
Tomas yang singgah sebentar untuk bertemu putri angkatnya harus berpisah kembali. Karena mata-mata yang menyusup ke pihak musuh di telah dibunuh. Mia yang hanya bisa berbincang sebentar melepaskan lepergian Tomas yang harus menjalankan tugas. Malam pun tiba Mia yang harus istirahat menutup matanya. Hingga pagi datang Mia terbangun seperti biasanya, tapi tidak tahu kenapa ada yang aneh dengan tubuhnya.
Mia yang bangun dari tempat tidurnya merasa tubuhnya lemas sekali dan tidak bertenaga. Mia yang bingung hanya bisa duduk sebentar. Sampai Mia memiliki tenaga untuk bangkit dari duduknya. Mia menghela nafas sampai dia merahi ponsel di atas meja. Mia yang melihat di layar ponselnya ada pesan masuk dari mata-mata yang dia kirim. Mia membuka pesan itu dan melihat yang dikirim adalah file tentang kondisi Jordan dan Cita.
Tapi Mia yang melihat itu hanya bingung saja.”Kenapa Jordan tidak mencari orang tuanya?,”ucap Mia yang masih duduk dilantai. Samapi Mia merasakan kalau dia memiliki tenaga dibagian kaki. Mai mencoba berdiri dan bisa langsung duduk di kasur kembali. Mia kembali membaca file yang dikirim, hingga dia mendapatkan sesuatu obrolan Cita dengan Jordan. Obrolan itu yang berisi nasehat agar jordan tidak mencari orang tuanya. Karena mungkin saja mereka sudah tiada. Mia yang mendengar itu merasa syok.”Kenapa dia berkata seperti itu, bukan mendukung agar dia tetap semangat mencari orang tuanya. Tapi Cita menyuruh tidak mencari. Apa yang dipikirkan Cita sebenarnya?,”kata Mia dalam hati kecilnya.
Mia kembali memcaba sampai di satu obrolan Cita berbicara dengan orang lain yang Mia tidak tahu karena obrolan itu lewat ponsel.”Siapa yang dia ajak bicara?,”kata Mia dalam hati lagi. Mia mendengarkan obrolan itu sampai membuat Mia merasa kalau Cita sudah melewati batas. Karena obrolan itu yang berisi untuk menemukan orang tua bangka yang dimaksud adalah keluarga purwakarta yang masih selamat dari pembantaian. Yang dikirim oleh Cita.”Tidak habis pikir dia akan melakukan semua itu,”kata Mia dengan suara kecil.
Mia yang telah selesai membaca semua file dan mendapatkan pesan baru dari editor. Kalau dia menerima naskah novel yang dia kirim. Mia sangat senang dengan kabar yang tidak terduga itu. Karena novel yang dia buat akan dicetak. Mia yang tidak tahu akan laku atau tidak novel yang dia kirim kepada editornya. Mia menaru ponselnya dan menengok ke belakang melihat cahaya matahari pagi hari masuk ke dalam kamarnya.
Tapi pikiran Mia yang tidak tahu ada dimana dengan kondisi tubuhnya yang mulai menurun. Mia hanya bisa berharap kalau tubuhnya bisa bertahan sampai akhir. Mia yang sudah memulihkan tenaganya mulai berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sementara di tempat lain Tomas yang kembali AS untuk menyelesaikan tugas bertemu dengan teman Mia 5.”Kita bertemu kembali,”ucap Tomas.
“Tentu saja bukan aku sudah bilang aku akan membantu kamu membantai mereka jika kamu setuju,”kata teman 5.
“Teman kamu yang satunya ada dimana aku tidak melihatnya,”kata Tomas.
“Dia sedang jalan-jalan karena ada urusan yang harus dia lakukan. Kamu tidak usah khawatir dengan Mia dia akan baik-baik saja,”kata Teman 5.
__ADS_1
“Sebenarnya kalian siapa, sampai kamu membantu kami dan apa hubungan kamu dengan Mia sebenarnya,”kata Tomas.
“Sudah aku katakan kamu tidak perluh tahu kami sama. Karena tujuan kami sama,”kata teman 5.
“Lalu apa yang ingin kalian lakukan jika sudah menemukannya,”kata Tomas.
“Menurut kamu kami ingin apa dari mereka yang mengganggu Mia,”kata teman 5 dengan tatapan dingin ke arah Tomas. Tomas yang menyadari itu merasakan kebencian yang teman 5 sembunyikan. Karena sudang mengusik Mia. Tapi Tomas yang berpikir apakah Mia tahu semua ini.
Teman 5 yang melihat Tomas hanya bisa berkata,”Kamu tidak usah khawatir Mia belum tahu soal aku menghancurkan musuh yang datang sekarang.” Tomas terdiam karena apa yang dikatakan teman 5 membuat dia tercengak karena barusan Tomas berpikir apa Mia sudah tahu dan jawaban teman 5 juga sangat pas.
“Apa kamu membaca pikiranku?,”kata Tomas.
“Siapa juga yang membaca pikiran kamu, aku hanya melihat dari raut wajah kamu saja,”kata Teman 5. Tomas terdiam dan tidak berkata sampai mereka sampai di tempat perkumpulan. Tomas yang dikejutkan dengan teman Mia 22 yang lain yang sudah ada di tempat perkumpulan. Teman 5 yang tidak terkjut dengan kedatangan teman 22 hanya bisa terdiam dan menghampirinya.
“Sudah dari tadi sebelum kalian belum datang,”kata teman 22 dengan santai. Tomas yang melihat ke arah rekan dia yang ada di tempat. Respons yang diberikan adalah iya dengan kepala mereka mendunduk ke bawah. Tomas kembali melihat ke arah mereka berdua. Sampai teman 22 berkata,”Apa persiapkan kalian sudah siap?.”
“Semua sudah siap kamu kalian yakin ingin melakukan seperti yang direncanakan,”kata Tomas yang sedikit bimbang.
Tapi tatapan teman 5 dan teman 22 hanya santai tanpa berkata apa-apa. Tomas yang melihat itu hanya bisa membantu dibagian akhir saja. sampai semua dibereskan, tapi melihat mereka berdua yang santai.”Apa kalian memiliki rencana lain?,”kata Tomas.
__ADS_1
“Rencana apa yang kamu maksudkan,”kata teman 22.
“itu benar, kami hanya akan membereskan bagian dalam saja dan menyelesaikan dengan cepat. Dan kalian hanya bisa menyelesaikan bagian akhir saja dan kami bebas dari pengamat yang memantau,”kata teman 22.
“Apa hanya itu saja, tapi bukan itu rencana yang sudah disepakati,”kata Tomas.
“Memang benar kita menggunakan rencana yang sudah disepakati, tidak ada perubahan,”kata teman 22.
“Apa kalian mengira kita memiliki rencana lain begitu,”kata teman 5. Tomas hanya menghela nafas saja sampai teman 5 dan 22 pergi meninggalkan tempat pertemuan. Setelah semua pergi ke tempat mereka masing-masing Tomas yang bersama dengan rekannya menuju tempat yang disepakati. Teman 5 dan 22 yang menuju tempat dimana mereka bisa melampiaskan amarahnya.
“Kamu yakin dengan semua ini, bisa membantu Mia,”kata teman 5.
“Kenapa kamu tanya seperti itu, bukan kamu juga sama saja hanya ingin balas dendam dengan mereka yang sudah membuat Mia menderita,”kata teman 22.
“Kamu kira aku tidak punya perasaan. Tapi yang lebih buruk itu Cita itu, wanita rubah dengan wajah iblis. Yang ingin nyawa orang lain,”kata teman 5.
“Bukan kamu sama saja juga pembunuh rekan kamu,”kata teman 22.
“Beda cerita itu, kamu tidak tahu kalau rekanku itu penghianat. Makanya pantas untuk mereka dibunuh. Tapi beda kalau Mia,”kata Teman 5.
__ADS_1
“Apa yang kamu katakan ada benarnya juga. Tapi tidak disangka kalau orang yang disuruh oleh Cita adalah seorang tentara bayaran, mata-mata negara lain, dan mantan tentara”ucap Teman 22.
“Tidak ada yang tahu sifa semuanya,”kata teman 5 yang menghentiakan langkah kakinya.