Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 170 - Terasiring


__ADS_3

Bubu tidak berbohong. Darah Lina benar-benar berfungsi untuk menyembuhkan penyakit mereka.


...........


Tiga hari kemudian, para pasien yang berada di tempat tinggal sementara, kini telah sadarkan diri. Meskipun wajah mereka masih terlihat pucat, tapi semangat mereka meningkat pesat dan mereka kini bisa bangun dan berjalan.


Lina membuat obat sesuai dengan resep yang ada di buku, untuk mengembalikan kebugaran para pasien. Setelah jadi, dia meminta Bonny untuk membawakan obat-obatan ini kepada para pasien.


"Baik, Guru.." Jawab Bonny.


Setelah kejadian ini, kini reputasi Lina telah tersebar.


Kini banyak Orc yang tahu kalau ada seorang betina kecil, mungil dan imut dari suku Serigala Batu yang tidak hanya putih dan cantik, tapi juga memiliki keterampilan medis yang hebat.


Lina tidak tahu kalau dia telah dianggap sebagai orang yang hebat, yang bahkan dianggap berani menentang kehendak Dewa.


Saat ini dia sedang memeriksa mal kristal.


Setelah tugas untuk menyembuhkan penyakit darah mati selesai, Lina pun menerima sebuah paket hadiah.


Hadiah tersebut dibungkus dengan kulit binatang, yang membuatnya terlihat montok tapi ringan.


Lina yang merasa penasaran pun segera membuka bungkusan tersebut, dan melihat kalau ternyata di dalamnya ada tiga set pakaian dalam z*kzi, yang dilipat dengan rapi.


Saat melihat apa yang ada di dalam bungkusan tersebut, Lina pun sangat kaget!


"Bubu! Aku tidak pernah menyangka, kalau kalian akan menjadi seperti ini!"


Suara dalam benak Lina pun berkata, "Dengan sendirinya, tugas akan menyegarkan hadiah yang paling cocok untuk anda, sesuai dengan lingkungan hidup anda. Hal itu tidak ada hubungannya dengan saya!"


Mendengar itu, Lina pun berkata dengan nada suaranya yang terdengar datar, "Apakah aku terlihat seperti tipe orang yang membutuhkan pakaian z*kzi?"


Suara dalam benak Lina pun berkata, "Mungkin pasangan anda yang membutuhkannya..."


Lina, "....."


Saat ini, sudah tidak ada lagi yang bisa dikatakan oleh Lina.


"Antara Uriel, Saga, atau Wiro si Serigala besar gila z*kz, pasti akan sangat menyukai hal semacam ini. Serigala gila itu selalu bermain dengan ganas saat di tempat tidur! Jika dia sampai tahu ada pakaian z*kzi jahat seperti ini, dia pasti akan memaksaku untuk menggunakan pakaian ini! Hal itu idak boleh sampai terjadi!"


Setiap kali Lina memikirkan hal itu, dia seperti merasakan sakit akibat benda tumpul, di suatu tempat di tubuh bagian bawahnya.


Lalu dengan cepat, Lina segera membungkus kembali tiga set pakaian dalam z*kzi itu, dan menyimpannya ke dalam ruang penyimpanan.

__ADS_1


"Jangan sampai pakaian-pakaian jahat ini muncul kembali ke dunia."


...........


Saat skor tugas telah mencapai batas atas, kini mal kristal telah ditingkatkan lagi, dan beberapa hal baru juga telah ditambahkan ke mal.


Ada lobak putih, wortel, kapas dan benih kacang tanah, dan ada juga panduan menenun. Selain itu, ada juga beberapa kebutuhan sehari-hari, seperti handuk, tisu toilet, cermin, mantel.


Lina membeli tiga ratus benih, dan sebuah panduan menenun. Dia juga membeli handuk, tisu toilet, dan cermin.


Dibandingkan dengan bibit tanaman mutan, harga peralatan untuk kebutuhan sehari-hari jauh lebih tinggi.


Hanya Batu Kristal tak berwarna yang dibutuhkan untuk membeli benih mutan, namun Batu Kristal hijau dibutuhkan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.


Dua kantong handuk, sepuluh gulungan kertas toilet, dan sebuah cermin kecil total harganya hampir seratus Batu Kristal hijau.


"Harganya benar-benar mahal! Tapi untungnya ada cukup banyak Batu Kristal hijau yang aku miliki, jika tidak, aku pasti tidak akan melakukan pemborosan seperti ini." Batin Lina.


Saat ini Lina sedang menyentuh kertas toilet, "Sejak aku datang ke dunia ini, aku hanya bisa menggunakan daun setelah aku selesai membuang hajatku. Aku sampai hampir lupa, seperti apa rasa kertas toilet itu saat ditanganku."


Tapi sekarang dia bisa menyentuhnya lagi, dan perasaan familiar itu benar-benar mengharukan baginya!


Kemudian dengan ragu-ragu, dia memberitahukan kepada Uriel, Saga, Wiro dan anak-anaknya, tentang penggunaan kertas toilet.


Mendengar itu, Lina pun merasa sedih, "Hanya gulungan kertas toilet, tapi di mata para Orc, kertas toilet ini mereka anggap sebagai barang berharga?"


Pada analisis akhirnya, Lina pun akhirnya bisa memaklumi, karena kondisi kehidupan di sini yang terlalu sulit.


Dia tidak bisa berbuat banyak soal hal itu. Dia hanya bisa melakukan yang terbaik, untuk membuat keluarganya menjalani kehidupan yang lebih nyaman.


Lalu Lina tersenyum sambil berkata, "Barang ini tidak berharga, aku masih memiliki banyak kertas toilet seperti ini. Kalian bisa mengambilnya jika kalian membutuhkannya!"


Saat mendengarkan Lina berkata seperti itu, Saga, Wiro, Uriel memutuskan untuk tidak mendebatnya.


Mereka tahu kalau betina kecil itu memiliki banyak rahasia. Dari waktu kewaktu, mereka kini telah terbiasa, saat Lina mengeluarkan satu atau dua barang yang bagi mereka itu terlihat aneh. Mereka juga memahami, kalau barang-barang yang Lina keluarkan tidak membuat mereka mendapatkan masalah.


"Tidak peduli dari mana betina kecil ini berasal, dia sudah datang ke sini, dan aku harap kalau dia tidak akan pernah pergi dariku." Batin Saga.


"Aku akan selalu memanjakannya, mencintainya dan selalu membuatnya bahagia." Batin Uriel.


"Aku pasti akan selalu melindungimu." Batin Wiro.


...........

__ADS_1


Pada saat ini, Lina sedang menunjukan benih mutan kepada ketiga pasangannya sambil berkata, "Cuaca mulai terasa dingin, sebelum musim dingin tiba, kita harus menanam benih-benih ini."


Uriel bertanya, "Musim dingin pasti akan membekukan setiap tanaman. Apa benih ini tidak akan rusak karena beku?"


"Tidak, ini adalah tanaman musim dingin. Tanaman ini sangat tahan terhadap suhu dingin." Jawab Lina.


Mendengar jawaban dari Lina, Uriel pun mengangguk sambil berkata, "Baguslah kalau begitu."


Saga juga membuka mulutnya dan berkata, "Tanah di kaki gunung yang bisa direklamasi, seluruhnya telah ditanami sayuran dan buah-buahan. Lalu, di mana lagi kita akan menanam benih-benih ini?"


Uriel juga berkata, "Area di hutan juga sangat kompleks, sangat tidak cocok untuk kita menanam sayuran di hutan."


Saat ini, Lina sedang memikirkan caranya. Setelah terpikirkan, dia pun berkata, "Bukankah ada beberapa gunung tandus di dekat Gunung Batu? Bagaimana kalau kita menggunakan gunung tandus itu dan mengklaimnya untuk kita bercocok tanam?"


Mendengar itu, Wiro merasa sangat bingung dan bertanya, "Bisakah kamu menanam tanaman di gunung yang tandus? Selain itu, di sana medannya sangat curam, membuat kita merasa tidak nyaman untuk naik turun, dan juga sulit untuk mendapatkan air."


"Kita bisa membuatnya seperti terasiring," kata Lina sambil menggambarkan bentuknya dengan tangannya. Kemudian lanjut berkata, “Di lahan di gunung itu, kita bagi menjadi dua bagian. Bagian atas ditanami pohon buah-buahan, dan bagian bawah digali membentuk terasiring. Dengan begitu, seharusnya masalah air untuk penyiraman bisa teratasi. Tapi pertama-tama, kita lihat dulu apakah ada aliran air atau kolam air di gunung itu. Selama ada air, bisa kita alirkan ke kebun sayur."


Saga, Wiro dan Uriel, ketiganya adalah Orc yang cerdas. Setelah mendengarkan penjelasan dari Lina, mereka bertiga langsung menggambarkan bentuk dan penampilan terasiring, menurut imajinasi mereka masing-masing.


Uriel mengangguk tanda dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Lina, "Cara seperti ini benar-benar cara yang bagus."


Saga juga berkata, "Selama musim dingin belum tiba, lebih baik kita cepat-cepat membuat terasiring."


Wiro menggosok-nggosok tangannya sambil berkata, "Besok aku akan meminta orang-orang dari klan Bulu untuk mulai bekerja!"


Tapi terdengar suara Uriel yang berkata untuk mengajukan saran, "Lebih baik jika ke suku Kelinci dan para Orc Kuda Liar, untuk menawarkan mereka pekerjaan dengan memberikan imbalan berupa hadiah. Aku sangat yakin, mereka pasti akan bersedia untuk datang."


Saga ikut menambahkan, "Orc yang tinggal di kediaman sementara, juga bisa kita tawarkan untuk bekerja. Orc dengan kinerja yang baik, bisa menandatangani perjanjian bekerja untuk jangka panjang dengan kita. Bisa jadi, nantinya kita akan memiliki lebih banyak kebun sayur dan buah-buahan. Dengan begitu, akan semakin banyak orang yang kita butuhkan."


Saat ketiga pria itu sedang berdiskusi, Lina dan anak-anak Serigala tidak mengganggu mereka. Para pria itu juga bisa merasakan anak-anak Serigala kecil sedang berada di sekelilingnya.


Anak-anak Serigala itu sekarang sudah terlihat besar, tinggi mereka kini hampir sedagu Lina.


Anak-anak Serigala itu terlihat begitu nyaman di dekat Lina, mereka semua menjulurkan leher mereka, meminta untuk di sentuh oleh sang ibu.


Pada saat ini, Lina melihat kalau kini rambut Wirna lebih panjang dari ketiga adiknya, terutama rambut di belakang telinganya yang terlihat sangat panjang.


Lalu dia tersenyum dan berkata, "Sayang, kalau rambutmu dikepang dengan rami, pasti akan terlihat bagus."


Wirna masih belum tahu apa itu kepang, tapi selama itu adalah permintaan dari ibunya, dia pun segera menyetujuinya.


Saat melihat Wirna yang menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang Lina katakan, Lina pun segera beraksi untuk mengepang rambut panjang Wirna.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, di rambut Wirna kini telah ada dua kepang di kedua sisi kanan dan kiri.


__ADS_2