Si Mungil Lina Maya

Si Mungil Lina Maya
Bab 34 - Semua Wanita Berkumpul


__ADS_3

Meli menggenggam tangan Lina.


"Apa kamu masih merasakan sakit? Bukankah sangat mudah menggunakan buah itu?"


Lina tersipu.


"Setelah menggunakan buah sumber, rasa sakitnya memang tak terasa, hanya saja, beberapa hari yang lalu tubuhku sedang tidak nyaman, jadi kami sempat terhenti saat kami sedang melakukan.."


"Jadi begitu," kata Meli sambil menghela nafas lega. Kemudian dia lanjut berkata lagi, "Tubuh wanita memang sangat lemah. Kamu harus lebih memperhatikan kesehatanmu. Lagipula kamu masih muda, masih banyak kesempatan untukmu k*w*n dan mengandung anak."


Lina sangat malu, dia menundukkan kepalanya.


"Betul."


...........


Musim dingin adalah waktu yang sangat tepat untuk k*w*n, betina-betina yang ada di suku Serigala Batu kini hamil satu per satu.


Sekarang, hari sedang cerah. Kebetulan juga hari ini adalah hari yang baik menurut para Orc.


Para betina berkumpul di pintu masuk gua, mereka asik mengobrol dan makan buah, sambil menikmati pemandangan bersalju.


Banyak dari mereka memiliki perut besar, dan saling mendiskusikan tentang pengalaman mereka mengasuh anak. Suasananya pun terasa sangat harmonis.


Sebagai salah satu wanita yang sedang hamil, Meli juga ikut bergabung bersama mereka. Tidak lupa, dia juga menarik Lina untuk menemaninya.


"Ayo kita ikut berkumpul bersama yang lain." Ajak Meli.


Lina menjawab, "Tapi aku tidak hamil."


Meli berkata, "Hamil ataupun tidak, itu tidak ada masalah. Yang penting kita semua para betina duduk bersama dan berkumpul."


"Baiklah."


Ini adalah pertama kalinya, para Orc wanita berkumpul bersama.


Ada sejumlah besar Orc di suku Serigala Batu ini. Di suku ini terdapat sekitar 19 Orc perempuan. Saat ini ada 18 wanita yang sedang berkumpul.


Hampir semua betina dari klan Serigala Batu telah datang berkumpul, hanya ibu Wiro saja yang belum datang.


Lina memperhatikan mereka dengan penuh rasa ingin tahu.


"Mereka tidak terlihat cantik, entah karena bentuk Orcnya, atau karena kondisi di dunia primitif ini yang terlalu buruk, mengakibatkan kulit mereka kasar, bentuk wajah kasar dan kuat, dan perawakannya tinggi."


Menurut apa yang sudah Lina lihat dengan matanya, tinggi rata-rata mereka lebih dari 1,7 meter.


Dengan tinggi hanya 1,58 meter, Lina merupakan yang terpendek di antara mereka.


Dengan wajah imut seperti bayi dan perawakan yang sedikit gemuk, dia terlihat seperti anak perempuan di bawah umur.


Ketika semua wanita melihatnya, mereka tak bisa menahan diri untuk bertanya berapa umurnya.


Membuat Lina sedikit tertekan.


Yang ada di sini saat ini semuanya adalah perempuan. Agar tidak mengganggu obrolan dan permainan mereka, semua Orc laki-laki untuk sementara menjauh.


Tentu saja ada juga Orc laki-laki yang mengkhawatirkan pasangannya, bersembunyi di sudut tidak jauh dari situ, menunggu dengan tenang pasangannya yang sedang mengobrol dan bermain sebelum membawanya pulang.


Sudah pasti salah satu di antara mereka adalah, Wiro Sanger.

__ADS_1


Berjongkok di antara sekelompok Orc laki-laki, rambut pendeknya yang keperakan membuatnya sangat menonjol.


Wiro adalah seorang kepala suku. Semua Orc laki-laki yang hadir sudah pasti mengenalnya dan menghormatinya.


Mengetahui bahwa dia telah menemukan pasangan, semua orang terkejut dan berharap dia akan bahagia.


Pada penampilannya, Wiro tetap tampak seperti biasanya, dingin dan arogan. Tapi di dalam hatinya, sebenarnya dia sedang merasa sangat bahagia.


Para Orc jantan kemudian mulai saling bertukar pengalaman mereka merawat betina. Sebagai Orc yang baru saja memiliki pasangan, Wiro tak memiliki bahan obrolan untuk dia ikut berbicara. Sebagian besar waktunya hanya diam, dia hanya memiringkan telinganya, menguping pembicaraan orang lain dengan cermat dan kemudian menyimpannya di dalam hatinya.


Pada saat ini, Avi tiba-tiba muncul.


Dia berjalan dengan perut buncitnya ke arah para betina yang sedang berkumpul, sambil memandangi mereka semua dengan angkuh.


"Di mana tempat duduk untukku?"


Para wanita yang sedang duduk berkumpul pun saling memandang satu sama lain.


Meli mengerutkan kening dan berkata, "Tak ada seorangpun dari kami yang mengundangmu. Tidak ada tempat untukmu di sini."


Karena hal-hal yang mengganggu dan menghina yang sudah Avi lakukan, membuat perasaan Meli terhadap Avi tidak senang. Hal itu juga yang membuat para wanita suku serigala, tak memiliki kesan yang baik untuk Avi yang mendominasi ini.


Hal yang sama juga untuk gadis kecil mungil dan imut yang tentunya adalah Lina.


Tetapi Avi yang selalu sombong dan angkuh, dia selalu memandang rendah semua orang, termasuk para wanita yang sedang berada di sini. Baginya, mereka semua itu menjijikkan.


Tidak ada seorangpun yang mengundangnya ke pesta para wanita ini.


"Aku tak menyangka kamu akan tetap datang, meskipun tak ada yang mengundangmu!" Celetuk Meli.


Saat dia mendengar kata-kata Meli, dia juga melihat pandangan mata yang dingin dari para wanita lain, dia tak bisa menahan tawanya.


Kata-katanya membuat para wanita di situ merasa marah.


Salah satu wanita yang tertua berdiri dan berkata, "Kau tidak diterima di sini. Silahkan pergi."


"Apa yang kau katakan? Bukannya memberikanku tempat duduk, tapi malah menyuruhku untuk pergi?!" Kemudian Avi mengambil langkah maju ke depan, tampak tak kenal takut.


Dia memiliki perut yang besar, karena itulah semua wanita ini tak berani menyentuhnya, jadi mereka hanya bisa memberikannya jalan.


Avi pun merasa sangat bangga.


Dia tak peduli dengan pesta ini, dia sangat kesal.


"Kenapa j*l*ng kecil itu mendapatkan perhatian semua orang, sedangkan diriku tidak dianggap sama sekali!"


Sekarang dia hanya ingin mengacaukan pesta ini.


Dia akan merasa senang ketika semua orang di sini menjadi kesal.


Mengabaikan pandangan mata dingin para wanita, Avi berjalan ke depan Lina, memandanginya dari atas ke bawah.


"Aku dengar kamu sudah menemukan pasangan. Kenapa kamu tidak hamil? Apa ada masalah kesehatan pada rahimmu, sehingga kamu tidak bisa mempunyai anak?"


Lina mengerutkan kening.


"Apapun masalahku, tidak ada hubungannya denganmu."


“Beranak adalah tugas paling penting bagi seorang wanita. Jika kamu bahkan tidak bisa hamil, apa gunanya menjagamu? Jika aku jadi kamu, aku pasti akan sangat malu tinggal di sini lebih lama lagi.” Avi mencoba untuk memanas-manasi Lina.

__ADS_1


Lina tak mau berbicara omong kosong dengannya lagi. Dia menutup matanya supaya tidak melihat wanita itu.


Namun, Avi yang terabaikan menolak untuk menyerah. Dia meraih bahu Lina dan berkata, "Hei! Apa kamu mendengarkanku?! Aku sedang berbicara denganmu!"


Lina melambaikan tangannya.


"Jangan sentuh aku!"


Begitu Avi melihat Lina menggerakan tangannya, dia segera berpura-pura jatuh ke tanah.


Dia menutupi perutnya dan berseru, "Aduh! Lina, kenapa kamu mendorongku?! Perutku sakit!"


Semua orang pun terkejut.


Dua wanita yang ada di dekatnya, spontan bergegas untuk membantunya berdiri. Namun Avi menolak untuk bangun dan terus berteriak-teriak di tanah.


"Jadi begitu! Lina mencoba membunuhku dan anak-anak yang ada dalam perutku! Dia tidak bisa melahirkan anak, sekarang dia ingin membunuh anak orang lain! Begitu kejamnya dirimu!" Avi sengaja menyalahkan Lina.


Lina belum pernah melihat tikus tak tahu malu seperti itu. Dia pun jadi sangat marah.


"Jangan bicara omong kosong! Aku tidak mendorongmu, kamu yang jatuh sendiri."


"Tak usah berbohong! Kamu ingin menyakitiku kan? Emangnya aku b*d*h apa? Mana mungkin aku menjatuhkan diriku sendiri?" Avi masih terus menyalahkan Lina.


Kemudian Avi mulai berpura-pura menangis. Para wanita pun bingung, tidak tahu harus berbuat apa.


Tangisan itu menarik perhatian Orc laki-laki yang berada tidak jauh dari situ, mereka segera datang untuk menanyakan apa yang terjadi.


Melihat begitu banyak Orc laki-laki yang datang, Avi sengaja menangis semakin keras, supaya Lina panik dan mau mengakui.


Para Orc laki-laki tidak tahu keseluruhan ceritanya, mereka juga tidak tahu apa yang sedang terjadi saat itu. Ketika mereka mendengar apa yang dikatakan Avi, mereka semua menatap kearah Lina dengan tatapan curiga.


Lina terdiam bingung sesaat, kemudian dia melangkah mundur.


"Itu bukan aku.. Itu tidak ada hubungannya denganku.."


Hanya Wiro yang tahu bahwa Lina lah yang sudah dirugikan. Dia meraih leher Avi, sorot matanya penuh kebencian.


"Jika kamu berani memfitnah Lina, aku akan memotong lidahmu!"


Avi terlalu takut untuk berbicara.


Lina masih terus berjalan mundur, dia sangat takut para Orc akan mempercayai kata-kata Avi, dan berpikir bahwa dia adalah orang yang kejam yang akan memutilasi wanita hamil.


Apa yang tidak dia sadari adalah, dia sudah berjalan mundur terlalu jauh.


Sampai kakinya menginjak ruang kosong, barulah pikirannya tersadar kembali, kini dia sudah berada di tepian tebing dengan tubuhnya yang sudah setengah miring ke belakang, tatapannya pelan-pelan mengarah keatas memandang langit.


Wiro berlari ke arahnya dengan sangat cemas dan takut, sambil meneriakkan namanya.


"Lina! Hati-hati!"


Namun dia selangkah lebih lambat.


Lina sudah melayang jatuh dari tebing.


Semua orang tercengang dengan kejadian itu.


Wiro yang mengejar sampai ke tepian tebing, bersiap untuk segera melompat.

__ADS_1


Rei yang juga ikut berlari beberapa langkah di belakang Wiro, tiba-tiba menyadari apa yang akan Wiro lakukan. Rei mempercepat langkahnya berlari, segera meraih lengan Wiro, dan menariknya ke samping sambil meraung, "Jangan lakukan hal b*d*h! Ini adalah tebing batu. Jika kamu melompat ke bawah, tubuhmu akan hancur berkeping-keping!"


__ADS_2