
Jordan yang menuggu hasil dari penyelam yang datang setelah dipanggil oleh sekertaris Jordan. Sementara Sekertasri yang sedang berbicara dengan Elang di belakang. Tentang Adi apa masih hidup atau tidak. Tapi jawabannya adalah tidak pasti kerena Elang juga tidak tahu dimana Adi berada. Tapi melihat sikap Elang yang biasa saja sekertaris hanya bisa menebak kalau Adi tidak ada disini. Tapi Adi masih hidup hanya saja tidak menampakkan dirinya.
“Jadi kamu tidak tahu Adi ada dimana?,”kata Sekertaris.
“Tentu saja tidak tahu. Anak itu hanya memberikan pesan untuk menjaga kelurga Jesi saja, tidak ada yang lain,”kata Elang.
“Tapi apa kalian tahu siapa yang membawa Adi ke sini,”kata Elang yang tidak tahu apa-apa.
“Apa kamu serius bertanya seperti itu kepadaku, sementara kalian dulu yang sudah datang ke sini. Apa kira aku bisa dibodohi oleh kamu,”kata sekertaris. Elang hanya tersenyum saja sambil melihat ke arah Rey.
“Tapi sampai kapan mereka ada disana,”kata Elang yang berguman.
“Kamu tadi berkata apa?,”ucap Sekertaris.
“Tidak ada. Kamu tidak kesana,”kata Elang. Tapi pada saat mereka sedang menyelidiki keberadaan Adi. Mereka menemukan ada jejak lain yang juga masuk ke dalam dasar laut. Tapi masih saja tidak menemukan siapa orang yang membantu Adi. “Adi kemana kamu pergi putraku. Aku mohon tetaplah hidu[,”ucap Jordan dengan suara kecil melihat ke arah laut yang luas.
“Paman kenapa tidak kembali saja, jika paman seperti ini tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan,”kata Rey.
“Itu benar tidak ada hasil yang memuaskan. Tapi bagaimana kamu bisa ada di sini Rey?,”kata Jorsan menatap ke arah Rey yang berdiri disampingnya.
“Tebak paman kenapa aku bisa ada disini. Jika bukan wanita yang sama dengan tunangan kakak yang dulu mati,”kata Rey. Jordan yang mendengar ucapan dari Rey sedikit syok.
“Kamu tahu apa anak kecil seperi kamu ini,”kata Jordan yang sedikit marah.
“Aku tidak tahu. Tapi apa paman tahu bagaimana kehidupan ibu Adi dan Adi sendiri setelah paman tahu didepan mata sendiri kalau dia mati karena kamu,”kata Rey yang berjalan menjauh dari Jordan.
“Tunggu kamu mau kemana,”kata Jordan yang menahan tangan dari Rey yang hendak pergi.
“Untuk apa paman menahanku. Aku sudah syok dari awal pulang karyawisata sampai sekarang. Apa paman tidak memiliki hati,”kata Rey yang menghempaskan tangannya dan mulai melanjutkan perjalanannya.
__ADS_1
Rey yang tidak ingin berlama-lama menghampiri Elang yang bersama dengan Sekertaris Jordan. Tapi sebelum Rey pergi dia berkata,”Adi masih hidup hanya saja dia tidak ingin bertemu dengan kita semua. Untuk keselamatan kita, dia tidak ingin menjadi beban bagi kita semuanya. Makanya dia pergi dengan cara yang sama dengan Ibunya dulu sat Cita membunuh dia saat dia hamil anak paman.”
Rey yang sudah puas mengatakan apa yang dia katakan segera dia pergi mendekat Elang.”Sudah selesai kamu melihat,”kata Elang.
“Sudah ayo kita pergi aku ingin ke rumah sakit melihat mama,”kata Rey.
“Baiklah, ayo kita pergi sekarang,”ucap Elang yang membuka pintu dan masuk ke dalam. Rey yang berjalan ke arah pintu lain sebelum dia membuka pintunya dia melihat ke arah Jordan yang begitu sedih. Tapi karena tidak ingin berlama-lama kerena Rey merasa kalau ada mata yang melihat dia dari jauh. Rey yang masuk ke dalam mobil yang kemudian dinyalakan mesin mobilnya oleh Elang. Tidak begitu lama mobil mulai menyalah dan melaju meninggalkan tebing dimana Jordan dan anak buahnya masih ada di tempat.
“Apa kamu yakin mereka tidak akan apa-apa,”kata Elang.
“Tidak yakin juga sih. Makanya kita berhenti disini, sambil mengamati mereka. Bukan kamu sadar kalau ada yang mengawasi kita dari tadi,”kata Rey.
“Itu benar tapi aku tidak yakin kalau yang mengwasi kita adalah pihak Cita,”kata Elang.
“Kita tidak tahu siapa dia, hanya aku penasaran saja,”kata Rey yang menuggu dibalik tebing lain.Melihat Jordan yang masih menuggu hasil pencarian Adi didasar laut. Waktu terus berjalan sampai tim penyelam datang menghampiri sekertaris.
“Bagaimana hasilnya apa menemukan sesuatu,”kata sekertaris. Tapi tim penyelam hanya menggelengkan kepalanya. Kalau dia tidak menemukan apa-apa didasar laut.
Rey yang bersama dengan Elang melihat dari jauh kalau Jordan yang sudah mendapatkan hasilnya duduk terdiam sambil menatap ke laut yang jauh. “Bagaimana sekarang?,”kata Elang yang bersandar di pohon yang ada disekitar mereka.
“Mau apa kita kedatangan tamu,”kata Rey.
“Jadi kalian tahu kalau kami ada sini,”kata orang asing anggota khusu yang meletakan buket mawar hitam.
“Siapa anda kenapa anda mengawasi Jordan,”kata Rey.
“Siapa yang kamu maksud,”kata anggota khusus yang melihat ke arah tebing dimana buket mawar yang dia letakkan.
“Ohhh apa maksud kamu orang itu, tidak. Aku datang karena orang lain,”ucap anggota khusus. Sampai orang yang di tunggu datang yaitu adalah tapak darah.
__ADS_1
“Rey Elang kenapa kalian ada sini,”kata tapak darah.
“Paman tapak darah kenapa kamu disini,”ucap Rey yang terkejut dengan tapak darah didepan matanya.
“Jadi kalian saling kenal,”ucap anggota khusus.
“Tidak juga. Karena dia adalah kakak dari atasanku saja. Tapi barang yang aku minta mana?,”kata tapak darah.
“Tunggu dulu paman apa kamu mengenal orang ini,”kata Rey yang menujuk ke arah orang asing disampingnya.
“Tidak kami hanya saja melakukan transaksi senjata dan barang lain saja. kenapa?,”kata tapak darah.
“Apa kamu tidak tahu kalau bos kamu menghilang?,”kata Elang yang menyela pembicaran mereka.
“Maksud kamu Adi. Bukan anak itu hanya ingin sendiri saja ya bukan menghilang,”kata Tapak darah.
“Apa maksud paman Adi hanya pergi menyendiri. Jadi paman tidak tahu kalau Adi dibawa ke tebing itu oleh Cita dan anak buahnya. Tapi paman pasti juga tidak tahu kalau Won dan Ham mengincar kakakku di rumah sakit bukan,”kata Rey yang menebak.
“Soal itu aku tahu, tapi aku tahu kalau kakak kamu bisa mengalahkan mereka. Jadi aku tidak ikut campur dan hanya menonton saja. Soal Adi yang dibawa oleh Cita ke tebing, aku juga tahu. Hanya saja dia diselamtan oleh dua orang. Aku tidak tahu siapa mereka, tapi Adi selamat,”kata tapak darah yang melihat dan mengawasi Adi tanpa sepengetahuan dari Adi.
“Apa paman tahu siapa yang membantu Adi,”kata Rey yang mendekat.
“Tidak kenal aku. Tapi kalau dari sikap mereka yang tidak ragu terjun dari tebing mereka bukan berasal dari dunia ini,”kata takap darah.
“Bukan berasal dari dunia ini. Apa dia Seta dan Mizan,”kata hati Rey yang belum melihat mereka berdua. Selama mereka pergi dari tempat Adi yang ditempatkan dipulau untuk tempat tinggal mereka.
Rey yang melihat tapak darah dan orang asing yang pergi saat Rey sedang berpikir.”Kamu tidak apa-apa,”ucap Elang untuk mengganggu pikiran Rey yang terdiam.
‘Kemana mereka berdua,”kata Rey yang melihat disekelilingnya.
__ADS_1
“Siapa yang kamu maksud... apa orang asing dan tapak darah mereka pergi saat kamu bengong saja tadi,”kata Elang.
“Jadi mereka pergi ya,”ucap Rey yang menoleh ke arah laut. Tapi mata ia sempatkan melihat ke arah Jordan yang hendak pergi dari tebing.