Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 133


__ADS_3

Musuh yang sudah di provokasi oleh Adi membuat naik darah.”Ternyata bocak kayak kamu emang harus dihabisi ya,”kata musuh yang mengeluarkan belati.


Adi yang melihat bertepuk tangan sambil berkata,”Hebat orang dewasa selalu menindas anak kecil ternyata.”


Perkelahian mulai kembali dimulai dimana Adi juga harus menghindar dari serangan mereka yang menggunakan senjata dengan jumlah yang sudah berkurang 20 orang. Tersisa 30 orang yang siap menghabisi Adi. Tapi mereka yang sudah membawa senjata selalu bisa dihindar oleh Adi yang kecil. Adi yang ingin semua ini selesai segera dia menyelesaikan dengan dia mengelurkan senjata yang dia bawa.


Perkelahian yang sangat melelagakan dan sangat mendegangkan. Sampai Satya bersama dengan Yesa datang Adi sudah membereskan musuh di tengah musuh yang sudah berlumur darah. Adi yang berdiri di tengah musuh yang sudah terjatuh. Satya yang melihat sangat terkejut dengan Yesa yang melihat.


Yesa melihat ke arah Satya dan menutup mata Satya.”Kamu tidak boleh melihatnya,”ucap Yesa.


“Kenapa aku tidak boleh melihat,”ucap Satya yang mencoba melepaskan tangan yang menutup matanya.


Tapi pada saat yang bersama Adi kedatangan Gozo yang kebetulan ada disekitar sana. Satya yang melihat itu langsung datang menghampiri Adi.”Adi kamu tidak apa-apa,”kata Satya.


“Kenapa kamu disini Adi,”ucap Gozo.


“Seharusnya aku yang bertanya kenapa kamu disini Gozo,”kata Adi yang menoleh ke belakang karena Satya memanggilnya.


“Aku baik saja hanya saja lelah,”kata Adi.


“Kamu siapa,”ucap Satya yang menghadang Gozo. Yesa yang melihat datang dibelakang Adi dengan tatapan dingin.


“Satya kamu tenang saja dia Gozo orangku,”kata Adi.


“Kebetulan kamu disni. Tolong bereskan semua ini dan cepat membantu Rey dan Roy yang sedang terdesak,”kat Adi.


“Rey dan Roy,”ucap Gozo yang melihat pesan.


“Mereka berdua bersama dengan Shep mereka aman. Tapi bagaimana kamu bisa mengalahkan semua orang ini Adi,”kat Gozo yang juga tidak percaya dengan kemampuan yang dimiliki Adi yang masih kecil.


“Pertanyaan apa itu,”kata Adi yang tidak ingin menjawab. Kemudian dia melihat ke arah Satya,”Kenapa kamu datang lagi ke sini.”


“Kamu tanya kenapa aku datang aku khawatir dengan kamu bodoh,”ucap Satya yang bisa menghela nafas.


“Kamu benar adikku yang satu itu emang bodoh. Tapi dia masih perduli dengan orang lain,”kata Roy. Adi menoleh kearah Rey dan Roy yang beru saja datang.”Kalian selamat,”ucap Adi.

__ADS_1


“Tentu saja tapi kamu tidak apa-apa,”kata Rey.


“Aku baik saja,”ucap,”Adi yang manarik senjata yang tertanjam ditubuh musuh. Satya yang melihat sedikit terkejut.”Kamu membunuh mereka Adi,”kata Satya.


Adi hanya tersenyum saja kepada Satya.”Maaf kamu harus melihat ini,”kata Adi. Adi yang berjalan ke arah Yesa.”Kamu pasti Yesa kakak dari Satya. Sebelumnya aku minta maaf karena membuat adik kamu dalam bahaya. Tapi aku disini tidak akan lama. Apa kamu mau beraliansi denganku?,”kata Adi yang langsung ke poin.


“Adi maaf kami terlambat,”ucap Galang.


“Tidak apa,”kata Adi. Galang yang bersama dengan Ulta dikejutkan dengan pemandangan yang tidak biasa.”Apa yang terjadi disini?,”kata Ulta.


“Kamu bertanya apa yang sedang terjadi sini. Bukan sudah bisa dilihat dengan mata kamu sendiri apa yang terjadi. Kalau Adi baru saja diserang,”kata Gozo.


“Aku tahu tapi dimana shep sampai tidak bisa membantu Adi,”kata Ulta.


“Aku meminta Shep menjaga Tomas,”kata Adi.


“Tomas maksudkan kakek kamu,”kata Ulta.


“Iya,”kata Adi.


“Bukan dia seorang komandan militer. Kenapa kamu menyuruh Shep menjaga kakek kamu,”kata Ulta.


Semua terdiam sedangkan Galang yang menuju tempat Adi.”Aku yang akan menjelaskan kenapa Adi ingin beraliansi dengan kamu,”kata Galang.


“Sebaiknya kalian segera kembali ke hotel dari pada guru kalian mencari,”kata Galang.


“Tunggu dulu aku mandi dulu kayaknya sebelum ke hotel. Jika aku berpakaian seperti ini Guru akan khawatir dengan diriku,”kata Adi.


“Bagaimana jika kalian datang ke cafeku saja. Mungkin saja kamu bisa membersihkan diri kamu disana,”kata Yesa.


“Terima kasih,”ucap Adi.


Gozo yang menyuruh anak buahnya untuk membereskan kekacauan yang dibuat oleh Adi. Tapi saat hendak pergi ke cafe Adi mendapatkan pesan dari pengawas yang masih selamat. Dipesan itu kalau Tomas  dibawa... yang isinya belum selesai ditulis tapi pengawas itu sudah mengirim pesan.


Lagi-lagi Adi menghela nafas dan menatap langit. Dimana Satya yang melihat,”Kenapa berhenti Adi?.”

__ADS_1


“Kurasa malam ini aku tidak bisa pulang ke hotel,”kata Adi.


“Apa terjadi sesuatu,”kata Roy. Adi hanya tersenyum saja yang dimana dia menghubungi seorang yang dia kenal untuk bergerak secara bebas.


Semua hanya terdiam saat dimana mata Adi mulai berubah kembali.”Satya kamu ke sini,”ucap Yrsa yang tahu kalau Adi sedang marah saat itu.


“Kenapa kamu lama mengakatnya bodoh,”ucap Adi dingin.


“Kenapa kamu menghubungiku. Apa terjadi sesuatu,”kata anggota rahasia.


“Aku ingin kamu mencari Tomas sekarang dan selidiki apa yang terjadi dengan orang yang aku suruh untuk menjaga Tomas?,”kata Adi.


“Itu bukan urusan aku. Selesaikan sendiri masalah kamu, aku tidak akan ikut,”kata anggora rahasia.


“Apa benar kamu tidak ingin ikut. Jika dia bisa menguasai setengah wilayah dari kamu,”kata Adi.


Anggota rahasia yang tidak bisa berkata apa-apa hanya menyetujui permintaan Adi.”Aku akan melakukannya, tapi untuk orang yang menghalangiku mereka akan tewas,”kata anggota rahasia.


“Tidak masalah asalkan Tomas dan orang yang ada dipihaku baik saja. selain itu kalian bebas ingin membunuh, menjual terserah kalian aku tidak perduli,”kata Adi.


Yang kemudian telepon terputus.”Adi siapa yang baru saja kamu hubungi,”kata Gozo yang memiliki firasat buruk.


“Bukan siapa-siapa ayo pergi ke cafe sekarang,”kata Adi yang dingin.”Kenapa kamu Adi apa terjadi sesuatu kepada paman Tomas,”kata Rey.


Adi menghela nafas,”Tomas dibawa oleh Cita dan semua anak buahku yang aku minta mereka untuk berjaga sudah dihabisi. Tadi Gozo ingin tahukan siapa yang aku hubungi. Dia dalah organisasi tapak darah suatu organisasi yang brutal saat menghadapi musuh.”


“Kamu serius menghubungi organisasi tapak darah. Kamu tahu tidak mereka sangat berbahaya,”kata Gozo yang sedikit marah.


“Akau tahu tapi selama kelemahan dia ada ditanganku mereka tidak akan melakukan apa-apa denganku,”ucap Adi yang terus pergi ke kamar mandi di cafe. Di dalam kamar mandi Cafe lantai tiga yang dimana Adi masih sedikit emosial. Sementara dilantai dua dimana mereka sedang berkumpul.”Roy apa kamu tahu kalau Adi berkerja sama dengan organisasi tapak darah,”kata Gozo.


“Aku tidak tahu dia berkerja dengan siapa kami juga baru tahu. Tanya saja Rey dan yang lain yang sudah lama bersama dengan Adi,”kata Roy. Mereka yang sudah bersama dengan Adi juga tidak tahu.”Kalian tidak tahu,”ucap Gozo yang menghubungi paman organisasi.


“Hai paman bodoh apa yang kamu lakukan dengan Adi sampai dia bisa berkenalan dengan organisasi tapak darah,”kata Gozo lewat telepon.


“Tapak darah. Kamu jangan bercanda, Adi tidak mungkin bisa kenal dengan orang yang brutal itu,”kata paman oragnisasi.

__ADS_1


“Tunggu dari ucapan kamu. Kamu tidak mengenalkan dia kepada Adi, lalu dia kenal dari siapa,”kata Gozo.


“Jadi yang kamu katakan itu benar bukan bercanda Gozo,”kata paman organisasi yang baru sadar dengan apa yang dikatakan oleh Gozo.


__ADS_2