
Sore harinya.
Kepala klan Mustang Booker, tiba-tiba muncul di pasar. Begitu dia melihat bayangan Wiro, Booker bergegas mendekatinya bersama dengan lebih dari selusin Orc kuda liar.
"Ketua klan Wiro!"
Wiro menatapnya dengan ekspresi terkejut, karena tanpa diduga, ketua klan Mustang datang ke Gunung Batu.
"Ah! Ada apa gerangan anda datang kemari?"
Booker menyeringai.
"Kami datang ke sini untuk membantu bisnis anda."
Sayuran dan buah-buahan yang terakhir kali mereka beli sudah habis. Beberapa hari ini, dia dan Khodi selalu membayangkan memakan buah-buahan dan sayuran yang segar dan lezat itu, yang selalu membuat mereka meneteskan air liurnya terus-menerus.
Pada akhirnya Booker sudah tidak tahan lagi. Dia membawa selusin Orc dan langsung pergi menuju ke Gunung Batu, siap membeli setumpuk sayuran dan buah-buahan untuk dibawa kembali ke Sungai Hitam, untuk dimakan.
Sebelum Booker pergi menuju ke Gunung Batu, Khodi Kodi sempat mengingatkannya secara khusus, "Ingatlah untuk membeli lebih banyak lagi sayuran dan buah-buahan. Dan jika bisa, sebaiknya anda juga membawa pulang beberapa benih!"
Booker bertransaksi masih dengan cara menukar batu kristal miliknya, dengan seluruh sayuran dan buah-buahan yang ada di kios.
"Saya beli semuanya yang ada di sini."
Masih merasa tidak puas dengan ini saja, dia pun menjulurkan leher panjang kudanya, untuk melihat apakah masih ada banyak sayuran dan buah-buahan enak, yang tersembunyi di dalam kios batu.
Melihat penampilannya yang serakah, Wiro tidak bisa menahan tawanya dan berkata, "Haha.. Kali ini anda datang langsung kepada saya, apa anda tidak hanya ingin membeli beberapa sayuran dan buah-buahan?"
Perjalanan mereka dari suku Sungai Hitam ke Gunung Batu memakan waktu setengah hari. Bisa dibilang tidak terlalu jauh, tapi juga sudah jelas tidak terlalu dekat.
Selain itu Booker juga dengan sengaja datang ke Gunung Batu, dengan membawa beberapa orangnya. Dia pasti punya hal yang lain lagi.
Booker adalah pria yang lugas, dan dia juga tidak ingin berbasa-basi dengan Wiro. Dia kemudian berkata terus terang, "Ada dua berita yang akan saya beritahukan kepada anda."
"Berita yang seperti apa itu?"
"Yang pertama ada hubungannya dengan Heli Belang," kata Booker dengan tersenyum dan tatapannya yang serius.
"Tidak lama setelah anda mengeluarkan pemberitahuan pencarian Heli Belang, ada seorang Orc yang melihatnya sedang berada di dekat Kota Binatang Buas. Orc itu diam-diam mengikuti Heli Belang, dan melihatnya dengan matanya sendiri, kalau dia memasuki Kota Binatang Buas."
"Apa yang sedang dia lakukan di Kota Binatang Buas?" Tanya Wiro.
Booker menggeleng-nggelengkan kepalanya.
"Saya tidak tahu. Heli Belang selalu menjadi sosok yang sangat misterius. Dan juga tidak ada yang tahu seperti apa asal usulnya. Dia memiliki status khusus sebagai dukun suku Serigala Air Hitam. Bahkan para leluhur klan Serigala Air Hitam cukup takut padanya. Hanya Josh si bocah b*d*h, yang akan memperlakukan Heli Belang sebagai dukun biasa."
Uriel tiba-tiba membuka mulutnya dan bertanya, "Apakah anda tahu, kota binatang apa yang dimasuki oleh Heli Belang?"
__ADS_1
Ada sepuluh kota Orc di seluruh benua Orc ini, termasuk enam kota bawah, tiga kota menengah, dan satu kota atas atau juga dikenal sebagai Kota Utama.
Sepuluh kota Orc ini berada di bawah komando keluarga kerajaan Orc yang berbeda-beda, dan mereka semua disebarkan ke seluruh benua Orc.
Meskipun mereka terpisah ribuan mil, tetapi mereka tetap terkait erat satu sama lain.
Untuk Orc biasa, Kota Binatang adalah tempat suci seperti yang ada dalam legenda yang tidak bisa mereka jangkau, bagaikan surga di mata orang biasa. Kota itu penuh dengan semua jenis legenda dan penglihatan ilusi.
Bahkan ketika Booker menyebutkan Kota Binatang Buas, bisa terlihat dimatanya yang mengungkapkan kerinduan.
"Heli Belang memasuki Kota Bulan Gelap."
Seketika ekspresi Uriel dan Saga sedikit berubah pada saat yang bersamaan, saat mendengar jawaban dari Booker.
Lina memperhatikan perubahan ekspresi mereka dan bertanya, "Di mana Kota Bulan Gelap itu berada?"
Saga berkata, "Kota Bulan Gelap adalah salah satu dari tiga kota."
Uriel yang mencoba untuk menganalisa, berkata dengan suaranya yang terdengar dalam, "Jika dia bisa memasuki Kota Bulan Gelap, hanya ada dua kemungkinan bagaimana dia bisa masuk kesana. Bisa jadi Heli Belang memiliki kekuatan yang tidak lebih rendah dari Orc Bintang Tiga, atau, dia memiliki izin khusus dari keluarga Kerajaan Bulan Gelap atau pun Kuil Bulan Gelap."
Apa pun alasannya, bisa dikatakan kalau Heli Belang lebih sulit untuk dihadapi, daripada seperti apa yang mereka pikirkan.
Wiro kemudian berkata, "Jika Heli Belang bersembunyi di Kota Bulan Gelap, itu berarti untuk saat ini kita tidak akan bisa menyerangnya. Atau, kita bisa mengirimkan beberapa Orc ke luar kota untuk mengawasinya, apabila mereka melihat Heli Belang telah muncul, kita akan langsung diberi tahu oleh mereka."
Booker mengangguk-angguk.
"Ok untuk sementara waktu ini kita kesampingkan dulu tentang Heli Belang," kemudian Wiro bertanya, "Apa hal yang kedua?"
Booker merendahkan suaranya dan berkata dengan serius, "Kemarin, beberapa Orc berpakaian aneh tiba-tiba datang ke suku Sungai Hitam. Mereka mengaku sebagai utusan dari Kuil Bulan Gelap. Mereka datang ke Sungai Hitam, untuk mencari seekor Ular yang bernama Saga."
Lina, "....."
Uriel, "....."
Wiro, "....."
Saga, "....."
Tanpa saling memandang satu sama lain, keempat orang itu hanya seperti membeku di tempat, saat mendengar ada orang-orang yang mencari keberadaan Saga.
Booker tidak menyadari kalau ekspresi Wiro dan yang lainnya menjadi sangat aneh. Kemudian dia melanjutkan berkata lagi, "Saya tidak pernah kenal dengan Ular berjenis apa pun, tapi saya menyuruh Khodi Kodi memperlakukan mereka dengan baik. Mereka telah tinggal di suku Sungai Hitam selama satu malam, dan pergi saat fajar hari ini."
"Apa anda tahu untuk apa mereka mencari Ular itu?" Tanya Wiro.
"Saya tidak tahu," kata Booker sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian lanjut berkata, "Mereka itu sangat memerintah dan arogan. Mereka juga tidak banyak bicara dengan kami, kecuali bila menyuruh kami untuk bekerja."
Booker lanjut berkata lagi, kali ini dengan suaranya yang rendah, "Saya memberi tahu kalian masalah ini, karena saya berharap telah mengingatkan kalian. Jika kalian melihat Ular yang mencurigakan di sekitar sini, kalian harus berhati-hati, jangan ikut campur dalam masalah mereka!"
__ADS_1
Lina, Wiro, Uriel mengangguk pada saat yang bersamaan, dan dengan sungguh-sungguh menjawab, "Kami tahu."
Saga, "....."
Booker bergumam, "Orc yang bisa sampai diawasi oleh Kuil pasti sangat berbahaya. Bisa jadi Ular itu mungkin merupakan penjahat yang sangat kejam dan licik. Semoga Dewa binatang akan melindungi kita, dari bertemu dengannya."
Saga, "....."
Kemudian Uriel dengan cepat mengubah topik pembicaraan, "Apakah anda masih ingin membeli sayuran dan buah-buahan lagi? Kami masih memiliki beberapa stok di sini, kami bisa menjualnya kepada anda."
Begitu dia mendengar bahwa masih ada buah dan sayuran, Booker segera meletakkan pemikirannya tentang Ular itu di belakang kepalanya, kemudian dengan matanya yang melotot dan mulutnya yang berair sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Ya! Ya! Jual semuanya padaku! Jual semuanya!"
Kemudian Lina dan Uriel berjalan ke dalam rumah batu dan mengeluarkan beberapa buah-buahan dan sayuran dari dalam ruang penyimpanan.
Mereka berpura-pura telah mengambilnya dari rumah batu, dan menjual semuanya kepada Booker. Sebagai gantinya, mereka mendapatkan lima puluh batu tak berwarna dari Booker.
"Apakah anda mempunyai benih sayuran dan buah-buahan? Bisakah Anda menjual sebagian benih-benih itu kepada kami?" Booker bertanya dengan wajah berani.
Wiro tidak langsung menjawab, tetapi melihat ke arah Lina.
"Bisakah kita menjual?"
Lina berpikir sejenak, kemudian berkata, "Kali ini kami tidak menyisakan terlalu banyak benih. Kami juga harus menyimpan benih untuk kami sendiri. Tapi setelah beberapa waktu, barulah kami bisa menjualnya kepada anda."
Saat menghadapi wanita, sikap dan nada suara Booker terdengar sangat lembut, "Bagus, bagus, semuanya mengikuti apa yang anda katakan."
Lina kemudian tersenyum dan kembali ke dalam kios.
Jiwa Booker setengah hancur ketika melihat senyum gadis kecil itu.
"Heiii, heiii, heiiii ..."
Dia berjalan sambil meringkik cekikikan, sehingga tampak seperti orang b*d*h, dan orang-orangnya yang berubah menjadi kuda liar, membawa tas besar dan tas kecil berjalan mengikuti di belakangnya.
Tidak lama setelah mereka pergi, Lina dan yang lainnya segera membersihkan kios mereka dan beranjak pulang.
Begitu mereka memasuki rumah, Lina segera menutup pintu.
Bagi Wiro yang tidak suka berputar-putar. Dia pun segera bertanya, "Saga, katakan pada kami, bagaimana bisa kamu masuk ke Kuil Bulan Gelap?"
Ada sepuluh kota binatang, yang masing-masing kota tersebut dilengkapi dengan sebuah Kuil. Jadi secara total ada sepuluh kuil.
Di antara sepuluh Kuil tersebut, Kuil Bulan Gelap adalah yang kedua setelah Kuil di Kota Utama. Dan kekuasaannya juga sangat kuat.
Dan kini mereka telah mengirim utusan dari ribuan mil jauhnya, hanya untuk mengejar Saga? Hal itu saja sudah bisa menunjukkan, kalau perseteruan di antara kedua belah pihak, pasti sangat dalam.
__ADS_1