
Tidak peduli apa yang King Kobra itu katakan, Saga sama sekali tidak tergerak dan tetap menolak untuk pergi bersamanya.
"Aku tidak akan ikut denganmu." Ucap Saga.
Mendengar itu, King Kobra itu pun segera menyipitkan matanya kembali, dan pandangan berbahayanya tertuju pada betina kecil di belakang Saga, lalu berkata, "Apa karena betina kecil ini, yang membuatmu tidak mau kembali ke klan Iblis bersamaku? Apakah betina ini pasanganmu?"
Saga menjawabnya dengan tenang, "Ya."
Lina bisa merasakan, kalau sorot mata King Kobra itu terlihat sangat dingin.
"Saat tadi King Kobra itu menatapku, tulang-tulangku serasa seperti hampir membeku." Batin Lina.
Tapi di sisi lain, bagaimanapun juga, tetua itu adalah paman Saga. Mekipun di dalam hatinya merasa sangat takut, Lina tetap mengumpulkan keberaniannya, untuk membungkukan tubuhnya dan menyapa King Kobra itu, "Halo.. Nama saya, Lina. Saga dan aku saling mencintai. Jika anda tidak keberatan, saat anda ada waktu luang, anda bisa datang berkunjung ke rumah kami. Kami pasti akan selalu menyambut anda."
Tapi King Kobra itu bertanya dengan sinis, "Jika kamu berani mengundang keluarga iblis sebagai tamu, apa kamu tidak takut aku akan membunuh seluruh keluargamu?"
"Anda adalah kerabat Saga, itu berarti juga saudara saya juga. Saya yakin anda pasti tidak akan berbuat kejam terhadap saudara sendiri." Kata Lina.
"Belum tentu." Begitu King Kobra menyelesaikan kalimatnya, dia segera bergerak secepat kilat!
"WUUZZH!"
Saga yang sedari awal selalu siaga, bergegas untuk menghentikan King Kobra itu, tapi, tubuhnya didorong terlebih dulu oleh ekor si King Kobra yang jauh lebih cepat darinya!
"BRAK!"
Ular Piton itu pun jatuh, dengan luka di punggungnya yang kini robek lagi, dan darahnya segera mengalir keluar.
Saat Ular Piton itu berjuang untuk bangkit, dia melihat kalau saat ini King Kobra itu telah berdiri sambil melilitkan ekornya pada tubuh Lina.
Melihat hal itu, Saga pun segera berteriak, "Lepaskan dia!"
Pada saat ini, lidah King Kobra itu menjulur keluar, dan menyapu wajah Lina, kemudian dia berkata, "Betina kecil yang lezat. Bagaimana jika aku menelanmu?"
Lina yang terlilit oleh ekor King Kobra, bisa merasakan kalau organ-organ dalamnya juga terasa terhimpit dan tergeser.
"AKGHH!"
Wajahnya kini terlihat pucat karena sulit bernapas dan kesakitan.
Tepat pada saat Lina kesakitan, tiba-tiba saja, si kuncup bunga kecil yang selalu diam tak bergerak di kepala Lina, membuka mulutnya dan melompat untuk menggigit King Kobra itu!
"WUSHH!"
Meskipun bisa merasakan ada yang mencoba untuk menyerangnya, King Kobra itu sama sekali tidak bersembunyi atau pun menghindar, dia bergerak lebih cepat dari si Kubucil, dan langsung menggigit cabangnya!
"KRASSHHH!"
Taringnya yang sangat tajam, langsung menembus cabang pada tubuh Kubucil. Kelopak bunganya yang berwarna merah muda, segera menjadi putih abu-abu pucat, seolah-olah akan segera layu kapan saja.
Setelah itu, King Kobra itu pun meludahkannya ke tanah.
"PUHH!"
"BRUK!"
__ADS_1
Meskipun Kubucil telah berusaha beberapa kali untuk bangkit, tapi dia tetap tidak berhasil. Kini semua kelopak bunganya mulai terlihat layu, dan terdengar suaranya yang berseru lirih, "Ibu.."
Melihat semua ini, Ular Piton pun bergegas bangkit untuk segera menyelamatakan Lina.
Tapi, belum juga dia sempat mendekati King Kobra, tubuhnya segera di hempaskan oleh kuatnya hembusan angin yang tak terlihat.
"WUZZHHH!"
"BRAK!"
Luka-lukanya yang belum sempat membeku lagi, kini semakin terlihat menakutkan, darahnya juga kini semakin banyak berceceran diatas salju.
Melihat hal itu, King Kobra pun mencibir, "Lihat, seperti inilah fisik lemah Orc biasa, sangat mudah dihancurkan. Berbeda dengan tubuh klan Iblis yang lebih kuat. Ikutlah kembali ke klan Iblis bersamaku, aku akan menjadikanmu lebih kuat."
Ular Piton itu berjuang sekuat tenaga untuk bangkit lagi. Tapi, karena kehilangan banyak darah, pandangannya mulai menjadi kabur dan berkunang-kunang.
"Aku harus menyelamatkan Lina!"
Sekali lagi, Ular Piton itu berjuang untuk bangkit dan segera bergerak sekuat tenaganya, untuk menerkam King Kobra. Jejak-jejak merah darah yang berkelok-kelok pun bisa terlihat dengan sangat jelas, di atas putihnya salju.
"SRAK! SRAK! SRAK!"
Atribut roh Binatang Buas dari King Kobra adalah angin. Selain itu, kekuatannya jauh lebih tinggi daripada Saga.
Di mata si King Kobra, aksi gegabah yang Saga lakukan, tak ada bedanya dengan mencari kematian.
Masih berdiri di tempat yang sama, King Kobra itu tetap diam tak bergerak sambil menyeringai ke arah Ular Piton.
Saat itu juga, hembusan angin tak terlihat, segera menghempaskan tubuh Ular Piton yang mencoba mendekatinya lagi.
"WUSHH!"
"BRAK!"
"Hah.. Hah.. Hah.."
Lina yang melihat hal ini, merasa sangat sakit hati. Matanya kini terlihat sangat merah. Dengan menahan rasa sakit pada tubunhnya, dia pun berkata sambil menangis, "Pergilah. Tinggalkan aku sendiri."
Namun, saat ini Saga sama sekali tidak bisa mendengar apapun, dia sedang berkonsentrasi pada King Kobra, untuk segera menyelamatkan betina kecil itu.
"Aku.. Hah.. Hah.. Hah.. harus menyelamatkan Lina.." Gumam lirih si Ular Piton, dengan napasnya yang sudah terengah-engah.
Kesabaran King Kobra akhirnya telah pada batasannya. Dia pun segera berkata dengan tidak sabar, "Baiklah, jika kamu masih memaksakan dirimu untuk bergerak lagi, aku akan membunuh betina kecil ini saat itu juga!"
Kalimat ini, tepat mengenai titik lemah si Ular Piton.
Setelah mendengar apa yang King Kobra itu katakan, dia akhirnya memutuskan untuk menghentikan tindakannya.
Pada saat ini, terdengar suara King Kobra yang lanjut berkata lagi, "Aku akan memberimu satu kesempatan dan pilihan terakhir. Kembali bersamaku ke klan Iblis, atau aku akan membunuh pasanganmu saat ini juga. Pilihlah sendiri. Tidak ada pilihan ketiga."
Untuk waktu yang lama, Saga masih belum juga merespon apa yang King Kobra itu katakan.
"Aku tidak ingin kembali ke klan Iblis, dan aku juga tidak ingin melihat Lina mati." Pikir Saga berulang kali.
"Jangan mencoba menunda waktuku lagi. Jika kamu masih tidak juga menentukan pilihanmu, maka aku akan langsung membunuh wanita ini! Aku hitung sampai tiga." Setelah King Kobra itu selesai berkata, dia mempererat lagi lilitan ekornya pada tubuh Lina, yang membuat Lina bisa merasakan kalau tulang-tulang rusuknya seperti hampir patah!
__ADS_1
Meskipun merasakan sangat sakit, tapi kali ini Lina mengatupkan giginya, dan menolak untuk berteriak kesakitan.
Terlihat juga, darah yang saat ini mengalir keluar dari sudut mulutnya.
"Satu!"
"Dua!"
Melihat Lina yang terlilit keras oleh ekor Ular King Kobra, Saga akhirnya tidak bisa menahannya lagi, dia pun segera menentukan pilihannya, sebelum sampai pada hitungan ke tiga.
"Jangan sakiti dia! Aku akan ikut kembali bersamamu."
Setelah mendengar apa yang Saga katakan, King Kobra itu pun berkata sambil tersenyum puas, "Bagus sekali. Pilihanmu akan menjadi pilihan paling cerdas seumur hidupmu."
"Cepat lepaskan dia!" Ucap Saga dengan terburu-buru.
King Kobra itu menundukkan kepalanya dan menatap betina kecil yang sudah hampir sekarat itu, lalu berkata dengan suara rendah, "Kamu adalah wanita yang sangat cantik. Jika aku dua puluh tahun lebih muda, mungkin aku juga akan menyukaimu."
Meskipun Lina merasakan sakit setiap kali dia bernapas, dia menahan rasa sakitnya dan memohon dengan suaranya yang terdengar lemah, "Jangan bawa Saga pergi.."
"Dia bukan milik daratan Orc. Aku membawanya kembali ke klan iblis, demi kebaikannya. Jika kamu benar-benar mencintainya, kamu harus rela untuk melepaskannya." Setelah berkata seperti itu, King Kobra itu dengan lembut meletakkan Lina di atas salju, lalu lanjut berkata lagi, "Tetaplah di sini, dan tunggu teman-temanmu datang untuk menyelamatkanmu." Setelah sesaat berhenti berkata, kemudian dia lanjut berkata lagi, "Tentang Saga, lupakan dia. Itu akan menjadi pilihan yang terbaik untukmu."
Saga yang juga melihat apa yang King Kobra itu lakukan terhadap Lina, kini bisa sedikit merasa tenang.
Lalu, saat Saga melihat ke arah King Kobra itu lagi, dia sangat terkejut karena saat ini telah ada puluhan Orc Kucing Liar yang berdiri di belakang King Kobra itu.
Puluhan Orc Kucing Liar dengan bulu mereka yang berwarna putih keabu-abuan itu, muncul entah dari mana dan kesemuanya berdiri dengan rapih tidak jauh di belakang King Kobra.
"Rupanya, masih banyak Kucing Liar iblis yang bersembunyi di dekatnya." Batin Saga dalam hatinya.
Meskipun jika tidak ada si King Kobra, sudah tentu Saga tidak akan bisa melarikan diri bersama dengan Lina, apalagi menjamin keselamatan Lina.
Pada saat ini, Lina yang terbaring lemah di atas salju, mengulurkan tangannya ke arah Saga, sambil berseru lirih, "Saga.."
Saga yang juga mendengar Lina, tidak berani bertindak gegabah bahkan untuk mendekati Lina. Karena pada saat ini, King Kobra yang berdiri tak jauh dari Lina, sedang menatapnya dengan sorot matanya yang sangat dingin dan penuh dengan kekejaman.
Meskipun sangat enggan untuk meninggalkan Lina, Saga tidak memiliki pilhan ketiga. Dia sudah memilih untuk ikut pergi bersama dengan pamannya, demi keselamatan Lina.
Saga yang saat ini terluka sangat parah, sudah tidak memiliki daya untuk berjalan.
Pada saat ini, terlihat beberapa Orc Kucing Liar yang datang sambil menyeret lempengan batu besar, dan membawa akar pohon. Kemudian mereka membuat beberapa lubang di bagian atas lempengan batu itu dan mengikatkan akar pohon pada lubang-lubang itu.
Kemudian, ujung lain dari akar pohon itu di ikatkan pada punggung beberapa Orc Kucing Liar.
Sepertinya saat ini, mereka seperti sedang membuat papan seluncur salju?
Beberapa Orc Kucing Liar lainnya, segera membopong Saga dan menaruhnya di atas lempengan batu tersebut. Kemudian, Orc yang punggungnya terikat pada ujung akar pohon, bertugas untuk segera menyeret lempengan batu, yang saat ini telah ada Saga yang juga terbaring lemah.
Sebelum ikut pergi bersama rombongan Orc penarik batu, King Kobra itu melihat ke belakang, kepada Lina yang terbaring lemah di atas salju, kemudian berkata, "Namaku, Handi Kobra. Jika dilain waktu ada kesempatan, mungkin kita akan bertemu lagi."
Setelah selesai berkata, dia segera bergerak pergi, tanpa melihat kebelakang lagi. Puluhan Orc Kucing Liar yang tersisa, juga ikut berjalan di belakang King Kobra itu.
Tak lama kemudian, semua Orc itu sudah pergi jauh.
Pada saat ini, si kuncup bunga kecil sedang berjuang merangkak dengan sekuat tenaganya yang tersisa untuk mendekati Lina, dengan kelopak bunganya yang kini menggantung kebawah dan terlihat sudah layu.
__ADS_1
"Ibu.."