
“Jadi kamu tidak tahu tentang apa yang dilakukan Adi saat malam hari. Jalan sendirian mencari mangsa,”ucap Sem.
“Tidak. Tapi bagaimana kamu bisa tahu, tentang apa yang dilakukan oleh Adi saat itu. kalian sudah kenal Adi pada usia kapan,”kata Progemer.
“4 tahun,”ucap Sem. “5 tahun,”kata yang lain.
“Jadi yang paling dulu itu adalah kamu Sem. Pantas saja kamu biasa saja saat kamu melaporkan hasil informasi,”kata Robin.
“Tepat aku juga sudah mengenal dia dalam kondisi tidak baik. Pada usia dia harus bermain tapi dia sudah membuat ekspresi wajah yang sedih dan dingin penuh guncangan,”kata Sem.
“Apa maksud kamu penuh guncangan?,”kata Progemer.
“Adi sudah tahu sebelum kalian datang tentang identitas dirinya. Aku juga pernah melihat anak ini dengan dingin membunuh preman pada usia itu juga,”ucap Sem.
“Tidak mungkin kamu tahu akan anak itu dengan mudah,”kata Mafia.
“Aku tahu karena pernah bertemu dengan dia saat aku menjalankan misiku. Saat itu Adi dan keluarga Jesi sedang berkunjung di camp militer saat TK. Malam itu aku yang sedang mencari tahu tentang putra tertua tentang anak dari komandan tertinggi. Adi melihat diriku, tapi anak itu dnegan santai memberitahukan kalau jalan yang aku lewati ada jebakan. Malah memberitahukan tentang jalan yang mudah dan tidak banyak pengawasnya,”kata Sem.
“Lalu lama kelamaan aku mencari tahu tentang dirinya sampai aku mengenala kalian kalau selalu menjaga Adi secara diam-diam. Tapi kenapa kalian tidak menjaga saat ada preman yang hendak membunuh dia pada malam dimana Adi pergi jalan-jalan sendirian. Itu yang aku pertanyakan kalian mengawasi atau hanya berpura-pura menjaga saja,”kata Sem.
“Kami tidak tahu kalau Adi pergi saat malam hari waktu itu. Karena kamera tidak menunjukan kalau Adi pergi dari kediamannya di rumah Jesi,”kata Progemer.
“Tapi bagaimana Adi bisa belajar menyabotase cctv,”ucap paman organisasi.
“Itu dia belajar secara otodidak. Kurasa anak itu sudah jenius dari kecil. Tapi anak itu penuh dengan penderitaan bukan sih,”ucap Sem.
“Itu benar juga. Tapi mau bagaimana lagi anak itu sudha pergi dulu tanpa ada sepatah kata dari dia,”kata Rabbit.
__ADS_1
“Kurasa tidak. Dai bukan sudah memeberikan pesan agar kita selalu rukun ya saat awal kalian tahu kondisi Adi,”kata Seta.
“Ohh iya. Tapi singkat banget,”ucap Robin. Mereka yang memandang ke arah lain karena perjalanan mereka yang sudah sampai akhir.”Apa itu pulau yang kalian maksudkan?,”paman mantan tahanan.
“Iya pulau dimana kita tinggal dan mendapatkan pelatihan dari Adi sebelum benar menjadi bagian dari anggota khusus,”kata Sem.
“Pelaihan apa yang kalian dapatkan dari anak umur 4 tahun saat itu,”ucap Progemer.
“Pelatihan yang bisa membuat kita semua menderita,”ucap Red.
Para paman penggemer hanya bisa terdiam saja melihat wajah dari anggota khusus. Tapi di tempat lain di makam Mia si putih yang muncul di hadapan mereka.
“Untuk apa kalian sedih, bukan kalian sudah mendapatkan kebahagiaan kalian,”ucap hawa aura Adi melalui si putih. Jordan yang mendengar suara yang tidak asing bersama dengan mereka berempat melihat ke arah si outih.
“Adi,”ucap Roy. Roy dan Rey hendak memeluk mereka tapi Cahya yang merasa kalau itu hanya hawa aura Adi saja menghalangi mereka berdua.
“Bukan mau menghentikan. Tapi lihatlah dengan seksama. Itu hanya hawa aura Adi saja yang memberikan sedikit informasi kepada kita.
“Apa?,”ucap Rey. Jordan hanay melihat bersama dengan Jesi.
”Kalian jangan menangis kalian sudah bisa tenang sekarang. Karena kalian akan bahagia dengan keluarga baru kalian. Aku baik saja jangan mencariku dimana aku berada. Karena aku juga sudah hidup bahaia. Semua apa yang aku lakukan sudah tercapak. Ayah maaf tidak bisa bersama dengan ayah. Rey, Roy, Cahya gantikan aku untuk menjaga ayah ya. selamat tinggal,”ucap Adi melalui si putih.
Si putih yang sudah menyampaikan pesan kembali dari makan dia berdiri. SI putih yang berlari menuju pulau dimana rumah dia berada. Sementara Jordan yang termurung di depan makan Mia. Jesi yang memeluk Jordan berkata,”Dia sudah pergi, jangan cari lagi. Lepaskan kepergian Adi sayang.”
Rey dan Roy yang kembali mengingat masa kecil mereka saat bersama.”Kenapa dia pergi dan tiak mau bertemu dengan kita,”ucap Rey.
“Seperti yang mereka katakan, untuk keselamatan kalian,”ucap Cahya.
__ADS_1
“Keselamatan kami kenapa?,kata Roy.
“Apa kalian tidak tahu organisasi black itu snagat kuat wilayahnya. Jika Adi tidak mempersiapkan semuanya dengan matang. Bisa saja kalian dalam bahaya sama kejadian hari ini. Apa kalian tidak sadar kalau ada pertempuran anatar dua kelompok di dekat pesta pernikahan orang tua kita,”kata Cahya.
“Aku merasakan saat itu. Tapi orang yang berjaga tidak menemukan apa-apa,”ucap Rey.
“Itu karena kelompok Adi dan paman penggemar yang sudah menyelesaikan kelompok tersebut,”kata Cahya.
“Tapi kamu tahu siapa yang ingin menyerang kita Cahya,”ucap Roy.
“Mereka adalah organisasi black yang sudah membunuh orang tua dari Mia dan orang dibalik Cita,”kata Cahya.
“Apa maksud kamu orang tua Mia dibunuh oleh mereka,”kata Jesi yang belum tahu infomasi itu.
“Jelas saja ibu tidak tahu. Karena informasi itu sangat disembunyikan dengan mengambing hitamkan Irma sebagai dalangnya,”kata Cahya.
“Bagaimana kamu bisa tahu banyak tentang organisasi Black Cahya?,”ucap Rey.
“Bagaimana aku bisa tahu, bukan bisa ditebak. Aku selama ini bersama siapa?,”kata Cahya.
Rey dan Roy terdiam hanya untuk sesaat karena hanya satu orang yang selalu bersama dengan Cahya adalah Cita. Setelah hari yang dimana semua tahu kalau Adi sudah berkorban untuk mereka dan menyembunyikan penyakitnya dengan batu kristal kehidupan.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Di tempat lain Adi yang ad adi pandang rumput sedang asik berbincang di pangkuan ibunya. Yang selalu di rindukan oleh Adi. Adi yang merasa tenang bersama dengan mereka. semua yang sudah lenyap sambutan hangat yang tidak bisa Adi rasakan. Kehangatan yang selalu saja membuat Adi ingin sekali dalam kehidupan ini. Tapi semua itu tidak bisa Adi rasakan, karena selam ini Adi hanya bisa membuat rencana untuk bisa menyelesaikan semua masalah yang menghadang dirinya.
Angit yang berhembus sejut. Aku berkumpul kembali dengan orang kekasihku yang selama ini aku rindukkan. Aku yang selalu kesepian karena tidak ada dirinya. Kini bisa berkumpul kembali di tempat ini. Setelah semua urusan selesai aku di jemput oleh bidadari dari surga. Ibu tercinta yang selalu menuggu diriku. Aku senang disaat terakhir aku menutup mata ibuku menjemputku pergi bersama dengan dirinya. Hari yang indah dimalam yang penuh dengan penderitaan. Aku memeluk dan berbincang bersama ibuku tercinta. Terima kasih kepada kalian semua yang selalu ada untukku.
__ADS_1
TAMAT