Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 76


__ADS_3

Kesedihan yang membuat mereka hilang dalam kondisi kegundaan. Mia yang pergi jauh karena sudah membuat mereka kehilangan sosok yang berharga. Tomas yang mendudukan kepalanya melihat ke depan. Mencoba tegar dan tabah dengan apa yang dia rasakan.”Kalian kemana saat kebakaran terjadi?,”ucap Tomas.


“Mia meminta kami mengantarkan barang yang harus kita kirim. Dia tidak ingin orang lain yang mengantar, dia meminta kami yang mengantar kepada  alamat yang sudah ditulis,”kata Surya.


“Lalu orang kita yang berjaga kenapa mereka bisa meninggalkan pokso,”ucap Tomas.


“Itu karena permintaan Mia untuk mereka meninggalkan posko sampai pagi hari,”kata Jem.


“Apa sebelum kalian pergi sikap Mia berbeda?,”kata Tomas.


Jem dan Surya terdiam dan mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya. Tapi mereka menyadari kalau Mia sudah tahu kalau Vila dan daerah sekitar akan terbakar.”Memang ada yang aneh,”ucap Surya.


“Apa yang aneh dari sikap Mia saat itu?,”kata Tomas.”Seperti Mia sudah tahu kalau kebakaran ini terjadi dan menyuruh orang yang ada didekat dia untuk pergi. Apa Mia masih selamat,”ucap Jem.


“Jika itu yang kamu katakan. Dia sekarang ada dimana dan kenapa tidak menemuik kita betiga lalu siapa yang menyalakan api,”kata Tomas.


“Mungkin saja ini ada kaitannya dengan Cita,”kata Surya. Semua terdiam dan kembali mengingat dengan berpikir tenang mereka melakukan drama yang dimana Mia sudah mati. Tapi dalam hati mereka bertiga Mia masih hidup.


“Kita mulai bermain drama sekarang untuk melihat apa yang akan wanita rubah itu lakukan,”kata Tomas yang bangkit dari duduknya. Di susul dengan Jem dan Surya memulai drama kematian Mia. Sementara di tempat lain keluarga purwakarta yang mendapatkan kabar juga syok dan tidak percaya. Sampai mereka mencari dari kebenaran kebakaran tersebut.


Pemakaman yang disiapkan oleh Tomas untuk Mia untuk mengelabui Cita. Di tempat yang penuh dengan luka kesedihan dan ketidak percayaan mereak setelah kehilangan Mia. Tapi mata mereka selalu waspada kepada mereka yang selalu mengatami soal Mia yang sudah mati. Keluerga purwakarta yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat hanya bisa terdiam. Sampai salah satu mata mereka tertuju pada satu orang yang membuat mereka risih.

__ADS_1


“Awasi orang yang baru saja pergi,”kata ayah Jordan.


“Sayang apa benar Mia sudah tidak ada. Aku tidak percaya jika dia akan pergi begitu cepat dan bagaimana dengan cucu kita,”kata Ibu.


“Kita harus membalaskan dendam kepada orang yang telah membunuh Mia dan cucu kita,”kata Nenek.


“Kita akan melakukannya dengan hati-hati,”kata Ayah Jordan.


Keluarga purwakarta yang tidak percaya kalau Mia sudah mati mencari kebenaran dari pertiwa yang dialami oleh Mia. Termasuk dengan Tomas dan kedua orang yang menjaga Mia mencari kebenaranya. Waktu terus berjalan sampai waktu dimana Mia menjalani kehidupan sederhana dia bersama dengan teman 10.


Mia yang sudah berancak usia kandungannya delapan bulan. Tanpa ada yang tahu kondisi Mia, tapi teman 10 yang tahu kalau Mia menyembunyikan sesuatu mendapatkan rahasia Mia. Teman 10 yang sudah tahu tapi hanya sebagaian saja terdiam dan menatap Mia yang masih dalam aktifitas dia menulis dan selalu menjual pakaian.


Pada tanggal dimana Mia bisa melihat wajah si kecil. Malam itu Mia merasakan sakit pada perutnya dan memanggil teman 10. Teman 10 yang mendengar suara teriakan Mia langsung berlari ke tempat Mia.”Ada apa Mia?,”ucap Teman 10.


“Cepat bawa aku ke rumah sakit, perutku tidak enak,”kata Mia yang merasa kalau dirinya seperti akan lahiran.”Apa tunggu,”ucap teman 10 yang bingung.


Setelah semua persiapkan sudah beres dan memanggil taksi untuk membawa ke rumah sakit. Mia yang dibopong oleh teman 10 naik ke dalam taksi. Dan mobil mulai melaju menuju rumah sakit, sampai di rumah sakit Mia dibawah ke ruang persalinan. Dimana Mia akan melahirkan anak dia dengan Jordan.


Teman 10 yang menuggu diluar sampai waktu terus berjalan. Tapi kembali  teman 10 memikirkan sesuatu yang membuat dia gelisah.”Jika Mis sudah melahirkan bagaimana kondisi Mia setelahnya,”teman 10 yang merasa bingung. Tapi waktu terus berjalan sampai waktu menunjukkan sudah hampir lima pagi.


Teman 10 yang masih menuggu sampai dia mendengar suara tangkisan bayi.”Sudah lahiran,”ucap Teman 10 yang senang. Tidak lama kemudian perawat datang membawa bayi itu.”Bisa saya ambil gambarnya suster,”kata teman 10.

__ADS_1


“Tentu saja,”ucap perawat. Teman 10 yang mengambil gambar si kecil yang baru saja lahir. Perwat itu membawa si kecil ke ruangan. Tapi Mia yang masih belum keluar membuat teman 10 gelisah.


“Bagaimana dengan kondisi ibu si anak suster,”kata teman 10.


“Untuk sekarang sedang melakukan tindakan oleh dokter,”kata perwat. Teman 10 yang tidak tahu dia merasa resah dia berjalan menuju tempat bayi itu dibawa. Melihat bayi kecil yang terdiam dan begitu lucu. Membuat teman 10 merasa senang, tapi hatinya merasa resah karena dirnya merasa ada bahaya yang datang.


Sampai perawat datang maaf apa anda teman dari ibu yang baru saja melahirkan. Teman 10 menganggukan kepalanya.”Ibu tadi ingin bertemu dengan anda,”kata perwat. Teman 10 mengikuti perwat itu masuk ke dalam ruang operasi. Teman 10 yang sudah memakai baju yang bisa menjaga kondisi ruangan.”Mia,”ucap teman 10.


“Bisa kamu mendekat, aku ingin mengatakan sesuatu kepada kamu,”ucap Mia dnegan suara kecil.Teman 10 lalu mendekat dan memberikan telinganya yang berdekat dengan mulut Mia.”Tolong bawa anakku ke tempat kalian, jangan sampai Cita membawa anakku pergi,”ucap Mia.


Teman 10 melihat Mia yang lemas sampai dokter memberitahukan kalau pasien dalam kondisi tidak baik. setelah Mia memberitahukan pesan yang dia ingin sampaikan. Di sela dokter masuk dan menyuruh teman 10 pergi Mia berkata,”Buku diary.” Teman 10 langsung dibawa keluar karena akan melakukan operasi.


Teman 10 yang tidak tahu kenapa setelah dia keluar dari ruang opersasi. Suasana di luar berbeda membuat teman 10 segera berjalan menuju ruang bayi. Mia yang tidak tahu kenapa merasa tidak enak dan masuk ke dalam ruang bayi. Membawa bayi Mia tanpa ada yang mengetahuinya. Bayi Mia yang sudah ditutup oleh selimut dibawa keluar dari rumah sakit.


Tapi tidak tahu teman 10 merasakan berpapasan dengan seorang yang membuat  dia merinding. Teman 10 yang sudah keluar dan menghentikan taksi menuju rumah. Tapi dari jauh teman 10 melihat banyak orang yang sudah berjaga di depan rumah.


“Siapa mereka?,”kata Teman 10


“Pak saya berhenti disini saja,”ucap teman 10 kepada sopir setelah dia memberikan uang perginya. Teman 10 yang masuk ke dalam gang menjauh dari rumah yang dia tinggali bersama dengan Mia. Karena sudah dalam kondisi ini dia menghubungi rekan dia yang satu penggembar Mia.


“Sudah mulai bantuan sekarang,”ucap teman 10 dengan kata yang bisa dipahami oleh anggota grup dan tidak akan bisa diketahui oleh mereka yang tidak masuk dalam grup. Teman 10 yang bersembunyi dari orang berbaju hitam. Tapi sampai ada yang berkata,”Siapa kamu?.” Temn 10 menoleh dan sedikit terkejut kalau salah satu dari mereka sudah menjelajahi wilayah mereka tinggal.

__ADS_1


__ADS_2