
Setelah pembicaraan tentang yang terjadi di markas Tomas. Mia kembali beristirahat, dimana dia harus memulihkan kembali kondisinya. Di sela dia masih di rumah sakit Mia membuat desain busana baru karena desain busana yang lama sudah terbakar bersama semua barang yang ada. Mia yang berjalan di lorong rumah sakit melihat banyak rekan ayah yang terluka yang sedang dirawat. Semua orang sedang sibuk, Jem dan Surya yang tidak tahu kalau Mia sedang berjalan di rumah sakit. Sampai Mia berjalan hingga dilantai atas dimana Mia bisa merasakan udara segar yang membuat dia masih hidup.
Tapi Mia yang tidak waspada, di depan gedung rumah sakit. Ada gedung yang dimana ada seorang sniper yang siap melontarkan peluru kepada Mia. Tapi dijega oleh teman 22 yang saat itu sedang patroli menjaga Mia. Surya yang pergi ke ruangan Mia melihar ruangan kosong. Surya yang memanggi nama Mia tapi tidak ada sautan. Sampai Jem bersama dengan Tomas datang dari belakang.
“Kenapa kamu disini Surya dimana Mia?,”kata Tomas.
“Aku baru saja masuk, tapi aku tidak melihar Mia ada di dalam ruangan,”kata Surya.
Perawat yang sedang bertugas dihentikan oleh Jem untuk menayakan keberadaan Mia. Tapi perwat itu berkata kalau Mia sedang berjalan-jalan karena dia melihat di jalan-jalan tadi. Jem dan Surya menelusuri rumah sakit. Tapi tidak melihat Mia sedangkan Tomas pergi ke lantai atas untuk mengecek. Tomas yang membuka pintu melihat satu orang duduk di teras atap. Tomas memanggil nama Mia.
Mia menoleh ke arah belakang karena ada memanggil namanya.”Ayah,”ucap Mia.
“Apa kamu kamu lakukan di sini?,”kata Tomas.
“Aku hanya ingin menghirup udara segar saja. Ayah kenapa ke sini?,”kata Mia.
“Kamu buat orang khawatir saja,”ucap Tomas.
__ADS_1
“Maaf buat kalian khawatir, aku hanya bosan saja di dalam ruangan. Jadi aku berjalan-jalan,”kata Mia.
“Lain kali jika kamu bosan dan ingin berjalan-jalan. Beritahu kami bertiga, mereka juga mencari kamu,”kata Tomas.
“Kita kembali sekarang,”kata Tomas kepada Mia. Mia hanya menganggukan kepalanya dan berdiri dati tempat dia duduk. Berjalan berdampingan bersama dengan Tomas menuju ruangan. Surya dan Jem yang sudah ada didalam menatap ke arah Mia.
“Maaf membuat kalian khawatir,”kata Mia kepada Jem dan Surya karena membuat mereka khawatir. Surya dan Jem menghela nafas dan tersenyum kepada Mia. Mia yang kembali ke kasur sampai dokter datang memeriksa kondisi Mia. Kalau Mia sudah membaik kondisinya dia bisa kembali ke rumah. Tapi Mia yang tidak tahu harus pergi kemana karena vila yang dia tinggali sudah terbakar.
“Apa yang membuat kamu kepikiran putriku,”kata Tomas.
“Aku hanya berpikir kita akan tinggal dimana,”kata Mia.
“Besok kita kembali ke rumah. Tapi sebelum itu, apa ada yang ingin kamu beli,”ucap Tomas.
“Kain, laptop, buku diary, pakaian dan berlengkapan menjahit, menulis,”ucap Mia.
“Semua sudah terbeli hanya saja kain yang kamu ingin beli yang belum. Besok kita pergi membelinya bersama dengan ayah,”kata Tomas. Mia menganggukan kepalanya karena bisa berjalan bersama dengan Tomas setelah kesibukannya. Apa lagi Mia sudah menginjak umur kandungan 4 bulan tinggal 5 bulan lagi dia akan lahiran. Si kecil yang akan lahir untuk menemani dari kesendiriannya.
__ADS_1
Hari yang di tunggu telah tiba dimana semua keamanan di perketat untuk menjaga Mia. Mia yang keluar dari rumah sakit yang dijemput oleh Tomas bersama dengan kedua penjaganya. Mia yang masuk ke dalam mobil dimana Mia akan membeli kain untuk menggantikan kain yang sudah kebakar. Sampai di tempat tujuan Mia yang berkeliling mencari kain yang dicari. Waktu terus berputar di toko satu yang mereka kunjungi Mia hanya mendapatkan dua jenis kain yang sesuai. Tapi ada satu kain yang tidak sesuai dengan desainnya tapi kain itu membuat Mia mendapatkan satu inspirasi yang terlewat dengan kain yang dia lihat.
Jadi disatu tempat Mia mendapatkan empat kain yang berbeda dan kain yang sebagai cadangan. Pergi ke toko lain Mia mendaptkan dua kain hingga ke toko terakhir Mia melihat kain yang indah dan membuat Mia membelinya dan semua kain yang dibutuhkan Mia sudah ada. Pergi ketoko perlengkapan jahit dimana didalam toko ada hiasan yang bisa mendukung kain yang dia beli. Sampai hari tiba mereka kembali ke rumah vila baru yang lebih ketat lagi penjagaanya. Tapi di vila yang baru ini Mia merasa tempatnya sangat luas dan indah saat malam hari membuat Mia takjub.
“Apa kamu suka dengan rumah barunya,”kata Tomas.
“Aku suka, ayah juga kan tinggal disini bukan,”kata Mia.
Tapi tatapan Tomas sedikit berbeda,”Maaf putriku ayah masih ada kerjaan yang harus diselesaikan jadi ayah mungkin jarang akan bertemu dengan kamu. Kamu tidak apa-apakan. Tapi kamu tidak usah khawatir ayah akan selalu menghubungi kamu.”
Mia terdiam mendengarnya karena dia tahu kalau ayah angkatnya akan sibuk karena sudah banyak yang terjadi. Mia yang mengerti akan kejadian yang sudah terjadi hanya bisa menganggukan kepalanya. Sampai Mia masuk ke dalam rumah dan Tomas meninggalkan Vila karena dia harus segera menyelesaikan semua urusan yang menumpuk.
Surya dan Jem yang menemani Mia di Vila barunya tapi masih ada anak buah lain yang mengawasi Mia di luar. Mia yang beristirahat di dalam kamar. Tapi Mia yang tidak bisa tertidur membuka laptop yang ada di atas meja. Mia turun dari kasur dan mengambil laptop itu dan mulai mengaktifkannya. Dimana Mia membuka email yang masuk ada dari editor yang menayakan soal naskah. Mia yang memberitahukan kondisi dia kalau naskah dia yang asli sudah hilang karena ada kabakaran di rumahya. Editor yang mengetahui itu hanya bisa menerima. Tapi editornya yang baik hati terus menduku karya Mia jika dia mendapatkan naskah yang baru dia buat.
Setelah memberitahukan kepada editornya Mia membuka email lain dari mata-mata yang mengawasi Jordan dan Cita. Mia yang membuka email yang sudah terkirim banyak sekali informasi. Tapi tidak terduga Mia yang sudah membuka beberapa file sampai hidungnya berdarah dan menetes di laptopnya.
Mia segera menambil tisu untuk menghabus darah yang ada. Tapi Mia yang ingin segera menyelesaikan bacaannya hingga file terakhir Mia merasa terkejut kalau Jordan dan Cita sudah menikah. Tapi tatapan Mia yang melihat itu hanya bisa tersenyum agar mereka bisa bahagai. Tapi di dalam hatinya Mia merasakan dirinya terjabik.
__ADS_1
“Anakku ayah kamu sekarang sudah bagagia dengan wanita yang dia cintai. Kamu jangan marah ya dengan ayah kamu jika nanti kamu bertemu dengan dia,”ucap Mia sambil mengelus perutnya. Air mata Mia yang menetes melihat semua yang dia lihat serta informasi yang membuat Mia merasa kalau ini semua akan berakhir jika anak yang dia kandung lahir. Tapi akankah berakhir, Mia yang tidak ingin kehilangan anak yang dia kandung. Tapi demi keselamatanya dia harus melakukannya.
Mia yang membuka grup pengembarnya yang meminta bantuan tapi tidak untuk hari ini. Tapi hari jika dia tidak bisa menjaga anaknya sendiri. Mia meminta dukungan pengemarnya untuk menjaga anak yang dia kandung.