
Keluarga Jesi yang keluar makan diluar tanpa ada rasa khawatir bagi mereka. Setelah pembicaran yang tidak terduga mereka saling terikat oleh rasa kekeluargaan yang berbeda. Tapi di luar yang sudah ada musuh yang siap akan menyerang mereka berdua. Setelah serangan pertama yang gagal. Tapi akankah serangan kedua yang dikirimkan oleh Cita akan berhasil.
“Ma ayo segera pergi,”kata Roy.
“Iya tunggu sebentar mama mau mengambil dompet dulu,”kata Jesi yang masuk ke dalam kamar. Setelah mengambil dompet Jesi berjalan menuju ketiga anak mereka yang sudah menuggu diluar.”Maaf mama lama ya,”kata Jesi.”Tidak ma,”ucap Adi.
“Tapi melihat wajah kalian berdua tidak senang begitu,”kata Jesi.
“Kami lapar ma,”kata Rey. Mereka berempat segera masuk ke dalam mobil yang sudah mereka pesan. Mereka menuju restoran keluarga yang terdekat dengan supermarket. Dimana makanannya enak dan selalu menjadi langganan Jesi dan bersama putra mereka.
Perjalana menuju restoran keluarga berjalan damai dan tidak terjadi masalah. Sampai mereka berempat tidak terlalu waspada. Tapi berbeda dengan Adi yang merasa kalau ada bahaya yang akan datang. “Kita sudah sampai,”kata sopir. Jesi yang memberikan uang taksi dan ketiga putra mereka yang sudah keluar satu persatu. Adi yang bersama dengan kedua kakaknya sudah ada diluar dan Jes yang hendak keluar dari mobil.
“Kak, waspada, hati-hati tetap santai,”kat Adi. Roy dan Rey yang mendengar tahu apa yang diaktakan oleh Adi kalau ada yang tidak beres dengan suasana yang tenang dan sunyi yang mereka rasakan. Jeis yang sudah sampai menghampiri ketiga putranya.
“Ayo kita masuk,”kata Jesi. Mereka masuk ke dalam restoran yang sudah dipesan saat perjalanan mereka datang ke sini. Sampai di tempat kasir,”Maaf mbak kami sudah memesan tempat atas nama Jesi.”
Pelayan yang menjaga tempat kasir mengecek nama tersebut dan mengantarkan Jesi dan ketiga putranya ke tempat yang sudah dipesan. Di dalam ruangan mereka berempat duduk dan pelayan tadi mengantarkan mereka juga mencatata apa yang mereka pesan. Setelah sudah semua mereka pesan pelayan meninggalkan tempat. Sambil menuggu Roy berbincang dengan Jesi Rey dan Adi. Tapi Adi juga kadang bermain ponsel memberitahukan anak buahnya untuk berjaga di posko yang diberitahukan.
Tiga puluh menit mereka menuggu sambil berbincang makanan yang mereka pesan datang.”Akirnya datang juga makanannya,”kata Rey yang sudah lapar.
“Kalian,”kata Jesi yang merasa malu. “Kenapa ma kita sudah lapar,”kata Roy.
“Iya mama tahu kalian sudah lapar dan tidak bisa menahan lapar lagi. Tapi tunggu sampai semua pesenan sudah datang ya,”kata Jesi.
“Iya ma,”kata Rey. Adi yang sedang sibuk dengan ponselnya melihat mereka kelaparan hanya bisa menahan tawa.
“Adi kenapa kamu ketawa,”akat Roy.
__ADS_1
“Tidak ada hanya menuggu makanan tiba saja,”kata Adi. Setelah semua pesenan mereka datang mereka segera menikmati hidangan yang disiapakan oleh restoran langganan mereka. “Masakan di tempat ini masih saja enak,”kata Jesi yang menikmati makanannya.
“Iya makanan di sini enak,”kata Adi yang juga merasakan bumbu yang dicampurkan dalam setiap hidangan yang dibuat.
Setelah hidangan sudah dimakan oleh mereka. Tingga menikmati hidangan penutup yang baru saja datang. Malam yang nyaman dan enak mereka rasakan bersama. Selesai menikmatai hidangan semuanya Jesi melunasi semua hidangan yang mereka pesan. Dan pergi menuju supermarket dimana mereka harus belanja untuk isi kulkas yang sudah kosong.
“Sudah kenyang sekarang.Jika sudah waktunya berbelanja. Ayo pergi,”ucap Jesi dengan bahagia.
“Ayolah ma kita baru saja selesai masak kita harus menguras tenaga kita untuk belanja,”kata Rey.
“Jika tidak belanja kalian mau besok pagi kelaparan,”kata Jesi.
“Tidak,”ucap Rey. Mereka berempat berjalan menuju supermarket terdekat restoran keluarga yang baru mereka saja tinggalkan. Perjalanan menuju supermarket membutuhkan waktu sekitar setengah jam jika berjalan. Malam yang tadi sunyi sudah ramai penjalan kaki dimana malam mereka bisa pulang ke rumah bersantai dan ada juga yang berjualan makanan kecil. Sampai di supermarket mereka di bagi menjadi dua kelompok Jesi bersama dengan Rey. Roy bersama dengan Adi masing-masing membawa satu tas belanja dorong.
Setalah Roy diberikan catatan untuk membeli barang apa saja. Mereka berpisah untuk pergi ke rak bahan yang sudah tersedia.”Apa yang harus diberli kakak,”kata Adi yang membawa tas belanja dorong.
“Pertama kita pergi membeli susu,jus, buah, telur, makanan kecil,”ucap Roy. Mereka segera pergi membeli bahan yang sudah dituliskan. Sambil mencari Roy berkata kepada Adi.”Apa kamu tidak apa-apa Adi,”kata Roy.
“Aku tidak terluka jadi kakak tidak usah khawatir,”kata Adi saat Roy mengambil susu.
“Tapi tidak aku sangka saja wanita itu akan menyuruh orang untuk membunuh kamu. Apa lagi bukan saatnya dia khawatir melihat usia kamu yang belum tahu apa-apa bukan,”kata Roy.
“Itu juga yang membuat aku penasaran. Tapi kurasa dia ingin aku mati agar tidak mengganggu rencana dia kak,”kata Adi.
“Rencana apa yang kamu masukkan Adi. Apa yang wanita itu inginkan sampai mau melakukan itu,”kata Roy.
“Tidak tahu. Lebih baik selesaikan berbelanjanya dan berkumpul dengan mama dan Rey,”kata Adi yang merasa ada yang tidak beres dari tadi.
__ADS_1
“Tunggu Adi,”kata Roy yang melihat sesuatu dari jauh.’Ada apa kak?,”kata Adi yang melihat ke arah mata kakaknya tertuju. Adi yang melihat beberapa orang yang sama saat di taman tadi.”Kenapa mereka bisa ada di sini?,”kata Roy.
“Bukan mereka semua sudah ditangkap oleh polisi ya tadi,”kata Roy lagi.
“Kurasa mereka orang yang bebeda. Tapi mereka menuju kemana,”kata Adi.
“Kakak Mama dan Rey,”kata Adi kembali sadar dari lamunan singkat. Roy menatap tajam dan mengambil ponsel mencoba menghubungi Rey. “Ada apa kak?,”kata Rey lewat telepon.
“Apa kamu masih bersama dengan mama Rey,”kata Roy.
“Iya mama didepanku ada apa?,”kata Rey.
“Hati-hati ada orang yang tadi di taman di sini. Tetap waspada jaga mama. Kamu dimana sekarang kami akan kesana,”kata Roy.
“Ok, kami ada dirak bagian belakang tempat sayuran,”kata Rey yang menahan tangan mama setelah dia melihat orang yang sama di taman.
Jesi yang tidak tahu kenapa Rey menahan tangan Jesi. Tapi Jesi yang melihat wajah Rey yang serius haya bisa tetap bersama Rey. Saat telepon mereka sudah terputus ada seorang dari belakang yang merupakan anak buah dari paman penggemar datang.
“Kalian tidak apa-apa,”ucap anak buah tentara yang berjaga disekitar mereka. Rey yang menoleh dan sedikit waspada kepada orang dibelakangnya.”Tenang saja aku membantu kalian,”kata anak buah tentara.
Rey mengingat kembali wajah didepannya setelah dia mengingat dia bisa santai.”Ada apa Rey? Kenapa kamu terlihat gelisah, apa terjadi sesuatu. Lalu yang telepon tadi Roy bukan ada apa?,”kata Jesi yang ingin tahu.
“Mama tidak usah khawatir kakak dan Adi akan baik saja. Tadi kakak memberitahuku kalau orang yang sama persis ditaman ada di tempat ini. Kakak meminta aku untuk berhati-hati,”kata Rey menjelaskan.
“Tapi bagaimana bisa mereka ada disini bukan sudah dimasukkan penjara,”kata Jesi.
“Orang ini berbeda dari yang di taman,”kata anak buah tentara.
__ADS_1
“Jika seperti itu kita harus mencari kakak kamu dan Adi. Mereka mungkin saja dalam bahaya,”kata Jesi yang mulai gelisah.
“Mama tenang dulu, kakak dan adik akan baik saja. Jika ada paman tentara di sini mungkin saja kakak dan adik bersama mereka sekarang,”kata Rey.