
Mia yang menikmati makanan yang diberikan oleh Bibi. Walaupun sedikit bisa mengisi perutnya yang kosong sampai Jordan bersama wania yang dia bawa melewati kamaru Mia.”Siapa dia sayang?,”ucap wanita cantik.
“Dia istriku tapi biarkan saja karena dia tidak guna,”kata Jordan dihadapah wanita yang dia bawa. Mia dan bibi yang mendengarnya hanya bisa terdiam.”Bi, jika sudah selesai cepat keluar dan jangan masuk lagi jika aku suru masuk,”ucap Jordan.
“Baik tuan,”ucap Bibi. Setelah Jordan pergi Bibi melihat Mia yang dengan wajah pucatnya dan tidak bertenaga mendengar ucapkan tuan muda. Dalam hati Bibi hanya merasa kasihan kenapa nona Mia bisa menikah dengan tuan muda yang tidak menyukainya.
“Nona kenapa tidak cerai saja dengan tuan muda. Jika anda cerai anda tidak perluh merasakan rasa sakit,”ucap Bibi.
“Tapi bagaimana aku bisa bi,”ucap Mia dengan lemas.”Kenapa tidak bisa,”ucap bibi. Mia hanya bisa melihat keluar jendela dan tidak berkata apa-apa. Tapi dalam hati Mia yang terdalam ingin membuat Jordan suka dengan dia walaupun hanya sedikit saja.
Mia yang bertahan di rumah ini hanya ingin melihat Jordan bahagia walaupun sedikit rasa sakit yang dirasakan. Mia hanya bisa bertahan, tapi bibi yang melihat tidak bisa berkata apa-apa. Setelah dia menganti air yang kosong dan dengan yang baru. Bibi keluar dan mulai mengunci pintunya. Mia yang melihat bibi keluar setelah dia mengganti air yang kosong di atas meja.
Mia hanya bisa terdiam diri sampai Mia merasakan sakit dibagaian kepalanya.”Kenaoa hari ini aku sakit lagi ya kepalanya,”ucap Mia yang mengambil obatnya di loker.
Mia yang memakan obatnya untuk meringankan rasa sakit. Selesai memakan obatnya Mia mengambil diarynya dan mulai menulis untuk mengurangi rasa sakit. Pada tanggan 3 bulan 5 Jordan marah denganku karena permasalahan yang aku tidak tahu. Tapi aku yang tidak tahu hanya bisa bertanya kepada Jordan aku salah apa. Tapi Jordan yan sudah marah hanya bisa menarik rambutku apa lagi waktu itu aku baru saja selesai kontrol dan kepalaku masih masik.
Kata dokter petra aku sudah sampai level satu kangker otakku. Dan biaya pengobatan semakin meningkat. Dan aku hari ini juga pada tanggal ini merasa senang karena bibi memberikan makanan untuk mengisi perutku yang kosong karena sudah tiga hari aku tidak makan. Karena dikurung oleh Jordan, aku ingin sekali dia melihat aku. Tapi kapan dia akan melihat aku yang dia lihat hanya adalah Irma dan wanita lain yang dia bawa. Hatiku sakit tapi mau bagaimana lagi aku hanya ingin Jordan tahu kalau bukan aku yang melakukannya. Tapi kenapa aku yang disalahkan. Isi diary yang ditulis oleh Mia saat di kurang waktu itu.
__ADS_1
Selesai dengan diarynya Mia menaruh lagi di dalam loker. Mia yang kembali ke kasur setelah dia menyelesaikan satu desain yang belm dia selesaikan. Saat Mia hendak ke kasur Mia merasakan matanya melihat aklau sekeliling yang dia lihat semua berputar.”Kenapa dengan kepalaku,”ucap Mia yang mencoba berpegang pada salah satu kursi yang ada didekatnya. Mia perlahan berjalan menuju kasur dan duduk tapi kepalanya semakin sakit.
Mia yang mencoba berbaring di kasur dan menutup mata belum lama dia meutup mata baru beberapa menit saja. Mia mendapatakan guyuran air, Mia terbangun dan melihat wanita yang dibawa oleh Jordan.
“Kenapa anda bisa masuk,”ucap Mia yang mencoba duduk dengan menahan rasa sakit.
“Kmau itu wanita tidak guna. Kamu sudah dibuang oleh Jordan. Sebaiknya kamu pergi saja dan jangan berharap kamu bisa membawa barang di rumah ini. Kamu tidak pantas,”ucap wanita cantik.
Sampai Wanita itu pura-pura jatuh dan berterika. Jordan yang saat itu berjalan langsung ke arah Mia dan menghampiri wanita itu.
“Apa yang kamu lakukan dengan wanitaku?,”ucap Jordan.
Sedangkan Mia yang mendengarnya langsung meneteskan air mata sampai dia mendengar suara pintu kamarnya tertutup kembali.”Kenapa dia tidak percaya denganku,”ucap Mia yang sudah sakit hati.
“Kenapa aku yang selalu disalahkan. Kamu tidak tahu aku kenapa kamu menyalahkan aku. Kamu tidak mengelan diriky seberapa menderita aku selama ini. setelah kehilangan orang tuaku,”ucap Mia yang tanpa sadar berucap. Mia yang menangis di kasur yang basah, tapi Bibi yang mendengarnya merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Mia.
“Apa yang dimaksud dengan nona Mia,”kata Bibi yang tidak percaya.
__ADS_1
Mia yang mencoba menghentikan tangisannya sampai dia batuk darah.”Darah,”ucap Mia yang lemas. Mia menghela nafas dan mencoba menenagkan hati dan pikirannya kembali ke dunia nyata yang menyakitkan.
“Aku harus kuat,”ucap Mia yang membereskan sepreai yang basah dengan yang kering.
Karena masih ada matahari yang bersinar. Mia juga mengeringkan sofa kasur yang basah agar nanti malam tidak kedinginan karena kasurnya yang dingin. Mia yang mencoba tersenyum sampai dia melihat dari atas Jordan membobong wanita itu.
“Kapan aku di perlakukan seperti itu,”ucap Mia yang menghela nafas.
Mia yang mengharapkan sesuatu yang tidak akan bisa terjadi setalah melihat Jordna dari dekat kalau dia tidak suka dengan dia. Mia yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit ini ingin segera pergi darai hadapan Jordan. Tapi dengan kontrakan yang sudah ditanda tangani Mia tidak bisa melakukan apa-apa.
Wajah Mia yang pucat dan baju yang basah dengan kepala yang sakit. Mia berpikir ingin mengakhiri hidupnya yang menderita. Tapi setelah melihat ke arah langit dia ingat ucapan orang tua Ben untuk terus hidup. Karena orang tuanya ingin melihat Mia bahagia walaupun dari jauh.
Mia yang masih mengingat itu hanya bisa bertahan dengan rasa sakit. selesai dengan kasur Mia mengembalikan kasurnya di tempat semula dan memasng sepreai yang sudah kering. Mia mandi dengan air hangata dengan rasa sakit di tubuhnya yang menusuk.”Aku ingin ke rumah sakit, tapi bagaimana caranya,”ucap Mia dengan air mengalir membasahi tubuhnya yang kurus kering dan tidak bertenaga.
Selesai dengan kamar mandi Mia kembali menuju kasur dan mulai berbaring. Mia mencoba tenang menahan rasa sakit hingga Jordan kembali ke rumah saat Mia hendak ingin istirahat.
Jordan yang ada dibelang Mia yang ingin menuju kasur sampai dia meoleh saat Jordan berkata apa kamu puas dengan kamu menyakiti wanita yang dia bawa. Mia yang tidak tahu maksud perkataan Jordan hanya bisa menundukan kepalanya. Sampai Jordan didepannya dan mengangkat wajah Mia yang tertunduk.
__ADS_1
“Kamu ingin melakukannya denganku smapai mencari perhatian denganku,”ucap Jordan dengan dingin. Mia yang melawan dengan menangkis tangan Jordan. Tapi Jordan yang melihatnya hanya tertawa da mendorong Mia ke kasur. “Kenapa kamu selalu menyakitiku, apa salahku sampai kamu tidak suka denganku. Irma sudah tidak ada kamu harus bisa melupakannya,”ucap Mia yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.
Tapi Respon yang diberikan oleh Jordan adalah tatapan dingin.”Kamu yang telah membunuh Irma masih tidak mau mengaku,”ucap Jordan yang menarik rambut Mia. Mia menahan tangan jordan yang menarik rambutnya. Tapi tubuhnya yang lemas tidak bisa mendingi kekuatan Jordan. Sampai Mia di tarik ke dalam kamar mandi.