Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 124


__ADS_3

Bus yang mulai akan melaju meninggalkan musemum dunia. Adi yang melihat dari jauh mobil hitam mengikuti bus mereka. Adi yang tidak curiga dengan mobil itu hanya bisa terdiam diri. Selesai kunjungan di musem mereka akan pergi ke sebuat pertanian untuk mengenal berbagai macam jenis sayuran dan buah. Bagaimana proses penanaman dan mengelolah tamanan di pertanian?.


Tapi sebelum itu mereka akan pergi untuk istirahat yang dekat dengan lokasi mereka akan pergi. DI perjalanan mereka yang damai dan panjang. Adi yang mencoba tertidur mendapatkan pesan darai pengawas yang menjaga dia. Kalau ada dua mobil yang mengikuti mereka satu paman dan satunya adalah orang suruhan Cita.


“Jadi dia sudah bergerak lagi setelah bertemu denganku,”ucap hati Adi. Tapi Adi tidak perduli dengan mereka yang mengincar mereka. Hanya saja Adi berpikir kenapa ayah kandungnya begitu percaya dengan Cita. Yang benar dimata dia melihat kalau Cita adalah musuh dia sendiri.”Apa ayahku itu bodoh ya?,”ucap hati Adi yang merasa kalau dia sudah tidak bisa berkata apa-apa saat meliaht ayahnya.


Perjalanan mnuju ke pertanian sayuran dan buahnya yang tidak terjadi masalah. Sampai mereka berhenti dimana mereka untuk makan siang sebelum pergi ke areah pertanian. Adi bersama dengan Ketua berjalan bersama yang bertemu dengan Rey dan dilanjutkan oleh Roy dan Guntur.


Mereka makan bersama karena menu yang sudah disiapkan banyak variansinya mereka berpisah. Adi yang tidak ingin pergi kemana saja pergi mengambil makanan dan makanan penutup untuk mengisi perutnya. Setelah mereka semua selesai memilih mereka berkumpul kembali dimana Adi sudah ada tempat.


“Kamu sudah ada disini Adi,”kata Guntur.


“Iya. Habis menuggu kalian lama jadi aku makan dulu,”kata Adi. Mereka makan bersama dimana guru mereka memperhatikan mereka yang sedang makan siang. Disela mereka makan mereka sudah mendapatkan lembaran kelompok dimana mereka harus mengamati apa yang mereka temukan. Selesai mengisi lembaran kertas observasi mereka harus mengumpulkan lagi. Rey yang melihat lembaran itu hanya terdiam.”Kita liburan atau masih di sekolahan sih sebenarnya kenapa ada tugas lagi,”kata Rey.


“Sudah terima saja,dari pada kamu nanti mendapatakan hukuman,”kata Roy.


“Hukuman emang ada hukuman jika tidak mengisi,”kata Rey yang didengar oleh guru yang kebetulan sedang memberikan lembaran kepada kelompok yang lain.


“Itu benar jika tidak di isi dengan baik. setelah selesai karyawisata kalian mendapatkan hukuman bagi yang tidak mengisi lembaran tersebut,”kata guru.


“Apa?,”ucap semua siswa.


“Sudahlah tinggal di isi saja kenapa susah,”kata Adi dengan santai. Selesai menghabiskan makanan mereka mereka segera berkeliling di pertanian dengan membawa peta setiap kelompok. Adi bersama dengan ketua pergi ke tempat guru untuk meminta peta wilayah pertanian.


Tapi tanpa mereka sadari kalau saat mereka pergi ke tempat salah satu tempat di pertanian mereka diawasi oleh anak buah Cita. Adi yang merasakan itu memilih tenpat yang terlihat dan terbuka untuk menghindari terjadinya masalah.”Kita akan pergi kemana dulu ini?,”kata Guntur.

__ADS_1


“Bagaimana kita ke tempat proses pengemasan saja?,”usul Ketua.


“Tidak aku ingin pergi ke tempat terbuka lebih dulu sebelum ke daerah tertutup,”kata Adi.


“Jika seperti itu bagaimana kita pergi ke kebut strowberi dulu, bukan kita juga bisa mencicipi juga disana,”kata Rey.


Semua mengangggu setuju dengan usul dari Rey. Setelah mereka sepakat mereka pergi ke kebut strowberi. Di perjalanan menuju kebun mereka jalan kaki, tapi di hentikan oleh guru.”Kalian mau kemana?,”kata Guru yang melihat mereka ingin jalan kaki.


“Pergi ke kebut strowberi,”kata Roy.


“Kalian mau pergi jalan kaki menuju ke kebun tidak lelah,”kata guru.


“Lalu jika tidak pergi bagaimana kita bisa mengisi lembaran ini bu,”kata Rey.


Selesai dengan mencoba kendaraan yang sudah disiapkan oleh sekolahan. Roy yang mencoba mengendarai kendaraan tersebut samapai Roy bisa menggunakannya. Mereka segera pergi setelah Roy bisa menjalankan kendaraan tersebut. Bagi siswa yang tidak bisa juga akan dibantu oleh penjaga pertanian.Tapi karena Roy bisa menjalankan kendaraan yang diberikan merekan menjalankan mobil terbuka tersebut.”Kita pergi sekarang,”ucap Roy. Adi yang duduk didepan bersama dengan Roy. Sedangkan dibagian belakang ada Rey, Ketua dan Guntur. Mereka mulai bejalan setelah tahu arah pergi ke kebun strowberi.


“Udara yang segar ya,”kata ketua.


“Itu benar nyaman dan tidak ada polusi. Tapi apa masih lama kita sampai di kebunnya,”kata Guntur.


“Sebentar lagi sampai, itu sudah terlihat kebunnya,”kata Roy.


“Tapi ketua apa yang harus kita isi dilembaran itu,”kata Adi yang melihat ke arah lembaran yang tadi diberikan kepada guru pengawas.


“Ohh di sini tertulis kalua kita harus mengisi dari keluarga mana, Spesies mana, Nurisi apa saja yang terkandung. Cuma itu saja kok,”kata ketua.

__ADS_1


“Kalau begitu itu ma mudah bukan,”kata Rey.


Roy yang sudah memamarkirkan kendaraannya di tempat yang sudah disediakan oleh penjaga kebuh. Adi bersama dengan lain turun setelah kendaraan di parkirkan.”Kita masuk yuk,”kata Ketua.


Mereka yang berjalan masuk ke dalam kebun dimana banyak buah strowberi yang sudah berbuah. Sebelum mereka keliling mereka mengisi lemaran yang diberikan. Buah strowberi yang merupakan spesies  Fragaria x ananassa dari keluarga Rosaceae. Buah  yang berwarna merah dengan ada bintik-bintik yang berbentuk oval agak sedikit loncong dengan bagian bawah seperti mangkuk.


Buah ini juga memiliki 45 kalori yang terkandung dalam buah strowberi dengan sumber vitamin C dan Flavonoid yang baik. Untuk merawat buah strowberi juga tidak terlalu sulit seperti memilih media tanah yang tepat, menyiram secara rutin, memberikan pupuk, memangkas tanaman daun yang sudah layu dan yang terakhir adalah memperhatikan sehatan tamanan dengan menghilangkan hama atau serangga yang bisa mengganggu perkembangan tamanan.


Umur dari buah strowberi sendiri adalah 5 tahun dengan kurun waktu  45 hari pertama sekitar 1,5 bulan. Rasa dari strowberi sendiri asam manis.


Selesai mengisi lembaran kertas Adi bersama dengan kawan yang lain mulai menjelajahi kebun strowberi dengan mereka tidak lupa untuk mencicipi buah yang sudah matang.”Rasanya enak dan segar,”ucap ketua.


“Bukan itu sudah pasti enak apa lagi di petik langsung dari pohonnya,”kata Roy.


“Tapi kenapa dengan wajah kamu Adi terlihat pucat,”kata Ketua yang melihat.”Tidak hanya saja apa boleh aku membawa bibit ini ke rumah,”kata Adi.


“Jika kalian mau bisa membeli bibit tamanan ini disana,”kata penjaga kebun.”Jadi bisa saya membeli bibit tanaman ini, lalu jika mau membawa oleh-oleh bukan akan segera tidak segar ya,”kata Adi.


“Jika kalian mau buah dan bibit bisa diantarkan ke rumah masing-masing dengan kalian mengirim alamatnya,”kata guru yang juga sedang menikmati buah.


“Apa bisa itu pak,”kata Roy.


“Tentu saja tapi jika yang memesan banyak nanti akan dijadikan satu paket dengan guru yang mau memesan,”kata guru.


Setelah mendengar itu Adi bersama dengan kawannya memesan buah dan bibit untuk mereka taman. Sampai di tempat dimana mereka bisa memesan buah tamanan strowberi dengan harga satu bibit dihargai 15 ribu sedangkan untuk buahnya jika membeli satu kotak dihargai 20 ribu. Adi bersama dengan kedua kakaknya yang sedang memikirkan berapa yang akan mereka beli dan berapa yang akan mereka bawa.

__ADS_1


__ADS_2