Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 95 - Dia Bukan Monster!


__ADS_3

Perubahan besar pada tubuh Saga sangat mengejutkan Lina.


Dia bertanya dengan tidak percaya, "Kenapa Saga bisa sampai menjadi seperti ini? Tidak hanya ukuran tubuhnya yang menjadi dua kali lipat, tapi permukaan kulit ularnya penuh dengan pola berwarna merah gelap yang aneh.."


Ditambah dengan darah yang lengket di seluruh tanah, membuat semuanya terlihat sangat mengerikan!


Uriel dan Wiro, "....." Mereka berdua juga tidak mengerti apa yang telah terjadi pada Saga.


Pada saat ini Leon tiba-tiba membuka mulutnya dan berkata, "Di dalam tubuhnya mengalir darah iblis monster."


Mendengar hal ini membuat Uriel dan Wiro tercengang secara bersamaan. Mereka berdua sangat terkejut.


Dan hanya Lina yang wajahnya terlihat bingung.


"Apa itu iblis monster?"


“Monster yang telah memanjat keluar dari jurang. Mereka juga meminum darah Orc, memakan daging Orc, dan menyerap kehidupan semua makhluk hidup. Di mana pun dia berada, tempat itu akan menjadi neraka dan tidak ada kehidupan yang akan bisa bertahan hidup.”


Lina, "....." Dia merasa sangat takut dengan apa yang telah Leon katakan.


Tapi Lina segera membela Saga.


"Tidak, Saga tidak seburuk itu. Dia sangat baik kepada kami, tidak mungkin jika dia itu iblis monster!"


"Mungkin sebelumnya dia terlihat sangat normal. Itu karena darah jahat di tubuhnya masih dalam keadaan tertidur nyenyak, tapi saat ini seseorang telah menggunakan pisau ini untuk membangunkan darah jahatnya!" Leon menunjuk ke pisau tulang hitam yang tertancap di tubuh Ular raksasa. "Pisau itu dibuat dari tulang-tulang iblis monster."


Mata kesemua orang kini tertuju pada pisau tulang hitam.


Kemudian Leon menatap kesekitar area yang penuh dengan darah.


"Di mana-mana ada banyak darah, tapi tidak ada satupun korban yang terlihat. Tampaknya para korbannya telah dimakan oleh Ular ini, bahkan sampai tidak ada sedikit pun tulang yang tersisa. Dia pasti benar-benar lapar! HAHAHA!"


Pada akhirnya, dia pun tertawa.


Semua yang mendengar apa yang telah dia katakan pun merinding.


Dengan menahan rasa takutnya, Lina pun bertanya, "Bisakah Saga tersadar?"


"Jangan khawatir. Tubuhnya hanya kehabisan tenaga. Dia tidak akan mati." Jawab Uriel.


"Baguslah kalau begitu." Ucap Lina yang merasa Lega.


Tapi pada saat ini Leon menunjukkan senyum kejamnya.


"Gadis kecil, kamu mungkin tidak tahu betapa berbahayanya iblis monster. Sebelum mereka menjadi Orc yang beradab, mereka adalah sekelompok Orc gila yang sangat merusak, dan ketrampilan terbaik mereka adalah serangan berkelompok."


Lina pun tertawa gelisah.


"Heh. Apa maksudmu?"


"Maksudku, daripada menunggu dia bangun dan menjadi gila, yang akan membunuh orang-orang di mana-mana, lebih baik membunuhnya sekarang juga saat dia tidak sadarkan diri, dia juga tidak akan merasakan sakitnya." Ucap Leon.


"Tidak akan!" Tanpa ragu-ragu Lina menolak. Dia pun memelototi Leon dengan marah. "Jika kamu coba-coba untuk melakukannya, aku akan bertarung denganmu!"


Leon memandang Uriel dan Wiro, kemudian berkata, "Gadis kecil ini tidak mengerti tentang bahaya dari iblis monster. Kalian berdua pasti lebih mengerti dari pada dia."


Uriel dan Wiro, "....." Mereka berdua tidak berbicara apa-apa.

__ADS_1


Lina berdiri untuk melindungi di depan tubuh Ular Piton, dengan matanya yang memerah.


"Dia adalah Saga! Dia bukan monster! Dia adalah pasanganku! Jika kamu ingin membunuhnya, injak tubuhku terlebih dahulu hingga hancur!"


Ekspresi Uriel dan Wiro seketika segera berubah pada saat yang bersamaan.


Dengan cepat Wiro menahan Lina.


"Jangan menangis. Jangan menangis. Kamu sedang hamil. Kamu tidak boleh meneteskan air mata."


Dengan air mata yang mengalir di matanya, kemudian Lina berkata, "Kamu tidak boleh menyakiti Saga!"


"Baiklah! Kamu adalah bos di keluarga kita. Kami pasti akan mendengarkanmu." Ucap Wiro.


Kemudian Lina menatap kearah Uriel, dia bertanya sambil tersedak, "Bagaimana denganmu?"


Uriel merasa tidak berdaya, dia berkata, "Aku akan mengikuti kata-katamu."


Air mata Lina pun pelan-pelan mulai berhenti.


Leon memandangi mereka sambil tersenyum.


"Lebih baik kalian semua memikirkannya lagi dengan baik, harga untuk membebaskan iblis monster lebih besar dari yang kalian bayangkan."


Lina kemudian berkata, "Kamu tidak perlu mengurusi urusan keluarga kami!"


Kemudian Leon berkata, "Saat kamu meminta tolong padaku untuk membawamu ke sini, kamu tampak seperti bocah yang menyedihkan. Sekarang setelah kamu bertemu dengan orangnya, kamu sudah memalingkan wajahmu?"


Lina pun berseru, "Siapa suruh kamu akan melukai Saga!"


Leon tidak peduli, dia pun tersenyum dan kemudian berkata, "Aku hanya memberimu saran, karena kamu tidak mau menerimanya, maka aku tidak akan berkata tentang itu lagi. Semua terserah padamu."


"Bisakah pisau ini ditarik keluar?"


Leon berkata dengan penuh arti, "Kamu bisa mencobanya."


Uriel merenung sejenak. Kemudian akhirnya, dia menggenggam pisau tulang hitam dan menariknya keluar, sedikit demi sedikit.


"KREKET! KREKET! KREKET! PLONG!"


Pisau tulang itu menusuk sangat dalam, dan beberapa daging ikut tertarik keluar ketika pisau ditarik. Tapi anehnya tidak ada darah yang mengalir keluar.


Pada saat ini Lina terus menatap kearah Ular Piton tanpa berkedip.


Sesaat kemudian, tubuh Ular Piton raksasa itu menyusut dan kembali ke ukurannya semula.


Peringkat bintangnya juga turun kembali, dari delapan bintang menjadi tiga bintang.


Kini Ular Piton telah berubah kembali ke wujud Orcnya.


Leon pun tertawa dan berkata, "Haha. Sayang sekali. Ternyata itu hanya Orc biasa yang berubah menjadi iblis."


Kini bahayanya telah hilang. Pada saat yang bersamaan, Wiro dan Uriel pun merasa lega.


Lina mengambil rok bulu dari ruang penyimpanan, untuk dipakaikan pada Saga.


Kemudian terdengar suara Leon yang berkata, "Oke, aku sudah tidak ada urusan lagi di sini. Aku akan pergi dulu."

__ADS_1


Kemudian dia melebarkan sayapnya dan terbang, kristal-kristal merah yang indah itu pun segera terlihat berkilauan.


Leon terbang dengan gaya.


Para Orc Serigala kini telah kembali, mereka mengatakan kalau mereka tidak menemukan jejak ular di sekitarnya, hanya meranggas Ular besar yang mereka temukan.


Mereka melemparkan meranggas Ular di depan Wiro.


Sekilas Wiro bisa mengenali kalau ini adalah kulit Ular milik Saga. Dia mengambil meranggas Ular itu dan berkata kepada para Orc Serigala, "Tidak perlu mencari lagi. Kalian kembalilah ke Gunung Batu."


Tidak lama setelah itu, para Serigala pun segera berlari kembali dengan cepat.


Wiro memasukkan kulit Ular dan pisau tulang hitam ke dalam ruang penyimpanan. Kemudian dia berubah menjadi Serigala Perak dan berjalan pulang, dengan Lina yang berada di punggungnya.


Uriel juga berubah menjadi Harimau Putih, membawa Saga yang tidak sadarkan diri di punggungnya, dan berjalan mengikuti di belakang Wiro dan Lina.


Setelah perang selesai, kini para Serigala dalam kondisi pemulihan. Untungnya kali ini tidak ada Serigala yang tewas, hanya ada beberapa yang terluka parah.


Setiap siang hari, Lina akan membantu merawat para Serigala yang terluka, dan lanjut merawat Saga di malam harinya.


Pada saat seperti ini, sejumlah besar bahan obat yang telah mereka kumpulkan, jelas sangat berguna sekali.


Selain berburu, Wiro dan Uriel juga membawa para Orc Serigala ke kaki gunung, untuk membersihkan medan perang yang di penuhi oleh darah, serta kebun sayur yang rusak.


Semua Orc saat ini sedang sangat sibuk.


Tiga hari kemudian, Saga pun akhirnya terbangun.


Dia lupa dengan apa yang terjadi sebelum dia tidak sadarkan diri. Tampaknya ingatannya tiba-tiba saja rusak, setelah dia mengejar Heli Belang.


Dia sudah mencoba untuk berpikir lama, tapi dia tetap tidak dapat mengingat apa yang sudah terjadi, setelah dia mengejar Heli Belang.


Lina pun mengulurkan tangannya, mengusap halus kerutan di antara kedua alisnya dan menghiburnya.


"Jika kamu tidak bisa mengingat apa yang terjadi, jangan kamu paksakan lagi. Yang terpenting, sekarang kamu harus istirahat dengan baik dan segera sembuh."


Dengan kerja keras dan tekad Lina, kondisi para Orc Serigala Batu yang terluka kini secara bertahap telah menjadi lebih baik.


Para Orc Serigala pun memandangnya dengan lebih hormat lagi.


"Seperti sedang menonton dukun yang sangat kuat sedang beraksi!"


Kali ini beberapa Orc dari klan Bulu juga terluka. Bahan obat mereka tidaklah cukup. Kemudian Leon bergegas menuju ketempat Lina, untuk meminjam beberapa tumbuhan herbal.


Ketika dia melihat Saga yang sedang mengikuti Lina, dia menunjukkan senyumnya yang penuh arti.


"Aku tidak pernah menyangka kamu akan sembuh secepat ini!"


Dengan segera Lina sengaja berdiri di antara mereka, tetapi karena dia terlalu pendek, dia pun tidak bisa menghalangi pandangan Leon yang menatap ke Saga.


Lina hanya bisa mengangkat kepalanya dan menatap dagu Leon, kemudian berkata, "Aku sudah memberimu obat herbal, cepatlah pergi!"


Leon terkekeh, kemudian mencubit wajah si gadis kecil sambil berkata, "Suatu hari nanti, aku akan datang untuk bermain denganmu."


Setelah Leon pergi jauh, Lina segera meraih tangan Saga dan memberitahunya dengan sungguh-sungguh.


"Kedepannya, kamu harus jauhi si Leon itu. Dia bukan Orc yang baik!"

__ADS_1


"Ya." Jawab Saga.


__ADS_2