Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 119


__ADS_3

Hari libur telah berlalu dimana Adi bersama dengan kedua kakaknya akan melaksanakan karyawisata. Adi yang diam-diam membawa barang yang bisa dia bawa. Jika nanti dalam kondisi tertentu Adi dalam masalah. Rey dan Roy yang juga diam-diam membawa barang yang dia buat dengan bentu yang sangat kecil, tapi memiliki fuksi yang serba guna. Mereka bertiga yang saling menyembunyikan sesuatu. Setalah barang yang akan dibawa dimasukkan kelda tas mereka. Adi bersama dengan kedua kakaknya segera turun, dimana Jesi akan mengantarkan mereka bertiga ke sekolahan.


“Apa kalian sudah siap. Jika sudah siap mama akan mengantarkan kalian bertiga ke sekolahan,”kata Jesi.


“Kami sudah siap ma,”kata Roy yang disusul oleh Rey dan Adi.


“Apa semuanya sudah dibawa,”kata Jesi.


“Tentu saja sudah,”kata Adi.


“Tidak ada yang ketinggalan,”kata Jesi. Mereka semua menggelengkan kepala karena semua sudah dibawa. Jesi yang bersama dengan ke tiga putranya masuk ke dalam mobil dan siap mengantarkan mereka bertiga.


Di dalam perjalanan menuju sekolahan mereka bertiga. Jesi menasehati mereka agar selalu bersama dengan kawan yang lain dan harus mendengarkan ucapan dari wali kelas mereka. Adi, Rey dan Roy yang mendengarkan itu hanya menganggukan kepalanya. Sampai mereka di depan gerbang sekolah dimana semua orang mengantarkan anak mereka untuk karyawisata.


“Hati-hati saat kalian nanti pergi. Jika ada apa-apa kalian harus bicara dengan ibu atau bapak guru,”kata Jesi.


“Kami mengerti ma, jadi jangan khawatir,”kata Roy.


“Iya ma nanti aku akan menjaga Adi dengan Rey dengan baik,”kata Roy.


“Jaga adik kamu dengan baik. Untuk Rey dan Adi kalian harus nurut kepada kakak kalian, jangan bandel,”kata Jesi.


“Iya ma,”kata Rey dan Adi.

__ADS_1


Satu jam telah berlalu dimana semua murid di tempatkan pada bus yang sudah disipakan. Rey, Roy dan Adi yang tidak pada satu bus yang sama. “Kita harus berpisah kak,”ucap Adi.


“Aku tahu tapi kita bisa chat-chatan bukan,”kata Roy.


“Itu benar, tapi karena ini adalah kebebasan aku ingin bermain dengan yang lain,”ucap Rey yang segera masuk busnya.


Roy yang melihat hanya menghela nafas.”Aku pergi dulu kak,”kata Adi yang berjalan santai masuk ke dalam bus. Roy yang telah melihat kedua adiknya yang masuk ke dalam bus.  Dia berjalan pergi ke pus yang sudah di tempatkan. Dimana Roy bersama dengan Guntur satu bus yang sama. Jadi Roy bisa duduk dengan Guntur.”Apa kamu khawatir dengan adik kamu Roy,”ucap Guntur yang duduk disebelahnya.


“Tidak juga hanya saja meniggalkan mereka berdua dengan bus yang berbeda membuat aku kepikiran,”kata Roy.


“Bilang saja kamu khawatir dengan mereka berdua. Mereka akan baik-baik saja, jadi nikmati saja wisatanya,”kata Guntur.


“itu benar juga ya. Tapi apa yang kamu bawa Guntur,”kata Roy.


Perjalan menuju wilayah J dimana mereka bertiga yang berbeda bus. Adi yang ada di bus belakang masih santai mengistirahatkan pikirannya. Di perjalanan yang panjang Adi sambil mendengarkan musik tertidur. Kebetulan teman duduknya adalah ketua kelas, Adi jadi tidak terlalu terganggu.


“Adi bangun,”ucap ketua kelas. Adi terbangun karena digoyang oleh ketua kelas. Adi membuka mata dan melihat ke arah ketua kelas sambil Adi melepaskan handsatnya.”Ada apa ketua,”ucap Adi.


“Kurasa terjadi didepan,”ucap ketua kelas. Adi yang berdiri melihat ke depan kalau ada mobil yang terhenti. Adi yang tidak tahu menghubungi kedua kakaknya yang ada didepan.”Kak apa bus masih jalan di tempat kakak,”kata Adi menchat kakaknya.


Rey dan Roy yang mendengar suara getaran melihat pesan masuk dari Adi. Mereka mengatakan kalau bus mereka masih berjalan tidak ada masalah. Samapai mereka bertanya kenapa kepada Ado. Adi yang memberitahukan kalau bus yang dia kendarai berhenti karena ada mobil didepan mereka menghalangi.


Rey yang bersama dengan Roy di tempata yang berbeda seraya bertanya kepada guru mereka yang didepan untuk menayakan apa yang terjadi dengan Bus yang dinaiki Adi. Setelah mereka mamastika kalau mereka berhenti karena ada yang menghalani. Jadi dua bus yang lain berhenti untuk menuggu bus milik Adi.

__ADS_1


Adi yang ada di tempat bersama dengan kawan yang lain masih melihat situasi. Sampai salah satu dari guru keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi. “Apa yang terjadi didepan sana?,”kata kawan yang lain.


“Kamu tahu tidak ada mobil yang berhenti didepan sana. Guru sedang melihat apa yang terjadi disana,”akta kawan yang lain. Sampai guru yang memeriksa masuk ke dalam dengan wajah cemas.”Cepat panggil ambulan orang didalam sedang dalam kondisi tidak baik,”kata guru yang memeriksa.


Adi yang merasa ada yang tidak beres berjalan menuju guru yang memeriksa.”Bu apa yang terjadi di sana,”akat Adi sambil menujuk ke arah mobil.


“Tidak ada kalian duduklah dengan tenang, biar kami orang dewasa yang menangani masalah ini,”kata guru yang lain.


Tapi Adi yang masih gelisah dengan sikap dia yang tidak perduli. Berlari keluar menuju mobil didepan, ketua yang melihat gerakgerik Adi.”Adi berhenti,”ucap Ketua kelas. Sementara guru yang lain yang melihat Adi keluar berlari ikut menyusul bersama dengan Ketua yang saat itu ada cela.


Adi yang sudah sampai disamping mobil melihat ke dalam dan melihat wajah yang tidak asing.”Kakek angkat,”ucap Adi.


Adi yang melihat Tomas yang sedang berdarah melihat sekelilingnya.”Kakek bangun,”ucap Adi yang mencoba melihat luka.Adi melihat sekitarnya dan retakan kaca yang diakibatkan oleh peluru. Adi yang menebak Tomas terluka karena tertembak oleh peluru yang datang menuju ke arahnya. Adi yang mencoba menolong tindakan pertama untuk mengelurkan peluru. Tapi guru dan ketua kelas yang melihat mencoba menghentikan Adi.


“Adi berhenti,”ucap guru sambil menarik tangan Adi.


“Tidak kita harus mengeluarkan pelurunya sebelum terlambat. Apa lagi ambulan akand atang satu jam atau bisa dua jam waktu itu bisa membuat kakek Tomas tewas. Aku tidak mau kakek Tomas mati, biarkan aku membantunya,”ucap Adi.


“Apa kamu mengenal dia Adi,”kata guru.


“Iya dia ayah angkay ibu Adi yang meninggal,”kata Adi. Guru Adi yang tahu kalau ibu kandung Adi yang sekarang bukan ibu kandungnya yang asli melainkan ibu angkat.”Tapi bagaiman kamu melakukannya, kamu bukan dokter,”ucap ketua kelas yang juga ikut campur.


“Aku bukan dokter tapi aku tahu langka tindakan pertama mengeluarkan peluru dalam tubuh manusia,”kata Adi.

__ADS_1


“Apa kamu yakin bisa melakukannya,”ucap guru. Adi yang menganggukan percaya diri kepada gurunya dan ketua kelas.”Baiklah kami akan membantu kamu sampai ambulan datang,”kata guru.


“Tapi apa yang harus kita lakukan sekarang,”kata ketua kelas.


__ADS_2