
Saat ini yang tersisa di suku Sungai Hitam hanyalah para Orc tua dan lemah. Wiro dan yang lainnya tidak perlu menggunakan banyak usaha, untuk menghancurkan pertahanan mereka.
Di bawah kepemimpinan Serigala Es, para Orc Serigala Batu memasuki wilayah suku Sungai Hitam dengan sangat santai.
Sebaliknya, para Orc suku Sungai Hitam merasa sangat panik. Mereka pun segera dikalahkan tanpa ada perlawanan yang berarti.
Namun, saat Wiro pergi mencari Heli Belang dan Ida Ruln, dia tidak bisa menemukan mereka berdua!
"Br*ngs*k! Sepertinya kedua orang ini telah menyelinap pergi selama kami berperang!"
"Cepat! Cepat! Cari mereka berdua!"
Wiro pun segera mengerahkan beberapa Orc yang dia bawa, untuk mencari disemua tempat, di mana orang-orang bisa bersembunyi di wilayah suku Sungai Hitam. Tapi mereka tetap tidak bisa menemukan jejak Heli Belang dan Ida Ruln!
"Kami sudah mencari kesetiap sudut wilayah ini, tapi kami tetap tidak bisa menemukan jejak maupun keberadaan mereka." Ucap salah satu Orc Serigala.
"B*ngs*t! Mereka berdua pasti sudah pergi jauh sekarang." Seru Wiro yang merasa kesal.
Tak berdaya, kini Wiro hanya bisa menyerah untuk mengejar mereka berdua.
Kemudian dia memerintahkan para Orc untuk mengumpulkan semua barang yang ada suku Sungai Hitam dan membawanya kembali ke Gunung Batu.
Adapun dengan para budak, mereka semua dibebaskan.
Saat itu juga, para budak berada dalam keadaan linglung.
Sejak mereka ditangkap dan dijadikan budak, setiap hari mereka menjalani kehidupan mereka yang sangat menyakitkan dan menyedihkan.
Tapi sekarang tiba-tiba saja mereka bebas. Hal itulah yang membuat mereka agak tidak bisa merespons keadaan yang seperti sekarang ini.
Mereka mengira bahwa setelah perang berakhir, mereka semua akan dibunuh atau menjadi barang rampasan dari pihak yang menang, dan terus menjalani kehidupan yang lebih buruk daripada kematian.
"Apakah ketua Wiro akan melepaskan mereka semua?" Pikir salah satu Orc Serigala.
Saat melihat para tawanan yang tidak juga bergerak, Serigala Es mengangkat kepalanya dan berkata dengan suara keras, "Dari manapun kalian berasal, kalian semua bisa kembali kerumah kalian masing-masing. Tanah ini tidak membutuhkan budak."
Setelah mengatakan itu, kemudian dia segera berbalik tanpa melihat para tawanan lagi.
Para Orc Serigala yang membawa tas kulit yang besar dan kecil, juga segera mengikuti ketua mereka dengan tertib.
Baru setelah para Orc Serigala Batu telah berjalan jauh, para tawanan baru merasa yakin, kalau mereka benar-benar telah bebas!
"Kita bebas? Kita sudah bebas? Ahaha.. Kita bebas! Kita bebas!"
Sebagian besar para tawanan sangat bersemangat, sehingga mereka segera berlari tanpa memikirkan apa-apa lagi.
"Aku ingin pulang!" Ucap salah satu tawanan sambil berlari.
Selain itu, ada sejumlah kecil tawanan yang keluarganya telah dibantai.
"Sekarang aku tidak punya siapa-siapa dan apa-apa lagi, dan musuhku juga telah mati. Aku juga sudah tidak punya tempat untuk pulang."
Setelah beberapa saat merasa kebingungan, seseorang diam-diam mengikuti kemana arah para Orc Serigala Batu berjalan dan mengejar mereka.
Ada satu Orc yang mengikuti, kemudian ada satu lagi, dan akhirnya, banyak dari mereka yang kini mengikuti kemana para Orc Serigala Batu pergi.
__ADS_1
Bagi mereka, di manapun mereka berada, mungkin nantinya akan bernasib sama aeperti sebelumnya.
"Lebih baik aku mengikuti si Serigala Perak Es!" Ucap salah satu Orc bekas tawanan perang.
"Kenapa?" Tanya salah satu Orc.
"Karena dia pria yang kuat!"
Serigala Es berlari dengan cepat di hutan, di belakangnya ada seekor Serigala yang mempercepat laju larinya untuk mendekati Serigala Es.
"Ketua Wiro, di belakang ada orang-orang yang mengikuti kita."
Wiro tahu kalau orang-orang itu adalah para tawanan yang telah dibebaskan.
"Aku tahu. Tidak usah pedulikan tentang mereka."
"Baik ketua!"
Setelah kembali ke Gunung Batu, para Orc Serigala langsung naik Gunung untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Adapun dengan para budak yang mengikuti mereka, mereka semua dihentikan di luar Gunung Batu.
"Kami ingin masuk."
"Ya. Ijinkan kami masuk ke Gunung Batu!"
"Kami juga ingin tinggal di sini."
Para Orc yang mengikuti Serigala Es menuju ke Gunung Batu, saling berebut untuk bisa masuk ke Gunung Batu.
"Bukankah tadi sudah aku katakan. Ini adalah aturan di Gunung Batu. Jika kalian ingin tinggal di Gunung Batu, kalian harus menjalani masa percobaan selama tiga bulan." Ucap Rei kepada para Orc yang datang ke Gunung Batu.
Jadi, para budak-budak ini semuanya tinggal di daerah pemukiman sementara yang ada di kaki gunung dan menjadi anggota sementara dari klan Serigala Batu.
Suku Sungai Hitam telah dihancurkan, tapi kini klan Serigala Batu telah tumbuh dan berkembang dengan pesat.
Suku Serigala Batu yang sekarang, telah menjadi suku yang paling kuat di hutan ini!
Pada saat ini, tiba-tiba saja Lina menerima pemberitahuan dari dalam benaknya.
"Ting Tong!"
"Selamat atas jumlah suku anda yang telah mencapai lebih dari 1000 orang, tingkat konstruksi lebih dari 40%, dan tingkat kekuatan mencapai level C! Kini Poin tugas telah mencapai persyaratan, dan mall kristal telah ditingkatkan ke level 3! Berusahalah lebih keras lagi dan lakukan lebih banyak upaya, untuk meningkatkan suku anda ke level B!"
Lina, "....."
Wajah Lina terlihat kebingungan.
"Bagaimana bisa tugas itu tiba-tiba saja selesai? Aku bahkan tidak melakukan apa-apa!"
Kemudian Lina membuka mall kristal dan melihat kini ada banyak barang baru di dalamnya. Selain beberapa jenis benih tanaman baru, ada juga gulungan kontrak perantara dan resep perantara. Bahkan ada hal lain yang baru, yaitu buku manual alkimia tingkat awal!
Nilai tukar benda ini sangat mencengangkan.
"Gila! Hanya sebuah buku panduan, membutuhkan seribu kristal tak berwarna?! Dan buku tersebut baru tingkat awal! Nantinya pasti akan muncul tingkat pemula, tingkat master, dan seterusnya. Semakin tinggi tingkatannya, harganya pasti akan semakin dinaikkan berkali-kali lipat. Hanya dengan memikirkannya saja, aku bisa merasakan kalau isi dompetku akan segera terkuras habis!"
Meskipun begitu, Lina tetap menahan rasa sakitnya dan menukar buku manual alkimia, kemudian melihatnya.
__ADS_1
Dia memang bisa membaca setiap huruf dan angka yang ada di dalam buku tersebut, tapi saat dia membacanya, "Huh! Aku tidak mengerti sama sekali. Aku bukanlah Albert Einstein!"
Lina merasa telah membuang-mbuang seribu kristal, hanya untuk membeli buku yang dia sama sekali tidak menguasainya, dia pun ingin mengembalikan buku tersebut.
Sayangnya, suara dalam benak Lina segera berkata, "Barang yang sudah dibeli dari mall sudah tidak bisa dikembalikan lagi."
Lina hanya bisa mengeluh, "Sialan, sepertinya nasibku sedang buruk."
Mau tidak mau, Lina akhirnya memasukkan buku tersebut kedalam ruang penyimpanan dan berencana untuk mempelajarinya saat memiliki banyak waktu luang.
...........
Setelah menghitung semua barang yang diperoleh dari suku Sungai Hitam, barang-barang itu dibagi menjadi dua bagian.
Setengah dari mereka dibagikan secara merata kepada setiap anggota suku Serigala Batu, dan setengah lainnya akan disimpan.
Dan bagi para Orc Serigala yang terluka dalam perang, ada hadiah tambahan yang bisa berupa kulit binatang atau poin kerja.
Tapi sebagian besar Orc lebih memilih poin kerja.
Sekarang ini poin kerja sangat berguna di Gunung Batu. Poin tersebut tidak hanya bisa untuk membeli makanan, tapi juga untuk bersekolah dan untuk berobat ke dokter.
...........
Saat ini Wiro telah selesai membasuh seluruh tubuhnya dengan air dingin. Kemudian dia berjalan menuju ke ruang tamu, dengan rambut pendek berwarna peraknya yang masih basah. Tubuhnya yang tinggi dan kekar, saat ini menurutnya seperti memiliki roh jahat, yang seolah-olah akan membuat orang-orang yang melihatnya merasa ketakutan.
Wiro juga melihat Lina sedang berada di rumah, tapi dia tidak langsung mendekatinya seperti biasanya. Wiro hanya menjaga jaraknya dengan Lina. Dia tidak ingin menakuti gadis kecil itu, dengan adanya roh jahat yang ada di tubuhnya.
Tapi dia tidak menyangka, kalau ternyata malahan Lina yang mendekati dirinya.
Lina menatap Wiro dari atas ke bawah dan bisa melihat ada beberapa luka di tubuh Wiro, tapi kesemua lukanya hanyalah luka ringan dan telah diobati.
"Sungguh luar biasa, ternyata seluruh keluargaku aman dan sehat!"
Tapi Wiro berkata dengan ekspresi wajahnya yang tampak tenang, "Kali ini Heli Belang kabur lagi, dan Ida Ruln juga mengikutinya. Jika kedua orang ini bekerja sama, bisa menyebabkan hal-hal yang lebih buruk lagi!"
Uriel bertanya, "Apa kamu sudah menyebarkan kabar buronan untuk mereka berdua?"
"Sudah aku sebarkan, tapi aku khawatir tidak akan ada kabar dalam waktu dekat ini."
Uriel tidak terkejut dengan apa yang baru saja Wiro katakan. Kemudian Uriel berkata, "Sekarang sudah tidak ada banyak tempat yang bisa mereka kunjungi. Tempat yang paling mungkin untuk mereka kunjungi adalah Kota Bulan Gelap. Sepertinya aku memang harus kembali ke Kota Matahari sesegera mungkin."
"Kapan kamu akan bersiap untuk pergi?" Tiba-tiba Lina membuka mulutnya dan bertanya kepada Uriel.
"Aku tidak boleh menundanya lebih lama lagi. Aku pikir, besok aku akan pergi." Jawab Uriel.
Wiro mengerutkan keningnya, kemudian bertanya, "Kenapa harus terburu-buru?"
"Kita harus mengejar waktu dan mendahului Heli Belang dan Ida Ruln, supaya kita bisa mengambil inisiatif terhadap mereka terlebih dulu." Setelah berkata, Uriel berhenti sesaat, kemudian dia menatap Wiro dan Saga, dan dengan sungguh-sungguh berkata, "Setidaknya aku akan pergi dan berada di sana selama sebulan, aku akan menitipkan Lina kepada kalian berdua, untuk kalian jaga selama aku pergi."
Wiro dan Saga mengangguk dan berkata secara bersamaan, "Tidak masalah."
Pada saat yang sama, tiba-tiba terdengar suara dari dalam benak Lina.
"Ting Tong!"
__ADS_1
"Selamat! Anda telah berhasil memicu tugas acak."
"Silahkan pergi ke kota Binatang dan tinggal di kota Binatang mana pun, setidaknya selama tiga hari tiga malam."