Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 36


__ADS_3

Jordan yang melihat bukti yang diberikan oleh Ben. Jordan yang masih tidak percaya dengan apa yang ada di layar ponsel Ben.”Ini tidak mungkin, kamu pasti salah. Iram tidak akan melakukan itu,”ucap Jordan yang tidak terima.


“Aku tahu kalau kamu masih tidak percaya dengan apa yang kamu lihat. Tapi kamu harus tahu Mia yang menolong kamu dan memberikan obat itu lewat anak kecil. Karena Mia tahu kalau kamu tidka ingin bertemu dengan dia. Makanya sebisa Mia dia menghindari kamu sampai kamu datang ke rumah. Aku juga tidak tahu tahu bagaimana kalian bisa menikah,”kata Ben.


Jordan yang mendengar kata Ben masih tidak percaya sampai Petra berkata kepada Jordan. Kalau Mia sudah sakit saat dia dua SMA. Di saat dia kehilangan orang tuanya dan orang yang dia sukai tidak menginginkan dirinya. Dengan berbagai pikiran yang membuat Mia bisa sakit. Gejala awal tidka terlihat karena kesibukan Mia. Tapi waktu terus berjalan sampai Mia datang karen sakit di kepalanya sudah tidak tertahan.


Pada saat itulah Mia dan Petra bertemu. Awalnya biasa saja Petra yang masih santai dengan Mia karena dia menjadi pasiennya. Tapi lama kelamaan Petra merasa kasihan dengan Mia dan mencari tahu siapa orang tuanya. Karena dia selalu sendirian datang ke rumah sakit hanya untuk kontrol.


Tapi setelah Petra bertanya dimana orang tuanya dia baru tahu kalau orang tuanya sudah tiada. Mia yang hidup sendirian dan berusaha mencari uang untuk melunasi obat yang dia beli. “Kamu tahu tidak bagaimana perjuangan Mia selama ini,”kata Petra.


“Apa kamu sebagai suami sudah memenuhi kebutuhan dia,”kata Petra lagi.


“Kamu saja tidak tahu.  Apa lagi aku sangat terkejut saat dia datang dengan luka diwajahnya apa itu juga ulah kamu. Jordan tidak aku sangka kamu melakukan pada wanita yang baik menjaga kamu dibalas dengan penghianatan kamu dan menyakitinya. Sebaiknya kamu pergi saja dengan ornag yang kamu kagumi itu sampai kamu lupa dunia,”kata Petra.


Jordan yang kembali mengingat waktu dimana Mia sakit dia paksa untuk membuat makan malam. tidak hanya itu saja Jordan yang juga ingat saat Mia yang merawat dia. Tapi Jordan yang melempar bubur buatan Mia ke wajahnya.


Jordan yang tidak tahu kalua saat dia kelua adalah untuk memeriksa penyakitnya. Tapi saat itu juga Jordan tidak memberikan uang untuk Mia yang sebagai Istrinya. Jordan yang melihat ke tas langit dinding kemudian melihat mereka berdua yang ada didepannya.


“Lalu kenapa Mia tidak memberitahukan kalau dia sedang sakit atau melawan,”ucap Jordan.

__ADS_1


“Dengan sikap itu percuma saja Mia mengatakannya kamu juga tidak akan mendengarnya dengan baik bukan,”kata Petra.


“Itu benar Mia yang mengingkan kamu tidak tahu. Karena dia tidak ingin kamu sakit hati,”ucap Ben.


Jordan yang mencoba mencari dari ingatan masa lalu dia bersama dengan Mia. Tapi yang dia lihat adalah kekejaman Jordan yang menindang Mia. Mia yang saat dikurungan dia hukum dengan air dingin di kamar mandi. Jordan yang tahu Mia sakit terus memaksa Mia untuk bekerja.


Sampai Jordan yang membawa wanita lain dan dia marah karena wanita yang dia sentuh terluka. Jordan langsung menyeret dan menghukumnya. Jordan yang mengingat semuanya tidak manusia membuat merasa dia menyesal dan ingin segera bertemu dengan Mia.


Ben dan Petra yang tahu kalau Jordan sudah menyesal atas perbuatannya dengan raut wajahnya. Tapi penyesalan itu sudha terlambat untuk Jordan karena Mia sudah tiada karena kecelakaan pesawat.


“Dimana Mia sekarang?,”kata Jordan.


“Untuk apa kamu ingin tahu dimana Mia,”kata Petra.


“Penyesalan kamu tidak ada gunanya Jordan,”kata Ben. “Apa maksud kamu Ben. Aku tahu kalau aku sudah salah menilai Mia. Tapi tolong berikan aku satu kesempatan untuk bertemu dengan dia. Sekarang Mia ada dimana,”kata Jordan yang ingin tahu dimana Mia.


Tapi Ben dan Petra saling melihat dan menghela nafas. Jordan yang melihat wajah mereka terlihat sedih membuat Jordan gelisah dan khawatir.”Apa yang sedang kalian sembunyikan di mana Mia?,”kata Jordan yang mencari Mia.


Tapi lagi-lagi Petra dan Ben hanya terdiam dengan raut wajah yang sedih.”Kenapa kalian diam saja cepat jawab,”kata Jordan yang sedikit kesal dan marah sampai menaikan suaranya.

__ADS_1


“Kami tidak ingin menyembunyikan Mia dari kamu Jordan hanya saja,”kata Petar yang terdiam.


“Hanya saja apa,”akat Jordan yang menuggu jawaban mereka berdua. Ben yang menghempuskan angin melihat ke arah Jordan,”Kamu ingin tahu dimana Mia.”


Mata Ben yang melihat ke langit sambil berkata,”Mia ada di atas sana.” Jordan yang melihat tatapan Ben ke atas dan ucapan dia yang membuat Jordan tidak ingin mengakuinya. Karena masih tidka percaya Jordan melihta ke arah Petra.


“Apa yang dikatakan Ben itu benar. Mia sudah meninggal karena kecelakaan pesawat kejadian yang sama dengan orang tuanya,”kata Petra yang sedikit menjelaskan kondisi Mia sekarang yang sudah meninggal.


Jordan yang tidak percaya dengan ucapan mereka berdua hanya berkata lagi.”Dimana Mia?,”ucap Jordan dengan suara kecil.


“Aku sudah bilang bukan, penyesalan kamu sudah terlambat. Mia sudah menyusul orang tuanya,”kata Ben.


“Tidak. Aku masih yakin kalau Mia masih hidup,”kata Jordan yang tidak mempercayai ucapan Ben dan Petra. Sampai Petra memberikan tiket penerbangan Mia setelah dia operasi pengangkatan kangker di otaknya. Petra yang juga menunjukkan daftar korban kecelakaan pesawat yang jatuh ke laut.


Jordan yang melihat bukti yang diberikan Petra merasa terkejut dan menghubungi bendara yang dinaiki oleh Mia untuk mencari kebenarannya. Tapi setelah mendapatkan kebenaran itu Jordan merasa seperti disambar petir yang sangat keras yang menusuk dihatinya paling dalam. Jordan yang menahan air matanya setelah mendengar kabar itu bejalan keluar dan meninggalkan Ben dan Petra.


Petra dan Ben yang melihata Jordan yang terpukul dengan kematian Mia hanya bisa terdiam. “Inilah takdir yang memisahkan mereka berdua. Yang satu setia sampai akhir dan yang satu menyesal seumur hidup karena tidak melakukan dengan baik,”ucpa Petra.


“Iya inidalh yang terbaik untuk mereka berdua. Tapi aku melihat Jordan aku merasa kasian dengannya,”kata Ben yang menjadi temannya dulu.

__ADS_1


“Kasian melihat dia, tapi itu pantas menjadi hukuman untuknya karena telah menyiksa Mia bukan,”kata Petra. Ben yang mendengarnya hanya bisa menyetujui ucapan Petra. Sementara Jordan yang bersama dengan sopirnya pulang ke vila. Dengan tatapan kosong Jordan yang masih mencari tahu keberadaan Mia tapi hasil yang dia dapatkan adalah nihil. Kalau Mia benar sudah tidak ada, penyesalan Jordan yang sudah menyiakan Mia dan melakukan hal yang buruk. Sementara Mia berusaha untuk hidup karena dia sendirian. Jordan yang sudah tahu semua kebenaran itu merasa terpukul seperti tersambar petir.


Tepat saat hati Jordan yang sedang dilandang kesedihan hujan turun membasahi jalan. Sampai di depan Vila Jordan langsung turun tanpa menuggu pelayan membawakan payung. Jordan yang berjalan masuk ke dalam vila dengan jalan yang tergenang air hujan. Membasahi wajah Jordna yang penuh dengan tatapan kosong.”Apa ini hukuman untukku?,”ucap Jordan yang berhenti di tengah hujan yang deras.


__ADS_2