Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 97


__ADS_3

Rey dan Roy berlari ke arah Adi setelah mereka mengalahkan musuh yang bersenjata. Hingga mereka mendengar suara siriner polisi yang mulai mengepung daerah taman.”Adi kamu tidak terluka,”Kata Rey yang membolak balikkan tubuh Adik.


“Aku baik-baik saja,”kata Adi. Di tempat lain klub bela diri yang datang menolong juga sudah selesai dengan bagian mereka. “Hai Adi, Rey Roy,”ucap mereka semua yang datang berjalan ke arah mereka.


“Ketua teman-teman, terima kasih sudah membantu kami,”kata Roy.


“Untuk apa berterima kasih,”ucap Ketua. “Kurasa kalian bertiga baik-baik saja,”kata alumni.


“Tapi tadi kami mendengar suara tembakan apa kalian diserang menggunakan pistol,”kata alumni.


“Itu benar aku juga mendengar jadi kami bergerak menuju Adi. Karena yang di incar oleh mereka adalah Adi,”kata Roy.


“Adi,”kata Rey.


“Ohh soal tembakan itu,”kata Adi yang menunjuk ke salah satu preman.”Dia yang terkena peluru darai arah jauh. Aku tidak tahu siapa yang membantu, tapi ketua preman itu sudah tertembak di bagian kepala,”kata Adi sedikit menjelaskan.


Polisi yang sudah mengepung taman tersebut. Hingga para preman tidak bisa melarikan diri semua tertangkap satu persatu.”Apa kalian yang memanggil kami untuk datang karena para preman,”kata Jo.


“Itu benar kami yang menghubungi para polisi untuk datang,”kata Ketua.


“Kalian bertiga lagi,”ucap Xieo.


“Halo paman kita bertemu lagi,”kata Roy.”Sebenarnya apa yang terjadi di sini,”kata Xieo.


“Kami juga tidak tahu kenapa mereka menyerang kami dan ingin menyakiti adik kami yang tidak berdosa,”kata Rey sambil memeluk Adi.


“Kalian tidak usah berakting menyedihkan,”kata semau yang ada di tempat.

__ADS_1


“Kenapa kalian menatap kami seperti itu, mereka ingin membunuhku karena mereka disuruh oleh seorang wanita.Aku saja tidak tahu siapa dia, karena mereka ingin membunuhku,”kata Adi yang memberikan informasi yang dia dapatkan.


“Apa itu benar,”ucap Jo yang menangkap wakil preman karena ketua mereka sudah mati tertembak.”Apa yang dikatakan oleh anak itu benar,”ucap wakil.


“Kami hanya dibayar untuk membunuh anak itu saja dan yang lain hanya akan memberikan sedikit cedera sajaa,”kata wakil.


“Sedikit apa yang kamu maksud, lihat itu temanku semua tertepar di tanah karena kalian,”kata wakil ketua klub.


“Tangkap mereka semua untuk di intograsi di kantor polisi dan sebagian masuk penjara,”kata Xieo. Setelah semua dibawa Xieo membawa mereka untuk dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


Di rumah sakit mereka semua yang masih sekolah diomeli sampai mereka perih mendengar omelan ketua polisi Xieo. Karena mereka berkelahi dengan orang dewasa apa lagi preman. Tapi di tempat lain Roy yang menghubungi mama tidak diangkat.”Untuk kalian bertiga dimana mama kalian sekarang,”kata Xieo.


“Itu kakak Roy sedang mencoba menghubungi mama,”kata Rey.


“Kenapa apa tidak bisa dihubungi lagi,”kata Xieo.


“Mama,”ucap mereka bertiga sambil melambaikan tanganya ke atas. Jesi kemudian berlari ke arah mereka bertiga dan memeluknya. Setelah melepaskan kegelisahan Jesi, melihat ke rah depan untuk memastikan kondisi mereka bertiga baik-baik saja.


“Anakku apa kalian terluka,”kata Jesi. “Kami baik-baik saja mama. Teman klub dan kakak alumni membantu kami menghacar para preman,”kata Rey.


“Nyonya bisa kami bicara dengan anda,”kata Xieo.”Tentu saja,”kata Jesi yang berdiri dan mengikuti Xieo.


“Apa yang ingin anda bicarakan tuan,”kata Jesi.”Baik aku akan bicara langsung ke intinya. Sebenarnya siapa yang mengincar nyawa kalian,”kata Xieo.


Jesi terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa karena masalah ini ada kaitannya dengan Adi dan ibunya. Jesi yang tidak ingin semua ini terunkap hanya bisa berkata kebohongan kalau dia tidak tahu siapa mereka.


“Apa benar anda tidak tahu siapa yang ingin membunuh kalian,”kata Xieo. Jesi masih menggelengkan kepalanya. Sampai Xieo berkata sedikit informasi yang dia dapatkan setelah mengintograsi beberapa orang.”Jika kamu tidak ingin mengatakan tidak masah. Tapi kami mendapatkan sedikit informasi kalau mereka yang menyerang hari ini suruh oleh seorang wnaita. Apa kamu tahu siapa wanita yang mereka maksudkan?,”kata Xieo.

__ADS_1


Jesi terkejut dengan apa yang dia denngar sampai dia berkata,”Seorang wanita. Tapi aku tidak memliki dendam dengan wanita lain, kami baik saja atau tetangga.” Xieo yang melihat kelakuakn Jesi merasa kalau Jesi juga tidak tahu apa siapa wanita yang menyuruh preman itu untuk membunuh ketiga anak Jesi.


“Baiklah kamu bisa bertemu dengan ketiga putra kamu,”kata Xieo. Jesi berjalan menuju ketempat Roy berada. Sampai di tempat Jesi yang melihat mereka bertiga sedang asik mengobrol dengan teman mereka. Jesi merasa senang kalau mereka baik-baik saja, tapi Jesi kembali melihat ke layar ponselnya. Dimana Jesi mendapatkan informasi kalau Adi sudah ketahuan dan Cita mulai menyuruh orang lain untuk membunuh Adi.


Jesi yang mendapatkan pesan itu seperti syok.”Bagaimana sekarang Adi?,”kata Jesi dalam hati. Jesi yang masih melihat ketiga putra mereka. Hingga Adi berjalan menjauh dari mereka berdua.”Kemana Adi ingin pergi,”kata Jesi dengan suara kecil. Jesi mengikuti Adi dari belakang sampai di luar gedung rumah sakit.


Jesi melihat Adi berbicara dengan seorang yang dia tidak kenal.”Siapa dia?,”kata Jesi yang melihat.


Jesi yang tidak tahu ingin menghampiri Adi yang sedang berbicara dengan orang asing. Sampai Rey dan Roy yang mengikuti Adi dari belakang setelah mamanya.”Kak, bukan itu mama,”kata Rey yang melihat kepergian Adi. Tapi Rey melihat Adi di ikuti oleh mamanya.”Kurasa mama ingin ikut melihat apa yang dilakukan oleh Adi,”kata Roy yang menyimpulkan. Rey melihat ke arah Roy dan mereka berdiri.”Kalian mau kemana?,”kata ketua klub.


“Kami ingin menyusul Adi dulu,”kata Rey.”Baiklah sana pergi, jika ada apa-apa beritahu kami ya,”ucap Wakil klub.


Rey dan Roy pergi berjalan mengikuti Mama dari belakang. Sampai di tempat pintu keluar mama berhenti dan di lihat oleh Rey dan Roy.”Kurasa mama ingin menghampiri Adi  karena orang asing yang berbicara dengannya,”kata Rey.


“Mama,”ucap Roy di belakang Jesi. Jesi menoleh karena mendengar teriakkan Roy. “Kenapa mama ada disini,”kata Rey.


“Mama mengikuti adik kamu,”kata Jesi yang berkata jujur. Adi yang sedang mengobrol dengan anak buahnya mendengar suara Roy. Adi yang melihat kalau Jesi mengikuti dia sampai kesini.”Kamu ikut denganku, agar mama tidak terlalu curiga dengan apa yang aku lakukan diluar sana,”kata Adi kepada sniper.


“Baiklah tuan, tapi akau sebagai apa di sini,”kat sniper.


“Kamu jadi Penjual buku di toko langganan aku memberikan buku ini,”kata Adi yang kebetulan membawa buku yang dia beli. Sniper itu mengerti dia berjalan mengikuti Adi yang sudah berjalan.”Mama kenapa ada di sini,”kata Adi dari belakang Jesi.


“Adi,”ucap Jesi yang sedikit terkejut.”Tadi mama lihat kamu pergi jadi mama mengikuti kamu. Kamu tadi bicara dengan siapa?,”kata Jesi yang berkata jujur.


“Aku bicara dengan penjaga toko, dia tadi datang setelah menghubungiku. Katanya buku yang aku beli ketinggalan. Iyakan kakak,”kata Adi melihat ke arah sniper.


“Itu benar. Maaf membuat nyonya khwatir karena saya diam-diam datang lewat pintu belakang. Karena di depan ramai tadi,”ucap sniper yang berakting dengan Adi.

__ADS_1


__ADS_2