
Rey mengamati laki-laki yang seusia dia dengan tatapan penasaran. Tapi setelah melihat dengan seksama ada yang ganjik dengan wajah dari pemuda itu. Sampai Roy yang ada disamping melihat Rey yang menatap ke arah laki-laki itu.”Apa yang kamu pikirkan Rey,”kata Roy. Rey yang awalnya tenggelam dalam lautan pikiran kembali tersadar.
“Tidak ada kak, hanya saja aku merasa tidak asing dengan laki-laki itu,”kata Rey sambil menunjuk.
“Laki-laki itu kenapa dengan dia,”ucap Roy menatap ke arah laki-laki itu. Tapi di sisi lain Adi yang melihat tatapan oleh kedua kakaknya itu mengubah aura yang ada disekelilingnya untuk menghindari kalau mereka mengenali Adi.
Roy yang menatap sedikit terkejut saat mata mereka saling bertatapan.”Sebaiknya kamu jangan menatap laki-laki itu. Kakak tidak kenal dengan orang itu. Dia memiliki aura pembunuh yang sangat pekat dan menekan,”ucap Roy. Rey yang mentapa juga merasakannya tapi tidak tahu kenapa dia seperti memperingati mereka agar menjauh dari bahaya.
Sementara paman penggemar yang bersama dengan Rey dan Roy juga ikut menatap ke arah Adi. Tapi ekspresi mereka bertiga adalah senyuman licik.”Kurasa dia bisa saja membuat kalian dalam bahaya jika terus menatapnya,”ucap paman mafia.
“Sebaiknya kita pergi dari sini segera. Tempat ini sudah kacau,”ucap paman pembisnis.
“Kurasa iya,”kata Rey. Roy yang juga setuju mengikuti paman penggemar setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan dari pelelangan yang sudah hancur. Adi yang melihat itu merasa lega dengan mereka yang sudah pergi. Tapi setelah menatap mereka dari jauh ada tatapan yang lain dirasakan oleh Adi dan Rabbit.
“Kurasa kita akan kedatangan tamu bos kecil,”ucap Rabbit.
“Aku juga merasakannya,”kata Adi.
“Kurasa kalian peka juga dengan kedatangan kami ya,”kata Cita yang bersama dengan seorang.
“Aku tidak tahu ada seorang wanita cantik datang ke sini apalagi dalam kondisi baik-baik saja,”ucap Adi tersenyum dingin.
“Tidak aku sangka ada anak kecil yang bisa melawan monster dengan mudah,”kata Beto.
Rabiit yang mengenal nama Beto wakil tersembunyi darai Toni dan Wati yang sudah mati.”Aku merasa terhormat bisa bertemu dengan wakil dari organisasi black yang sedang sembunyi,”kata Rabbit.
“Aku juga tidak menyangka ada yang mengenal diriku,”kata Beto. Mereka berdua yang saling bertatapa mata dengan memancarkan aura kebencian mereka. Tapi di belakang mereka muncul juga Khalid yang berjalan bersama dengan wanitanya.
__ADS_1
“Apa yang kalia lakukan?,”ucap Khalid.
“Ketua kenapa kamu datang ke sini,bukan sebaiknya ketua bersantai saja,”kata Beto. Adi dan Rabbit yang bertemu dengan musuh sebenarnya dengan santai mengeluarkan aura pembunuh mereka bersama dengan pihak musuh. Suasana yang dingin dan menekan dirasakan oleh mereka yang dekat dengan mereka.
“Kurasa kita tidak saling kenal kenapa kalian berkumpul disini,”ucap Adi yang tidak kenal.
“Ohhh itu benar, kurasa temanku satu ini sedikit tertarik dengan budak ras yang kamu miliki,”ucap Khalid.
“Maksud kamu mereka, aku hanya kebetulan melepaskan mereka karena kondisi pelelangan yang tidak bersahabat saja. Apa ada masalah dengan mereka, tidakkan,”kata Adi.
“Tentu saja tidak. Tapi bagaimana bisa kekacauan ini bisa terjadi ya,”kata Khalid. Adi dan Khalid yang saling berbincang satu sama lain tanpa ada rasa takut diantara mereka.
“Ohhh soal itu aku lupa memberitahu bos kecil. Kalau ada seorang yang melepaskan segel kandang para monser,”kata Rabbit.
“Siapa mereka?,”ucap Adi dan khalid yang juga bukan pelaku dari pelepasan monster. Rabbit yang terdiam diri dan berhati-hati dalam mengatakan siapa pelakunya karena ini bisa saja ancaman bagi mereka berdua.
Khalid yang melihat ke arah anak buah mereka melihat.”Itu benar kami mengikuti mereka tapi untuk sekarang masih belum ada kabarnya. Jadi saya mengirim orang untuk menyusul,”kata anak buah Khalid.
“Kurasa kita memiliki hal yang sama yang harus kita selesaikan lebih dulu,”ucap Khalid.
“Kurasa iya juga,”kata Adi. Mereka berdua genjatan senjata lebih dulu sampai orang yang menghalangi mereka sudah tidak ada. Mereka yang menuggu kabar dari anak buah Khalid di tempat yang sama.
“Bosan juga aku disini kalau hanya melihat kalian semua. Apa tidak ada kedai yang buka atau jualan aku lapar,”kata Adi dengan santai.
“Maaf apa kamu mengatakan toko ada disana yang masih berjalan setelah keributan. Apa mau ke sana dulu sambil menuggu,”ras musim dingin.
“Apa itu benar, jika seperti itu ayo kesana. Aku sudah lapar,”kata Adi. Khalid yang bersama dengan orangnya ikut Adi pergi ke toko yang di katakan oleh Ras musim dingin. Sementara Rabbit dan Beto yang masih tidak bisa saling terima saling mengacuhkan satu sama lain.
__ADS_1
“Paman masih jualan,”kata Adi mendekat ke arah pendagang.
“Iya tuan apa mau membeli dagangan saya,”kata pendagang.
“Iya paman ada menu apa saja,”ucap Adi. Pedagang itu memberikan menu yang dijual oleh pendagang. Sementara Rabbit yang mencari tempat duduk bersama dengan anak buah milik Khalid.
“Bos kecil duduklah,”kata Rabbit yan sudah menyiapkan tempat duduk dan meja didepannya. Rabbit yang duduk disampingnya bersama dengan Khalid dan Beto didepan mereka.
“Paman aku pesan menu ini dan ini ya. Sekalian menu ini untuk mereka, apa bisa,”kata Adi yang masih ingat dengan budak ras yang bersama dengan mereka.
“Tentu saja,”kata pendagang. Khalid dan Beto bersama dengan orang yang dia bawa juga telah selesai memesan. Khalid yang menatap Adi dengan tatapan biasa saja mengajak bicara.
“Berapa umur kamu, kenapa orang disamping kamu memanggil bos kecil,”ucap Khalid. Adi melihat ke depan dan menatap dengan bingung.
“Untuk apa kamu ingin tahu, jika kamu tidak bisa mencari informasi sendiri,”kata Adi yang tidak ingin mengatakannya kepada Khalid.
“Kamu cukup berani juga bisa bicara santai dengan diriku. Apa kamu tidak takut jika kau bisa membunuh kamu,”kata Khalid dengan aura yang menekan lagi.
“Kenapa kamu berpikir kalau aku tidak bisa berbicara santai dengan kamu. Apa yang aku takutkan jika selama ini kehidupanku selalu dalam kekacauan oleh seorang,”kata Adi yang melihat buku yang dia beli sebelum penyerangan monster. Tapi saat makanan sudah jadi mereka menikmati makanan yang enak mereka merasakan hawan menekan yang lain yang datang.
“Kenapa hari ini banyak sekali masalah ya,”ucap Adi.”Kurasa tidak hanya kita saja yang datang ke sini menuggu dalang dari pelepasan monster,”kata Khalid yang melihat ke arah lain.
“Hai anak kecil kenapa kamu ada disini,”ucap paman organisasi. Setelah paman organisasi mengantarakan Rey dan Roy bersama dengan dua orang lain. Karena merasa gelisah dia pergi masuk lagi ke ruang pelelangan dan melihat Adi bersama dengan Khalid.
Karena masih ada rasa tanggung jawab dia menghampiri keduanya untuk bersantai bersama.
“Kenapa paman ada disini, tadi aku lihat kalau paman sudah pergi,”ucap Adi.
__ADS_1
“Itu benar. Tapi anak buahku datang memberitahukan kalau ada yang melakukan pelepaskan pelelangan ini. Jadi aku datang ke sini menuggu anak buahku datang yang sedang mengejar orang tersebut,”kata paman organisasi.