
Adi yang terdiam dan mencari apa yang dia bisa gunakan.”Ada P2K didalam mobil,”ucap Adi.”Ada biarkan aku ambil di bus,”kata guru.
“Ketua apa kamu takut melihat daraha. Jika tidak bantu aku melepaskan pakaian kakek Tomas,”kata Adi yang mencari pisau dan korek. “Aku tidak takut akan melakukan apa yang kamu katakan. Tapi Adi bagaimana kamu bisa kenal dengan orang ini,”ucap ketua kelas.
“Ohhh kamu belum tahu kalau aku itu anak angka di keluarga Jesi. Ibu kandung aku sudah lama meninggal untuk ayah kandungku. Kau tidak ingin bertemu dengan dia untuk sekarang,”ucap Adi yang sudah menemukan. Guru yang membawa kotak P2K yang langsung diberikan kepada Adi. Ketua kelas yang sudah merobak pakaian Tomas dan menutup lubang yang sudah mengalir darah.
Adi yang membuka kotak P2K yang didalamnya ada obat penghilang rasa. Adi yang memberikan akohol untuk mengurangi rasa sakit mulai membedak tubuh Tomas. Adi yang mencoba tenga mulai membelah kulit tomas sampai beberapa inci darai kulit luar sampai Tomas melihat darah dan daging di dalam tubuh Tomas. Adi yang melakukan dengan hati-hati dengan peralatan sedang Adi memasukan tangan dia yang sudah dia cuci. Adi yang merasakan didalam tubuh Tomas mencari peluruh, sapai menit ke 30 Adi merasakan ada yang berbeda.
Adi mengambil peluruh tersebut dan dibantu oleh guru yang membersihkan keringat Adi. Mereka yang melihat sangat terkejut dengan Adi yang melakukan operasi dengan usia dia yang belum dewasa. Peluru sudah diambil, dimana Adi mulai menutup luka yang sudah sobek dan menutup luka yang dia buka. Adi menjahit luka tersebut dengan hati-hati sampai akhirnya luka sudah tertutup dan peluru sudah diambil.
Tapi adai yang melihat peluru merasa ada yang aneh dengan warnanya.”Racun,”ucap hati Adi. Adi yang mencoba tenang menganalisis racun yang digunakan sampai dia mambutuhkan tamana yang mudah digunakan.
“Kenapa Adi,”ucap guru disampi Adi.
“Aku harus mencari tamanan untuk membuat obat penawar. Tapi dimana aku bisa mencarinya dalma kondisi ini,”kata Adi sambil berpikir.
Sementara Rey dan Rpy yang merasa gelisah ingin kembali ke tempat Adi. Tapi guru mereka melarang karena tidak akan terjadi apa-apa. Tapi dengan mereka yang keras kepala mereka akhirnya bisa meminta bantunan kepada guru mereka untuk ke tempat Adi. Karena tidak tahu apa yang terjadi Rey dan Roy mencoba menghubungi Adi tapi tidak ada jawaban. Sampai dia menghubungi kawan yang satu bus dengan Adi.
Dari informasi yang diberikan kalau Adi membantu orang yang ada didalam mobil yang menghentikan mereka. Tapi dari informasi yang terbaru kalau Adi sedang mencari tanaman untuk obat orang yang didalam mobil. Rey dan Roy yang bertanya tamanan apa yang dicari oleh Adi. Setelah mendapatkan informasi mereka berdua berhenti disalah sau teping yang dimana masih ada pohon. Guru yang tidak tahu apa yang dilakukan oleh Rey dan Roy hanya bisa mengikuti mereka.
Adi yang hanya menemukan satu dengan bantuan kawan yang lain bersama dengan yang lain. Hingga Rey dan Roy datang berlari menuju Adi.”Adi,”ucap Roy.
“Kakak,”kata Adi yang melihat terlihat gelisa.
__ADS_1
“Dimana korbannya,”akat Roy.”Kak disini,”ucap Rey yang sedikit terkejut bukan dia adalah Tomas.
“Adi diakan kakek kamu,”kata Roy. Adi yang menghela nafas,”Iya hanya saja tinggal menghilangkan racunnya saja.
“Apa tamanan ini bisa,”kata Rey. Adi yang melihat tersenyum dan mengambilnya tiba-tiba dimana Adi mulai membuat obat penawar tradisional. Adi dengan barang yang ada membuat obat penawar. Selesai membuat obat yang berupa cairan Adi memberikan kepada Tomas. Setelah Tomas meminum itu Adi mengecek tekanan darah, jatung dan organ yang lain. “Akhirnya selesai juga,”ucap Adi yang bisa santai.
“Tapi kenapa ambulan belum datang juga,”kata guru yang datang bersama dengan Rey.
“Kami juga bingung kenapa belum datang, seharusnya sudah datang. Kira-kira satu jam yang lalu. Tapi ini sudah tiga jam berlalu belum ada yang datang,”kata Guru Adi.
“Apa terjadi sesuatu yang tidak terduga,”kata ketua kelas.”Jika seperti itu aku akan menghubungi pamanku yang lain saja untuk datang ke sini,”kata Adi.
“Adi,”ucap progemer.
“Paman kamu datang pada waktu yang tepat. Antarkan kakek Tomas ke rumah sakit,”kata Adi.”Apa Tomas,”ucap Progemer bersama dengan paman tentara dan mantan tentara.
“Tidak ada yang tahu. Tapi kakek Tomas diserang dan pelurunya juga beracun,”kata Adi.
“Apa kamu yang melakukan ini Adi,”kata Paman tentara.
“Aku hanya melakukan pada tindakan pertama saja,”ucap Adi. “Kalian siapa?,”kata Guru.
“Maaf tidak mengenalkan diri kami. Kami adalah paman dari mereka bertiga,”kata progemer.
__ADS_1
Setlah paman progemer datang kakek Tomad dibawa pergi oleh mereka ke rumah sakit. smeentara Adi bersama dengan yang lain melanjutkan perjalanan mereka dengan Rey dan Roy dengan guru yang datang ke sini naik bus yang sama.
“Adi,”ucap guru.
“Iya aku tahu salah. Tapi aku melakukan itu karena tidak ingin kakek Tomas meninggal,”kata Adi yang merasa bersalah. Guru yang lain mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Adi. Sehingga Adi bersama dengan kedua kakaknya dimaafkan oleh guru mereka. perjalanan dilanjutkan menuju hotel yang mereka pesan. Perjalan yang menegangkan kembali tenang dengan Rey dan Roy bersama dengan guru yang datang dengan mereka kembali ke bus mereka masing-masing.
Perjalan kembali damai dimana mereka sampai di hotel yang dipesan oleh pihak sekolah. Adi bersama dengan yang lain turun. Ketua yang bersama dengan Adi hanya bisa menghela nafas.”Kamu terlalu kepintaran Adi,”ucap ketua kelas.
“Terlalu kepintaran maksud kamu apa ketua,”kata Adi.
“Kamu selalu mengambil resiko yang berbahaya. Tanpa memperhatikan yang lain,”kata ketua kelas.
“Bukan ketua sudah tahu sifat aku yang seperti ini,”kata Adi sambil tersenyum.”Kuras kita akan satu kamar dengan kalian bertiga,”kata Ketua melihat ke araH Adi, Rey, Roy dan Guntur.
“Ketua kenapa kamu terlihat tidak senang dengan kita sau kamar yang sama,”ucap Rey yang merangkul ketua kelas dengan bahagia.”Bagaimana tidak senang, aku tebak pasti ada hal yang menegangkan akan terjadi jika aku dekat dengan kalian bertiga,”kata ketua kelas.
“Sudahlah ketua biasakan saja dengan sikap mereka,”kata Guntur. Ketua hanya bisa menudukan kepala mereka sampai mereka berjalan menuju kamar mereka. Kunci yang dibawa oleh ketua dimana ketua membuka pintu kamar mereka. sampai didalam kamar Ketua bersama dengan yang lain siap berbaring melepaskan lelah mereka.
Tapi Adi yang berjalan membuka pintu teras di hentikan oleh ketua.”Kamu tidak berpikiran untuk terjunkan Adi,”kata ketua.
“Mana mungkin aku melakukan itu,”ucap Adi.”Dia tidak akan melakukan itu ketua,”ucap Rey.
“Tapi melihat apa yang terjadi bukan kalian tidak khawatir. Bisa saja Adi melakukan apa yang kita tidak tahu,”kata ketua.
__ADS_1
Semua terdiam dengan apa yang tejadi siang tadi diperjalanan. Sampai Adi mendapatkan telepon dari paman progemer kalau Tomas sudah membaik. Adi yang bisa duduk santai mendengarnya bersandar di dekat dinding teras.
“Kenapa Adi,”ucap Roy.