Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 137 - Pelelangan


__ADS_3

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[[[ Maaf ya kakak2 semuanya.. Jadwal upnya agak sedikit kacau. Udah thothor usahakan semampu thothor supaya bisa up tiap hari buat menghibur kakak2 semua.. ]]]


[[[ Ini juga baru aja selesai & langsung thothor up.. ]]]


[[[ Ya sudah kalau begitu selamat malam.. Thothor mo pergi kedunia mimpi dulu ya.. 😁😁 Lanjut recovery dulu biar upnya bisa teratur lagi.. ]]]


[[[ Sekali lagi maaf ya kakak2 semuanya.. 🙏🙏🙏 Selamat membaca.. ]]]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saat Uriel dan Lina keluar dari kamar, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Leon.


Leon pun memandang mereka sambil tersenyum kemudian bertanya "Apa kalian akan pergi keluar?"


"Kami ingin pergi ke area bekas tambang. Apa kamu mau ikut dengan kami?" Tanya Uriel pada Leon.


Sebenarnya Uriel hanya basa-basi saja, tapi tanpa dia duga Leon setuju dengan ajakan Uriel.


"Yah, kebetulan aku juga ingin keluar berjalan-jalan sambil melihat-lihat."


Tapi Lina merasa tidak senang dengan adanya Leon yang ikut bergabung dengan mereka.


"Jelas-jelas ini adalah kencanku dengan Uriel, tapi tiba-tiba saja Leon ikut dengan kami. Huh! Dia sudah merusak suasana hatiku saja!"


Akibatnya, Lina pun mengabaikan Leon di sepanjang jalan. Tapi Leon seolah tidak peduli dengan hal itu.


Penampilan Leon terlihat sangat indah, mantel bulunya yang berwarna merah menyala terlihat sangat mempesona, ditambah lagi dengan kekuatannya yang tak terduga.


Pada saat ini, ada Orc betina yang datang mendekati Leon.


"Halo tampan. Maukah kamu menghabiskan malam ini bersama denganku?"


Hal itu tentu saja telah membuat banyak Orc jantan yang ada di sekitar situ, menjadi sangat iri dan cemburu.


Leon sepertinya sudah terbiasa dengan hal yang seperti ini. Di hadapan wanita yang berinisiatif untuk mengajaknya berkencan, Leon sama sekali tidak menahan lidahnya yang beracun. Dia membuka mulutnya, dan mengeluarkan kalimat sarkasme, "Kalau kamu terlihat jelek, jangan pernah sekalipun keluar untuk menakut-nakuti orang lain. Malam ini aku tidak ingin bermimpi buruk, karena sudah melihat dirimu."


Lina juga mendengar apa yang sudah Leon katakan, hingga membuat Lina tidak berani melihat perubahan pada wajah perempuan itu.


"Jika aku menjadi wanita itu, aku pasti akan membunuh Orc Burung b*j*ng*n br*ngs*k ini!"


Wanita yang telah diejek tentu saja merasa sangat marah, tapi kekuatan Leon terlalu kuat. "Bahkan jika aku memanggil semua pasanganku, mereka mungkin tetap bukan lawan pria ini! Dasar br*ngs*k!" Pada akhirnya, dia hanya bisa mengabaikan kata-kata Leon yang kejam dan pergi dengan membawa rasa marahnya.


Lina mencoba untuk diam, terus mencoba, dan akhirnya tetap tidak bisa menahan dirinya untuk tetap diam. Kemudian dengan tulus Lina memberikan saran kepada Leon, "Besok-besok, lebih baik kamu tidak usah keluar kemana-mana."


Leon segera mengangkat alisnya saat mendengar apa yang Lina katakan, dia pun segera bertanya, "Memangnya kenapa?"


"Kemampuanmu untuk menarik kebencian orang lain terlalu tinggi. Orang-orang yang selalu mengejek orang lain, pasti akan menarik banyak musuh. Aku khawatir akibat dari kelakuanmu, akan membuat kami ikut terlibat."


"Tidak masalah. Aku pasti akan melindungimu. Tidak akan ada yang bisa menyakitimu." Ucap Leon dengan santai.


Lina menggeleng-nggelengkan kepalanya, karena heran dengan cara berpikir Orc burung itu.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu melindungi kekasihmu. Aku hanya ingin makan biji bunga matahari dengan tenang, dan aku juga tidak ingin ikut dipukuli karena ulahmu."


Leon berkata dengan agak sedikit bingung, "Soal itu.."


Ekspresi Leon terlihat agak rumit. Dia tidak melanjutkan kata-katanya.


...........


Tempat pelelangan terletak di dalam tambang.


Tempat ini dulunya adalah area tambang, saat para Orc di sini masih menggali Kristal merah. Setelah seluruh batu habis digali, area tambang itu kini sudah tidak beroperasi. Pemimpin kota menganggap tempat ini sangat bagus. Dia juga tidak ingin menyia-nyiakan tempat ini, jadi dia memanfaatkan tempat ini sebagai tempat pertukaran dan pelelangan.


Gua tambangnya sangat dalam. Di kedua sisinya, ada gua yang digali oleh para Orc. Setiap gua mereka jadikan toko, untuk menjual berbagai macam barang.


Saat melihat tempat ini, kini Lina merasa sedikit senang.


"Akhirnya aku bisa menemukan sedikit keseruan di kota ini."


Dia menjulurkan lehernya dan melihat sekeliling, untuk melihat apakah ada barang yang mungkin dia butuhkan dan berapa harganya.


Mata uang yang umum dipakai di sini adalah Batu Kristal, baik yang berwarna maupun yang tidak berwarna.


Diam-diam Leon sangat kaya, dia pun bertanya kepada Lina, "Apakah ada yang kamu suka? Aku bisa membelikannya untukmu."


Lina memegang cincin yang ada di jari manisnya, kemudian dia berkata dengan cukup percaya diri, "Tidak perlu, aku juga punya uang."


Mereka telah menggali Urat Bijih kecil di Gunung Batu. Meskipun hanya Batu Kristal hijau yang relatif murah.


Leon sedikit terkejut saat mendengar jawaban dari Lina.


Saat ini Uriel telah membawa Lina jauh kedalam tambang, dan akhirnya tiba di sebuah aula yang ada di ujung gua.


Di tempat ini, sebuah lelang sedang diadakan, dan ada banyak Orc yang berkumpul di aula.


Di sebuah panggung di depan mereka, terlihat ada Orc jantan yang tampak pintar berbicara, sedang memperkenalkan barang yang sedang dia pegang.


"Kali ini ada kulit binatang yang terlihat sangat indah ..."


Saat Lina melihat apa yang sedang Orc itu pegang, dia pun merasa sedikit heran.


"Apakah akan ada seseorang yang akan menawar kulit binatang seperti itu? Aku tidak bisa memahami sirkuit otak orang-orang kaya ini!"


Leon tidak menyukai tempat yang terlihat amburadul, yang ada di depan panggung. Dia pun mengeluarkan sepuluh batu tak berwarna dan memesan tiga tempat duduk.


"Kalian kemarilah, duduk di sini saja bersama denganku."


"Baiklah. Terima Kasih." Uriel tidak menolak tawaran dari Leon, dia pun segera membawa Lina untuk menuju ke tribun.


Apa yang disebut dengan tribun, yaitu menggali beberapa baris kursi di dinding batu. Terlihat sangat sederhana memang, tapi tempat ini jauh lebih baik daripada yang ada di depan panggung, yang terlihat sangat berantakan.


Selain itu, dengan duduk di tempat yang lebih tinggi, mereka bisa memanfaatkan keunggulan ini untuk melihat dengan jelas, barang-barang yang sedang dilelang.


Selain Uriel, Lina dan Leon, ada selusin Orc yang tersebar di tribun, termasuk beberapa Orc wanita yang bersama dengan mereka.

__ADS_1


Tentu saja betina-betina ini dikelilingi oleh sejumlah Orc jantan, beberapa di antaranya adalah pasangan mereka dan beberapa lagi hanyalah pengejar.


Untuk memenangkan hati para betina, para Orc jantan pengejar ini menghambur-hamburkan Batu Kristal yang mereka miliki, tanpa berpikir panjang.


Seolah-olah mereka ingin menempelkan label di dahi mereka, yang berbunyi, "Aku punya banyak uang! Kamu pasti akan tertarik padaku dasar betina b*d*h!"


Uriel telah selesai membentangkan dan merapihkan kulit binatang yang halus di kursi batu, dan kemudian mempersilahkan Lina untuk duduk.


"Silahkan kamu duduk di sini."


"Terima kasih.." Jawab Lina sambil tersenyum.


Kemudian Lina mengeluarkan biji bunga matahari, dan memberikannya kepada Uriel dan Leon. Kini mereka bertiga makan sambil menonton lelang yang ada di bawah.


...........


Barang-barang yang dilelang, diletakkan satu per satu.


Pada awalnya mereka sangat tertarik, tapi lama kelamaan sudah mulai merasa tidak menarik lagi, setelah melihat terlalu banyak.


"Hoamm.." Lina menguap dan sedikit mengantuk.


"Apa kamu ingin kembali ke hotel?" Uriel bertanya kepada Lina.


Lina baru saja akan mengangguk, tapi tiba-tiba saja matanya melihat benda di pelelangan yang baru diangkat.


Lina segera sangat tertarik dengan benda itu, dia pun bergumam, "Bunga emas yang terlihat sangat cerah, kelopak bunganya terlihat saling menumpuk! Terlihat sangat indah! Sepertinya itu adalah Bunga Benang Emas!"


Pada saat yang sama, Orc jantan yang berada di atas panggung juga memperkenalkan benda tersebut.


"Ini adalah Bunga Benang Emas yang sangat langka. Dikatakan bahwa Dewa telah meninggalkan satu jarinya di tanah Orc ini. Setelah jarinya menyentuh tanah, jari tersebut terbuka dan jadilah Bunga Benang Emas ini. Konon katanya, Orc yang memiliki bunga ini bisa mendapatkan berkah dari Dewa! Selain itu, sangat sulit menemukan jenis Bunga Benang Emas ini. Di sini kami hanya memiliki satu. Harga awal dibuka dengan delapan ratus Batu Kristal tidak berwarna, dan kenaikan harga minimum tidak boleh kurang dari lima puluh!"


Saat mendengar apa yang Orc itu katakan, Lina tidak bisa berkata-kata.


"Hah? Jari? Bukankah itu sangat aneh? Legenda semacam ini terlalu menakutkan! Entah siapa yang sudah mengarang cerita seperti itu. Tidak masuk akal sama sekali!"


Baik Uriel maupun Leon, mereka menyadari perbedaan pada ekspresi wajah Lina.


Uriel bertanya, "Bunga apa yang sangat kamu sukai?"


Leon juga ikut berkata, "Jika kamu suka, belilah!"


Lina berkata, "Bunga Benang Emas adalah salah satu herbal yang dibutuhkan untuk membuat obat infertilitas di klan bulu, aku belum bisa menemukannya dan belum pernah melihatnya di sini, kamu cepat-cepatlah menawar, cobalah untuk bisa membelinya."


Mendengar apa yang Lina katakan, Leon berkata dengan nada kecewa, "Bukan bunga yang kamu suka."


Lina menyentuh kepala si kuncup bunga kecil, dan berkata sambil tersenyum, "Bunga favoritku adalah Kubucil, yang lainnya aku tidak suka."


Si kuncup bunga kecil mengusap-usap lembut jari-jari Lina, sambil berkata dengan malu-malu, "Uuu.. Ibu.."


Saat melihat apa yang Lina lakukan, Leon berpikir sejenak, "Si pria kecil adalah hadiah yang aku berikan padanya." Saat itu juga kekecewaannya segera mereda dan dia menjadi merasa bahagia kembali.


Tepat saat penawaran untuk Bunga Benang Emas dimulai. Dengan cepat tangan Leon segera terangkat ke udara.

__ADS_1


"Lima Batu Kristal merah!"


__ADS_2