Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 33


__ADS_3

Mia yang di rumah sakit menuggu hasil ronsennya. Tapi saat meliha sekitarnya Meri sempatkan untuk memeriksa kondisi tubuhnya yang mengalami perubahan. Tapi Tomas yang sudah kembali melihat Mia yang sedang berjalan kelur dan menuju ruang lain. Tomas yang ingin tahu mengikutinya dari belakang apa yang dilakukan oleh Mia.


Mia yang sudah masuk ke dalam satu ruangan yang terrulis ruang konsultasi.Tomas yang menuggu di luar runangan sampai Mia keluar. Tapi di dalam ruangan Mia yang berkonsultasi kalau ada perubahan pada tubuhnya. Setelah diperiksa oleh dokter wanita dan sudah  memeriksa. Hasil yang di tunggu  sudah keluar. Bahwa dokter wanita yang memeriksa Mia memberitahukan kalau Mia hamil dan sudah mencapai satu minggu.


Mia yang mendengarnya merasa terkejut dengan apa yang dikatakan kalau Mia hamil sudah satu minggu. Mia berpikir siapa ayah dari bayi yang belum lahir ini. setelah Mia berpikir hanya satu orang yang menyentuh Mia yaitu adalah Jordan. Mia yang senang atau sedih kalau anak yang dia kandung adalah anak Jordan.


Mia yang keluar setelah dia memeriksa kondisinya. Mia yang berjalan keluar melihat Tomas yang sudah menuggu. Tomas yang melihat raut wajah Mia hanya bertanya,”Apa terjadi sesuatu Mia?.”


Mia melihat ke arah suara dan nampak Tomas di sampingnya.”Tomas kenapa kamu bisa ada di sini?,”ucap Mia yang tidak sadar kalau dia di ikuti oleh Tomas sampai di ruang konsultasi.


“Aku mengikuti kamu sampai ke sini setelah melihat kamu keluar dari ruangan. Tapi kenapa dengan wajah kamu,”kata Tomas yang mencari tahu. Tomas dan Mia yang kembali ke ruangan dimana mereka berdua sudah di tunggu oleh dokter. “Mia kamu dari mana saja, hasil sudah keluar,”kata dokter yang hendak memberitahukan hasilnya.


“Bagaimana hasilnya dok,”kata Tomas.


“Saya akan memberitahukan kalau Mia harus melakukan perawatan lagi. Karena amsih ada sisa kangker yang masih belum diangkat dna itu menyebabkan Mia mengalami pusing. Di tambah lagis aya mendapatkan hasil lain kalau Mia hamil. Saran dari saya kalua Mia sebaiknya menggugurkan anak yang dia kandung dengan kondisi Mia yang tidak stabil akan memperburuk kondisinya,”kat Dokter.


“Kenapa aku harus menggugurkannya apa tidak ada cara yang lain,”kata Mia.


“Karena kondisi kamu tidak memungkinkan tapi jika kamu masih ingin melahirkannya itu sangat berat bagi kondisi tubuh kamu. Anda pasti sudah tahu kondisi tubuh kamu yang sudah menurun setelah anda jatuh dari pesawat dan harus menahan rasa dingin di laut.,”kata Dokter.

__ADS_1


“Apa tidak ada cara lain aku akan tetap melahirkannya walaupun nyawaku yang ditaruhkan,”kata Mia.


Dokter dan Tomas yang saling memandang satu sama lain.”Mi apa kamu yakin dengan pilihan kamu,”kata Tomas.


“Iya karena ini satu anak yang bisa aku peluk di saat semua orang pergi dan meninggalkanku,”kata Mia sambil memeluk perutnya.


“Bagaimana dok,”ucap Tomas. Dokter yang tidak bisa berkata hanya bisa menjawab,”Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Tapi anda harus tetap kontrol untuk melihat perkemabangan kondisi tubuh kamu dan penyakit kamu.”Mia hanya menganggukan kepalanya.


Selesai dengan pemeriksaan dokter meresepkan obat untuk Mia. Tomas yang membayar semua biaya rumah sakit. Tapi Mia yang melihat merasa tidak enak dengan bnatuan Tomas. Sampai Mia berkata kalau dia akan membayar semua kebaikan Tomas jika dia sudah membaik. Tomas hanya bisa menerima tapi dengan syarat kalua Mia tidak boleh terlalu memaksa untuk membayar.


Mia hanya tersenyum saja, sampai di depan rumah sakit Tomas masih berpikir siapa ayah dari anak yang dikandung oleh Mia. Sampai Mia tidak mau menggugurkannya. “Siapa ayah dari anak yang kamu kandung Mia?,”kata Tomas yang ingin tahu.


“Apa? Bukan dia orang jahat yang selalu menyiksa kamu. Kenapa kamu tidak menggugurkanna saja, dari pada kamu menderita lagi,”kata Tomas yang tidak suka.


“Aku melakukannya karena ini dia tidak bersalah. Yang bersalah adalah kami bukan anak yang baru saja akan menjalankan kehidupan yang baru ini,”kata Mia yang masih memeluk perutnya dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya. Tomas yang melihat hanya bisa memeluk Mia karena Tomas sudah menganggap Mia sebagai anaknya sendiri.


“Kita pergi sekarang,”ucap Tomas mengganti suasana hari itu. Mia dan Tomas yang masuk ke dalam mobil dan pergi ke vila dimana Mia akan tinggal. Di perjalanan menuju vila tanpa mereka sadari kalau ada orang lain yang mengikuti mereka.


Tomas yang menyadari itu mengubah rute perjalanan menuju vila. Meri yang melihat itu merasa aneh dengan perjalanan mereka melihat ke belakang. Mia yang melihat ada mobil yang mengikuti mereka berdua.

__ADS_1


“Tomas siapa mereka kenapa kita di ikuti,”kata Mia yang bertanya kepada Tomas yang sedang mengemudikan mobilnya. “Aku tidak tahu, siapa mereka kita akan pergi ke markas terlebih dahulu untuk mencegah mereka mengikuti kita. Kamu tidak masalah bukan,”kata Tomas.


“Tidak,”ucap Mia yang sadar kalau ada yang tidak beres dengan mereka. Mia yang sedang mencoba tenang karena kondisi dia tidak baik untuk si bayi. Tomas yang melaju kencang mencoba menghindar dari mobil mengikuti. Tapi mereka masih keras kepala tetap mengikuti sampai mobil mereka masuk ke dalam markas militer. Mobil yang mereka ikuti berhenti dan mulai menjauh.


Di dalam markas Tomas dan Mia turun dari mobil. Dan anak buah Tomas menyambut mereka berdua.”Ketua kenapa anda kembali ke sini lagi,”kata anak buah Tomas.


“Kita di ikuti aku ingin kalian mencari tahu siapa yang mengikuti kami berdua,”kata Tomas. Setelah mereka mendapatkan perintah mereka mencari informasi siapa mereka yang mengikut. Sementara Mia dan Tomas harus tinggal di markas.”Apa mereka orang yang sama saat anda di tembak,”kata Mia yang menebak.


“Aku tidak tahu karena musuh bapak sangat banyak,”ucap Tomas.”Pantas saja,”kata Mia.


“Apa kamu tidak takut dengan bapak yang memiliki musuh banyak,”kata Tomas. Mia hanya tersenyum sambil melihat ke langit. “Untuk apa takut. Aku juga memiliki ornag yang selalu menganggu aku. Bukan kita sama,”ucap Mia yang menghibur.


“Kita masuk dulu baru kita lanjutkan bicaranya,”kata Tomas.


Merake berdua masuk ke dalam ruangan dimana Mia bisa duduk melepaskan semua ketegangan yang dia rasakan. Tomas yang awalnya tidak ingin memberitahukan kepada Mia. Tapi melihat Mia yang seperti itu membuat Tomas tidak bisa berbohong atau menyembunyikan sesuatu.


Mia yang melihatnya hanya bisa menatap ke arah Tomas.”Kenapa dengan kamu Tomas,”ucap Mia yang melihat.


“Ada suatu hal yang ingin aku jelakan kepada kamu. Tapi melihat kondisi kamu yang belum pulih aku tidka bisa memberitahukan kamu. Jika kamu mau bersabar menuggu sampai kondisi kamu benar pulih saya akan memberitahu kebenaran soal kecelakaan yang terjadi oleh orang tua kamu dan kecelakaan yang terjadi pada pesawat yang kamu naiki,”kata Tomas.

__ADS_1


Mia hanya terdiam mendenganya dan menebak kalau semua ini ada seorang yang tidak suka dengan dia. Karena aku mengetaui suatu rahasia orang itu. Tapi Mia yang tidak tahu siapa dia hanya bisa menjuahi yang bisa dia jauhi agar dia bisa bertahan di tempat itu. Tapi sekarang orang itu datang dan mencari nyawaku.”Tapi kenapa siapa dia sebenarnya?,”ucap hati Mia.


__ADS_2