hari.
Tiba-tiba saja Leon datang dengan tergesa-gesa!
Dengan langkah cepat dia segera masuk kedalam rumah, mencari lalu menggendong Lina, dan berbalik hendak terbang membawa Lina keluar!
"Apa yang kamu lakukan?! Turunkan aku!" Seru Lina kepada Leon.
"Jangan banyak bergerak. Aku kemari untuk membawamu, karena ingin menunjukkan sesuatu padamu." Kata Leon.
Mendengar suara Lina yang berseru dan juga mendengar suara Leon, Uriel pun segera keluar dari dapur dan bertanya, "Kemana kamu akan membawa Lina pergi?"
"Ke klan Bulu." Sahut Leon.
"Apa nanti kamu akan kembali untuk makan malam bersama? Kami akan memas ..."
Tapi, Sebelum Uriel sempat menyelesaikan kalimatnya, Leon telah lebih dulu terbang pergi sambil membopong Lina.
"HUP!"
"BLAK! BLAK! WUSHH!"
Akhirnya, untuk menu makan malam ini, Uriel pun memutuskan untuk membuat ayam rebus.
Lalu dia menoleh kearah Carli yang sedang duduk di tanah dan berkata, "Bantu aku mengupas beberapa rebung. Aku akan membuat ayam rebus untuk makan malam nanti."
Setiap harinya Carli tidak suka melakukan aktifitas, kecuali makan dan tidur.
Dan hanya dalam rentang waktu setengah tahun setelah dia datang ke Gunung Batu, kini tubuhnya tampak semakin bulat dan besar, persis seperti bola bulu.
Saat Carli membantu Uriel untuk mengupas rebung, ternyata dia memakan lebih banyak rebung-rebung tersebut, daripada jumlah rebung yang dia kupas.
Uriel pun mengambil rebung-rebung yang telah Carli kupas dan menyentuh kepala Carli yang kini terlihat bulat dan besar, sambil berkata, "Kamu harus menurunkan berat badanmu, atau nanti tidak akan ada gadis yang akan menyukaimu."
Mendengar apa yang Uriel katakan, tanpa berkata apa-apa Carli segera bangkit dari duduknya, lalu berbalik, lalu sedikit membungkuk, kemudian mengarahkan pantatnya yang bulat ke arah Uriel.
Bagi Carli, untuk saat ini makan lebih penting daripada wanita.
Adapun dengan masa depan, hal-hal tentang masa depan akan di pikirkan bila waktunya telah tiba.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[[[ Maaf bgt ya kakak kakak semua.. Sampai di sini aja cerita kita ya kak.. 🙏🙏 ]]]
[[[ Hihihi.. Bercanda dink.. Thothor sekarang lagi enggak sibuk bgt seperti selama beberapa bulan kemarin kok, jadi sekarang kita ada waktu untuk bisa crazy up lagi ya kak.. Pokoknya di tunggu di jam-jam seperti biasanya ya.. 😲😲 ]]]
[[[ Maaf bgt karena kemarin thothor sempat enggak up selama beberapa hari, dan juga makasih bgt udah mau selalu menunggu.. 🙏😙⚘🌷]]]
[[[ Oke thothor mo lanjut lagi dulu nulisnya ya kakak kakak yang ganteng-ganteng & cantik-cantik.. 😙😙😙 ]]]
[[[ Stay Safe.. Stay Healthy.. Stay Happy.. 🙏 ]]]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1