
Pada saat, ini Leon yang terbang sambil memeluk Lina pun telah tiba di wilayah klan Bulu.
"BLAK! BLAK! WUSSH!"
"TAP!"
Begitu Leon mendarat dan menginjakkan kedua kakinya di wilayah klan bulu, banyak Orc dari klan tersebut yang segera mengelilingi mereka.
Banyak dari mereka yang saat ini sedang berbicara satu sama lain.
"Apakah dia gadis itu?" Tanya salah satu Orc yang sedang berada disitu.
"Ya, dialah gadis itu." Jawab salah satu Orc yang ada di debelah Orc yang baru saja bertanya.
Lina yang juga mendengar kebisingan mereka pun merasa pusing, karena tidak bisa mendengar dengan jelas apa saja yang mereka semua katakan secara bersama-sama.
Pada akhirnya, Leon pun berseru untuk segera menenangkan suasana, "Diam kalian! Jangan berisik. Bicaralah pelan-pelan."
Para Orc klan Bulu yang sangat mengetahui kekuatan dan perangai Leon pun segera menutup mulut mereka, tidak berani untuk berkata-kata lagi, dan suasana pun seketika itu juga berubah menjadi hening.
Lina yang saat ini sedang merasa sangat kebingungan pun bertanya-tanya, "Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini?"
Tepat pada saat ini, kerumunan segera terbelah menjadi dua, dan terlihat Sky Letta si pemimpin klan Bulu tengah berjalan dengan cepat di antara kerumunan tersebut.
Sesampainya dia di hadapan Lina, dia pun segera mengepalkan satu tangannya, menempelkannya di dada, lalu sedikit membungkuk untuk dengan sungguh-sungguh memberi hormat kepada Lina.
"Atas nama klan Bulu, saya, Sky Letta, mengucapkan terima kasih, karena anda telah memberikan kehidupan yang baru pada kami." Ucap Sky.
Mendengar apa yang baru saja Sky katakan, Lina yang sebelumnya masih merasa bingung pun kini semakin bertambah bingung dan terkejut.
"Hah?? A a ada a apa ini.." Ucap Lina terbata-bata.
Leon yang melihat ekspresi Lina yang terkejut dan sedang sangat kebingungan pun segera mengambil inisiatif, untuk menjelaskan tentang semua ini, sambil tersenyum, "Obat vertilitas yang terakhir kali kamu berikan padaku, telah aku berikan kepada para betina di klan Bulu. Di musim dingin ini, mereka semua hamil dan menghasilkan total hampir empat puluh butir telur. Dan hari ini, telur-telur itu telah menetas semuanya."
Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kesuburan para betina di klan bulu semakin menurun.
Dalam setahun, setiap betina paling banyak hanya bisa menghasilkan satu telur, dan satu telur itu pun belum tentu akan bisa bertahan hingga menetas. Kebanyakan dari telur-telur tersebut adalah telur yang tidak sehat, yang tidak akan pernah bisa menetas.
Dan dengan beberapa telur yang berhasil menetas pun akan segera mati, karena kondisi bayi tersebut sangat lemah.
Namun, sebanyak hampir empat puluh butir telur di musim dingin kali ini, semuanya berhasil menetas dengan selamat, dengan kondisi setiap bayinya yang sangat sehat.
Hal ini tentu saja bisa dianggap sebagai reproduksi paling sukses di klan Bulu, dalam beberapa dekade ini.
Tentu saja hal ini membuat semua Orc dari klan Bulu merasa sangat senang.
"Oh begitu," sahut Lina. Kemudian dia menoleh pada Sky dan lanjut berkata, "Ini adalah berita yang sangat bagus. Selamat, dengan begini, populasi di klan Bulu akan semakin bertambah."
Sky pun berkata dengan tulus, "Terima kasih, atas obat yang telah anda berikan pada kami. Kini para betina di klan kami telah hamil dan berhasil menetaskan telur-telur mereka, dan menghasilkan bayi-bayi yang sehat. Anda adalah penolong bagi klan Bulu. Apa pun yang anda minta, meskipun itu harus melewati api yang sangat panas dan menyelam kedalam air yang sangat dalam, pasti akan kami lakukan. Kami tidak akan mengingkarinya!"
__ADS_1
Ungkapan "melewati api dan air", telah diajarkan oleh Lina kepada para muridnya.
Saat para murid telah pulang kerumah mereka masing-masing, mereka pun memberitahukan tentang ungkapan itu kepada orang tua mereka, kerabat, bahkan teman-teman mereka. Hingga akhirnya, kini telah banyak Orc yang tinggal di Gunung Batu, yang menggunakan peribahasa ini.
Mendengar apa yang baru saja Sky katakan, Lina pun segera melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak, tidak.. Saya tidak melakukan apa-apa. Kalian juga tidak perlu sampai melakukan hal seperti itu. Yang sangat saya harapakan, kita semua bisa saling rukun satu sama lain dan saling mendukung, di saat kita sedang berada dalam kesulitan."
Melihat Lina yang tidak memiliki niatan untuk memanfaatkan keadaan, Sky pun merasa senang dan mulai mengagumi kepribadian Lina.
Dia pun berkata sambil tersenyum ramah, "Karena sekarang anda telah menjadi pasangan Leon, itu artinya, kini klan Serigala Batu dan klan Bulu telah bersaudara. Sudah sewajarnya kita harus saling membantu!"
Selesai Sky berkata seperti itu, Orc burung lain pun segera ikut berkata.
"Benar. Kini Tetua Leon telah menjadi pasangan anda. Secepat mungkin, anda juga harus segera membuat banyak anak untuk klan Bulu." Kata salah satu Orc Burung.
"Ya. Kita akan segera menjadi keluarga. Jika suatu saat nanti anda membutuhkan bantuan, katakan saja kepada kami!" Kata salah satu Orc Burung lagi.
"Aku berharap, semoga kalian selalu bahagia." Ucap yang lainnya lagi.
Lina, "....."
Di hadapan para Orc Burung yang mendukungnya, Leon pun segera meraih tangan kanan Lina dan menggenggamnya, sambil menunjukkan senyum bahagia.
Tapi, Lina segera melepaskan tangannya dari genggaman tangan Leon, kemudian mengerutkan alisnya dan bertanya, "Memangnya kapan aku menjadi pasanganmu?"
Suaranya memang tidak keras, tapi para Orc memiliki pendengaran yang sangat tajam. Para Orc yang sedang berada di situ pun langsung terkejut setelah mendengarnya.
Setelah berkata seperti itu, dia pun menggoyang-goyangkan cincin yang melingkar di jari manisnya, untuk menunjukkan pada yang lainnya, bahwa dia mengatakan yang sebenarnya.
"Dasar Orc burung Nazar br*ngs*k tak tahu diri!" Maki Lina dalam hatinya.
Setelah mengumpat di dalam hati, kemudian dia berkata, "Itu karena waktu itu aku berpikir kalau kamu akan mati, jadi aku berjanji padamu untuk mau menjadi pasanganmu. Tapi ternyata, ternyata kamu membohongiku."
"Aku tidak sepenuhnya membohongimu. Saat itu aku memang benar-benar sedang sekarat, tapi kemudian aku sembuh." Kata Leon sambil tersenyum dan kedua matanya yang terus memandang Lina. Kemudian dia lanjut berkata lagi, "Lagi pula, bukankah sekarang aku hidup lagi? Apa kamu mau, bila berpasangan dengan mayat?"
“Kamu!" Saat ini Lina sedang merasa sangat marah terhadap Leon, hingga susah hendak mengatakan apa, "Dasar egois!"
Leon pun segera meraih tangan Lina lagi dan mencoba untuk menghiburnya, “Baiklah, jangan marah. Aku akui, waktu itu aku yang salah. Aku berjanji padamu, tidak akan pernah lagi membohongimu."
Meskipun Leon telah berjanji seperti itu, tapi Lina tetap memaksakan untuk melepaskan tangannya sambil berkata, "Bukankah sudah pernah aku katakan, aku tidak akan pernah mempercayai apa yang kamu katakan! Sepatah kata pun, aku tidak akan pernah percaya."
Selesai berkata seperti itu, Lina pun segera melangkah pergi, meninggalkan Leon yang masih berdiri di tempat, dengan tatapan heran para Orc Burung yang ada di situ.
"Ada apa dengan mereka berdua?" Tanya salah satu Orc Burung.
"Entahlah, pembagian jatah main yang tidak adil mungkin." Jawab salah satu Orc Burung yang ada di situ.
"Ahh.. Ya ya. Bisa jadi karena itu." Sahut yang lainnya lagi.
Pada saat ini, mata semua Orc Burung yang ada di situ, semuanya tertuju pada Leon, dengan sorot mata mereka yang penuh dengan teka-teki.
__ADS_1
Mereka semua tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi di antara Lina dan Leon.
Meskipun bisa mendengar apa yang mereka katakan, tapi sedikitpun Leon tidak merasa marah.
“Apa yang kalian lihat? Apa kalian belum pernah melihat pasangan yang sedang bertengkar?" Ucap Leon pada semua Orc Burung yang ada di situ.
Sky pun melambaikan tangannya kepada para Orc Burung, sebagai tanda supaya mereka semua segera membubarkan diri.
Saat semua Orc Burung telah pergi dan hanya tinggal Sky dan Leon, Sky pun menepuk bahu Leon dan dengan ragu bertanya, "Apa semua yang dia katakan itu benar? Apa kamu benar-benar telah berbohong padanya?"
"Jika saat itu aku tidak membohonginya, seumur hidupku, dia pasti tidak akan pernah memberikanku kesempatan, untuk menjadikanku sebagai pasangannya." Sahut Leon sambil mengangkat senyum, di salah satu sudut mulutnya.
Seumur hidupnya, Leon selalu berusaha seorang diri, demi untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
Mendengar apa yang baru saja Leon katakan, Sky pun menatap Leon dengan tatapan rumit dan berkata, "Tapi, lihatlah dia. Saat ini dia terlihat sangat marah terhadapmu. Apa kamu ingin membuatnya merasa tertekan dan menjauhimu?"
"Selama ini dia memang tidak pernah dekat denganku. Bahkan jika dia menjauhiku, memangnya kemana dia bisa pergi?" Kata Leon yang berkata dengan percaya diri, seolah sudah lama dia telah memperkirakan hasilnya yang akan seperti ini.
Sky yang mengerti maksud dari perkataan Leon barusan pun merasa ikut sedih, kemudian dengan ragu-ragu dia berkata, "Jika memang hubungan kalian benar-benar tidak akan berhasil, lupakan dan lepaskan saja dia. Meskipun wanita sangat langka dan sangat berharga, tapi wanita di dunia ini bukan hanya dia saja."
"Jika aku memang telah menemukan wanita yang aku sukai, bukankah seharusnya aku sudah berpasangan dengan wanita itu sejak lama?" Kata Leon.
Leon berkata seperti itu, bukan karena dia terlalu percaya diri.
Dengan bentuk wajah dan fisik Leon, yang sangat bisa membuat para betina terpesona dengannya, tentu saja dia sangat bisa menarik perhatian para wanita yang sangat langka di dunia Orc ini, untuk menjadikan dirinya sebagai pasangan.
Tapi..
"Bagiku, Lina itu sangat berbeda. Tidak ada satupun wanita di dunia ini, yang seperti dia. Dia tidak bisa tergantikan, oleh wanita manapun." Ucap Leon lagi.
Mendengar ini, Sky pun menghela napasnya, "Hhhh.." Lalu dia berkata, "Jika kamu memang benar-benar menginginkan dia, kamu harus merubah caramu dalam mengejarnya. Dengan caramu yang seperti ini, cepat atau lambat kamu akan mati dalam penyesalan."
Mendengar ini, Leon pun melirik Sky dan bertanya, "Lalu, apa saranmu?"
"Pertama-tama, kamu harus merubah kelakuan kerasmu. Wanita sangat suka dengan kelembutan, dan mereka juga sangat senang bila selalu diperhatikan. Saat mereka dihadapkan dengan pilihan untuk menentukan siapa yang akan dia jadikan sebagai pasangan, mereka pasti akan cenderung memilih pria yang selalu bersikap lembut dan baik hati, seperti si Harimau putih. Lihatlah Uriel, bukankah dia selalu bersikap lembut terhadap Lina? Diantara Saga, Wiro dan Uriel, si Harimau putihlah yang paling baik dan bijaksana. Dan setidaknya, Wiro dan Saga juga selalu bersikap baik terhadap Lina. Perlakuan seperti itulah yang para wanita sangat sukai! Aku juga bisa melihat, sampai matipun, Lina pasti akan selalu terus mempertahankan mereka bertiga, untuk selalu dalam pelukannya." Kata Sky panjang lebar.
Mendengar semua ucapan Sky barusan, Leon pun tidak bisa berkata apa-apa.
Sky pun masih lanjut memberikan nasehat untuk Leon, "Selain itu, kamu juga harus belajar untuk bisa menunjukkan sisi lemahmu. Para wanita dilahirkan dengan semacam sifat keibuan yang telah mereka miliki sejak lahir, oleh karena itulah, kebanyakan dari mereka akan cenderung lebih memilih untuk mendekati makhluk yang lembut dan tidak berbahaya. Hal itu membuat mereka merasa seperti menjadi seorang ibu, yang membuat mereka ingin saling melindungi, tanpa mereka sendiri sadari."
Mendengar ini, Leon terpikirkan dengan Saga yang selalu terlihat dingin meskipun saat sedang di hadapan Lina, tapi meskipun begitu, Lina selalu tetap berusaha untuk melindungi Saga.
"Hal terakhir dan yang paling penting, adalah untuk selalu jujur dan tulus! Kita ambil contoh si Serigala perak itu. Meskipun Wiro tidak bersikap lembut, tapi dia selalu jujur dan selalu bersikap tulus. Dan hal yang paling tidak bisa di tolak oleh para wanita dari dirinya, adalah antusiasmenya untuk selalu berterus terang." Kata Sky lagi.
Mendengar nama Wiro disebut, Leon pun terkekeh kemudian berkata, "Itu karena dia itu Serigala yang bodoh."
"Meskipun begitu, tapi dia itu sangat lucu dan terlihat imut di mata Lina! Tidak seperti dirimu, kamu bahkan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Di mata Lina, dia pasti bisa melihat dan bisa merasakan, kalau kamu bukanlah pria yang baik yang layak untuk bisa dia percayai." Sahut Sky.
Setelah mendengar semua nasehat dari Sky Letta, Leon pun menyentuh dagunya untuk berpikir sejenak, kemudian berkata, "Oke, mungkin aku mengerti apa maksudmu.."
__ADS_1