Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 28


__ADS_3

Ben dan temannya yang pergi ke rumah sakit, sampai di rumah sakit mereka berdua langsung pergi ke tempat ruangan temannya. Yang sedang di rawat, sementara Mia yang masih belum sadarkan diri. Masih dijaga oleh Petra. Sampai Petra dipanggi karena ada pasien yang harus ditangani oleh Petra.


Ben yang sudah masuk dan berbincang pergi ke luar ruangan karena ingin menghirup udara. Karena pikiran dia yang masih memikirkan Mia. Sampai di tengah jalan dimana Ben bertemu dengan Petra. Tapi mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Ben yang pergi ke taman sedangkan Petra menemui pasien.


Di luar rumah sakit Ben menatap ke langit berharap dia bisa bertemu dengan Mia. Tapi dia tidak bisa melihat dia karena Jordan melarang dia bertemu dengan dia. Ben yang ingin tahu kabar Mia, tapi selalu gagal untuk bertemu dengan dia. Ben hanya menghela saja sampai dia berkata,”Mia bagaimana kabar kamu sekarang.”


Tapi tanpa Ben sadari Petra yang sudah selesai dan menuju kamar Mia berpapasan dengan Ben yang didepan ruang kamar Mia. Ben yang melirik sekilas saat Petra masuk ke dalam ruangan dan dia terkejut.


“Mia,”ucap Ben yang mendorong Petra dan masuk. Yang saat itu Petra sedang membuka pintu dan hendak berjalan masuk tapi di dorong oleh Ben yang masuk.Petra yang melihat langsung segera melihat ke kanan dan kiri kalau tidak ada yang melihat. Petra masuk dan menutuo kembali pintunya dan melihat ke arah Ben.


“Siapa kamu?,”kata Petra. Ben menoleh ke arah Petra dan bertanya balik,”Siapa kamu dan bagaimana kamu bisa bersama dengan Mia. Dan apa yang terjadi dengan dia kenapa dia tidak mebuka matanya.”


Ben yang khawatir bertanya kepada Petra dengan berbagai pertanyaan.”Kenapa kamu diam saja,”kata Ben yang melihat dia dan menghampirinya.


“Seharusnya aku yang bertanya kamu siapa apa kamu suruhan Jordan. Untuk menangkap Mia,”kata Petra. Ben yang mendengarnya merasa binggung dengan apa yang dikatakan oleh Petra.


“Apa maksud kamu, aku tetangga dia dan teman dia,”kata Ben.


“Kamu tetangga,”ucap Petra yang mengingat. “Jika kamu tetangga Mia berati kamu adalah Ben,”kata Petra.


“Iya. Tapi bagaimana kamu bisa tahu namaku,”ucap Ben.

__ADS_1


“Itu tidak penting sekarang aku ingin memeriksa kondisi Mia dulu. Baru nanti kita bicara,”ucap Petra yang mulai memeriksa kondisi Mia yang belum sadarkan.


Selesai memeriksa kondisi Mia yang belum terlalu baik Petra duduk dan Ben yang memberitahukan kepada temannya kalau dia balik dulu. “Siapa yang kamu hubungi?,”ucap Petra yang waspada.


“Teman aku yang sedang berkunjung di rumah sakit ini,”kata Ben.


“Jangan beritahu Jordan kalau Mia ada di sini,”kata Petra yang melihat ke arah Mia yang tertidur.


“Apa maksud kamu?,”kata Ben.”Kamu tahu tidak kalau aku menyuruh orang untuk membawa Mia keluar dari rumah Jordan. Karena dia disana disiksa. Itu tidak baik untuk kondisi tubuhnya. Bukan kamu sudah melihat kondisi Mia yang terluka di wajahnya,”kata Petra.


“Sebenarnya apa yang terjadi dengan Mia,”ucap Ben yang merasa sakit hati melihat Mia yang menderita.


“Irma, siapa dia?,”ucap Petra yang tidak tahu.”Tunangan Jordan yang jatuh darai rumah sakit,”kata Ben.


“Tunggu maksud kamu Jordan menyalahkan Mia yang telah membunuh Irma. Oleh karena itu dia di siksa begitu,”kata Petra yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


“Tapi bagaimana dengan kondisi Mia sekarang dok,”kata Ben.”Mia dalam kondisi koma dengan kangker otaknya sudah mencapai tahap dua ditambah lagi saat aku membawa dia kondisi tubuh Mia tidak dalam kondisi baik dengan penuh memar dengan suhu tubuh dingin pakaian basah,”kata Petra menjelaskan.


“Apa?,”ucap Ben yang terkejut.”Bagaimana mungkin Jordan seperti itu melakukan ini kepada Mia,”kata Ben yang marah dan ingin menghampirinya. Tapi Petra menghentikannya dan berkata,”Jangan itu akan membuat Mia dalam bahaya lagi.”


Ben pun mendengarkan kata Petra dan mengurungkan niat dia untuk menghampiri Jordan. Melihat Mia yang tidak berdaya membuat dia ingin melindungi dia dari Jordan yang tidak memiliki hati karena dibutakan oleh cinta yang tabu.

__ADS_1


Sementara dialam mimpi Mia yang samar-samar mendengar suara Ben dan Petra yang memanggilnya. Tapi Mia yang tidak ingin membuka matanya karena masih sedih didalam taman mimpi yang indah dan hangat. Dimana semua rasa sakit lenyap begitu saja. Mia yang tidak ingin bangun dari mimpi indahnya karena dia tidak ingin melihat orang yang menyakitinya.


Mia yang masih meratapi rasa sakit dan penyiksaan Jordan membuat dia ingin bangkit dan ingin lepas darai Jordan. Tapi tidak akan ada yang tahu sampai kapan kedamaian Mia di dalam mimpi itu. sampai dua hari telah berlalu Mia membuka mata dan melihat Ben dan Petra yang ada disamping mereka.


Mia melihat sekelilingnya kalau dia ada di rumah sakit bukan di rumah Jordan. Di tempat laian Jordan yang masih sibuk mendekatkan diri dengan Cita. Lupa akan Mia yang dikurung, sampai hari ketiga Mia sudah sadar dan bisa berbincang-bincang dengan Ben dan Petra.


Jordan membuka pintu kamar Mia. Sambil berjalan Jordan berkata,”Kamu sudah kapok Mia.” Tapi Jordan yang lihat hanyalah kamar kosong dengan jendela yang sudah rusah. Jordan yang mencari di setaip sudut tidak menemuka Mia dan langsung kearah kaca kamar yang rusah.


“Ternyata dia bisa kabur,”ucap Jordan yang tidak tahu. Karena dia merasa marah dengan wajah yang dingin Jordan menyuruh anak buahnya mencari dan  melacak keberadaan Mia. Tidak membutuhkan waktu yang lama Jordan sudah menemukan Mia


Jordan langsung bergegas pergi ke lokasi yang ditunjuknya. Tapi Jordan tidak terkejut kalau Mia ada di rumah sakit. Jordan yang hanya memikirkan Irma dan Cita yang dia sukai. Hanya berpikir kalau Mia di rumah sakit pasti bertemu dengan Petra yang menyukainya. Tapi kenyataannya berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Jordan karena hati dan matanya yang telah tertutup oleh Cita dan Irma.


Jordan membawa anak buahnya pergi ke rumah sakit dimana Mia berada. Mia yang sedang memulihkan tubuhnya yang dijaga oleh Petra dan Ben. “Mia kenapa kamu tidak cerai saja dengan Jordan,”kata Petra.


“Bagaimana aku bisa menceraikan Jordna karena aku sudah menandatangani kontra dnegan dia,”kata Mia. Sampai mereka terkejut dengan suara pintu yang terbuka dnegna paksa.


“Jordan,”ucap Petra.


“Tidak aku sangka kamu sedang asik-asik bersama dengan dua laki-laki ya, Mia,”ucap Jordan yang langsung menari tangan Mia yang masih terinfus. Jordan yang tidak memiliki hati langsung manari tangan Mia sampai infus yang tertancap ditangan Mia tertarik dan berdarah. Mia hanya terisak kesakitan saat jarum infus lepas dengan paksa karena tarikan Jordan. Tapi Petra menghentikan Jordan bersama dengan Ben yang menolong Mia dari tangan Jordan. Tapi anak buah Jordan melawan mereka sampai Mia dibawa kembali oleh Jordan dengan paksa.


Sampai Petra berkata,”Kamu tidak memiliki hati Jordan.Kamu tidak lihat kalau Mia kesakitan.”Tapi tidak ada respons dari Jordan yang masih menarik. Sementara Mia mencoba melepaskan diri sampai disantu ruangan kosong Jordan membawa Mia masuk dan mendorongnya dikasur yang kosong di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2