Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 157


__ADS_3

“Kamu bertanya kepada kami,”kata pimpinan sambil menunjuk dirinya sendiri.


Semua anggota khusus hanya bisa diam saja melihat pimpinan yang tidak bertanggung jawab dengan sikap santai dan tidak ingin tahu. “Hai bos bisa tidak kamu jangan bersikap seperti itu, sedikit gaya kenapa,”kata wakil anggota khusus yang ada dibelakang Cita.


“Kalian tidak usah khawatir kami ada dipihak kalian berdua. Untuk mengusir nyamuk berdarah didepan kalian,”kata anggota khusus yang ada dibelakang Elang dan Rey. Tapi Elang dan Rey merasa ada yang tidak beres dengan mereka.


“Untuk apa mereka membantu kita,”ucap Elang dalam hati.


“Aku akan membayar kalian asalkan kalian melepaskan kami dan membunuh dua orang itu. Bagaimana?,”kata Cita yang mencoba membela dirinya.


“Kamu ingin membayar kami berapa,”kata Pimpinan anggota khusus.


“Berapa yang kalian inginkan, aku akan membayarnya untuk kalian,”kata Cita yang mencoba menjauhkan pisau yang ada dilehernya dengan hati-hati.


“Tapi maaf uang kamu tidak butuhkan bagi kami,”kata wakil yang berbisik di telinga Cita.


“Ohhh iya aku dengar kamu menyuruh bawahan kamu untuk datang ke rumah sakit. Tapi sangat disayangkan sekali  mereka sudah melarikan diri sebelum para gadis itu mencicipinya,”kata pimpinan yang berjalan.


Pimpinan anggota khusus yang berjalan dan duduk dimeja didepan dua belah pihak dengan santai. Tapi Elang tetap waspada menjaga Rey yang masih duduk. Sedangkan Cita yang sudah didekap pisau oleh wakil anggota khusus hanya tersenyum.


“Kamu ada dua pilihan pergi dari sini atau mati disini sekarang. Jika kamu pilih yang pertama mungkin kita bisa bertemu lagi nanti,”kata Pimpinan yang santai berbicara dengan Cita.


“Apa yang ingin kalian lakukan jika aku tidak mau,”kata Cita.

__ADS_1


“Ternyata kamu benar keras kepala dan tidak sayang nyawa kamu ya. Kamu tidak sadar kalau semua orang yang kamu bawa sudah terjatuh,”kata pimpinan anggota khusus.


Mereka yang anggota khusus menyadarai kalau ada seorang datang ke rumah Jesi dengan beberapa orang yang lumayan kuat. Pimpinan anggota khusus yang merasakan tekanan yang disembunyikan ini hanya bisa tersenyum.”Kurasa bos kamu akan datang ke sini,”kata pimpinan anggota khusus.


“Bagaimana bisa orang yang tidak diundang di negara ini bisa ada disini,”ucap Toni.


“Aku tidak sadar kalau orang yang membawa mala petaka datang ke tempat ini dan ingin membunuh seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa,”ucap pimpinan anggota khusus.


“Tapi untuk apa kamu ingin ikut campur urusan kamu,”kata Toni yang tiba-tiba ada dibelakang pimpinan anggota khusus. Pimpinan anggota khusus hanya bertepuk tangan saja mereka dari anggota khusus tidak terlalu terkejut dengan kemampuan musuh yang diperlihatkan oleh mereka.


Tapi berbeda dengan Elang dan Rey yang terkejut membuat mereka waspada dan berhati-hati. Tapi pada saat yang sama anggota khusus yang hanya ada satu di belakang Elang dan Rey sudah menjaga mereka dari segala arah.


“Tidak aku sangka anak buah kamu begitu cepat tanggap untuk menjaga tuannya,”kata Toni.


Wakil anggota khusus yang menyadari kalau ada musuh dibelakangnya dengan santai bersiaga sementara satu tangan menyergap leher Cita dan satu lagi menyerang. Anak buah Toni yang menyerang wakil anggota khusus. Tapi bisa dihadang dengan satu tangan dan kaki yang bisa dia gerakkan. “Hebat juga kamu bisa menghalau serangan dariku dengan tangan satu,”ucak buah Toni.


“Hebat yang kamu katakan itu tidka cocok untuk aku yang kalah dengan seorang anak kecil,”kata wakil ketua yang merasa depresi mengingat masa lalu. Tapi pimpinan anggota khusus dan anggota yang lain yang mendengarnya hanya bisa memalingkan wajah. Di balik memalingkan wajah yang disembunyikan dari wakil mereka tersenyum.


“Sudahlah jangan ungkit masa lalu yang menyedihkan seperti itu. Kamu kira aku tidak bisa merasakan itu juga,”kata pimpinan anggota khusus yang sama merasakan rasa frustasi yang jatuh karena seorang anak kecil. Elang yang mendengar kata itu merasa ada yang sedikit sama dengan sikap Galang kalah dengan Adi.


“Apa mereka adalah anak buah Adi yang disembunyikan,”kata Elang dalan hati. Tapi Elang melihat Rey yang menatap santai orang didepannya seperti dia tahu sesuatu tentang orang itu. Sampai pimpinan anggota khusus balik melihat ke arah Rey.


“Hai adik kecil,”ucap Pimpinan anggota khusus yang melambai satu tanganya ke arah Rey. Tapi sikap Rey yang biasa saja dengan tatapan tajam.”Dimana Adi?,”kata Rey yang tiba-tiba.

__ADS_1


Cita dan Toni bersama anggota khusus yang ada ada di ruangan itu mendengar kata Rey.”Adi siapa dia,”kata pimpinan Anggota khusus.


“Apa benar kamu tidak kenal Adi, melihat sikap kalian yang membantu kami tidak mungkin kalian tidak kenal Adi,”kata Rey.


“Maaf sekali anak yang kami bicarakan bukan Adi. Tapi dia adalah PA jadi maaf ya kita berbeda anak yang kita bicarakan,”ucap pimpinan anggota khusus.Rey yang mendengarnya sedikit sedih karena bukan Adi yang disebutkan. Tapi Rey kembali melihat ke arah mereka yang memiliki kemampuan yang melebihi kemampuan Adi. Jadi Rey berpendapat kalau Adi tidak mungkin bisa mengalahkan mereka yang ada didepan Rey.


“Tadi apa yang kamu tanyakan, maaf karena banyak orang aku tidak tahu mana yang harus aku tanggapi dulu,”kata pimpinan anggota khusus.


Toni yang merasa kalau kemampuan orang yang ada dibelakang dia juga sangat kuat hanya bisa membuat kesepakatan saja.”Kalian lepaskan wanita itu dan orangku yang sudah kalian kalahkan,”kata Toni dengan santai.


“Untuk apa aku lepaskan yang aku tanyakan adalah wanita disampingku ini untuk memilih antara dua pilihan  yang aku buat, bukan kamu yang datang ke sini mengganggu,”kata pimpinan anggota khusus. Cita dan Toni yang saling bertatapan memberikan isyarat untuk mundur untuk kali ini. karena musuh yang mereka hadapi seimbang untuk Toni lawan.


“Aku pilih yang pertama aku akan pergi,”kata Cita setelah diberikan isyarat kepada Toni yang datang.


“Pilihan yang bagus,”ucap Wakil anggota khusus yang melepaskan pisau yang ada dileher Cita.


“Silakan pergi dan jangan datang ke sini. Jika tidak kamu akan menyusul orang yang kamu bunuh,”kata wakil anggota khusus dengan dia berbisik ditelinga Cita. Tapi wakil anggota khusus juga mengwaspadai orang yang ada dibelakangnya agar dia tidak menyerang.


Cita yang segera berdiri langsung pergi ke luar dari rumah Jesi. Sementara Toni dan anak buahnya masih ada di dalam ruangan.”Kurasa kita akan bertemu lagi,”kata pimpinan anggota khusus yang berdiri setelah Cita pergi dari rumah.


“Kurasa kita bertmu pada waktu dekat ini,”kata Toni yang juga berdiri dan berjalan melewati orang asing itu. Pimpinan anggota khusus hanya melambaikan tanganya sambil dia berkata,”Sampai jumpa kembali, jangan buat orang menyesal atas keputuskan kamu yang di tidak ada artinya.”


Setalah semua musuh sudah pergi anggota khusus juga ikut pergi. Tapi Rey memegang tangan pimpinan anggota khusus. Tapi Elang yang tidak tahu apa yang dilakukan oleh Rey sangat terkejut dengan Rey yang tiba-tiba langsung memengang tangan orang asing itu.

__ADS_1


“Ada apa dek?,”kata pimpinan anggota khusus dengan ramah. Tapi wakil dan anggota khusus yang lain yang sudah pergi dari rumah Jesi, hanya ada pimpinan anggota khusus yang ditahan oleh Rey. Apa yang mereka ingin bicarakan?.


__ADS_2