Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 22


__ADS_3

Mia meminta tolong kepada bibi untuk dia bisa keluar untuk kontrol. Bibi yang merasa kasihan dengan Mia menyetujui permintaannya. Mia yang sedang dengan bibi menerima tawaran yang diberikan. Malam itu Mia menuggu Jordan kembali untuk berbicara soal apa yang Mia rencanakan. Mia yang menuggu Jordan sampai dia menyibukan membuat kue sampai malam hanya untuk bertemu dengan Jordan.


Malam itu selesai dengan kua yang sudah dipanggang Mia mendengar suara mobil Jordan. Mia yang berjalan perlahan dan melihat Jordan yang berwajah lelah.”Apa kamu baik saja Jordan?,”kata Mia yang lembut dan berhati-hati.


“Sedang apa kamu malam-malam masih terbangun,”kata Jordan yang dingin.


“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kamu. Tapi kamu jangan marah ya,”kata Mia yang berhati-hati.


“Apa yang ingin kamu bicarakan, jika tidak penting aku akan pergi. Aku sudah lelah,”kat Jordan.


“Aku mau minta izin besok aku ingin keluar pergi bersama bibi belanja. Apa boleh?,”kata Mia yang dengan suara kecil karena takut tidak dapat izin.


“Pergilah asalkan setelah selesai belanja kamu harus segera kembali ke rumah. Apa mengerti?,”kata Jordan.


Mia yang senang sudah mendapatkan izin darai Jordan. Tapi sebelum Jordan naik ke atas dia berkata,”Buatkan makan malam untukku aku lapar.” Mia tanpa berkata apa-apa menuju dapur untuk memulai memasak. Sedangkan Jordan yang melihat Mia tersenyum merasa ada rasa senang dan nyama.


Berbeda saat dia bersama dengan Irma. Tapi Jordan kembali tersadar kalau Mia tidak bisa menggantikan Irma yang sudah tiada. Apa lagi Irma yang sudah pergi bersama anak mereka membuat Jordan sangat marah, kesal dan sedih.


Hingga semua kekesalan dan kemarahannya dia lampiaskan kepada Mia yang tidak tahu apa-apa. Tapi pikiran Jordan yang selalu terbayang oleh Irma hanya bisa membuat Mia menderita untuk selamanya.


Jordan yang tidak tahu kalau Mia selama ini sudah menderita akibat Irma yang dia anggap teman sudah membuat orang tuanya meninggalkan. Sampai sekarang Mia masih saja menyembunyikan rahasia dari Jordan. Sampai kapan Mia bisa bertahan dalam rumah tangga dengan Jordan.


Malam itu Mia yang membuat makan malam untuk Jordan telah selesai dan sudah menyiapkan di meja makan. Hanya menuggu Jordan turun, tapi Mia yang sudah menuggu lama. Akhirnya Jordan turun dengan pakaian biasa. Jordan yang duduk dan menyantap makanan yang dibuta oleh Mia sampai selesai.

__ADS_1


“Wajah kamu kenapa?,”kata Jordan yang tidak sadar kalua wajah yang terluka itu akibat darai Jordan. Mia hanya bisa tersenyum dan berkata bohong kepada Jordan kalau luka di wajahnya dia dapat karena kecerobohannya.


Jordan yang sudah bertanya seperti itu langsung pergi. Sampai Jordan masuk ke kamar dan mengingat apa yang sudah terjadi.”Wajah Mia bukan karena bubur ya. Tapi kenapa tidak jujur denganku. Apa dia mencari perhatian kepadaku,”ucap Jordan yang tidak mau kena salah.


Jordan yang selalu benar dengan apa yang dia pilih tanpa dia tahu siapa yang selalu menolongnya. Mia yang masih di bawah membereskan bekas piring dan perabotan masaka yang dia gunakan. Selesai membersihkan Mia kembali ke kamar dengan membawa kue yang dia buat. Mia di dalam kamar yang duduk di kursi memulai membuat novel.


Sampai malam Mia selesai dengan satu karyanya dan dia kirim ke editornya untuk diperiksa. Selesai dengan pekerjaannya Mia melihat ke arah dinding dimana jam itu berada. “Sudah larut ternyata,”ucap Mia yang membuka teras dan melihat ke langit malam.


“Malam yang dingin,”ucap Mia yang merasakan pusing di kepalanya. Mia yang masuk dan menutup terasnya. Dia beristirahat sampai pagi datang Mia bangun lebih awal untuk membuat sarapan pagi untuk Jordan. Mia yang terkadang merasa sakit karena luka bakarnya hanya bisa menahan.


“Mungkin akan membekas,”ucap Mia yang merasa tidak menyesal. Sampai bibi datang membantu Mia. Jordan yang sudah siap-siap untuk berangkat dan menyempatkan makan sedikit buatan Mia. Selesai dengan makanannya Jordan langsung pergi tanpa memberikan apa-apa kepada Mia.


“Bibi kita berangkat sekarang bagaimana?,”ucap Mia yang sudah selesai membereskan. Sementara Jordan juga sudah pergi.


Bibi yang bersama dengan Mia pergi ke supermarket untuk belaja di tengan jalan Mia minta Izin untuk bertemu dengan temannya. “Bibi aku pergi bertemu dengan temanku dulu ya. Nanti kita bertemu di sini lagi jam 10,”kata Mia.


“Baik nona, hati-hati di jalan,”kata Bibi. Mia yang segera pergi dari tempat dia bersama bibi. Di perjalan yang membutuhkan waktu kira-kra 30 menit sampai 1 jam perjalan. Hingga Mia sampai di rumah sakit. Mia berjalan masuk dan ke bagian administrasi untuk memberitahukan kedatangannya. Setelah memberitahu kepada perawat Mia segera menuju ruang dokter Petra.


“Maaf dokter baru datang,”ucap Mia yang masuk.


Dokter Petra yang melihat Mia dengan wajahnya yang pucat langsung berdiri.”Apa yang terjadi dengan kamu, kenapa kamu tidak memberikan kabar apa-apa,”kata Dokter Petra.


“Maaf ada kejadian yang tidak terduga dan ponselku sudah di ambil,”kata Mia yang duduk.

__ADS_1


“Aku akan memeriksa kamu dulu,”ucap Dokter Petra. Dokter Petra yang memeriksa Mia merasa terkejut dengan kondisi tubuhnya yang sudah tidak seperti awal bertemu minggu lalu.”Apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuh kamu. Aku sudah bilang kepada kamu jangan terlalu banyak pikiran bukan dan luka di wajah kamu itu bagaimana kamu bisa kamu dapatkan,”kata dokter Petra yang mengintograsi Mia.


“Aku akan cerita tapi tidak sekarang. Aku tidak memiliki waktu yang lama,”ucap Mia yang sedang buru-buru.


“Baiklah, tapi obat kamu akan aku ganti karena perkembangan kangker kamu sudah sampai tahap 1,”kata dokter Petra yang membuat resep untuk Mia. Selesai dengan resep yang di buat Mia langsung segera pergi dari ruangan, tapi di tahan oleh dokter Petra.


“Jika ada aapa-apa kamu bisa menghubungiku. Kapan saja,”ucap dokter petra yang merasa khawatir dengan Mia. Mia yang masih bisa tersenyum denagn kondisi yang tidak memungkinkan dia bisa bertahan lama.


“Kenapa dia seperti itu ya,”ucap Dokter Petra. Mia yang sudah pergi dari ruangan pergi ke tempat bibi belanja. Karena dia tidak ingin ketahuan oleh Jordan, sampai di supermarket. Mia mencari Bibi yang masih belanja.


“Untuk saja aku menemukan bibi di tempat itu,”ucap Mia yang menghampiri.


“Bibi,”ucap Mia.


“Nona Mia sudah selesai dengan temannya,”kata Bibi.


“Sudah bibi. Terima kasih sudah mau membantu saya,”kata Mia.


“Tidak apa-apa. Kita lanjut belanja saja bagaimana,”kata Bibi. Mia hanya menganggukan kepalanya dan mereka berdua melanjutkan membeli keperluan dapur dan rumah.


Selesai dengan barang di beli Mia membayar dengan uang pribadinya. Karena Jordan tidak memberikan uang belanjanya kepada Mia. Bibi yang melihat hanya bisa bertanya,”Nona, uang itu apa dari tuan muda atau uang pribadi anda sendiri.”


Mia hanya tersenyum dan berkata dengan jujur kepada Bibi.”Ini uang saya pribadi. Jordan tidak memerikan uang belanja bibi. Mungkin dia lupa,”kata Mia yang tersenyum.

__ADS_1


“Apa nona tidak meminta kepada tuan muda?,”kata Bibi. Mia hanya menggelengkan kepalanya,”Kau takut dia nanti marah dan tidak mengizinkan aku pergi bersama bibi.”


__ADS_2