Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 152


__ADS_3

Adi yang dengan senang hati mengikuti anak buah Cita. Yang Adi sendiri menjatuhkan ponselnya yang berisi untuk menjaga keluarganya yang sekarang. Karena Adi akan meninggalkan mereka untuk menyelesaikan masalah yang belum selesai. Adi yang tahu kalau jika dia tetap bersama dengan keluarga Jesi maka kedua kakak Adi akan kehilangan orang yang menyanginya. Adi yang tidak mau kakaknya merasakan rasa kesepian yang dirasakan oleh Adi. Memutuskan untuk pergi bersama dengan Cita.


Tapi Adi tahu kalau Cita membawa dia ke tempat yang dimana tidak ada orang untuk membunuhnya. Adi yang di dalam mobil yang diikat di belakang dengan mata dia di tutup oleh kain. Adi hanya bisa merasakan kalau dirinya dibawa ke tempat yang dimana dia akan dibunuh.


Tapi di tempat lain anak buah Elang yang datang tidak menemukan Adi hanya ponsel dia yang berisi untuk menjaga keluarga dia sekarang.”Bagaimana dimana Adi?,”kata Sato.


“Tidak ada hanya ini saja,”ucap Ulta yang datang bersama dengan anak buahnya.


“Apa maksud kamu Ulta, tidak ada,”kata Galang.


“Lihat ini,”ucap Ulta yang memberikan ponsel Adi yang dia temukan. Galang yang membaca pesan terakhir dari Adi untuk menjaga Rey dan Roy bersama dengan mama Jesi. “Anak yang malang, harus mendapatkan penderitaan ini,”kata Sato.


“Lalu kita harus bagaimana sekarang?,”kata Ulta.


“Mau bagaimana lagi kita juga tidak tahu Adi dibawa kemana,”kata Galang. Mereka yang tidak mencari Adi karena permintaan dari Adi untuk menjaga kelurganya yang sekarang. Tapi pada saat yang sama progemer yang tahu kalau Adi dibawa oleh Cita menghubungi yang lain lewat grup penggemar.


Semua paman pengemar yang mendapatkan informasi itu sangat terkejut. Progemer yang mencari tahu posisi Adi tidak bisa menemukannya karena ponsel yang sudah dia pasang alat pelacaj tidak dibawa oleh Adi. Karena tanggung jawab progemer yang harus menjaga Adi menggantikan Mia. Progemer melacak ponsel Cita dan anak buah yang dia miliki. Dua jam telah progemer dapatkan dan mengirimkan lokasi kepada mereka yang ingin menjaga Adi.


Tapi waktu dua jam itu Adi yang sudah dibawa sebuah teping laut yang dibawah dengan karang batu yang tajam dan air ombak yang siap membunuh Adi. Kain yang menutupi mata Adi dilepaskan dimana Adi melihat Cita bersama dengan orang bawahannya.


Adi yang tersenyum berkata,”Tidak aku sangka aku melihat orang yang datang membunuhku di sini.”


“Apa ada permintaan terakhir Adi sayang,”ucap Cita didepan matanya yang tidak sabar mendorong dia ke dasar tebing yang berduri.

__ADS_1


Adi yang terdiam melihat ke belakang Cita yang ada Won, AS, Ham, dan satu orang yang menutupi wajahnya. Tapi dari auranya itu dia adalah pimpinan dari rencana yang selalu membuat Mia dan Adi menderita.


“Kenapa apa tidak ada. Jika tidak ada kurasa sudah waktunya,”kata Cita.


“Bunuh anak itu dan buang mayatnya di tebing ini. Karena tempat ini akan menjadi pemakaman dia,”kata Cita yang dingin dengan sedikit melirik.


Adi yang tidak merasa kalau dirinya akan tewas pada malam itu. Dimalam yang dingin Adi merasakan hawa dingin yang menusuk tubuhnya dengan panas peluruh menusuk di tubuh Adi. Di ujung teping yang didasar laut batu karang yang tumpul dan tajam siap membuat Adi terjabik dengan ombak laut yang sangat kasar menghantam tubuh kecil Adi.


Mata Adi yang melihat ke langit saat dia terjatuh setelah tembakan yang mengenai tubuhnya. Kaki yang lemas dengan darah yang keluar dengan dorongan sedikit membuat Adi tidak seimbang.  Perlahan dan menyakitkan Adi tertajuh, tapi pada saat Adi terjatuh dia melihat wajah ibunya yang dia rindukan selama ini.


“Ibu..,”ucap Adi dengan suara lemas dan kecil yang kemudian Adi tidak sadarkan diri. Sampai Adi merasakan hawa dingin air laut yang membuat dia tenggelam dalam dasar laut.


Sementara itu Cita yang sudah melihat kematian Adi anak dari Mia merasa laga karena tidak ada lagi yang mengganggunya.”Kita pergi sekarang, sebelum ada yang datang,”ucap Cita yang masuk ke dalam mobil. Semua orang yang ada ditempat itu segera pergi dari tempat Adi mati.


Mizan dan Seta yang berlari ke arah tebing tanpa ragu langsung terjun ka dasar tebing. Dimana Mizan langsung berenang ke dasar laut, sedangkan Seta yang membuat kapal dari air dengan udara yang didalamnya. Karen Seta memiliki kemampuan yang berbeda dengan orang biasa. Mizan yang berenang di dasar laut mencari Adi yang sudah tenggelam  jauh didasar. Melihat cahaya yang membantu dia melihat dalam dasar laut yang gelap. Mizan yang sudah menemukannya langsung marahi Adi menarik ke permukaan yang sudah ada Seta dengan kapal airnya.


Seta melihat Mizan bersama dengan Adi yang tidak sadarkan diri membantu menaiki kapal air. Setelah mereka semua naik kapal air menutupi seperti gelembung air masuk ke dalam laut untuk pergi. Mizan yang melepaskan baju Adi dan baju anti peluru yang sudah Adi pakai setiap hari untuk berjaga-jaga.


Seta dan Mizan menggabungkan kemampuan mereka untuk menyembuhkan Adi. Tapi pada saat yang sama Adi membuka mata setelah pergi dari padang rumput melihat nenek, kakek dan ibu Adi. Adi yang tersenyum bisa melihat mereka meneteskan air mata saat membuka matanya. Tapi Mizan dan Seta yang melihat Adi membuka matanya langsung memeluk Adi.


“Kakak,”ucap Seta sambil menangis. “Adi kamu bangun,”ucap Mizan yang juga memeluk Adi karena senang Adi masih hidup. Adi yang mendapatkan pelukan dari Mizan dan Seta sangat terkejut dan kembali sadar dari lamunan dia. Meliha kalau dia ada di dasar laut tapi Adi bisa bernafas. Adi juga melihat Mizan dan Seta yang memeluk dia.


“Mizan Seta lepaskan aku dulu. Kita ada dimana ini,”kata Adi yang sedikit bingung.

__ADS_1


“Kakak tidak usah takut kita ada di dasar laut dengan gelembung udara yang aku buat,”kata Seta.


“Kita menuju ke pulau kedua yang kamu beli,”kata Mizan.


“Ternyata seperti itu. Tapi aku tebak mereka akan khawatir denganku yang menghilang dan atau juga mereka bisa menebak kalau aku sudah mati,”kata Adi yang bersandar di tubuh Mizan.


“Itu kamu tidak usah dikhawatirkan, bukan,”ucap Mizan yang menebak kalau Adi memiliki rencana. Adi tersenyum kepada mereka.”Tapi tahu tidak kakak saat di tebak tadi aku sangat terkejut. Mereka sangat kejam sekali kepada kakak,”kata Seta yang tidak bisa menerima kelakuan buruk Cita dan kawanya.


“Aku juga tidak menyangka kalau mereka membunuh anak kecil dan di ujung tebing lagi,”kata Mizan yang gelengkan kepalanya.


“Tapi aku selamatkan dengan adanya kalian berdua. Aku bisa bersembunyi sambil menyerang mereka diam-diam,”kata Adi.


“Tapi apa kamu sudah memberitahukan Coco dan Gozo tentang rencana aku yang bersembunyi dan menyerang diam-diam ini,”kata Adi lagi.


“Tidak, kami tidak bilang kepada mereka berdua,”ucap Seta.


“Baguslah jika kalian tidak bilang kepada mereka. Karena jika kalian bilang akan terkejut lagi dengan organisasi yang diam-diam aku bangun sudah sampai setengah internasional,”kata Adi.


“Apa lagi yang kamu sembunyikan Adi,”kata Mizan yang ingin tahu. Tapi Adi tidak bilang kepada mereka berdua karena pada saat Mizan bertanya Adi menutup matanya karena kelelahan.”Adi,”ucap Mizan lagi.


“Dia tertidur,”kata Seta.


“Apa,”kata Mizan yang melihat ke arah Adi yang ada didepannya atau didekapannya.

__ADS_1


__ADS_2