
Uriel meraih pergelangan tangan Lina, dan dengan lembut menekan tangan Lina pada luka yang ada di tangan kirinya, kemudian berkata dengan serius, "Mari kita coba. Kita lihat, apakah kamu bisa menyembuhkan luka ini?"
Lina merasa kalau latihan semacam ini benar-benar konyol dan sangat b*d*h.
"Lukamu masih berdarah.. Kamu jangan main-main Uriel.. Aku harus segera membersihkan dan mengobati lukamu. Lepaskan tanganku.."
Kini Lina sudah mulai panik. Dia ingin segera membersihkan dan membalut luka Uriel, tetapi Uriel tidak mau. Uriel tetap memegang pergelangan tangan Lina dan sama sekali tidak mau melepaskannya.
Lina yang dipaksa untuk panik dan cemas oleh Uriel, kini matanya sudah mulai terlihat memerah dan semakin berair. Dia juga merasa sakit hati hingga meneteskan air matanya, karena dia juga di paksa untuk menatap luka yang ada di tangan Uriel.
Air matanya jatuh di tangan kiri Uriel dan menghilang dalam sekejap.
Bau samar tumbuh-tumbuhan pun mulai menyebar.
Kini luka di tangan Uriel mulai sembuh dengan sendirinya, dengan kecepatan yang bisa terlihat dengan mata mereka bertiga.
Melihat pemandangan yang seperti ini, Uriel dan Wiro merasa sangat terkejut.
Wiro, "....."
Uriel, "....."
Terlebih lagi bagi Lina. Dia bahkan sampai lupa untuk menangis lagi. Mata bulatnya kini terbuka lebar menatap kearah luka Uriel yang sudah mulai sembuh. Dengan sorot mata dan ekspresi yang tidak percaya.
"Haah??"
Mulut Lina pun sampai tetap ternganga, walaupun telah selesai mengungkapkan keterkejutannya.
Melihat mulut gadis kecil imutnya sedang ternganga, Uriel pun segera mengulum sesaat bibir merah tipis nan mungil gadis kecil itu. Kemudian mengulurkan jarinya untuk menyeka air mata dari sudut matanya, dan menjulurkan lidahnya, menggulung tetesan air mata itu ke dalam mulutnya.
Lukanya kini sembuh lebih cepat lagi.
Meskipun telah menduga sebelumnya, Wiro tetap tidak dapat menahan untuk memberikan pujian, "Luar biasa! Lina, kemampuanmu memang sangat hebat!"
Ketika lukanya telah sembuh sepenuhnya, Uriel kemudian memeluk gadis kecilnya dan berkata dengan sangat serius, "Mulai saat ini, jangan pernah menangis begitu saja, dan jangan biarkan Orc lain tahu, kalau kamu memiliki kemampuan untuk menyembuhkan, ingat?"
Lina kemudian mengisap hidungnya dan menjawab dengan suara yang masih sedikit bergetar, "Baiklah, akan aku ingat."
Wiro bertanya, "Apa air mata Lina yang memiliki efek untuk menyembuhkan?"
"Aku rasa bukan hanya air matanya saja, bagian mana pun dari tubuhnya juga bisa. Termasuk air mata, air liur, daging, dan darah!"
Berbicara tentang kata yang terakhir, suara Uriel terdengar sangat bermartabat.
Kini Wiro mulai semakin mengerti apa yang Uriel maksud.
__ADS_1
"Jika orang lain sampai tahu kalau daging dan darah Lina dapat digunakan untuk menyembuhkan luka, dia pasti akan dimakan sampai tulang-tulangnya tidak tersisa lagi!"
Kini dua Orc pria yang sangat tampan, sedang memandangi gadis kecil yang terlihat lembut dan sangat cantik.
Di hati mereka telah memutuskan.
"Untuk melindungi Lina, aku harus segera menjadi lebih kuat lagi!"
...........
Setelah Leon mengakui kekalahannya saat duel dengan Uriel, para Orc dari suku Bulu tidak lagi datang ke pintu gua untuk mencari masalah.
Saat semua Orc Serigala berpikir bahwa masalah ini sudah berakhir, tiba-tiba saja Orc dari klan Bulu datang ke pintu masuk gua.
"Pemimpin kami telah mengundang ketua Wiro untuk bertemu dengannya."
Lina yang mengetahui kekuatan dari seorang tetua Leon yang begitu kuat, mulai merasa khawatir, dia beranggapan kalau kekuatan pemimpin klan Bulu pasti lebih kuat lagi. Jika Wiro tetap pergi, dia pasti akan merasa tertekan.
Kemudian dengan cepat Lina memegang tangan Wiro.
"Kamu jangan pergi, bisa jadi itu berbahaya buatmu."
Wiro sangat mengerti kekhawatirannya. Mau tak mau dia mencium bibir Lina, dan berkata dengan tersenyum bangga, "Jangan khawatir. Aku hanya ingin bicara saja dengan mereka. Aku pasti akan segera kembali!"
"Tapi aku mengkhawatirkanmu."
Lina merasa tidak nyaman, tetapi juga tidak bisa menghentikan Wiro.
Sebagai Ketua Klan, Wiro harus bertanggung jawab. Dia juga tidak perlu takut dengan tekanan.
Lina yang hanya bisa melihatnya pergi, hatinya pun dipenuhi dengan kekhawatiran.
Kali ini Wiro tidak sendirian, ia juga bersama dengan Rei dan beberapa Serigala jantan yang berfisik kuat.
Nama pemimpin dari klan Bulu adalah, Sky Letta. Lukanya belum sepenuhnya sembuh, tetapi dia sudah bisa berjalan.
Ketika Wiro, Rei dan Orc Serigala lainnya masuk, Sky Letta sudah duduk di atas selimut bulu.
Sosok Sky bertubuh tinggi dan berwajah tampan, dengan ujung alisnya yang terlihat tajam. Dia duduk dengan tenang dan tetap menunjukkan kewibawaan dan kekuatan dirinya.
Tapi karena dia masih terluka, wajahnya sangat pucat dan semangatnya terlihat tidak terlalu bagus.
Penampilan Wiro saat ini lebih dari Sky, temperamennya juga seperti pedang tajam yang tersimpan di dalam sarungnya.
Kini kedua pemimpin klan telah bertemu, dan diam-diam mereka saling mengevaluasi kekuatan satu sama lain, di dalam hati mereka.
__ADS_1
Wiro adalah Orc yang tidak sabaran. Setelah perkenalan singkat mereka, dia langsung membuka pintu dan bertanya.
"Kau telah mengundangku secara khusus ke sini, apa semua ini ada hubungannya dengan Anak-anak Bulu?"
"Yah, soal itu aku juga sudah mendengarnya. Seekor Ular Piton di keluargamu memakan anak kami. Orc dari klan kami juga telah datang menemui kalian untuk meminta keadilan, tetapi kalian telah memukuli dan mengusir mereka."
Kata-kata dan nada suara Sky Letta terdengar sangat tenang.
Mendengar perkataan ketua klan Bulu, Wiro mengerutkan keningnya dan berkata, "Pada kenyataannya, anak-anak kalian yang telah memakan sayuran kami terlebih dahulu. Ular itu menyerang anak-anak kalian, karena dia melindungi kebun sayuran kami."
Sky Letta mengangkat alisnya.
"Lalu, menurut pendapat pribadi ketua Wiro, apakah benar bila anak-anak kita sampai dimakan?"
"Aku tidak tahu apakah mereka layak untuk hidup atau tidak. Yang aku tahu, masalah ini bukan dari kesalahan sepihak saja, kedua belah pihak juga harus bertanggung jawab akan hal itu. Kenapa kita berdua tidak saling memaafkan saja dan menyelesaikan masalah ini?"
Sky Letta menarik sudut mulutnya dan mencibir, "Jika kau membiarkan kami memakan anak dari klan Serigala Batu, maka masalah ini akan impas."
Jika dalam keadaan normal, sudah pasti Wiro akan marah dan menjungkirkan meja.
Tapi pada saat ini, dia hanya berkata sambil tersenyum, "Aku pikir ketua Sky Letta telah secara khusus mengundangku bertemu, untuk menyelesaikan masalah dengan serius, tapi tampaknya ketua Sky tidak ingin berdamai dengan kami."
Wajah Sky berubah masam.
"Sangat sulit bagi kami untuk membiakkan keturunan. Hanya tinggal beberapa anak yang tersisa di musim dingin ini, tetapi satunya telah dimakan oleh Ular Piton. Bisakah kamu menanggungnya?"
"Itu karena anak Bulu kecil kalian, mereka itu terlalu lemah! Jika itu adalah anak Serigala dari klan Serigala, mereka tidak akan selemah itu. Mereka tidak akan sampai dimakan ketika mereka keluar, meskipun mereka tidak akan memiliki kesempatan bila melawan. Alih-alih mengundangku untuk berbicara tentang masalah ini, lebih baik kau memperbaiki cara kalian dalam mendidik anak-anak kalian. Memanjakan mereka, hanya akan membuat mereka menjadi semakin lemah, dan akhirnya menjadi makanan bagi Orc lain."
Di hadapan cibiran Wiro, tangan Sky mengepal erat.
"Kau jangan keterlaluan. Ini adalah wilayah klan Bulu!"
Wiro tertawa malas.
"Apa kau ingin membunuhku? Heh.. Itu tidak akan mudah. Dengan kekuatanku, seharusnya tidak akan masalah bila membunuh selusin Orc Bulu secara acak. Aku juga ingat tentang kalian yang sangat sulit untuk membiakkan keturunan. Jika kamu kehilangan selusin Orc sekaligus, apakah kamu akan mati karena sakit hati?"
Rei yang berdiri di samping Wiro, diam-diam dalam hatinya memuji ketrampilan lidah beracun keluarga Serigalanya.
"Setelah sebelumnya klan Serigala Air Hitam yang dihapuskan, apakah kini akan menjadi giliran klan Bulu? Ketua Wiro memang memiliki nyali yang pantang untuk mundur dalam bernegosiasi."
Saat ini Wiro berkata lagi, "Bahkan jika kamu benar-benar membunuhku, saudara-saudara Serigalaku pasti akan membalaskan dendam untukku. Ketika saat itu tiba, kedua suku akan saling bertarung, dan tidak akan ada lagi yang bisa memikirkan tentang kehidupan yang lebih baik."
Wajah Sky sudah sangat pucat. Saat ini dia sedang sangat marah, sehingga wajahnya terlihat jelek.
Jika bukan karena suatu alasan, dia benar-benar ingin menggunakan sayapnya untuk menghempaskan para Serigala.
__ADS_1
Dia mengertakkan giginya kemudian berkata, "Kami, Orc suku Bulu, harus membalas dendam atas pembunuhan anak kami. Jika kamu menyerahkan Ular Piton itu, akan aku pastikan masalah ini selesai!"