
Jem dan Surya yang tidak curiga sedikitpun hanya bisa memanggil orang kepercayaannya untuk menjaga Mia. “Kami akan pergi tapi kamu harus tetap berjaga dan selalu menghubungi kami jika terjadi apa-apa,”kata Surya. Mia hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya sampai semua barang yang dibawa sudah di masukkan ke dalam mobil. Mia yang melihat Jem dan Surya yang sudah pergi meninggalkan Mia sendirian.
Mia menghirup udara yang ada dan menghembuskannya.”Beritahu semua orang yang berjaga untuk mengawasiku. Untuk meninggalkan pokso mereka dan tinggalkan tempat ini. Ini adalah perintah dari nona kalian. Cepat lalukan,”ucap Mia dengan tegas.
“Tapi nona kami tidak bisa melakukannya,”kata pengawal pengganti.
“Lalukan saja apa yang aku katakan. Aku yang akan bertanggung jawab,”ucap Mia. Pengawal pengganti yang tidak bisa melawan atasan mereka hanya bisa menyuruh semua anggota yang ada diposko untuk mundur.”Sampai kapan saya harus melakukannya,”kata pengawal pengganti.
“Sampai pagi datang,”kata Mia yang masuk ke dalam. Semua orang telah pergi dan hanya ada mata-mata dari pihak Cita yang masih ditempat dan beberapa orang yang tidak tahu siapa mereka. Mia masuk ke dalam kamar dan mengamankan barang yang akan dia bawa nanti jika apa yang dia lihat adalah kenyataan. Mia tidak tahu apa yang dia lihat adalah mimpi atau kenyataan. Tapi untuk mengurangi jumlah koran yang datang Mia hanya bisa menyuruh mereka pergi. ‘
Setelah kepergian Surya dan Jem. File yang dia tulis sudah dia pindahkan semua aset yang dia baru dapatkan sudah dia pindahkan. Mia yang berjalan ke arah pintu teras, hanya ada langit malam yang gelap tanpa cahaya. Mia tidak tahu apa yang dia lakukan akan bisa bertahan atau tidak. Sampai Mia melihat sosok yang tidak asing masuk ke halaman rumahnya.
Mia terdiam sambil melihat. Tapi wanita itu melihat Mia sambil tersenyum licik. Mia tidak tahu apa yang dikatakan dibawah sana. Mia hanya bisa menebak saja kalau wnaita itu adalah Cita yang datang. Dengan pergerakkan bibir Cita yang berkata,”Bakar tempat ini sampai hutan.”
Tidak lama kemudian Cita melihat ke arah Mia yang melihat dia dari atas.”Selamat tinggal Mia.” Mia hanya terdiam dan menghela nafas sampai Cita pergi dari hadapannya.
“Selamat tinggal, Apa kamu begitu benci dan ingin membunuhku Cita,”ucap Mia yang menatap lurus ke depan. Mia yang menatap lurus ke arah depan terlihat asap yang kemudian ada kobaran api. Mia yang melihat tadi saat lelang berlangung menjadi kenyataan.
__ADS_1
Mia yang tersenyum sambil memeluk si bayi di dalam perutnya. Mia yang sudah menyiapkan semuanya hanya menuggu waktu hingga dia bisa pergi dari tempat ini. Hati yang berkata,”Maaf ayah angkat, Jem dan Surya. Aku harus pergi.”
Di belakang Mia yang sudah ada teman 100 yang menuggu untuk pergi bersama dengan Mia.
“Apa kamu tidak apa-apa Mia?,”ucap teman 100. Mia hanya terdiam sampai kobaran api menelan semua apa yang ada dihadapanhya. Tidak membutuhkan waktu yang lama kobaran api itu mulai mendekar rumah Mia. Perlahan dan cepat dan pasti asap sudah sampai didekat Mia dengan kobaran api.
Mia yang menoleh dengan barang yang dia bawa berjalan menuju ke arah teman Mia ke-100. “Kita pergi sekarang,”ucap Mia. Teman 100 yang sudah mempersiapkan jalan pelarian yang tidak tahu akan digunakan pada waktu yang cepat. Mia yang ditemani 100 keluar dari rumah yang dia tinggali. Mia yang tidak tahu kalau tempat yang dia tinggali akan kebakar kedua kalinya.”Apa kamu sudah mencarikan pengganti diriku?,”ucap Mia.
“Kamu tidak usah khawatir,”kata teman 100.
“Apa perlu aku bicarakan ini kepada ayah angkat kamu dan teman yang lain,”kata teman 100.
“Masuklah kita akan pergi ke negara lain dan mengubah identitas kamu jika kamu mau,”ucap teman 100.
“Tidak usah sampai mengubah identitasku saja. Jika kamu sudah mencari pengganti untukku yang akan tinggal di vila kamu tidak usah khawatir kalau aku tidak aman lagi,”kata Mia.
“Kenapa kamu bisa yakin kalau kamu akan aman di negara yang baru kamu akan datangi,”kata teman 100.
__ADS_1
“Karena tempat itu adalah tempat yang bagus untuk sembunyi dengan nama yang asli,”kata Mia tersenyum dan duduk di dalam mobil. Teman 100 yang sudah ada disamping Mia hingga mobil melaju meninggalkan tempat dia berdiri.
Mia dan teman 100 pergi meninggalkan tempat dia bersama dengan Tomas. Untuk keamanan ayah angkat dia harus pergi dari tempat dia berada. Mia yang merasakan sedih dengan semua yang terjadi hanya bisa berterima kasih dalam hati. Karena Tomas mau mengangkat dirinya menjadi putrinya. Di perjalanan yang panjang Mia yang selalu melihat ke luar jendela mobil. Hingga mereka berdua sampai di tempat dimana Mia bisa pergi dari negara tersebut. Tapi Mia yang tidak tahu kalau setengah dari pengembarnya datang.
Mia hanya bisa tersenyum dan menundukan kepada mereka sambil berkata terima kasih. Mia masuk ke dalam pesawat yang akan membawa dia ke negara yang aman tanpa ada perkelahian dan kebencian dengan sumber daya yang ada dan berlimpah. “Apa kamu yakin tidak ingin aku temani pergi ke tempat itu,”ucap teman 100.
“Itu benar apa lagi kamu sedang hamil,”ucap teman 88.
“Aku akan baik-baik saja. kamu tidak usah khawatir,”ucap Mia yang berjalan masuk ke dalam pesawat. Mia yang tidak sadar kalau teman 10 menyelinap masuk ke dalam pesawat tanpa diketahui yang lain termasuk Mia sendiri. Mia yang sudah duduk di pesawat sampai pesawat lepas landas. Mia hanya bisa menatap keluar dengan tatapan sedih.
Hingga dia atas awan teman 10 berkata,”Kamu nekat juga pergi tanpa mereka.”Mia menoleh dan terkejut ada teman 10 tapi dia hanya tersenyum.
“Sejak kapan kamu ada di dalam pesawat,”kata Mia. “Itu tidak penting sejak kapan aku ada disini. Yang penting aku di sini untuk menjaga kamu, jika suatu saat nanti kamu dalam kondisi genting,”kata Teman 10.
“Aku tidak memikirkan itu,”ucap Mia.”Jelas kamu tidak memikirkan itu,”kata teman 10 yang menghela nafas.
“Jangan beritahu yang lain dimana aku akan tinggal dan bagaimana kondisi aku. Jika aku sudah waktunya aku akan izinkan kamu memberitahu mereka,”kata Mia.
__ADS_1
“Baiklah asalkan kamu mengizinkan aku tinggal bersama dengan kamu,”kata teman 10. Mia hanya tersenyum kepada teman 10. Teman 10 yang tahu senyuman Mia adalah setujuh membuat teman 10 merasa lega. Tapi Mia yang dalam kondisi tidak baik karena kepala Mia yang sakit dan sedikit buram hanya bisa menahan sampai dia melahirkan anak yang dia kandung.