Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 180


__ADS_3

Karena tidak ada waktu untuk tidur lagi Adi menyiapkan bekal yang ada di kulkas. Adi yang sudah selesai menyiapkan bekal pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Didalam kamar mandi Adi mendengar suara seorang yang masuk ke dalam kontrakna Adi. “Ada malingkah?,”ucap Adi di dalam kamar mandi.


Adi tetap menikmati air mengalir yang begitu sejuk. Karena semua lelah Adi bisa lepas dengan sentuhan air dingin yang mengalir dari atas dan menuju ke tubuh Adi. Tubuh Adi yang terdapat beberapa goresan dan tanda dari peluru yang menusuk tubuh Adi. Itu membuat Adi teringat akan apa yang sudah terjadi. Adi yang selesai dari kamar mandi membuka pintu. Tapi sudah ada pistol yang menuggu Adi keluar dari kamar mandi.


Mata Adi yang tertuju ke arah orang didepan dia. Santai dan senyuman dia lontarkan kepada musuh.”Kamu akan matai apa ada permintaan yang ingin kamu katakan Putra,”ucap Fel.


“Permintaann ya. Kamu yang salah melawan orang, kamu kira dengan kamu mendatangkan mereka ke sini. Aku bisa matikah,”kata Adi dengan dingin. Berjalan santai menuju dapur untuk mememinum teh yang sudah dibuat oleh Adi tadi sebelum dia mandi. Fel dengan diam menyuruh orangnya untuk menembakan peluru ke arah Adi. Tapi tidak disangka ada seorang diluar sana yang membantu Adi.


Orang yang di suruh oleh Fel terjatuh dengan darah mengalir di kepalanya. Fel yang tidak tahu berdiri dari tempat dia duduk.”Siapa di sana, cepat keluar. Jika kalian ingin hidup,”kata Fel.


“Mereka tidak akan keluar,”ucap Adi.


“Jadi ini adalah ulah kamu,”kata Fel. “Ulahku bukan ini semua adalah ulah kamu yang datang pagi-pagi,”kata Adi.


“Siapa kamu sebenarnya?,”kata Fel.


“Siapa aku bukan kamu sudah mencari tahu ya. untuk apa aku memberitahu kamu yang kedua kalinya. Tapi apa untungnya bagi kamu yang ingin tahu siapa aku,”kata Adi di depan Fel yang tidak  berkutip.


“Tuggu saja kamu akan aku bunuh,”ucap Fel yang pergi begitu saja dengan semua anggota yang masih ada.


“Kenapa jadi seperti ini ya,”kata Adi melihat ke arah mayat yang berbaring di kontrakan Adi.


“Kalian di luar,”ucap Adi kepada anak buahnya yang berjaga di luar. “Ada apa bos kecil,”kata anak buah Adi.

__ADS_1


“Tolong bereskan mayat ini dan bersihkan lantai kontrakkanku. Aku tidak mau dia ada disana, aku ingin semuanya bersih jika aku datang ke rumah. Apa kalian mengerti?,”kata Adi dengan satai.


“Baik bos kecil, kami akan melakukan apa yang kamu minta. Tapi ada pesan dari Robin untuk tidak datang ke cafe. Karena sedang dalam renovasi,”kata anggota khusus.


“Renovasi, baiklah,”kata Adi yang bersiap untuk pergi ke sekolahan. Adi meninggalkan kontrakan yang sedang melakukan pembersihan dengan santai Adi mendengarkan musik di perjalanan menuju ke sekolahan.


“Putra,”ucap Dev dari belakang. Adi yang tidak mendengarkan Dev yang memanggil masih saja berjalan samapi Dev menepuk bahu Adi.”Hai Putra kamu tidak mendengarkanku,”kata Dev.


Adi melirik ke arah Dev dengan melepaskan handsat yang terpasang ditelinga Adi.”Pantas saja aku panggil tidak dengar kamu sedang mendengarkan apa,”kata Dev.


“Sedang mendengarkan musik. Ada apa Dev?,”ucap Adi.


“Aku mau belajar dengan kamu bisa tapi setelah pulang sekolah hari ini,”kata Dev.


“Berapa hari,”kata Dev. “Katanya seminggu,”kata Adi.


“Kalau begitu kamu bisa ke gangkan mengajarkan kami semua selama seminggu ini,”kata Dev.


“Tentu saja. Aku juga sudah membuat materi yang harus kita pelajari nanti,”kata Adi. Mereka berjalan bersama menuju ke sekolahan yang kebetulan bertemu dengan Sun yang juga sedang lewat jalan yang sama.


“Kalian berdua mau berangkat sekolah,”kata Sun.


“Iya kak,”kata Dev. Adi hanya menganggukan kepalanya saja sampai Sun berkata,”Kapan kamu akan datang ke gang Putra?.”

__ADS_1


“Nanti aku akan datang,”ucap Adi dengan santai. Tapi Sun yang sudah mendapatkan kabar kalau Aid sudah menjadi incaran dari Fal dan Fel.”Ada apa Sun?,”kata Adi yang sudah bisa menebak dengan wajah yang diberikan oleh Sun saat menatap dia.


“Tidak ada. Sebaiknya kamu jaga diri kamu sendiri saja. Tapi apa kamu tidak part time nanti jika kamu datang ke gang,”kata Sun.


“Tidak, cafe dalam renovasi selama seminggu. Jadi aku bisa mengajarkan siswa yang ada selama seminggu ini,”kata Adi. Setelah membicaraan selesai mereka berpisah karena hampir sampai di gerbang sekolahan. Dev dan Adi yang masuk ke halaman sekolahan dengan Sun yang melewati sekolahan mereka berdua ke tempat lain.


Di perjalanan menuju ke ruang kelas mereka berdua tidak saling berbincang. Sampai di kelas semua siswa sudah ada yang berangkat. Adi yang hendak meletakan tas di meja. Tapi meja dan kusri yang dia duduki kontor dengan penuh dengan coretan dan sampah. Dev yang melihat itu tidak bisa berkata apa-apa dengan kawan yang lain. Karena mereka bisa menebak kalau yang melakukan itu adalah kelas A.


“Kotor juga ya,”ucap Adi yang menyeret meja dan kursi menuju kelas A. Dev dan siswa yang lain melihat Adi kelura.”Putra kamu mau kemana?,”kata wakil ketua. TapI Adi tidak menjawab dan tetap berjalan menuju kelas A.


Dev dan yang lain melihat Adi pergi keluar.”Kemana Putra mau pergi,”ucap ketua.


“Mungkin saja pergi ke kelas A,”kata Dev yang kembali duduk. Siswa yang lain mendengar kata Dev melhatnya.”Apa?,”kata siswa.


“Apa dia tidak takut apa dengan kelas A,”ucap siswa yang lain.”Kurasa melihat sikap dia, tidak,”ucap Dev dengan santai. Adi yang sudah menyeret meja dan kursi yang kotor dengan mata siswa yang lain memandang dia. Semua bisikan dolontarkan dan bertanya apa yang dia lakukan Adi dengan meja dan Kursi yang kotor. Sampai di dalam ruangan kelas A yang ada siswanya menatap Adi dengan rasa jijik. Tapi Adi tidak perduli dan hanya saja mencari dimana tempat Fal atau Fel berada.


Dua menit telah berlalu Adi menemukan bangku salah satu dari mereka. Segera Adi mengganti meja dan kursi yang dia bawa dengan meja salah satu yang bersih. Dengan santai Adi yang sudah mendapatkan meja dan kursi yang bersih segera pergi dari kelas A. Tapi Adi tidak tahu kalau ada siswa dikelas A melaporkan ke ruang guru. Belum Adi keluars udah dihadang oleh guru yang menjadi wali kelas A.


“Putra apa yang kamu lakukan,”ucap wali kelas A.


“Bapak bertanya apa yang sedang aku lakukan. Saya mengganti kursi dan meja yang sudah di kotori oleh siswa anda pak. Anda sebagai wali kelas harus bisa menjaga dan mendidik siswa anda bukan,”kata Adi dengan santai kembali berjalan. Tapi dihentikan oleh salah satu siswa pria dengan memegang satu barang bawaan Adi.


Adi menghela nafas dan melirik ke arah siswa pria itu dengan dingin. Siswa pria itu yang merasakan Adi berbeda dengan dia segera melepaskan kursi dan meja yang mereka pegang. Adi tersenyum dengan suara kecil berkata,”Bagus tahu diri ternyata kamu.”

__ADS_1


Sementar wali kelas masih menahan Adi.”Pak sempai kapan anda menjadi guru yang memilih kasih sayang yang berbeda. Apa anda tidak takut dipecat?,”ucap Adi yang merobos keluar ruang kelas A.


__ADS_2