
Adi yang merasa kalau ada yang sedang disembunyikan dari sekolah ini. Mencoba melihat dari dekat, yang kebetulan Adi juga ingin masuk ke dalam ruangan. Adi yang berdesakkan masuk akhirnya sampai juga di dalam ruangan. Tapi sambutan yang didapatkan ada ucapan kenapa kamu masuk ke dalam ruangan.”Maaf pak saya datang hanya ingin melapor saja. Apa saya salah?,”kata Adi. Sementara siswa yang tadi melihat kedua siswa yang sedang beradu tapi hanya mendapatkan luka yang sudah diobati.
Kembali teralihkan melihat ke arah Adi yang berbicar kepada salah satu guru yang memberikan peringatkannya.
“Laporan apa?,”kata guru tersebut.
“Tunggu dulu pak. Dia ada pindahan di kelas saya. Kamu pasti Putra iyakan, maaf kamu melihat pemandangan pertama kamu datang ke sini seperi ini,”kata guru wanita.
“Tidak masalah bu. Tapi untuk kelas saya bagaimana ya?,”kata Adi.
“Kamu tunggu dulu ya ibu sedang menyelesaikan masalah dengan siswa ibu dulu,”kata guru wanita. Adi hanya menganggukan kepalanya saja sampai pertikaian kembali terjadi saat mereka para guru lengah.
“Kalian berdua berhenti,”kata guru wanita yang saat itu hendak menoleh kebelakang. Tapi melihat mereka berkelahi kembali. Semua guru di tempat sudah memisahkan mereka berdua. Tapi semua terdorong oleh kedua sisya yang saling beradur pukul karena sama-sama memiliki kebencian. Adi yang melihat hanya tersenyum sambil berkata.”Untuk apa kalian berdua berkelahi hanya akan membuat kalian berdua terluka,”kata Adi.
“Jangan ikut campur kamu,”kata mereka berdua yang melirik ke arah Adi yang berkata.
“Kenapa kalian melihatku dengan dingin seperti itu aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan saja, kok. Apa ada masalah?,”kata Adi. Mereka berdua yang merasa terganggu hendak menghampiri Adi. Tapi dihalangi oleh guru yang lain, tapi hasilnya mereka berdua sampai dihadapan Adi.
“Hai kamu anak baru. Jika kamu ingin hidup jangan ikut capur, cukup kamu diam saja,mengerti,”kata Siswa kelas A.
“Kamu yang tidak tahu kehilangan pergi saja sana,”kata kelas C. Adi yang terdiam tersenyum dan kembali menatap mereka berdua yang hendak mendekat dan membisikan sesuatu kepada mereka berdua.”Kalian ingin mati, aku bisa kabulkan kok. Jika kalian mau,”bisik Adi dengan aura yang dingin.
Siswa kelas C dan Siswa kelas A yang mendengar bisikan Adi dengan aura yang mencengakang membuat mereka berjalan mundur yang kemudian terjatuh lemas. Karena Adi, tapi guru yang lain yang melihat dan siswa yang lain bingung dengan kedua siswa yang tadi mengancam.
__ADS_1
“Apa yang sedang terjadi kenapa mereka terjatuh,”kata siswa yang melihat. Sampai guru wanita dan guru pria yang melihat juga bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Wali kelas Adi datang menghampiri Adi.
“Apa yang kamu lakukan kepada mereka berdua?,”kata wali kelas.
“Aku tidak melakukan apa-apa. Aku juga bingung kenapa mereka terjatuh didepanku setelah mereka mengancam aku,”kata Adi yang bersikap tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka berdua.
Tap mereka siswa yang terjatuh hanya diam saja setelah mereka mendengar kata dari Adi.”Kalian tidak apa-apa,”ucap Adi kepada mereka berdua yang ada didepan Adi yang duduk lemas.
“Tidak, aku baik saja. Kita selesai disini saja,”kata Siswa kelas A yang segera pergi dari ruangan. Dilanjutkan dengan kelas C yang juga dirinya tidak apa-apa hanya berdiri dan meminta maaf kepada wali kelas dan segera pergi dari ruang guru.
“Apa yang terjadi dengan mereka berdua. Apa mereka berdua sudah baikakn?,”kata siswa yang meliaht. Setelah itu bel berbunyi dimana semua siswa bubar untuk menuju kelas mereka masing-masing. Adi yang masih di dalam ruangan dengan tatapan bingung melihat ke arah wali kelas Adi.
Wali kelas yang juga tidak tahy juga ikut bingung dengan sikap mereka berdua.”Tidak biasanya mereka langsung selesai cepat,”kata guru yang berbicara dengan guru yang lain.
“Jadi aku masuk ke kelas C,”kata hari Adi mengikuti wali kelas dari belakang. Di belakang Adi yang mengikuti wali kelas sampai masuk ke dalam kelas.”Pagi anak-anak kita ke datangan teman baru yang bernama Putra purwakarta. Jadi ibu minta kalian bisa berteman dengan teman baru kita dengan baik ya,”ucap wali kelas menyampaikan didepan siswa yang lain. sampai wali kelas membiatkan Adi memperkenalkan dirinya sendiri untuk memperkenalkan dirinya kepada siswa yang lain.
“Hai semuanya Aku putra mohon bantuannya untuk kedepannya,”kata Adi dengan singkat.
“Hai Putra, bukan kamu yang ada di ruangan guru tadi ya. Tapi apa yang kamu katakan kepada Dev tadi saat kamu berbicara denga dia,”kata siswa tersebut sambil melihat ke arah Dev. Adi yang memperhatikan sekelilingnya kalau ada yang aneh.
Tapi tatapan mereka dengan Dev adalah kebencian yang membuat Adi berkata.”Tidak ada aku juga bingung dengan sikap mereka yang jatuh tadi didepan saya. Tapi aku juga boleh bertanya tidak disini agar kita saling kenal satu sama lain,”ucap Adi dengan santai.
“Tentu saja Putra,”kata siswa wanita yang lain. Adi tersenyum dan menatap ke arah Dev yang masih tertunduk.”Kenapa kalian tidak membela teman sekelas kalian. Tapi melihat tontonan yang bagus,”kata Adi.
__ADS_1
Siswa yang ada dikelas dan wali kelas disamping Adi terkejut. Dev yang diam-diam mendengarkan kata Adi meihat ke arah Adi.”Kenapa kamu bertanya seperti itu Putra. Kamu tidak tahu karena kamu baru disini. Kalau kamu melawan Fal anak yang tadi di ruangan kamu, bisa saja dalam masalah,”kata siswa.
“Itu benar bukan kami tidak ingin menolong hanya saja orang tua Fal sangat hebat. Bagaimana kami yang orang biasa ini bisa mengalahkan dia,”kata siswa pria.
“itu benar. Sebaiknya kamu jangan ikut campur urusan mereka, setiap minggu pasti ada dari anak kelas A melawan anak kelas B dan C. Kebetulan hari ini adalah kelas C,”kata siswa wanita.
“Apa benar itu bu,”kata Adi melihat ke arah wali kelas. Wali kelas yang tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa menyuruh Adi duduk didekat Dev. Adi hanya bisa berjalan ke arah tempat duduk dimana ada kursi kosong didekat Dev.”Hai Dev, kita bertemu lagi,”kata Adi.
“Hai Putra,”ucap Dev yang bergetar.
“Jangan takut bersikaplah biasa saja, aku tidak ingin ini menjadi masalah besar,”kata Adi yang mengambil buku. Kelas bahasa inggris dimulai Adi yang belum mendapatkan buku meminta bantuan Dev yang menjadi teman sebangkunya.
“Bisa bagi bukunya. Aku belum mendapatkan buku pelajaran dari pihak sekolahan,”kata Adi. Dev yang tanpa berkata apa-apa membagi buku pelajaran dengan Adi.
Di kelas yang damai dimana guru bahasa inggris mulai menjelaskan materi. Adi yang sudah mempelajarinya sedikit bosan tapi Adi tahan dengan pembahasan yang diberikan. Sampai kelas selesai Adi berkata,”Akhirnya selesai juga. Terima kasih Dev mau berbagi denganku.
“Hai Putra kamu belum dapat buku pelajaran,”ucap siswa didepan Adi.
“Belum baru nanti aku ke ruang tata usaha untuk mengambil buku pelajaranya,”kata Adi.
“Tapi apa kamu membawa uang untuk membeli bukunya Putra,”kata siswa disamping Adi.
“Membawa buku pelajaran, bukan buku pelajaran itu gratis kenapa harus membayar,”kata Adi yang sedikit bingung.
__ADS_1