Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 155


__ADS_3

Dua hari telah berlalu setelah Adi meninggalkan wilayah B menuju pulau tersembunyi. Yang dia diam-diam beli tanpa diketahui oleh kedua kakak Adi. Untuk berjaga-jaga kalau kondisi ini dimana Adi harus pergi. Di tambah lagi di pulau tersembunyi ada anak buah yang disembunyikan oleh Adi dengan kemampuan yang lebih kuat. Kedudukan anak buah Adi yang ada dipulau bisa dibilang sudah menguasai setengah dunia.


Tapi pada saat yang sama paman para pengemar yang sudah tahu kalau Adi yang menghilang mendapatkan pesan dari Yesa. Yang isi pesannya kalau dia menayakan kondisi Adi. Yesa yang tahu itu bertanya kepada yang ahlinya. Yesa bertanya kepada progemer bagaimana dia harus memberitahukan kepada Rey dan Roy.


Yesa yang sudah mengirim pesan kepada Progemer tentang Rey dan Roy tentang Adi.Tapi progemer yang juga tidak tahu dimana Adi hanya bisa mengatakan kalau Adi tidak akan kembali. Yesa yang bingung ingin mengatakan apa hanya terdiam. Sampai Roy menghubungi Yesa dimana dia sangat terkejut dengan panggilan yang masuk dari Roy.


“Hai Roy ada apa kamu menghubungiku,”kata Yesa setelah ponsel terhubung dengan Roy.


“Kamu tahu dimana para paman penggemar membawa Adi,”kata Roy.


“Adi ya,”kata Yesa yang tidak tahu harus berkata apa. Tapi dari suara Yesa Roy bisa menebak kalau dia tahu soal Adi, tapi dia tidak ingin mengatakan kepadanya. Tapi karena itu juga dia tambah penasaran dengan apa yang mereka sembunyikan soal keberadaan Adi.


“Kenapa kamu hanya diam saja. Apa kamu tahu dimana Adi sekarang?,”kata Roy yang menuggu jawaban dari Yesa.


“Apa kamu yakin ingin tahu dimana Adi. Tapi mungkin saja kalian bisa saja syok mendengar ucapkan yang tidak enak ini dari kami,”kata Yesa.


“Tentu saja aku ingin tahu dimana Adi. Kamu tahukan kalau Adi itu akan melakukan yang tidak bisa ditebak,”kata Roy.


Yesa yang masih ragu untuk mengatakan kepada Roy hanya bisa berkata kalau Adi sudah pergi tapi tidak bersama dengan para paman. Roy yang mendengar ucapkan itu Roy hanya menebak kalau Adi pasti pergi dengan anggota yang lain.


Tapi ada hal yang Roy tidak tahu kemana Adi pergi.”Kamu tidak apa-apa Roy,”ucap Yesa yang sedikit khawatir.


“Tidak, terima kasih sudah memberitahukan aku kemana dia pergi,”kata Roy. Tapi saat hendak Roy menutup teleponnya Yesa berkata kepada Roy.


“Kamu yakin tidak akan khawatir dengan Adi yang tidak ada,”ucap Yesa.

__ADS_1


‘Tidak karena dia seperti itu. Tapi aku percaya kalau dia masih hidup, buat saja kematian palsu untuk Adi agar Cita tidak mencari dia,”usul dari Roy. Pada pesan terakhir itu koneksi terputus dimana Rey yang melihat Roy menatap Rey di luar ruangan.


“Kenapa kamu terlihat tidak enak dipandang kak,”kata Rey.


“Kamu tahukan kalau Adi dibawa oleh Cita dan sekarang dia menghilang. Para paman juga tidak tahu dimana dia sekarang,”kata Roy.


“Tidak tahu Adi dimana sekarang, tapi dia masih hidupkan kalau tidak menemukan mayatnya,”kata Rey.


“Kalian berdua terlalu dingin tahu tidak,”kata Elang yang masih ada di rumah sakit.


“Lalu kami berdua harus melakukan apa dong,”kata Rey.


“Sedih atau mencoba mencari Adi dimana begitu,”kata Elang.


“Itu kamu saja tidak mencari dia kenapa kamu harus mencari dia. Kalau dia saja bisa menjaga dirinya sendiri. Kami juga tidak bisa mencari dia dengan kondisi kami yang seperti ini. Apa lagi Jordan baru saja datang ke sini dan masalah lain siapa yang membuat mama kami bisa kecelakaan,”kara Roy yang dengan serius menganalisis.


“Barang kalian akan aku antar ke rumah kalian tapi siapa yang mau membawaku,”kata Elang.


“Biar aku saja kakak disini bersama dengan mama saja bagaimana?,”kata Rey.


“Apa kamu tidak masalah jika pergi dengan Elang ke rumah,”kata Roy. Rey yang menganggukan kepalanya yang dia merasa tidak masalah.”Baiklah, tapi kamu harus berhati-hati ya,”kata Roy.


Rey yang bersama dengan Elang pergi ke luar gedung untuk pergi dari rumah sakit. Setelah mereka berdua sampai didekat mobil Elang. Rey dan Elang masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh Elang. Dimana mereka menuju rumah Rey diperjalanan mereka saling mengobrol satu sama lain.


“Kak, apa kamu benar tidak tahu Adi dimana?,”kata Rey.

__ADS_1


“Yang aku tahu hanya ponselnya saja yang sudah jatuh di jalan,”kata Elang. “Apa hanya itu saja yang kamu ketahui tidak ada lagi yang kamu sembunyikkan dari kami berdua,”kata Rey yang menatap ke arah depan.


Tapi pada saat yang sama ada kabar dari mata-mata Rey kalau Adi dibawa ke tebing. “Kita pergi ke lokasi ini dulu,”ucap Rey.


“Sekarag,”ucap Elang.


“Tidak setelah kita menaruh barang bawaan dari karyawisata,”ucap Rey. Tidak lama Rey berkata seperti itu mereka sampai didepan rumahnya. Rey membuka pintu mobil yang disusul oleh Elang. Bagasi belakang mobil di buka tapi yang membuat mereka terkejut adalah tidak ada barang Adi.”Dimana barang Adi kenapa tidak ada disini,”ucap Rey.


“Bukan tadi kalian bertiga memasukan barang bersama-sama masak kalian tidak melihat barang Adi,”kata Elang yang tidak tahu.


“Iya emang kita tadi memasukkan barang bersama-sama tapi aku tidak memperhatikan itu karena aku pergi dulu bersama dengan kak Roy,”ucap Rey.


“Apa dari awal Adi tidak membawa barangnya ke dalam mobil,”ucap Elang yang menebak.


“Itu mustahil, jelas sekali Adi membawa barang bawaan untuk karyawisata,”kata Rey yang berpikir dengan apa yang dilakukan oleh Adi.”Sudahlah,”ucap Rey yang tidak tahu kalau kondisi dia sendiri tidak dalam suasana baik.


Elang yang membantu menurunkan barang bawaan Rey dan Roy. Dimana Rey membuka pintu yang kuncinya selalu di sembunyikkan di cela pot bunga yang ada disamping pintu. Rey segera membuka pintu dan memasukkan barang bawanan yang dia bawa. Di belakang ada Elang yang juga membantu Rey. Sampai di rumah mereka berdua dikejutkan oleh seorang yang duduk menuggu pemilik rumah.


“Kamu bagaimana bisa masuk ke dalam rumahku,”ucap Rey yang berposisi siaga dengan barang yang dia bawa jatuh. Elang yang baru masuk melihat Rey yang waspada kepada seorang yang ada didalam rumah.


“Kamu kenapa Rey,”ucap Elang yang sedikit binggung dan tidak tahu apa yang membuat anak didepan itu sedikit waspada. Sampai di dalam rumah Elang yang melihat ke arah Rey menatap berjalan santai  membelakangi  Rey.”Kenapa kalian datang ke rumah yang tidak ada orangnya, kalian tidak tahu malu ternyata,”ucap Elang.


“Siapa kamu, kami hanya ingin bicara dengan salah satu penghuni ini saja,”kata orang yang tidak kenal. Sampai Elang menyalakan lampu di ruang tamu dan mereka saling bertatap satu sama lain.


“Pasti kamu adalah Rey anak dari Jesi,”ucap Cita yang duduk dengan santai menatap mereka.

__ADS_1


“Jadi itu wanita rubah yang datang ke rumah orang lain tanpa permisi,”kata Elang yang duduk didepan Cita. Rey yang melihat itu dengan wajah dinginnya duduk disamping Elang.”Tidak usah waspada seperti itu. Aku datang ke sini hanya ingin tahu dimana Adi,”kata Cita sambil tersenyum licik. Tapi mereka semua tidak sadar adalah anak buah Adi yang khusu menjaga kelurga Jesi saat Adi tidak tahu yang sedang bersembunyi di balik bayangan rumah mendengarkan pembicaraan mereka.


__ADS_2