
Saga bertemu dengan Lina, saat dalam pelariannya. Saat itu Lina telah menarik Saga keluar dari lumpur keputusasaan.
Lina berdiri berjinjit dan mencium dengan lembut bibir Saga yang tipis.
"Aku percaya padamu."
Selesai Lina berkata, Saga tiba-tiba memeluk tubuh Lina dan membenamkan wajahnya di Leher Lina.
Lina bisa merasakan lehernya kini basah oleh suatu cairan.
Lina juga bisa merasakan, Saga dengan penuh perasaan yang sedih memeluk dirinya. Lina pun balas memeluk pinggang Saga dengan erat.
...........
Hujan deras yang berlangsung selama tiga hari dua malam, akhirnya telah berhenti.
Dengan kemampuan penyembuhan diri yang cepat, ditambah dengan berkah darah dari Lina, Saga telah pulih sepenuhnya pada hari ketiga. Tapi sebaliknya bagi Lina, dia terlihat menyedihkan. Karena kehilangan darah yang berlebihan, ditambah dengan terlalu sering suasana hatinya yang naik turun, Lina pun langsung jatuh sakit.
Lina kini diharuskan untuk berbaring di tempat tidur dan tidak diizinkan untuk beranjak dari tempat tidur, sampai dia pulih.
Saat ini Uriel yang tinggal di rumah untuk merawat Lina, dan Wiro sedang turun gunung untuk menjaga sayuran dan buah-buahan di kebun. Sedangkan Saga kembali ke area lumpur hisap sendirian, untuk mencari pakaiannya yang dia tinggalkan di sana. Sekaligus membersihkan tempat kejadian, agar jejak para utusan dari Kuil tidak bisa ditemukan.
Lina yang sedang berbaring di tempat tidur, tiba-tiba di dalam benaknya terdengar suara yang telah lama tidak terdengar.
"Ting Tong!"
"Sistem telah berhasil ditingkatkan!"
"Sekarang mall kristal secara resmi telah dibuka!"
Mendengar itu, tiba-tiba Lina langsung bersemangat.
"Bubu, akhirnya proses peningkatanmu telah selesai!"
Suara bertanya, "Apa itu Bubu?"
"Bubu adalah nama panggilanmu dariku. Jika kamu tidak suka, aku bisa memberimu nama panggilan lain, seperti Slamet atau Khatemi?"
Suara bertanya, "Anda memberi saya nama?"
"Apa kamu tidak ingin punya nama?"
Suara berkata, "Anda bisa memanggilku dengan sebutan Beb atau Soni."
"Sebutan Beb kebanyakan digunakan untuk menyebut sesorang yang di sayangi. Sedangkan Soni.." Nada suara Lina tiba-tiba menjadi sangat penuh arti.
"....." Suara dalam benak Lina terdiam beberapa saat dan memutuskan untuk mengalah. Suara dalam benak Lina kemudian berkata, "Anda sebaiknya memanggilku dengan sebutan Beb."
"Bah! Aku tidak ingin memanggilmu Beb. Apa kamu mau mengambil keuntungan dariku?"
"....." Suara dalam benak Lina terdiam.
__ADS_1
Lina menunggu sesaat, tapi tidak mendapat tanggapan. Lina yang tidak bisa menahan diri akhirnya pun berkata lagi, "Kenapa kamu tidak bicara? Kamu bisa mengobrol denganku. Sekarang aku sedang merasa sangat bosan."
"....." Suara dalam benak Lina masih tidak berbicara.
Sampai Lina bertanya tentang keistimewaan mall crystal, suara dalam benak Lina akhirnya terdengar lagi.
"Anda bisa menukarkan kristal dengan barang-barang yang ada di mall." Jawab Suara dalam benak Lina.
"Barang-barang apa saja yang ada di mall?" Tanya Lina.
"Anda sekarang masih berada di tingkatan yang lebih rendah dan hanya bisa menukar dua biji tumbuhan, biji bunga matahari dan biji kacang panjang." Jawab Suara dalam benak Lina.
Lina pun sangat terkejut.
"Aku tidak menyangka kalau di dunia ini aku bisa melihat bunga matahari dan kacang panjang!"
Kemudian Lina bertanya tentang harga dua jenis benih tersebut.
Suara menjawab, "Untuk menukar benih tanaman tersebut, anda hanya perlu menukarnya dengan kristal tingkat rendah."
Lina kemudian membeli benih-benih tersebut, dengan menggunakan banyak batu kristal tidak berwarna. Dia juga tidak tahu, apakah benih bunga matahari dan kacang panjang yang dia beli ini sama dengan yang ada di dunianya yang sebelumnya. Jadi untuk lebih amannya, dia hanya menukar sepuluh biji bunga matahari dan sepuluh biji kacang panjang.
Saat ini Wiro telah kembali dengan membawa sekantong besar ikan dan udang.
"Akibat hujan deras selama beberapa hari ini, telah membuat kolamnya penuh dengan air, dan banyak ikan dan udang yang keluar dari kolam. Aku menangkap beberapa ikan dan udang besar, semua yang masih berukuran kecil aku kembalikan ke dalam kolam."
Kemudian Uriel berkata, "Berarti hari ini kamu bisa makan ikan hot pot."
Lina memberikan dua puluh biji yang baru dia beli di mall kepada Wiro, dan menyuruhnya mencari dan menanam di tempat yang banyak terkena sinar matahari.
Saga yang telah menemukan pakaiannya juga sudah kembali.
Saat Lina melihat jubah yang Saga bawa, diapun bertanya, "Pakaianmu ini terbuat dari bahan apa?"
"Ini terbuat dari benang hiu. Apakah kamu menyukainya? Aku bisa merubahnya menjadi rok untuk kamu pakai." Jawab Saga.
Tapi Lina cepat-cepat melambaikan tangannya.
"Tidak, aku cuma ingin tahu saja."
Kemudian Lina memikirkan pakaian yang dikenakan oleh para Orc dari klan Bulu dan bertanya lagi, "Apakah pakaian yang di kenakan oleh para Orc klan Bulu juga terbuat dari benang hiu?"
Saga menjelaskan, "Tidak, evolusi keluarga klan Bulu dari bayi hingga dewasa, akan mengalami tiga kali pergantian bulu. Mereka mengumpulkan bulu-bulu mereka yang tanggal dan menenunnya menjadi mantel bulu, yang mereka jadikan pakaian seperti yang saat ini mereka kenakan. Dan juga, para Orc dari klan Bulu hanya memiliki satu mantel bulu sepanjang hidup mereka, jadi mereka menghargai pakaian mereka masing-masing."
"Oh.. Jadi begitu.."
...........
Lina selalu berada di rumah selama dua hari, dan akhirnya kini dia telah pulih sepenuhnya.
Uriel dan Saga bertanggung jawab atas kebun mereka. Sedangkan Wiro mulai melatih para Orc Serigala jantan dan meningkatkan efektivitas tempur mereka.
__ADS_1
Saat ini Lina sedang berjongkok di samping kebun, dia melihat bunga matahari dan kacang panjang yang ditanam kini telah bertunas, dengan daun berwarna hijaunya yang sangat cerah.
Kemudian Lina mengulurkan jarinya dan menyentuhnya. Daun kecil itu tampak segera bergetar, seolah-olah menanggapi sentuhannya.
Lina menemukan ranting bercabang, dia iseng menancapkan ranting itu di sisi tanaman kacang panjang, yang dia buat sebagai penyangga dari kayu, sehingga kacang panjangnya bisa tumbuh dan menggelantung pada ranting.
Beberapa hari yang lalu, hujan deras telah membanjiri banyak tempat. Untungnya area di sini relatif tinggi, dan dengan bantuan saluran air, kebun sayur dan pohon buah-buahan pun selamat. Sayangnya banyak bibit yang baru bertunas menjadi rusak. Uriel dan Saga mengambil bibit yang rusak dan membuangnya, lalu menaburkan lagi dengan benih yang baru.
...........
Tiga hari kemudian, adalah saatnya hari pasar kembali dibuka.
Saat Lina dan keluarga mengeluarkan buah-buahan dan sayuran, ada banyak Orc yang telah mengerubungi mereka.
Selain Orc Kelinci, ada banyak lagi dari ras lain, seperti Domba, Sapi, Babi, Rusa, bahkan Lina bisa melihat juga ada Kanguru!
Mereka semua datang untuk membeli sayuran dan buah-buahan.
Orc yang terakhir kali pernah membeli sayuran dan buah-buahan dari Lina, mengatakan bahwa rasanya sangat lezat, ketika mereka telah kembali dan mencicipinya. Sayangnya saat itu mereka tidak membeli banyak sayuran dan buah-buahan, sehingga yang waktu itu mereka beli pun segera habis dengan sangat cepat. Selama beberapa hari itu juga, mereka harus menahan n*fs* makan mereka yang rakus dan mencoba mencari tumbuhan herbal.
Begitu kios milik Lina dibuka, mereka pun segera menyerbu!
Bonny yang juga datang, mencoba yang terbaik saat berdesak-desakkan dari sekelompok Orc yang bertubuh besar dan kuat, dan segera berseru kepada Lina, "Aku! Ini aku! Aku ingin membeli kecambah kubis, rumput air manis dan buah-buahan manis!"
Orc lain yang ada di situ pun juga segera ikut berseru.
"Aku juga ingin membeli rumput air!"
"Aku ingin kacang manis dan buah harum segar!"
“Aku mau kecambah!"
"Aku duluan! Kamu harus jual kepadaku dulu!”
“Eh! Jelas-jelas aku yang duluan!”
Ada salah satu Orc Sapi yang ikut berseru, "Aku kesini hanya ingin melihat-lihat saja! Mooo.."
"EH?!" Kalau kamu tidak membeli, kenapa ikut berdesak-desakkan di sini?!"
"BUGH BUGH BRAK!"
Begitu mereka bertarung, Uriel segera menyebarkan aura intimidasi Binatang Buas Bintang Empatnya kepada mereka.
Banyak Orc segera merasa hatinya seperti tertekan, dan segera menghentikan perkelahian mereka, dan menutup mulut mereka.
Seketika itu juga suasana riuh dan kacau segera terhenti.
Kemudian Uriel berkata dengan nada yang biasa, namun masih tetap mengandung aura intimidasi bintang empat, yang membuat mereka yang mendengarnya menjadi merasa ketakutan, "Para Orc yang ingin membeli barang, silahkan berbaris. Jika ada yang berani memotong barisan atau membuat keributan, aku tidak akan keberatan menambahkan hidangan daging ekstra, untuk makan malam keluargaku hari ini."
Saat ini para Orc belum bereaksi apa-apa, mereka sedang merasa sangat takut untuk berbicara.
__ADS_1
Tetapi tidak dengan Bonny, dia adalah yang paling pintar.
Sebelum Orc lain bereaksi, dia sudah terlebih dulu menempati posisi pertama dalam barisan.