
Anngota khusus yang dipimpin oleh Adi sudah tahu akan kondisi Adi tidak baik. Pada hari itu tapi karena Adi tidak ingin dikasihani oleh semua anggotanya Adi meminta kepada mereka untuk tetap diam. Melalukan seperti biasa saja, tapi karena masih belum percaya dengan apa yang mereka dengar. Mereka terus menatap Adi yang dengan santainya masih duduk disofa sambil membaca dokumen.
“Kenapa kamu merahasiakan semuanya,”kata Red yang masih memeluk Adi dari belakang.
“Bukan sudah aku katakan aku tidak bilang kepada kalian karena tidak ingin kalian khawatir. Kalian itu adalah keluarga dan saudaraku yang sudah aku anggap sebagai kakakku dan orang tuaku yang sudah tidak ada,”kata Adi.
“Tapi apa tidak ada obatnya untuk racun dingin ini Mizan,”ucap Robin didepannya.
“Kami sudah mencari tahu hanya saja obat itu tidak ada di dunia ini. Kalau mau menanap juga butuh ratusan tahun bisa tumbuh,”kata Mizan.
“Jadi kalian hanya bisa menghambat saja,”kata Bon.
“Itu benar. Kami hanya bisa menghambat saja, tapi untuk beberapa bulan ini racun tidak terkendali,”kata Mizan.
“Karena itu kami selalu didekat Putra agar bisa mengontrol racun di tubuh Putra. Tapi itu tidak bisa selamanya,”kata Seta.
“Itu sangat serius tapi kenapa kamu masih saja tidak berkata apa-apa kepada kami Putra,”kata Mon.
“Jika aku bilang hasilnya juga sama saja bukan,”kata Adi. Mereka semua hanya diam saja dengan wajah mereka menahan rasa sedih mereka.
Tapi Adi melihat mereka yang kadang berbaling dengan sikap tubuh mereka bisa menebak kalau mereka sedih tapi mereka sembunyikan. “Untuk apa sedih aku masih belum mati kali,”ucap Adi dengan santai. Tapi Red yang sedang memelukku dari belakang mengerat pelukkannya.”Kenapa kamu berkata kalau kamu akan mati. Aku tidak izinkan kamu pergi begitu saja. sebelum kamu bahagia,”ucap Red dari belakang.
“Itu benar,”ucap mereka semua yang bersemangat.
“Jika kalian ingin aku bahagia selesaikan misi kalian semua dan kita percepat rencana kita untuk menyerang mereka. Agara aku bisa damai dan menikmati hidupku dengan bermain,”kata Adi yang tersenyum.
“Kmau tidak usah khawatir dengan misi dan tugas. Kamukan sudah memberikan kami pelatihan dengan baik,”kata Rabbit.
“Dari pada itu kamu sudah belajar untuk ujian besok,”kata Prita.
“Tenang saja sudah aku belajar dikit. Kalian tidak usah khawatir,”ucap Adi yang merasa tubuhnya lemas dan ingin tidur. Adi yang merasa tubuhnya dingin tapi tangan Adi masih dipegang oleh Seta dan Mizan disampingnya.
‘Tidurlah jika kamu lelah kami ada disini semuanya,”kata Mizan.
__ADS_1
“Itu benar, kamu tidurlah untuk besok,”kata Seta. Adi yang mengantuk dipelukkan Red dengan mata semua orang melihat Adi yang tertidur.
“Apa Putra tertidur?,”ucap Odi. “Iya Putra tidur,”ucap Seta.
“Biar aku yang membawa dia ke mobil,”kata Red yang segera mengangkat Adi menuju mobil.”Seta Mizan,”ucap Robin.
“Aku tahu apa yang ingin kalian katakan. Tapi kita bisa pindah ke tempat Putra. Kami harus menaikkan suhu tubuh Putra,”ucap Mizan.
“Apa maksud kamu?,”ucap Sem.”Kurasa apa yang dikatakan mereka benar. Ayo pergiii ke tempat putra. Tapi untuk penjagaan diperketat lagi,”kata Red yang membawa Adi dengan tubuh yang lemas seperti anak pada umumnya yang sedang sakit.
Red yang membawa Adi merasa ingin sekali memeluk dia lebih erat lagi sebagai kakaknya. “Anak yang malang,”ucap hati Red saat melihat Adi yang sedang lemah.Red yang sudah didekat mobil dibantu Blue yang membukakan pintu.
Mereka semua yang masuk ke dalam mobil untuk pergi ke tempat Putra. Waktu terus berjalan sampai mereka sudah sampai didekat kontrakan Adi. Mereka yang turun karena tidak bisa masuk lebih dalam lagi. Red yang masih menggendong Adi dipelukkanya sampai didepan pintu kontrakan Adi.
Seta yang membukakan pintu masuk ke dalam yang disusul oleh Red yang menggendong Adi masuk ke dalam rumah kontrakan yang kecil. Di belakang Red yang di susul oleh yang lainnya. Sampai di dalam ruangan yang kecil Adi yang dibawa ke kamar dimana Adi yang sudah diletakan dikasur. Seta mulai menggunakan kemampuannya untuk menghangatkan tubuhnya bersama dengan Mizan.
Odi bersama dengan Robin yang membuat cemilan bersama. Sementara yang lain sedang duduk bersantai.”Sudah lama juga tidak berkumpul seperti ini ya,”ucap Bon.
“Itu benar. Tapi Mizan, apa benar tidak ada obatnya?,”kata Prita melihat dari pintu masuk kamar.
“Emangnya tanaman apa yang belum ada di pulau,”kata Mon yang juga disamping Prita.
“Tanaman itu adalah tanaman darah dan daun kritasl,”ucap Seta.
“Tunggu kedua tanaman itu berlokasi di tempat rute dena yang dibuat oleh Putra bukan,”kata Red.
“Iya tapi sayangnya itu untuk tugas para ras bukan,”kata Rabbit.
“Itu benar. Jika seperti itu kenapa tidak dari salah satu kalian ikut untuk membantu para ras tersebut,”kata Mizan. Semua terdiam sampai Robin berkata yang dari dapur.”Siapa yang mau pergi?,”ucap Robin sambil membuat cemilan malam.
“Biar aku saja,”ucap Blue.
“Kau tidak ada tugas untuk sementarakan,”kata Robin.
__ADS_1
“Kurasa Blue tidak ada egenda untuk saat ini. Dia bisa pergi,”ucap Robbit.
“Kalau begitu masalahnya sudah selesaikan. Tapi kenapa kita tidak membeli rumah untuk kita bisa berkumpul, tidak mungkin Putra akan tinggal disini teruskan setalah SMP selesai,”kata Sem.
“Untuk tempat tinggal yang baru sudah aku belikan. Tapi Putra mau tidak tinggal bersama kita, itu masalahnya,”ucap Prita.
“Dia harus mau,”ucap Red.
“Kurasa kita bisa mulai saat Putra lulus SMP nanti,”kata Bon. Setelah semuanya setuju untuk tinggal bersama mereka tersenyum. Kembali mereka berbincang satu sama lain bukan masalah organisasi atau urusan pekerjaan. Tapi membicarakan masa depan mereka bersama dengan Adi.
Sementara Seta dan Mizan yang sudah meninggalkan Adi yang dalam kondisi stabil. Mulai bergabung dengan mereka yang ada di ruang tamu dekat dapur.”Bagaimana Putra?,”kata Odi.
“Sudah dalam kondisi stabil,”kata Setma.
“Jadi apa lagi yang ingin kalian katakan kepada kami berdaua,”kata Mizan.
“Apa racun itu ada di tempat dimana Putra terjatuh. Tapi bagaimana bisa?,”kata Red.
“Itu karena dua faktor racun dingin bisa ada. Faktor pertama adalah karena air laut didasar sudah melebihnya dingin pada umumnya. Apa lagi peristiwa itu terjadi saat musin dingin bukan. Menurut kalian bagaimana jika kalian yang jatuh,”kata Mizan.
“Kita tidak akan bisa selamat,”kata Odi.
“Tepat jika kita datang terlambat saja Puta bisa saja tidak ada disini sekarang. Kurasa ibunya yang melindungi dia di surga untuk tetap bisa bertahan sampai akhir,”ucap Mizan sambil minum teh hangat.
“Kenapa kamu berkata seperti itu Mizan,”ucap Sem.
“Soal itu sata aku menyelam ke dasar laut. Awalnya aku tidak menemukan jejak Putra sampai aku melihat cahaya yang datang melintas di depanku. Cahaya itu seperti menunjukkan araj kepadaku dimana Putra saat itu,”kata Mizan.
“Ohhh ceita itu ya. Aku juga melihat yang sama,”kata Seta.
“Apa kalian melihat hal yang sama. Itu benar saay jantung Putra dan suhu tubuh Putra dalam krisis paling buruk. Ada cahaya yang selalu mengelilingi tubuh Putra. Awalnya kami merasa terganggu dan hendak mengusir cahaya itu. Tapi hasilnya kami tidak mengusirnya karena ada pergerakan di tangan Putra saat itu,”ucap Seta.
“Itu benar,”kata Mizan.
__ADS_1
“Jadi karena itu kamu bilang kalau ibu Putra selalu menjaga Putra saat dalam kondisi tidak baik begitu,”kata Sem. Mereka berdua hanya menganggu sementara mereka yang lain mendengarkan dengan baik sampai malam beranjak pagi.