Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 21


__ADS_3

Mia yang masuk ke dalam mobil sementara Jordan masih berbicara dengan Ben.Tidak lama kemudia Jordan masuk ke dalam mobil.”Apa yang kalian bicarakan tadi,”kata Mia yang melihat ke arah Jordan.


“Tidak ada,”ucap Jordan. Mia yang tahu kalau pembicaraan itu akan membuat Jordan tidak senang tapi Mia yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi hanya bisa bertanya kepada Jordan. Atpi Jordan tidak mengatakan apa-apa. Sampai di Vila Mia keluar dari  mobil dan menuju kamarnya untuk menaruh barangnya.


“Kamu mau kenama?,”kata Jordan yang melihat Mia naik ke atas.”Mau menaruh barang ke kamar. Jika kamu lapar sebentar aku taruh barangnya dulu baru nanti aku masakan,”kata Mia.


“Tidak usah karena malam ini aku ingin keluar,”kata Jordan yang berwajah kesal. Setelah pembicaraan selesai Jordan pergi dari Vila. Mia yang melihat hanya bisa menghela nafas dan menaruh barangnya. Mia yang sudah menaruh barangnya hanya bisa termenung dan kembali mengingat apa yang dikatakan oleh Jordan saat dia di rumahnya.


“Kenapa dia menyalahkan aku,”kata Mia yang mengeluarjan buku diary. Buku diary yang tahu semua rasa sakit yang dimiliki Mia di curahkan dalam selembar buku kecil. Apa yang orang lain tidak tahu buku kecil yang selalu dibawa oleh Mia adalah penenang dirinya.


Setelah Mia menulis apa yang dia ingin tulis Mia menghapus air matanya dan mencoba tenang. Setelah hatinya tenang Mia turun ke dapur dimana dia bisa membuat makanan. Karena dia lapar dia hanya membuat makanan untuk satu porsi. Mia yang telah selesai dengan makanannya berjalan ke kamarnya dimana Mia mengisi waktunya untuk mencari uang.


Untuk obat yang harus dibeli oleh Mia. Mia yang tahu dirinya sakit hanya bisa melakukan apa yang dia bisa lakukan. Selama Jordan bahagia dengan menyiksa dirinya di tempat ini. Mia tidak masalah, cinta membuat kita rela melakukan apa saja. Di saat hati kita sendiri merasa sesak akan semua rasa yang dimiliki. Tapi Mia yang sudah tahu ini salah tapi dengan semua yang dia miliki akna diberikan kepda Jordan. Walaupun Jordan tidak menyukainya sampai waktunya tiba dia akan menyesal dengan apa yang dia lakukan.


Mia yang tidak ingin terus bersedih dia membuka laptopnya dan memulai mengetik satau kata demi kata untuk membuat novel. Mia yang tidak tahu apa editornya mengirim dia pesan apa tidak karena ponselnya sudah disita oleh Jordan.


Sementara di tempat lain Jordan yang bersama dengan temannya bermain di cafe. Sampa larut malam Jordan baru balik ke Vila. Jordan yang ingin masuk ke dalam kamar Mia yang sekarang sudha menjadi istrinya. Tapi dia masih belum melupakan Irma yang selalu bersamanya. Hingga pagi datang Mia yang sudah terbangun dari tidurnya sampai di selesai menyiapkan makanan. Mia tidak melihat Jordan ada di ruang makan.


“Apa dia belum kembali,”kata Mia yang keluar tapi di hadang oleh penjaga.

__ADS_1


“Kalian melihat Jordan,”kata Mia kepada mereka.


“Tuan muda bukan masih ada dikamar ya nona,”kata Penjaga. Mia yang sudah tahu langsung pergi ke atas menuju kamar Jordan. Di depan pintu kamar Jordan Mia mengetuk pintunya tapi tidak ada respon. Karena khawatir Mia memberanikan diri membuka pintunya dan melihat Jordan yang masih tertidur.


Tapi Mia yang melihat merasa ada yang aneh. Karena merasa tidak nyaman Mia berjalan masuk dan memanggil Jordan dengan lembuat. Tapi tidak ada respon sampai Mia menyentuh kulit Jordan yang pansa. Mia yang tekejut dengan tubuh Jordan yang panas dengan sigap dia mengambil pengukur suhu untuk Jordan.


Mia yang sudah mengambil pengukur suhu badan mulai memberikan kepada Jordan yang tubuhnya panas. Selesai dengan mengukut suhu badan Jordan Mia mengambil air dingin  untuk mengopres tubuh Jordan. Jordan yang tidak tahu kalau Mia yang merawat dia sampai panas di tubuh Jordan turun.


Mia yang sudah begadang hanya untuk menyembuhkan Jordan sampai di pagi hari Mia membuatkan bubur untuk Jordan makan. Mia yang masuk ke dalam dan menaruh bubur di lemari kecil dekat kasur Jordan. Tapi saat Jordan yang terbangun melihat Mia yang ada di kamarnya langsung marah dan melempar bubur yang masih panas di hadap Mia.


“Cepat keluar aku tidak mengizinkan kamu masuk ke kamarku. Cepat keluar wanita pembawa sial,”ucap Jordan setelah melempar bubur yang dibuat oleh Mia.


Mia yang mencoba tersenyum hanya berkata,”Tidak apa-apa.” Mia yang sudah meredahkan ras panas di wajahnya dan sudah membalut luka yang terkena piring. Mia yang sudah membalut luka di kepalanya sampai dia selesai dengan masakannya Jordan keluar dengan wajah kesalnya. Mia yang tidak bisa berkata apa-apa hanya terdiam. Sampai Jordan duduk dan memakan semua masakan Mia. Selesai makan Jordan langsung pergi tanpa melihat Mia sedikitpun.


Jordan yang tidak perduli dengan luka yang didapatkan oleh Mia pergi begitu saja. Mia yang ingin menangis hanya bisa menaha rasa sakit itu. sampai Bibi berkata,”Nona sebagaiknya segera istirahat. Luka yang ada dapatkan itu pasti sangat sakit.”


“Tidak kok bibi aku akan menyelesaikan semuanya baru nanti aku akan istirahat,”ucap Mia yang lemas. Mia yang sudah selesai masuk ke kamar untuk istirahta tapi dia tidak bisa karena dia harus mencari uang untuk obatnya.


Sementara Bibi yang melihat semuanya merasa kasihan dengan Mia yang sudah tidak diperhatikan oleh tuan muda. “Nona Mia yang kasihan, dia harus bersama dengan tuan muda yang tidak suka dengan dia hana karena permintaan nona Irma. Sampai kapan tuan muda tahu siapa yang tulus mencintainya dan siapa yang membohonginya,”kata bibi yang merasa kasihan dengan keduanya.

__ADS_1


Di dalam kamar Mia yang mencoret kertas untuk membuat desain baju. Karena perlengkapan menjahit sudah dibawa oleh Mia. Jadi Mia bisa mencari uang walaupun dia dikurung oleh Jordan. Tapi Mia yang sedang sibuk sampai dia mimisan dan darah yang jatuh darai hidungnya turun mengenai gambar Mia.


Mia yang melihat ke atas sambil menahan darah yang ada di hidungnya. Mia yang mencari tisu didekatnya baru bisa menghentikan mimisan Mia.”Kenapa aku mimisan lagi,”ucap Mia yang melihat tanggalan.


“Sudah jadwal aku kontrol,”ucap Mia.”Tapi bagaimana aku bisa keluar dari rumah ini ya,”ucap Mia sambil berpikir. Mia yang masih berpikir mendengar suara ketukan pintu.”Siapa,”ucap Mia.


“Ini saya nona, bibi,”kata bibi dari luar pintu. Mia yang berjalan keluar membukakan pintu setelah mimisan Mia sudah berhentia.


“Ada apa bi,”kata Mia.


“Nona Mia belum makan bukan, bibi bawakan makanan untuk nona Mia,”ucap Bibi.


“Terima kasih bi,”kata Mia. Mia yang mengulurkan tangannya sampai dia memiliki ide saat bibi di depannya.


“Bibi besok mau belanja keperluan dapur tidak ya,”kaa Mia yang berhati-hati.


“Iya nona tapi ada apa ya.Mungkin bibi bisa bantu belikan keperluan nona Mia,”kata bibi yang memberikan usul.


“Begini bibi, besok aku ingin bertemu dengan teman saya. Tapi tidak mendapatkan Izin dari Jordan. Aku ingin keluar bersama bibi bisa agar di izin kan oleh Jordan,”kata Mia yang berharap.

__ADS_1


__ADS_2