
Ketua bersama dengan kakak Adi pergi ke gedung sebelah yang dimana gedung sebelah memamerkan jenis buku langkah, batu langkah dan senjata langkah yang ada di masa lalu. Ketua yang masuk ke dalam gedung melihat sekeliling tempat yang dia masukki. Tapi di pintu masuk mereka tidak melihat ada Adi. Tapi karena ingin mencari Adi mereka masuk lagi ke dalam sambil melihat apa yang dipamerkan di dalam musem. Hingga akhirnya mereka melihat Adi yang sedang tertarik dengan satu buku langka.
Ketua yang berjalan bersama ketiga orang yang dibelakangnya.”Adi katanya mau pergi ke toilet tapi kenapa bisa ada disini,”kata katua.
Adi menoleh dan tersenyum kepada mereka. Tapi tatapan yang diperlihatkan adalah kekesalan tehadap Adi yang diam-diam pergi tanpa izin mereka.”Kenapa dengan wajah kalian, apa terjadi sesuatu,”kata Adi yang merasa bersalah.
“Kamu tahu diri ternyata,”kata Ketua yang marah tapi dia tahan.”Aku tahu kalau aku salah, maaf. Tapi aku benar ke toilet kok, hanya saja setelah itu aku pergi ke gedung ini,”kata Adi menjelaskan.
“Tapi bisakan kamu tidak pergi sendiri,”kata Ketua.
“Maaf aku hanya ingin jalan sendiri. Tapi bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada disini,”kata Adi yang sedikit bingung. Tapi mereka bertiga menunjuk ke arah ketua yang tahu dimana Adi berada.
“Jadi ketua tahu kalau aku ada sini,”ucap Adi dengan suara kecil.”Melihat kamu membuat masalah dihari pertama kita pergi aku sudah curiga kalau kamu akan membuat masalah Adi,”kata Ketua.
“Ketua terlalu jujur,”ucap Adi yang menudukkan kepalanya.
“Tapi lain hari jangan lakukan ini, kalaua mau pergi izinlah kepadaku. Jika itu kamu ingin pergi sendiri,”kata ketau yang menghela nafas.
“Baiklah jika sudah ada di sini kenapa kita tidak jalan bersama saja,”kata Adi.
“Adi tapi kenapa tadi kamu menangis,”ucap ketua.
“Siapa yang menangis aku hanya kena debu saja,”kata Adi yang menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
Selesai dengan pembicaraan yang ada mereka berkeliling bersama. Tapi tidak disangka mereka berpapasan dengan Jordan,Cita dan Cahya yang jalan bersama. Adi yang melihat itu hanya bisa terdiam saja, karena dia melihat satu buku langka didepan mereka.
“Adi kamu tidak apa-apa,”ucap Roy.
“Iya aku tidak apa-apa,”kata Adi. Tapi di sisi lain Cita yang sudah mendapatkan kabar kalau anak dari Mia ada disini dan nama dia sekarang adalah Adi. Cita yang sudah diperlihatkan anak itu ada didepan sana bersama dengan kawan yang lain.
“Jadi dia Adi yang dikatakan itu,”ucap Cita dalam hati. Saat mereka berjalan melewati Adi yang biasa saja seperti tidak mengenal mereka. Tapi Cita yang melihat itu mereasa kalau kebencian dia terhadap Mia membuat dia keinginan untuk membunuh Adi.
Adi yang melewati Cita dan menuju satu barang yang ada dibelakang mereka. Tapi Jordan yang melihat gerak-gerik Cita dengan dia menatap anak yang lewat tadi. Membuat Jordan penasaran. Karena merasa gelisah kalau dia akan berbuat yang aneh-aneh. Jordan juga menempatkan diri melihat ke arah anak yang di incar oleh Cita. Tapi Jordan merasakan ada yang tidak asing dengan wajah anak yang dia lihat.
Hati Jordan tergerak untuk mendekati Adi tapi di tahan oleh Cita.”Kamu mau kemana apa kamu mau meninggalkan anak kita sendirian,”kata Cita agara Jordan tidak mendekati Adi.
Dalam hati Cita tidak ingin kalau Adi bertemu dengan Jordan dan sebaliknya Cita ingin membunuh Adi agar tidak ada yang mengganggu rencana dia. Tapi Adi yang melihat pergerakan itu sudah bisa menebak kalau mata yang diperlihatkan kepada Adi Cita tahu kalau dirinya ada ditempat ini.
Tapi Adi yang sudah menebak itu hanya bisa terdiam dan fokus dengan buku langka yang dia lihat. Tapi sebaliknya Jordan yang merasa kalau anak yang dia lihat sama persis dengan Mia. Membuat dia ingin mencari tahu,tapi rencana dia digagalkan oleh Cita. Yang tidak ingin Jordan tahu kalau anak yang dia lihat adalah anak yang dia cari selama ini.
“Adi apa kamu kenal dengan kelurga itu,”ucap ketua melihat ke arah keluarga itu. Adi yang melihat menggelengkan kepalanya.”Kenapa emangnya ketua, apa ada yang membuat kamu aneh dengan keluarga itu,”ucap Adi.
‘Tidak hanya saja keluarga itu selalu melihat ke arah kamu saja, sedikit aneh,”kata ketua.
“Mungkin saja mereka melihatku aku lucu kali,”kata Adi bersikap lucu kepada ketua.
“Lucu mungkin mereka salah lihat, anak bandek kayak kamu lucu,”kata ketua yang menggelengkan kepalanya tidak percaya.
__ADS_1
Sementara Rey dan Roy hanya bisa menghela nafas sampai Roy mendapatkan pesan dari paman mantan tahanan kalau dia sudah sampai di museum. Paman mantan tahanan yang ingin tahu dimana mereka sekarang. Roy hanya terdiam saja setelah melihat ke arah Adi yang tidak perduli dengan Cita dan Jordan yang ada satu gedung bersama dengan mereka. Roy membalas pesan dari pama mantan tahanan kalau dia ada digedung musem yang ada batu, buku senjata langkah.
Rey yang melihat kakaknya sedang membalas chat hanya diam saja. Fokus melihat ke arah Adi yang masih melihat buku langka didepannya. Sampai Adi berjalan meliaht ke tempat lain sampai ada pemberitahuan kalau mereka harus kembali ke bus.
“Kurasa kita harus pergi sekarang,”kata Guntur.
Mereka segera berjalan keluar gedung tapi disaat yang sama Adi, Rey dan Roy melihat paman mantan tahanan. Paman mantan tahanan juga melihat mereka bertiga. Tapi karena tidak ingin ketahuan mereka hanya bisa diam saja sampai mereka masuk ke dalam bus.
Adi yang sudah masuk ke dalam bus meminta ketua untuk menjaga Adi saat mereka tidak ada di satau bus yang sama. Ketua yang menyetujuinya hanya bisa tersenyum dan berjalan masuk. Didalam Adi yang membuka cemilan untuk dia mengisi perutnya dengan mata dia yang melihat ke arah lain. Tapi ketua yang merasakan kalau mata Adi sedikit berbeda hanya bisa membuat ketua tidak bisa berkata.
Ketua yang duduk disamping Adi, Ketua yang sudah duduk mendapatkan uluran cemilan kepada Adi.”Ketua mau,”ucap Adi.
“Terima kasih,”kata ketua sambil mengambil cemilan yang dibagi oleh Adi.
“Adi apa kamu memiliki masalah tadi,”kata ketua.
“Masalah apa yang dimaksudkan ketua aku tidak tahu,’kata Adi.
“Apa benar kamu tidak ingin mengatakannya,”ucap ketua.
“Itu bukan masalah besar bukan ketua. Jika ada waktunya aku akan memberitahukan kepada kamu nanti,”kata Adi.
“Kurasa aku ingin selalu bersama kamu Adi melihat kamu menderita seperti ini,”kata ketua.
__ADS_1
“Apa maksud kamu ketua. Ucapan kamu membuat aku merinding,”kata Adi yang sedikit menghindar.
“Kamu jangan berpikir aneh-aneh ya Adi,”kata Ketau yang merasa akan disalah pahami oleh Adi. Karena ucapan yang di buat oleh dirinya sendiri.