
Adi hanya terdiam saja sampai mereka membicaraan tentang bagaimana mereka bisa masuk ke wilayah organisasi Black. Karena tempat mereka menjadi target adalah tempat yang sangat ketat dengan penjagaan yang melindungi wilayah itu.
“Kenapa kamu diam saja,”kata Sem menoleh ke sampaing.
“Kamu mau aku bicara apa, kalau kamu sama sudah tahu titik kelemahan wilayah itu,”kata Adi.
“Itu benar juga,”kata Red.
“Kenapa kalian, masih saja bingung tinggal masuk saja susah,”kata Blue.
“Iya untuk kamu biasa saja,”kata Red.
“Apa tidak salah kamu juga mudahkan masuk ke sana,”kata Blue. Adi yang mendengarnya hanya bisa terdiam. Sampai Sem memberitahukan peta dan penjagaan di wilayah tambang dimana milik organisasi black. Setelah beberapa jam mendiskusikan rencana penyusupan dengan Adi hanya mendengarkan saja. “Sudah selesaikan, jadi tidak masalah buat kalian mengambil wilayah tambang itu,”kata Adi.
“Tidak,”kata Blue.
“Tidak masalah,”ucap Red.
“Jika sudah selesai Adi bukan kamu harus tidur sekarang. Sudah malam,”kata Sem.”Emang sekarang jam berapa,”kata Adi yang masih ingin di taman bunga.
“Itu benar sudah waktunya kamu tidur. Jangan sampai kamu sakit seperti dulu lagi,”KATA Red.
“Iya itu membuat semua orang susah tahu tidak, sana pergi tidur,”kata Blue.
“Ok aku akan tidur. Hasil beritahu aku segera,”kata Adi yang berdiri. Adi yang berjalan menjauh dari mereka bertiga yang masih ada ditaman. Setelah Adi pergi mereka bertiga saling membagi informasi mereka satu persatu. Selesai dengan perundingan mereka bertiga kembali ke tempat masing-masing. Adi yang sudah ada dikamar tertidur yang membuat Adi merasa nyaman tanpa ada keributan yang ada.
Dua hari telah berlalu dengan dokumen yang sudah menumpuk. Adi yang telah selesai pergi ke tempat lain dimana dia bersama dengan Sem. Pergi ke pulau terlarang milik kelurrga purwakarta. Di perjalanan menuju pulau mereka yang manaiki kapal cepat. Adi yang dengan santai membaca data yang sudah terkumpulkan. Sampai di dekat pulau mereka berhenti. Adi yang merasakan kapal berhenti berjalan keluar.
“Apa kita sudah sampai?,”kata Adi mendekati Sem.
__ADS_1
“Sudah itu dia pulaunya,”kata Sem sambil menunjuk ke arah pulau.
“Jadi itu pulaunya,”kata Adi yang merasakan kalau ada yang berbeda dengan pulau tersebut.”Pantas saja disebut dengan pulau terlarang,”kata Adi yang tidak ingin masuk pada usianya sekarang.
“Masuk atau tidak,”kata Sem.
“Tidak kita akan tetap disini. Karena tidak baik jika masuk ke sana dengan aura yang dikelurkan oleh hawa dingin dari pulau itu. kita bisa saja mati,”kata Adi.
“Maksud kamu bagaimana Adi. Itu hanya pulau bisa saja hanya berkamput. Kenapa kamu menyembunyikan sesuatu yang tidak aku mengeri,”kata Sem yang masih tidak mengerti.
“Kamu ingin tahu. Jika seperti itu kamu lempar saja batu ke arah sana. Kamu akan tahu nanti,”kata Adi yang melihat Sem mengangambil batu yang dia bisa lempar. Tapi sayang tidak ada batu hanya ada peluru, tombak, dan barang logam yang lain. Barang itulah yang Sem gunakan untuk dia gunakan.”Apa ini tidak masalah?,”kata Sem memperlihatkan logam yang tidak dipakai.
“Tidak masalah,”ucap Adi. Sem yang sudah pada posisi untuk melemparkan logan yang dia bawa ke arah pulau. Dalam hitungan detik Sem melemparkan logam itu. Tapi saat diperhatikan oleh Sem logam yang dilemparkan oleh Sem terbakar begitu saja. Karena masih tidak percaya, Sem melemparkan yang lain yang setiap lembaran berbeda-beda. Ada yang terbakar, membeku dan berubah menjadi debu.
Sem yang masing bingung melihat ke arah Adi. Tapi Adi hanya memberikan sebuah catatan kepada Sem. Sem membaca catatan itu yang membuat dia terkejut.”Kok ada pulau yang berbahaya seperti ini,”kata Sem.
“Adalah buktinya ada di depan kamu bukan,”kata Adi yang tersenyum.
“Karena waktu itu tidak ada penghalang atau bisa dikatakan pulau pada saat kamu datang itu tidak ada yang berharga. Berbeda saat ada penghalang, ada sesuatu yang disembunyikan yang ada di dalam pulau,”kata Adi menjelaskan.
“Ucapkan kamu membuat aku tidak mengerti Adi. Bisa tidak kamu mengatakan dengan bahasa yang mudah aku mengerti,”kata Sam dengan kepala yang tidak mengerti apa yang dikatakn oleh Adi.
“Intinya didalam sana ada makluk yang bukan berasal dari tempat kita. sama dengan Seta dan Mizan. Apa itu sudah paham?,”kata Adi.
“Ohhh maksud kamu dunia lain. Tapi emang ada ya makhluk itu di dunia yang sudah canggih ini,”kata Sem.
“Jika tidak ada manusia bisa membuatnya bukan,”kata Adi.
“itu masuk akal dengan teknologi yang ada. Tapi apa mereka tidak akan memakan kita balik ya,”ucap Sem sambil berpikir.
__ADS_1
“Soal itu tergantu perorangan bukan, mau membuat resiko yang besar atau tidak,”kata Adi.
“Tapi yang lebih penting, mereka mencoba masuk disana,”kata Adi yang meliaht kepal lain yang jauh dari mereka. Sem yang menoleh ke belakang melihat kapal yang dimaksud oleh Adi.”Bukan itu tanda dari organisasi black ya,”kata Sem.
“Mereka datang ke sini untuk apa?,”kata Adi.
“Masuk pulau sudah aku bilangkan dari awal kalau organisasi black juga mencari barang di dalam sana,”kata Sem.
“Tapi mereka serius mau masuk ke sana hari ini,”kata Adi yang memperhatikan dengan seksama. Tapi ada yang membuat Adi terpaju pada dua orang yang ada didepan kelompok.”Hai Sem kamu tahu siapa mereka berdua yang ada di depan,”kata Adi.
“Mereka berdua itu budak yang dibeli oleh organisasi di pelelangan,”kata Sem.
“Apa ada masalah dengan kedua orang itu?,”kata Sem.
“Ada, mereka berdua bisa masuk ke pulau tapi orang yang dibelakang tidak bisa,”kata Adi.
“Apa kamu yakin mereka bisa masuk. Tapi bagaimana?,”kata Sem yang masih melihat ke arah kapal musuh.
Adi yang juga bingung ingin mengatakan apa hanya bisa terdiam saja sampai Sem melihat ke arahnya.”Kenapa hanya diam saja?,”kata Sem.
“Mana aku tahu soal itu. Jika kamu terus bertanya aku harus jawab apa dong. Jika aku mengatakan kalau mereka berdua itu sama dengan Mizan dan Seta,”kata Adi.
“Tunggu jika dia sama dengan Seta dan Mizan. Mereka berdua memiliki kemampuan campuran antara dua tempat. Tapi kenapa dunia kita masih ada mereka, sementara mereka ada di tempat yang berbeda,”kata Sem. Adi hanya terdiam dan menundukkan kepalanya saja sambil tersenyum.
“Tanyakan saja kepada ilmuan yang melakukan hal ceroboh. Biar kita tahu kenapa?,”kata Adi.
“Aku bingung seharusnya kamu yang sudah tahu banyak informasi dari pada aku yang masih SD bukan,”kata Adi. Sem hanya tersenyum saja kepada Adi yang melihat dia.
“Sudah,”kata Adi.
__ADS_1
“Sudah,”ucap Sem. Tapi saat mereka berbincang dua orang yang bisa masuk tanpa ada yang mengganggu. Tapi orang yang ada di belakang mereka semua mati.”Kasihan juga mereka yang sudah tewas begitu saja,”kata Sem.
“Kasihan iya tapi menurut kamu bagaimana kedua orang yang masuk akan selamat beberapa jam saja atau beberapa hari,”kata Adi. Sem hanya terdiam melihat mereka masuk dan Adi yang berkata seperti itu membuat Sem bertanya jika seperti itu bagaimana mereka bisa masuk ke pulau. Untuk mencari informasi.