
Won yang menyembunyikan kekesalan dia karena dia tidak bisa membunuh keempat tersebut. Cahya yang tidak tahu apa yang dipikirkan Won hanya bisa terdiam. Karena Won adalah orang pilihan mama Cita. Jadii Cahya hanya bisa berhati-hati dengan dia. Tapi melihat dia kesal aku merasa kalau Won mendapatkan musiba yang tidak bisa di tebak.
Sampai pesanan tiba mereka menikmatinya. Waktu terus berjalan sampai dipagi hari mereka mulai berkunjung kembali ke pasar kuliner wilayah J. Dimana Adi bersama kawan yang lain yang sudah siap untuk mengisi perut mereka saa kuliner nanti.
“Tapi nanti ada apa saja ya disana,”kata Guntur.
“Mana aku tahu, kita lihat saja nanti apa saja disana,”kata Satya.
“Sudahlah ayo kita masuk ke dalam bus masing-masing,”kata Rey yang berjalan masuk ke dalam bus.
Perjalanan menuju tempat kunjungan berikutnya mereka yang santai dengan kejadian yang sudah dialami. Tapi tidak ada yang menduga akan ada kekacauan lagi saat mereka pergi ke pasar kuliner. Dimana pasar kuliner sudah di sewa oleh beberapa asrtis dan pengusaha untuk merayakan ulang tahun.
“Anak-anak kita sudah sampai, turun bergilir ya,”kata guru. Sampai ada salah satu siswa yang melihat ke arah depan kalau ada siswa yang masuk ke pasar tapi di halangi oleh penjaga.
“Pak kenapa mereka tidak bisa masuk ke sana,”kata siswa yang melihat itu sambil menujuk ke arah luar.
Guru pengawas melihat ke arah dimana siswa itu menunjuk.”Bapak akan ke sana, kalian tetap disini ya,”kata guru pengawas yang turun. Sampai diluar guru pengawas bertanya kepada guru yang lain. sampai akhirnya mereka tahu kalau mereka tidak bisa masuk karena pasar kuliner sudah disewa orang penting. Tapi guru yang lain yang juga sudah mendapatkan izin dan sudah memesan lebih dulu dibuat tercengang.
Karena pesenan mereka dibatalkan tiba-tiba.Yang membuat guru lain bingung mau bagaimana lagi ini, karena mereka sudah memesan tapi pihal lain membatalkan. “Maaf anak-anak kita tidak bisa masuk karena pihal pengawas pesar kuliner telah membatalkan pesenan kita disini,”kata guru pengawas.
“Kok bisa pak,”kata siswa yang lain.
__ADS_1
“Bapak juga tidak tahu. Jadi kita akan pergi ketempat lain,”kata Guru pengawas.
“Kita akan pergi kemana pak, bukan sudah dijadwalkan tempatnya,”kata siswa di belakang.
Guru yang mengawas yang juga merasa bingung dengan kata siswanya karena jadwal sudah di tetapkan. Jika tidak ada mereka harus segera kembali ke hotel karena pesenan mereka. Adi yang memberikan pesan kepada Rey untuk membuat berita tentang pasar kuliner yang mereka kunjungi tidak menemuhi syarat kunjung dan tidak mematuhi peraturan yang ada.
Di sela pesan sudah dikirim Adi juga memberitahukan kepada kak Roy untuk mencari temoat wisata yang ada di wilayah J yang ada. Yang bisa membangkitkan para siswa, baik itu sudah lama atau di tinggalkan karena hampir bangkurut. Tapi masih layak untuk dikunjungi, pesan sudah terkirim dimana mereka mulai meninggalkan pasar kuliner.
“Apa yang kamu ingin lakukan Adi,”kata Satya yang disamping. Dengan suasana siswa yang lain sedikit cemberut karena mereka gagal pergi ke pasar kuliner. Guru yang mengawas juga sedang mencari jalan lain.
Tapi pada saat yang sama Roy bersama dengan Guntur yang mencari tempat wisata yang terdekat dengan pasar kuliner. Memberitahukan kepada guru pengawas kalau ada tempat yang sama tapi dari informasi yang kami dapatkan kalau tempat itu hampir mau bangkrut. Roy yang sudah memberitahukan itu kepada guru pengawas menuggu jawaban. Sampai guru pengawas memberitahu guru yang lain dan mereka setuju untuk berkunjung ke sana.
“Tapi apa bisa kita memesan dadakan Roy,”kata guru pengawas.
“Pak kenapa pasar kuliner dibatalkan bukan kita sudah memesan jauh hari ya,”kata Satya.
“Itu karena pasar kuliner sudah ada yang menyewa dengan tanggal kita berkunjung jadi pihak pasar kuliner lebih mementingkan orang penting dari pada kita siswa sekolah. Jadi kalian tidak usah marah dan benci kepada mereka. Karena kita sudah mengganti tempatnya semoga saja kita bisa memesan tempat disana walaupun dadak ya,”kata guru pengawas.
Di perjalanan menuju kuliner lama yang jaraknya tidak jauh hanya saja tempat yang sedikit begitu dingin. Suasana yang sedikit horor membuat siswa lain merasa kalau mereka akan pergi untuk kuliner lama di tempat yang angger.
“Apa kita akan makan disana,”ucap siswa yang lain.
__ADS_1
“Ini bukan kuliner lama tapi rumah hantu,”kata siswa di belakang.
“Bukan bagus kita bisa menguji nyali kita bukan,”kata siswa didepan untuk mengubah suasana. Setelah bus didepan berhenti guru yang kelur untuk memesan tempat yang ada dikuliner lama. Satu jam telah berlalu dimana guru itu memberikan isyarat kalau mereka bisa masuk. Gerbang kuliner lama di buka dimana bus bisa masuk ke dalam halaman parkiran.
Setelah bus terparkir semua siswa keluar dimana mereka disambut oleh pegawai kuliner lama yang ramah membuat guru yang lain bersama dengan siswa yang lain senang. Sampai ada siswa yang bertanya didepan semuana.
“Maaf kakak ini rumah hantu apa kuliner lama,”kata siswa yang bertanya. Guru yang mendengarnya merasa terkejut dengan pertanyaan siswanya. Apa lagi suasana yang diperlihatkan juga sama dengan pikiran guru pengawas. Tapi pegawai yang ada dikuliner lama tidak keberatan dengan pertanyaan itu.
“Ini adalah kuliner lama dengan tema rumah hantu. Apa kalian mau masuk untuk melihat dan mencicipi makanan yang ada. Tapi sebelum kita menjelajahi tempat ini. Kami para pegawai kuliner lama mengucapkan terima kasih atas kunjungan para siswa sekolah dasar dari wilayah B,”kata pegawai kuliner lama.
Semua siswa mendengar ucapan pegawai kuliner lama dengan santai. Guru pengawas juga mengucapkan terima kasih karena kami di izinkan untuk bisa berkunjung dengan dadak. Tidak lupa para pegawai juga memberikan sedikit catatan kalau nama dari menu dan penampilan tidak sama dengan apa yang mereka lihat. Ibarat kata luar yang mengerikan di dalam sangat enak dan bermanfaat bagi tubuh.
Siswa yang mendengar ucapkan dari pegawai kuliner lama membuat mereka sedikit merinding. Setelah kelompok yang sama di bentuk dengan jumlah yang dibagi menjadi 10 kelompok besar. Yang awalnya hanya ada 5 orang sekarang menjadi 15 orang dalam satu kelompok.
Karena Adi bersama kelompok mendapatkan kelompok yang bersama dengan wakil kelas dan kelompok tim klub bela diri. Mereka masuk bersama yang dibantu oleh para pegawai yang akan memandu mereka pergi berkeliling.
“Tidak aku sangka kita akan satu kelompok,”ucap wakil kelas.
“Aku juga tidak menyangka kita satu kelompok,”ucap Satya.
“Hai Roy apa yang kamu lakukan,”kata ketua tim bela diri.
__ADS_1
“Hai kakak senior, kita satu kelompok,”kata Roy.
Selesai dengan berbincang-bincang mereka mulai menyelusuri bangunan pertama yang sedikit lama.”Kamu kira ini akan runtuh tidak,”ucap Guntur.