
Wati yang sudsh pergi dari tempat kejadian bersama dengan AS. Di perjalan mereka berdua saling berbincang dengan siapa mereka berdua tadi disana. Tapi As yang tidak tahu siapa mereka hanya bisa diam saja.”Kurasa aku harus mencari tahu siapa mereka sebelum bisa membunuhnya,”kata Wati. Tapi di tempat lain Robin dan Bon yang masih bersama hanya bisa membuka topeng mereka.
Saat mereka sudah pergi meninggalkan lokasinya.”Kurasa mereka akan datang kembali,”kata Bon.
“Aku rasa iya,”kata Robin.
“Tapi mereka tidak akan datang pada waktu dekat ini. Karena mereka akan mendapatkan kerugian karena wilayah tambang akan menjadi milik kita,”kata Adi dari belakang.
“Kamu belum pergi ternyata Putra,”ucap Bon.
“Belumlah aku menonton kalian yang sedang beradu mulut dan kecepata,”kata Adi sambil tersenyum.
“Enaknya,”kata Robin yang merebut es krim yang ada dikantong yang dibawa oleh Adi.
“Aku juga mau kali,”kata Bon yang juga tidak mau ketinggalan. Sementara anggota yang lain sudah pergi setelah musuh pergi. Robin dan Bon yang kembali menatap Adi.”Ada apa?,”ucap Adi kepada mereka berdua.
“Tidak apa yang kamu katakan barusan apa mereka sudah selesai dengan jadwalnya,”kata Bon.
“Sudah, tinggal pergi saja,”kata Robin.
“Kalau begitu kita hanya menuggu saja. Tapi bagaimana dengan perusahan kedua ini. Apa yang akan kita lakukan?,”kata Bon.
“Kalau itu biarakan Prita yang mengurusnya,”kata Adi berjalan kembali ke kontrakan.
“Seperti biasanya kamu ingin bersantai,”kata Bon.
“Lalu kamu ingin aku melakukan apa. Kamu tahukan kalau aku masih menjalankan kehidupan sekolahku yang damai. Tapi pada akhirnya harus menyelesaikan semua urusan yang diberikan kepada Prita kepadaku,”kata Adi.
Mereka berdua terdiam saja sampai mereka berpisah Adi yang kembali ke kontrakan. Robin dan Bon yang pergi ke tempat mereka masing-masing. Tapi diperjalanan menuju kontrakan Adi bertemu dengan Guntur.
__ADS_1
“Jadi kamu masih hidup Putra,”kata Guntur. Adi yang tahu kalau Guntur mengawasi dia. Adi yang melirik ke arah Guntur dengan senyuman ramah.”Mau ke kontrakanku,”ucap Adi.
Adi yang berjalan lebih dulu disusul oleh Guntur dari belakang. Tapi tanpa disadari mereka juga diawasi oleh mata-mata dari Satya. Satya yang ada di wilayah B mendapatkan kabar yang tidak terduga kalau Adi masih hidup. Tapi dia menyamar menjadi Putra. Sekarang dia bersama dengan Guntur.
Satya yang ada di rumah mendapatkan pesan email itu sangat terkejut. Yang saat itu Satya sedang belajar kembali menatap ke arah jendela.”Jadi dia baik-baik saja. kurasa aku tidak bisa memberitahukan kepada Rey dan Roy soal Putra,”kata Satya.
Tapi pada saat yang sama ayah dari Satya masuk ke dalam kamar Satya. Memberitahukan kalau setelah lulus SMP dia akan pindah rumah ke wilayah C dimana Adi berada.
Satya yang tidak membantah dengan ucapkan ayahnya hanya bisa menyetujuinya saja. Tapi di tempat lain Rey dan Roy yang juga selesai belajar mendapatkan pesan baru dari mata-mata tentang orang yang selalu mengawasi mereka dan membantu mereka. Kalau mereka adalah orang yang dipilih oleh Adi untuk melindungi mereka bertiga.
“Jadi itu karena Adi yang menyuruh mereka,”ucap Rey.
“Barati ada kemungkinan Adi masih hidup bukan,”ucap Roy.
“Itu benar. Tapi untuk sementara kita harus diam dulu sampai tanggal pertemuan itu datang tinggal 9 tahun lagi kita akan bertemu,”ucap Rey.
Roy yang tidak berkata melihat ke araj jendela kamarnya dan menatap langit.”Sebentar lagi kita akan bisa bersama lagi,”ucap Roy. Tapi saat hendak melihat kelura Roy melihat mobil Jordan ada didepan rumah mereka.
“Ada apa kak,”ucap Rey yang menghampir Roy yang ada di teras kamar.
Roy hanya memberikan petunjuk dengan mata yang melihat ke arah bawah. Rey melihat ke arah Roy melihat dan berkata,”Ayah Jordan kenapa ke sini.”
Rey yang penasaran dengan apa diluar sana. Menghidupkan laptop dan menghubungkan cctv yang ada di depan rumah dengan kondisi mobil Jordan terparkirkan. Tapi yang mereka lihat membuat kedua kakak Adi itu terkejut.”Waw pemandangan yang bagus.”ucap Roy.
“Itu sangat sexy kak. Mau lanjut atau tidak ini ceritanya,”kata Rey.
“Sebaiknya tidak. Itu adalah keputusan mama dan ayah Jordan. Tapi aku tidak tahu apa Adi akan menerima ini,”kata Roy.
“Kurasa iya saja. Tapi dia tidak akan tinggal dengan kita. Tunggu dulu, tapi bagaimana dengan Cahya dan Cita jika mama bersama dengan Jordan,”kata Rey yang melihat ke arah kakaknya.
__ADS_1
Roy yang juga tidak tahu hanya terdiam saja dan membuka buku pelajarannya.”Kakak,”ucap Rey.
“Mau bagaimana lagi kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan nanti. Jalani saja,”ucap Roy. Mereka berdua kembali dengan aktifitas mereka sampai. Rey teringat kalau ada undangan pelelangan dibawah tanah.
“Kak dua hari lagi ada pelelangan bawah tanah mau pergi tidak,”ucap Rey.
“Tentu saja,”ucap Roy. Setelah mereka sepakat untuk pergi ke pelelangan bawah tanah. Di tempat lain Adi yang bersama dengan Guntur sudah samapi di kontrakan. Tapi mereka disambut oleh Sem yang sudah menuggu.”Kenapa kamu datang ke sini Sem?,”kata Adi yang dengan santai berjalan ke arah dapur.
“Bukan kamu Guntur ya. kenapa bisa ada disini, bukan di rumah sakit,”kata Sem.
“Kurasa dia tidak masuk ke dalam mobil,”ucap Adi.
“Putra siapa dia atau aku sebut kamu Adi,”kata Guntur.
“Bagaimana kamu bisa tahu kalau ini aku. Tapi untuk keamanan kita, aku disini bernama Putra,”kata Adi.
“Baiklah, Putra. Karena kamu sedikit aneh dan menyembunyikan sesuatu bersama dengan Adi. Kalian hampir sama menyembunyikan sesuatu,”kata Guntur.
“Tidak aku sangka teman dan kakak kamu sudah tahu kalau kamu masih hidup ya Putra,”kata Sem.
“Kembali ke masalah yang ada. Kenapa kamu datang ke sini Sem,”akta Adi.
“Ini laporan persiapannya dan undangan pelelangannya. Kurasa Robin lupa memberikannya kepada kamu,”kata Sem.”Baiklah. Tapi bagaimana pergerakan mereka,”kata Adi.
“Masih aman. Tapi ada informasi yang mungkin kamu akan terkejut,”ucap Sem. Adi yang membuak amplo coklatnya yang berisi data tentang organisasi yang dia bangun. Serta Informasi tentangJesi dan Jordan yang sedang malakukan hubungan. Di dalam foto yang diambil secara diam-diam. Kalau mereka sudah beberapa kali bertemu dan ada foto hubungan mereka berdua.
“Apa kamu baik saja,”ucap Sem dengan berhati-hati.
“Aku baik saja.Jika memang sudah jodoh mau bagaimana lagi,”ucap Adi yang mengambil kertas. Adi menulis pesan untuk ayahnya untuk jangan menyakiti Jesi. Jika dia menyakiti Jesi sama dengan ibu kandungnya saya tidak akan bertemu lagi dengan ayah. Pesan yang di tuliskan oleh Adi kepada Ayahnya bersama bunga mawah hitam dengan perpaduan bunga putih mawar.
__ADS_1
“Kirimkan surat ini untuk ayahku bersama dengan buket bunga mawar hitam dan putih. Tapi jangan sampai diketahui posisiku berada.Aku masih harus bersembunyi sampai semuanya selesai,”kata Adi kepada Sem. Sem yang mengambil surat yang sudah dituliskan kepada Adi segera pergi dari tempat kontrakan Adi.
Di dalam ruangan hanya ada Guntur yang menatap Adi yanga da didapur.”Putra selama ini kamu bersembunyi dimana?,”kata Guntur. Adi tidak langusng menjawab dan hanya meletakan minuman dan cemilan untuk Guntur.