Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 171 - Jangan Biarkan Dia Berada Di Dapur


__ADS_3

Setelah itu, Lina mengambil cermin dan menghadapkannya ke depan Wirna.


"Lihat, bukankah sekarang rambutmu terlihat semakin indah?"


Sambil menatap cermin, Wirna menggeleng-nggelengkan kepalanya dan tersenyum lebar. Rambut kepangnya pun barayun ke kanan dan kiri.


Kebetulan Leon sedang turun dari loteng. Dia pun melihat cermin yang ada di tangan Lina. Matanya yang panjang dan sedikit sipit, langsung berbinar. Lalu dia bertanya dengan penuh minat, "Apa yang sedang kamu pegang? Apa itu?"


"Ini namanya cermin, cermin ini berfungsi untuk merefleksikan sosok kita dengan sangat jelas," saat Lina melihat kalau Leon sepertinya sangat menyukai cermin itu, dia pun menyerahkan cermin itu kepada Leon, "Ini untukmu saja."


Lalu dengan cepat Leon mengambil cermin itu, memandangi wajahnya yang tampan dari kiri ke kanan dan memuji dirinya sendiri dengan perasaan puas, "Kamu benar, cermin ini dapat dengan jelas merefleksikan bentuk wajahku yang sangat sempurna."


Lina, "....."


"Sungguh percaya diri yang kelewat batas."


Setelah Leon asik bercermin, kemudian dia melirik Lina dan bertanya sambil tersenyum, "Bukankah cermin ini seharusnya sangat berharga? Aku sudah menerima hadiah yang begitu berharga, apa yang harus aku berikan padamu sebagai balasannya?"


Mendengar itu, Lina segera melambaikan tangannya dan berkata dengan acuh tak acuh, "Itu hanya sebuah cermin. Lagipula itu bukanlah sesuatu yang berharga. Kamu juga tidak perlu sampai memberikanku hadiah."


Ada banyak cermin di dalam mal kristal, dan juga, ada dua puluh batu kristal hijau yang bisa Lina gunakan untuk membeli cermin lagi.


Leon berkata, "Mungkin bagimu hadiah ini tak ada artinya, tapi bagiku hadiah ini adalah ungkapan kasih sayang. Bagaimana kalau aku memberikan diriku kepadamu?"


"Aku tidak menginginkannya!" Ucap Lina dengan ketus.


Melihat reaksi Lina, Leon pun terkekeh kemudian berkata, "Kenapa tidak? Apa kamu tidak menyukaiku?"


“Hahaha, kamu kan merasa z*kzi, tampan, kuat dan tak terkalahkan? Kalau memang begitu, mana berani aku membencimu? Aku tidak ingin memaksamu. Lagi pula, kamu kan sudah memiliki kekasih.”


Leon berkata, "Aku tidak merasa dipaksa."


Kemudian Lina berkata dengan serius, tapi tidak menganggapnya serius, "Sudah, jangan membuat lelucon seperti itu denganku."


Pada saat ini, Uriel pergi kedapur untuk memasak, melihat Uriel yang menuju kedapur, Lina pun segera berlari menyusul Uriel, lalu tersenyum manis sambil berkata, "Aku akan membantumu memasak."


Saat melihat gadis kecilnya menyusulnya, Uriel pun mengusap-usap dengan lembut kepala gadis kecilnya sambil tersenyum dan berkata, "Boleh."


Tapi Wiro segera berusaha untuk ikut bergabung dengan Uriel dan Lina, "Aku juga akan membantu kalian."


"Jangan ke sini!" Setelah berkata seperti itu, kemudian Lina berkata kepada para anak-anak Serigala, "Anak-anak.. Segeralah kalian kemari, dan seret keluar ayah kalian ini. Jangan biarkan dia berada di dapur dan membuat masalah."


Para anak Serigala itu pun segera berlari ke sisi Wiro dan menarik tangan Wiro untuk menjauhkannya dari dapur.

__ADS_1


"Ayolah. Kalian berdua kan belum mencoba masakanku. Pasti enak kok." Seru Wiro kepada kedua orang yang berada di dapur, sambil berjalan dengan ditarik oleh keempat anaknya.


Merasa tak mendapat tanggapan dari kedua orang yang berada di dapur, Wiro pun berkata kepada Saga untuk mencari dukungan, "Saga, benarkan apa yang aku katakan? Katakan kepada mereka berdua."


Tapi Saga malah berkata dengan acuh tak acuh, "Apa yang kamu katakan? Telingaku terlalu banyak airnya, aku tidak bisa mendengarmu."


Wiro, "....."


"Sepertinya saudaraku satu ini tidak mau mendukungku lagi!"


Adegan kebahagiaan keluarga Lina juga bisa Leon lihat dengan matanya sendiri, yang membuatnya merasa kesepian untuk pertama kalinya dalam sejarah.


Dia pun menatap cermin yang ada di tangannya.


"Alisku tetlihat seperti pedang, mataku merah dan indah, rambutku pirang, bibirku tipis dan z*kzi. Tapi kenapa dia sama sekali tidak tertarik padaku?"


Kemudian Leon mengangkat sudut bibirnya dan menertawakan dirinya sendiri.


"Hahaha.. Apakah dia sudah buta?"


...........


Di pagi hari berikutnya, Uriel dan Wiro keluar untuk merekrut beberapa Orc dari klan Kuda Liar.


Kini musim telah memasuki akhir musim gugur, dan akan segera memasuki musim dingin.


Setiap harinya, Saga keluar pagi-pagi sekali untuk pergi berburu, dan baru pulang saat sore hari, untuk mengumpulkan persediaan makanan untuk menghadapi musim dingin.


Lina masih mengajar di kelas, dia masih mengajar para siswa setiap harinya. Kadang-kadang, dia akan pergi menuju ke area medis yang berada di lantai tiga belas untuk berjalan-jalan. Jika dia mendapati pasien yang lebih sulit untuk ditangani oleh yang lainnya, dia juga akan membantu mereka.


Sekarang area distrik medis sebagian besar dikelola oleh Bonny. Adik perempuannya juga tinggal di sini untuk membantunya, tapi tanpa diduga, dia bisa menjadi perawat yang baik.


Lina berpikir, "Aku masih ingin merekrut lebih banyak wanita untuk menjadi perawat. Sayangnya, para wanita di suku tidak ada yang mau bekerja. Apalagi pekerjaan perawat yang harus melayani pasien, yang tidak hanya harus bekerja keras, tapi juga harus menghadapi berbagai penyakit yang sangat buruk."


Lina pun merasa tak berdaya tentang hal ini, dia juga tidak ingin mempersulit orang lain.


Untuk sementara ini, dia hanya bisa menemukan beberapa laki-laki yang lebih stabil, untuk membantu sebagai perawat.


...........


Sore harinya, Saga telah kembali dengan membawa banyak mangsa hasil buruannya. Untungnya saja, sekarang Lina memiliki cincin yang bisa digunakan untuk menyimpan barang-barang, dan tidak perlu khawatir lagi tentang pembusukan.


Tapi Orc lain tidak memiliki ruang penyimpanan seperti Lina, untuk menyimpan persediaan makanan bagi mereka. Agar makanan mereka tidak membusuk, mereka mulai menguliti dan mengeringkan daging hasil buruan mereka.

__ADS_1


Di keluarga Meli hanya ada dua orang. Rei enggan meminta Meli untuk membantunya mengolah hasil buruan, dia tidak ingin merepotkan Meli. Setelah dia pulang dari berburu, dia segera menangani hasil buruannya hingga malam, untuk persediaan keluarganya selama musim dingin nanti. Setiap pagi harinya, dia juga harus menangani urusan tim penjaga. Kini Rei sibuk setiap harinya.


Selain itu, jumlah simpanan daging kering di rumahnya tidak sebanyak yang lain. Inilah kelemahan dari keluarga kecil.


Andi yang tinggal di sebelah rumah Meli, adalah seorang bujangan. Dia memiliki hubungan yang baik dengan Rei. Dia juga sering datang ke rumah Rei untuk membantunya.


Hal ini sering terjadi, yang otomatis membuat Meli dan Andi juga sering bertemu.


Tak lama kemudian, Meli ingin Andi menjadi pasangannya yang berikutnya. Meli membicarakan hal ini dengan Rei, dan Rei pun hanya bisa menyetujuinya.


Kini Andi telah resmi pindah ke rumah Meli dan menjadi anggota baru di keluarga mereka.


Tentu saja Lina mengetahui tentang hal ini, dia pun datang kerumah Meli dengan membawa daging dan buah-buahan, untuk merayakannya.


Usia Andi lebih muda dari Rei. Tubuhnya juga sangat tinggi, alisnya tetlihat tebal dan matanya besar. Dia juga memiliki dua taring Serigala yang terlihat indah, saat dia tersenyum.


Melihat kedatangan Lina, Andi pun menyapa dengan tampak sedikit malu, tapi nada suaranya terdengar penuh dengan rasa hormat, "Terima kasih!"


Meskipun Lina seorang permpuan, tapi dia telah dianggap sebagai betina yang sangat berpengetahuan, dan juga mengetahui ilmu sihir dan obat-obatan. Para Orc di Gunung Batu sangat menghormatinya.


Lina pun berkata sambi tersenyum, "Semoga kalian selalu bahagia."


Setelah Lina pergi, keluarga Meli mulai memakan daging pemberian Lina, dan mereka semua berpikir kalau makanan itu sangat enak, dan merasa jauh lebih baik daripada daging kering biasa.


Keesokan harinya, Meli pergi menuju ke rumah Lina dan bertanya tentang cara membuat daging panggang.


"Lina, maukah kamu mengajarkan padaku bagaimana caranya memanggang daging yang lezat seperti kemarin?"


Dengan senang hati, Lina pun mengajarkan kepada Meli bagaimana caranya membuat daging panggang yang enak.


Kini metode ini telah menyebar dengan sangat cepat, dan hampir setiap keluarga di Gunung Batu mulai memanggang daging hasil buruan mereka masing-masing. Aroma daging yang kaya akan bumbu, kini mulai menyebar ke seluruh suku di Gunung Batu.


...........


Saga sangat pandai berburu. Setiap harinya, dia selalu kembali dengan membawa banyak mangsa. Bahkan pernah suatu kali, dia kembali dengan membawa seekor burung pegar yang masih hidup.


Karena mungkin merasa ketakutan, Burung pegar itu bertelur saat telah tiba di rumah. Telurnya pun seukuran kepalan tangan Lina.


Saat melihat hal itu, Lina sangat terkejut. Dia pun mengambil telur itu dan berkata kepada Saga, "Saat besok kamu pergi berburu, tangkap lah beberapa ayam yang masih hidup. Jika saat musim dingin kamu ingin memakan daging segar, kamu bisa langsung tinggal mengambil dua dari mereka. Tapi jika kamu tidak ingin memakannya, malahan lebih bagus. Mereka bisa bertelur bahkan berkembang biak."


Saga memang sangat suka memakan telur. Dia pun sangat tertarik dengan saran dari Lina.


Keesokan harinya, Saga kembali dengan membawa lebih dari dua puluh ekor Ayam liar, dan ayam-ayam itu dipelihara di halaman. Setiap harinya, ayam-ayam itu diberi makan sayuran.

__ADS_1


Saat semua orang di Gunung Batu sedang sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi musim dingin, Nano baru saja kembali dari Kota Matahari.


__ADS_2