
Adi yang berjalan ke arah para preman yang sedang duduk bersantai. Adi yang ingin semuanya selesai dia menggunakan otaknya yang jenius untuk membuat rencana. Setelah semua persiapkan sudah disiapkan dengan matang. Adi mulai dengan langkah pertama membuat mereka masuk ke dalam perangkap yang dibuat oleh Adi. Dengan satu lemparan batu semua ornag yang sedang duduk melihat ke arah Adi.”Siapa yang melempat batu,”ucap satu preman yang terkena batu. Adi yang sudah didepan mereka dengan membawa batu dengan batu yang dia mainkan sambil menuggu mereka melihat Adi.
“Hai bocil apa kamu yang melempar batu. Kamu minta dipukul,”ucap preman. Adi yang tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh preman kembali melemparkan baru yang dia siapakan kepada para preman.”Makan itu batu,”ucap Adi dengan suara kecil. Setelah batu telah habis untuk dilemparkan. Para preman yang marah bersamaan menghampiri Adi yang masih ditempat. Adi tinggal menuggu saja sampai mereka datang. Tiba-tiba saat mereka datang mendekat mereka terkena jebakan yang dibuat oleh Adi. Dengan batang besi yang ada disamping mereka terjatuh mengenai mereka para preman.
Semua preman yang terjatuh karena batang besi yang berjatuhan mengenai semua preman.”Apa enak kak?,”kata Adi dengan dia posisi congkok dihadapan mereka.
Tapi preman yang sudah tertimpa batang besi itu tidak bisa bergerak. Membuat Adi bisa berjalan masuk ke dalan dengan santai. Belum lama dia masuk ada preman yang menghampiri Adi.”Adi yang tidak tahu apa yang mereka bicarakan hanya bisa menghabisi mereka semua yang datang. Untuk melampiaskan semua amarah yang ada di dalam dirinya. Hingga di tempat dimana pimpinan mereka berada.”Berhenti, siapa kamu bagaimana kamu bisa masuk ke tempat ini bocil,”kata pimpinan.
“Kamu bertanya bagaimana aku bisa masuk ke sini. Kenapa kamu tidak bertanya kepada anak buah kamu saja,”kata Adi yang berjalan melewati pimpinan preman.
Pimpinan preman yang ada disebelah Timur merasakan kalau ada yang aneh dengan bocil yang datang ke tempat dia.”Siapa kamu untuk apa kamu datang ke sini?,”kata Galang.
“Ayo kita membuat perjanjian saja jika kamu mau ingin hidup dan kamu bisa membawa anak buah kamu ke rumah sakit,”kata Adi.
“Kamu kira aku takut dengan anak kecil seperti kamu, jangan berharap tinggi,”kata Galang. Di balik wajah yang tertutup kain hanya ada senyum sinis darai Adi. Adi yang masih kecil dengan santai berbicara dengan Galang yang merupakan seorang bos preman timur.
“Sebaiknya kamu pergi saja sana,”kata Galang.
“Jadi kamu tidak ingin berbicara denganku. Jika itu yang kamu mau, aku bisa meladeni kamu sampai kamu mau berbicara denganku. Tapi kamu harus tahu, apa yang kamu lakukan akan membuat kamu menyesal,”ucap Adi yang berdiri dihadapannya. Belum Adi berdiri Galang sudah dihadapan Adi yang siapa menarik tangan Adi. Tapi Adi dengan santai menghindar dari gerakan tangan Galang.
Galang yang awalnya merasa kalau anak dihadapannya biasa saja. Tapi saat dihadapan anak ini Galang merasakan hawa yang tidak biasa dari bocah tersebut.”Kenapa kamu terlihat pucat,”kata Adi yang masih bisa santai dengan apa yang dilakakukan oleh Galang.
__ADS_1
Galang yang merasa tidak suka dengan Adi mulai menyerang. Tapi setiap serangan Galang Adi bisa menghindar. Sampai Adi sudah ada dibelakang Galang dan berkata,”Kenapa kamu diam saja. Aku kira kamu itu kuat. Ternyata hanya ini saja kemampuan kamu.”
“Bagaimana dia bisa menghindar dengan muda. Apa karena tubuh dia yang masih kecil membuat semua seranganku bisa terhindari dengan mudah,”ucap Galang dengan pikirannya yang berkerja.
Tapi belum sempat Galang menoleh saat Adi bicara. Adi mulai menyerag Galang yang meremehkan Adi. Dengan dia memukul Galang saat dia menoleh ke arah Adi. Galang yang tidak menyadarinya tidak bisa menghindar dan mendapatkan pukulan Adi. Yang awalnya Galang kalau dia mendapatkan pukulan Adi akan tidak menyakitkan. Tapi ternyatanya pukulan Adi sangat bisa membuat Galang terdorong ke belakang. Belum dia Galang menyiapkan serangan dia Adi siap melontarkan tendangan saat ada kesempatan.
Lagi-lagi Galang mundur untuk berapa langka. Sampai Adi yang dengan santai kembali ke posisi santainya,”Kenapa kamu bisa terdorong dengan pukulan dan tendangan anak kecil, Galang.”
Galang yang mendengar ucapan bocil membuat dia bingung bagaimana dia bisa tahu namanya.”Siapa anak yang dia lawan di depannya?,”ucap hati Galang.
“Bisa bicara dengan santai tanpa ada perkelahian atau masih mau lanjut dengan perkelahian,”kata Adi. Galang yang mencoba untuk berdiri tapi tidak tahu kenapa semua tubuh yang terkena pukulan bocil membuat dia tidak bisa berkutik.
“Itu keputusan yang bagus,”ucap Adi yang duduk di sampingnya.”Siapa kamu sebenatnya bocil,”kata Galang.
“Jika kamu ingin tahu namaku serahkan diri kamu pada Elang dan kerja samalah dengan dia kamu bisa tahu namaku,”kata Adi.
“Kamu datang ke sini hanya ingin aku bisa bergabung dengan dia. Jangan berharap, aku tidak ingin,”kata Galang.
“Apa kamu yakin tidak ingin bergabung dengan Elang denga kelompok lain,”kata Adi.
“Untuk apa kamu datang hanya berbicara seperti itu, apa maksud kamu datang kesini. Pasti tidak hanya itu saja yang ingin kamu tawarkan kepadaku,”kata Galang yang sedikit curiga.
__ADS_1
“Kamu sangat hebat, itu hanya permulaan saja. Aku ingin semua premandari empat arah menjadi satu dan membuat satu organisasi bawah tanah yang bisa membuat orang lain takut,”kata Adi yang berdiri.
“Dengan usia kamu yang seperti itu bagaimana bis aitu terjadi,”kata Galang yang masih tidak percaya.”Kamu memang tidak percaya ya,”kata Adi.
“Tentu saja, tapi bagaimana kamu bisa membuju ketiga preman lainnya,”kata Galang.
“Ohhh untuk bagagian barat dia sudah setuju jika kamu mau bergabung. Kamu bisa menghubungi Elang,”kata Adi yang berjalan pergi dari wilayah Timur. Tapi Galang yang ingin tahu siapa dia ingin bertanya kepada Adi tapi saat Galang bangun dari tempat dia berdiri. Adi sudah pergi tidak tanpa bersuara.”Bagaimana dia bisa pergi tanpa suara,”ucap Galang yang melihat sekitarnya.
Sampai ada telepon Galang berbunyi. Galang mengambil ponsel yang ada disakunya dan melihat ke layar ponsel yang tertulis Elang Barat.”Kenapa kamu menghubungiku,”kata Galang yang sudah tersambung dengan Elang lewat telepon.
“Aku hanya ingin tahu apa kamu masih hidup,”kata Elang.
“Apa maksud kamu aku masih hidup atau tidak. Tunggu apa kamu tahu kalau aku akan diserang,”kata Galang.
“Apa maksud kamu tempat kamu diserang. Jika aku tebak apa yang menyerang kamu itu satu orang bocil,”kata Elang.
“Bagaimana kamu tahu, apa itu ulang kamu Elang,”kata Galang yang sedikit kesal.
“Untuk apa aku menyuruh bocil untuk membantai kamu. Tapi bagaimana hasilnya kamu gagal dipukul atau kamu tidak terluka karena kamu berbicara santai dengan bocil tersebut,”kata Elang.
“Menurut kamu,”kata Galang yang tidak terlalu bicara banyak.
__ADS_1